Ketika Kesiangan Shalat Shubuh, Ini Yang Rasulullah Lakukan

Diriwayatkan dari Abu Qatadah RA, yang berkata bahwa pada suatu malam kami menempuh perjalanan bersama Nabi SAW. Sebagian orang mengatakan, “Ya Rasulullah! Sebaiknya kita beristirahat menjelang pagi ini.”

Rasulullah SAW bersabda, “Aku khawatir kalian tidur nyenyak sehingga melewatkan shalat subuh.” Kata Bilal, “Saya akan membangunkan kalian.”

Di saat semua terlelap, Bilal berusaha tetap terjaga dengan bersandar pada hewan tunggangannya. Namun Ia justru ikut tertidur dengan pulasnya sehingga tidak sadar jika waktu sudah menunjukan lewat Shubuh.

Nabi yang bangun duluan kaget bukan kepalangan karena melihat busur tepian matahari sudah muncul. Nabi Muhammad SAW berkata, “Hai Bilal! Mana bukti ucapanmu?

Bilal menjawab, “Saya tidak pernah tidur sepulas malam ini.”

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mengambil nyawamu kapanpun Dia mau dan mengembalikannya kapanpun Dia mau. Hai Bilal! Bangunlah dan suarakan adzan.”

Kemudian Rasul dan rombongan mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat meski matahari agak meninggi sedikit dan bersinar putih (Hadits Shahih Imam Bukhari, nomor 595).

Dari kisah di atas, diketahui jika Nabi Muhammad SAW sudah memberikan teladan bagi umatnya yang kesiangan shalat shubuh. Namun hal ini bukan berarti kita tidak mempersiapkan diri untuk bangun lebih pagi.

Jika terpaksa mengalami kondisi ini, maka segeralah untuk mendirikan salat ketika teringat. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Nabi SAW pernah bersabda, “Siapa yang lupa untuk melaksanakan shalat, maka laksanakanlah ketika ingat, tanpa kaffarah [denda] atas lupanya itu kecuali dengan mengerjakan shalat tersebut.” Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat (yang artinya), “… dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku,” (Al-Qur’an surat Thaahaa, ayat 14). (Hadits Shahih Bukhari, nomor 597). []

Sumber: Infoyunik.com

Innalillahi !!! Pria di Makassar Cabuli Anak Tiri 2 Minggu Berturut-turut

Bermodus menjadi dukun, seorang pria diamankan polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Dia diketahui mencabuli anak tirinya.

HS (40) pelaku pencabulan terhadap anak tirinya tersebut langsung ditangkap di rumahnya di Jalan kerung-kerung, pada hari Kamis (22/2/2018) dini hari. Menurut Kanit Reskrim Polsek Makassar Iptu Harianto Rahman, modus pelaku dalam mencabuli anak tirinya itu dengan cara menawarkan pengobatan. Korban mulanya ketakutan usai mengalami mimpi buruk.

“Jadi awalnya korban itu mengalami mimpi dilempari ayam. Kemudian, ayahnya menyampaikan hal tersebut pertanda tidak baik, dan menawarkan untuk mengobati penyakitnya. Ternyata justru pelaku melakukan tindak tidak senonoh dan pencabulan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Makassar, Iptu Harianto Rahman.

Melanjutkan pernyataannya, Harianto menegaskan, hal tersebut dilakukan sudah sejak bulan Januari lalu. Namun korban baru melaporkannya.

“Ini dilakukan bulan Januari, namun baru berani dilaporkan oleh korban sekarang. Pelaku melakukan aksinya dua minggu berturut-turut,” lanjutnya.

Hingga kini, tim Polsek Makassar masih melakukan pemeriksaan terhadap korban yang usianya beranjak dewasa itu. Pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan bukti.

“Kami masih mengambil keterangan korban dan divisum di rumah sakit, untuk membuktikan tindakan cabul yang dilakukan pelaku,” kata Harianto.

Sumber : detik

Gatot Nurmantyo Penuhi Undangan Ayah Luis: Kalau Satu Mati, Kita Berdua Mati

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo memenuhi undangan khusus Panglima F-FDTL Republik Demokratik Timor Leste, Mayjen Lere Anan Timur dalam acara ulang tahun ke 17 Transformasi Falintil – Falintil FDTL di Dili pada 1 Februari 2018 lalu.

Hal ini diketahui melalui sejumlah dokumentasi yang diunggah ke akun twitter @nurmantyo_gatot dan akun facebook @gatotnurmantyoofficial.

Yang menarik, dalam salah satu unggahannya, Gatot mengisahkan nostalgianya dengan Luis da Costa, seorang pria berusia 86 tahun yang dulu pernah akrab terutama ketika Gatot bertugas dalam operasi pertama di Timor Timur (Timor Leste) pada kurun waktu 1983 – 1984.

Gatot, memanggil pria ini dengan sebutan ‘Ayah Luis’.

Berikut uraiannya sebagaimana yang dibagikan di akun twitter dan facebook :

Reuni Gatot Nurmantyo dan Luis Da Costa. Cerita di balik hubungan Keduanya

Pria yang sekarang berumur 86 tahun ini, kerap dipanggil Gatot dengan “Ayah Luis”. Pertemuan pertama mereka terjadi pada tahun 1983-1984 saat Letda Gatot menjalani penugasan operasi pertama di Timor Timur (sekarang Timor Leste) sebagai Danton (Komandan Pleton) 315 di Desa Rano Serelau di kaki gunung Laleno yang merupakan wilayah operasi David Alex.

Kerap melakukan pembinaan kepada rakyat sekitar, Gatot yang saat itu berumur 24 tahun dengan cepat mendapatkan simpati dan kepercayaan dari rakyat dan Luis yang menjabat sebagai Kepala Desa dan juga Anggota DPR saat itu.

“Saya dan rakyat merasa sangat percaya dan terbantukan dengan kehadiran Gatot. Kami sering berdiskusi bagaimana caranya membantu rakyat terutama yang sedang mengalami kesulitan dan musibah,” cerita Luis.
Hubungan Gatot dan Luis selanjutnya makin erat.
“Saya percaya Gatot, saya izinkan dia menginap di rumah saya. Bersama dengan Joau Miranda (aluk), saya, dan Gatot, kami saling menjaga,” kata Luis.

“Kalau satu mati, kita berdua mati,” Kata Luis pada Gatot saat itu sebagai bentuk pernyataan garansi keamanan.

“Kepercayaan rakyat atas Gatot saat itu menghasilkan prestasi yang luar biasa dimana para milisi yang berada di hutan kemudian secara sukarela menyerahkan senjatanya kepada Gatot,” kenang Luis.

“Gatot bertempur tanpa membunuh,” tambah Luis.

Pertemuan nostalgia ini dilanjutkan dengan foto bersama dengan gaya yang sama dengan gaya mereka berfoto pada tahun 1984 seperti yang ditunjukan Luis di Mini Motel Benfica. (*)

*Informasi ini diperoleh dari akun twitter @nurmantyo_gatot dan belum dikonfirmasi kepada admin pengelola akun

Sumber : Tribun

Perbedaan Allah, Rabb, dan Ilah

Ayat kedua surah al-Fatihah menegaskan: Alhamdulillah Rabb al- A’alamin (Segala puji bagi Allah Tu han segenap alam). Allah SWT tidak mengatakan Alhamdulli Rabb al-‘alamin (segala puji bagi Tuhan segenap alam).

Dalam artikel terdahulu sudah dijelaskan secara umum tentang Allah sebagai nama bagi Zat Yang Maha Agung (lafdh al-jalalah), tidak boleh ada sesuatu apa pun berhak menggunakan nama itu selain diri-Nya. Kata ini mutlak hanya nama-Nya Dia Yang Maha Tunggal (Ahadiyyah). Karena itu, kata Allah satu-satunya nama Tuhan yang tidak memiliki bentuk jamak.

Berbeda dengan kata Rabb yang mempunyai bentuk jamak (arbab) dan kata Ilah yang juga memiliki bentuk jamak (alihah). Kata Allah yang tergabung dari huruf alif, lam, lam, ha memiliki keunikan yang tidak terjadi pada nama-nama lain- Nya. Jika dibuang huruf alif masih tetap terbaca “lillah” berarti “un tuk Allah”. Jika dibuang satu huruf lam maka masih tetap terbaca “la hu” berarti “untuk-Nya”. Jika di buang se mua huruf lam maka ma sih tetap dapat dibaca “Hu” kata ganti (dhamir) dari Allah berarti “Dia”.

Nama ini sulit dilacak akar katanya dari mana. Ada yang mengatakan, dari bahasa Hebrew (Ibrani), “El” kemudian membentuk kata “Eloh” berarti Tuhan. Ada yang mengatakan dari bahasa Arab sendiri, seakar kata yang membentuk kata Ilah, yakni aliha-ya’lahu berarti menyembah, mengabdi, kemudian Ilah berarti Tuhan. Allah nama dari diri-Nya sebagai Ahadiyyah, sebagai entitas utama dan pertama (al-ta’ayyun alawwal).

Sedangkan kata Rab nama dari diri-Nya sebagai entitas kedua (al-ta’ayyun al-tsani). Nama Rabb selevel dengan al-Asma al-Husna. Meskipun dikatakan entitas kedua, tetapi masih tetap keberadaan-Nya (al-hadharat al-Ilahi), karena itu disebut entitas permanen (al-a’yran al-tsabitah). Entitas ini tidak termasuk kategori dalam dalam arti entitas-entitas selain Allah (kullu ma siwa Allah).

Entitas-entitas berikutnya, ya itu entitas ketiga (al-ta’ayyun altsalits) dan seterusnya itulah yang disebut alam. Meskipun alam bu kan diri-Nya, tetapi merupakan ma nifestasi lanjutan (tajalli) dari diri-Nya.

Kata Rabb adalah nama Tuhan dalam level Wahidiyyah. Lafaz Rabb tidak termasuk dalam al- Asma al-Husna, tetapi mungkin bisa disebut sebagai cover dari totali tas nama-nama-Nya yang terga bung di dalam al-Asma’ al-Husna. Kata Rabb juga digunakan sebagai nama terhadap Tuhan lain selain Allah SWT. Rab juga mempunyai bentuk jamak, yaitu arbab (Tuhantuhan). Berbeda dengan kata Allah tidak memiliki bentuk mufrad, apa lagi jamak.

Penggunaan kata Rabb banyak digunakan di dalam Alquran, khususnya ayat-ayat Makkiyah. Ayat-ayat yang turun di Madinah lebih banyak menggunakan nama eksplisit Allah SWT.

Ayat-ayat pendek yang tergabung di dalam juz ‘Amma pada umum nya menggunakan kata “Rabb”. Ayat yang paling pertama Allah turunkan ialah Iqra’ biismi Rabbik (bacalah dengan nama Tuhanmu), bukannya menggunakan Iqra’ bi ism Allah (Bacalah dengan nama Allah).

Hal ini bisa dipahami karena kata Allah belum begitu familiar dalam masyarakat Arab saat itu. Yang lebih popular ialah Rabb. Contoh kasus terjadi ketika Perjanjian Hudaibiyah, sebagaimana diungkapkan dalam hadis Bukhari, yang menceritakan pimpinan delegasi kaum kafir Quraisy, menolak kalimat pembuka perjanjian: Bismillah al-Rahman al-Rahim, lalu mengusulkan gantinya: Bismik Allahumma.

Kata “Allahumma” biasa disinonimkan dengan “Ya Rabb”. Nabi pa da akhirnya menerima usulan ter sebut. Seolah-olah nabi tidak mempersoalkan kata Allah dan Rabb.

Oleh: Prof Dr Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal

Sumber : republika

Slamet: Kerinduan Bertemu Habib Rizieq Belum Bisa Terobati

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, menunda kepulangannya ke Indonesia pada Rabu (21/2) karena sejumlah alasan. Jamaah yang telah berkumpul di Bandara Soekarno Hatta, Banten, pada Rabu untuk menjemput kepulangan Habib Rizieq pun akhirnya kembali ke daerahnya masing-masing.

”Hari ini kerinduan kita belum bisa terobati untuk berjumpa dengan guru kita Habib Rizieq Shihab,” kata Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif, kepada Republika.co.id melalui pesan teks, Rabu (21/2).

Walaupun belum bisa bertemu Habib Rizieq, kata Slamet, kehadiran para jamaah telah dicatat oleh Allah SWT sebagai ladang perjuangan. Dan, kehadiran mereka menjadi bukti kecintaan mereka kepada habib.

Sejumlah jamaah pun merasa ikhlas meski belum bisa bertemu Habib Rizieq. Eman, anggota FPI markas pusat Mega Mendung, mengaku tidak merasa kecewa dengan penundaan kepulangan Habib Rizieq dan merasa ikhlas saja.

“Saya nggak apa-apa sih kalau pulangnya ditunda. Saya nggak kecewa, saya ikhlas. Istilahnya saya setuju saja keputusan beliau,” ujar Eman.

Beberapa jamaah datang dari Cianjur dengan menggunakan dua mobil. Rombongan tersebut sudah tiba sejak Selasa (20/2) malam pukul 23:00 WIB. Mereka kembali pulang ketika ada kepastian informasi terkait penundaan kepulangan Habib Rizieq.

Empat orang lain rombongan dari Jawa Timur yang ditemui oleh Republika.co.id juga menyatakan mereka tidak kecewa dengan penundaan kepulangan Habib Rizieq. Padahal, mereka baru tiba Rabu (21/2) pagi di Bandara Halim dan langsung menuju Bandara Soekarno Hatta.

Sumber : republika

Jokowi Tolak Tanda Tangan, DPR: UU MD3 Tetap Sah

Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3) tetap sah meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menandatangani undang-undang tersebut. Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan, sah atau tidaknya sebuah undang-undang sudah diatur dalam UU Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

“Itu tentunya kewenangan Presiden (yang tidak ingin menandatangani UU—Red), tapi memang aturannya dalam jangka waktu tertentu apabila Presiden tidak menandatangani dianggap tidak menolak sehingga tetap masih bisa dilaksanakan,” kata Agus di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/2).

Dalam Pasal 73 ayat 2 UU 12/2011 disebutkan, “Dalam hal RUU tidak ditandatangani oleh Presiden dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak RUU tersebut disetujui bersama, RUU tersebut sah menjadi undang-undang dan wajib diundangkan.”

Agus berpandangan, sikap presiden yang menolak menandatangani UU MD3 disebabkan melihat perkembangan terkini, misalnya desakan agar UU MD3 diujimaterikan, seperti mengenai usulan penambahan kursi pimpinan MPR, DPR, dan DPD.

Menurut Agus, pengesahan UU MD3 di Rapat Paripurna DPR dilakukan berdasarkan hal yang telah disepakati di semua prosesnya sehingga disahkan. “Semuanya kami lihat bagaimana proses ini berlangsung dan tentu kita melaksanakan apa yang telah disepakati dan bisa laksanakan sehingga kita lihat prosesnya saja,” ujarnya.

Selain itu, kata Agus, DPR mempersilakan masyarakat mengajukan uji materi atas hasil revisi UU MD3 yang telah diundangkan, terutama pasal-pasal baru yang dianggap membuat DPR menjadi lembaga antikritik dan superbody. Adanya gugatan uji materi tersebut tidak berarti menandakan pembahasan RUU MD3 terburu-buru, tetapi hal itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembuatan UU.

“Saya mendengar sudah ada ataupun baru berencana, tapi sudah ada yang mengajukan uji materi. Apabila pembuatan UU ada masyarakat yang kurang sepaham, maka dapat melaksanakan uji materi karena merupakan satu proses dalam pembuatan undang-undang,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, Presiden Joko Widodo tidak akan menandatangani UU MD3 yang baru disahkan oleh DPR. Menurut Yasonna, langkah tidak menandatangani UU MD3 tersebut merupakan salah satu bentuk protes eksekutif terhadap sejumlah pasal dalam UU MD3 yang menuai polemik di masyarakat.

Kendati sudah ada di meja Presiden, Jokowi belum membaca secara terperinci undang-undang yang menjadi polemik di masyarakat tersebut. Jokowi mengaku memahami keresahan-keresahan yang timbul di tengah masyarakat. Apalagi, banyak masyarakat menilai bahwa UU itu terlalu mencampuradukkan antara hukum dan etika. Bahkan, ada yang menyatakan UU tersebut sangat politis karena semua dicampur-campur.

Jokowi menilai keresahan itu adalah hal wajar karena masyarakat juga telah aktif mempelajari isi dari UU MD3. Masyarakat pun berharap adanya peraturan baru seperti UU tersebut tidak menurunkan kualitas demokrasi yang ada di Indonesia.

“Tetapi, sampai saat ini memang sudah di meja saya dan belum saya tanda tangani. Sampai saat ini belum saya tanda tangani karena saya ingin agar ada kajian-kajian apakah perlu ditandatangani atau tidak,” ujarnya seusai menghadiri rakernas Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Rabu (21/2).

Jokowi melanjutkan, meski UU MD3 tidak dia tanda tangani, peraturan tersebut tetap saja akan tetap berjalan. Presiden pun belum bisa memastikan apakah akan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk membatalkan UU MD3.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu pun mempersilakan jika memang ada masyarakat yang ingin menyampaikan keberatannya dengan menempuh jalur hukum di Mahkamah Konstitusi (MK). “Saya kira hal-hal tidak akan sampai ke sana (perppu). Yang tidak setuju silakan berbondong-bondong ke MK untuk di-judicial review,” kata Presiden.

Wakil Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Priyo Budi Santoso menilai UU MD3 telah mengancam demokrasi modern yang ada di Indonesia. Karena itu, perlu adanya penjelasan terkait substansi dari UU tersebut.

“Saya yakin ini akan terus menjadi hantu bagi sebagian kalangan aktivis dan mengancam demokrasi modern,” kata Priyo yang juga merupakan Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Golkar di kantor ICMI Pusat, Jakarta, Rabu.

Menurut Priyo, terdapat tiga pasal kontroversial dalam UU MD3. Di antaranya Pasal 122 huruf (k) yang mengatur penghinaan terhadap anggota DPR. Kedua, pasal 73 yang menyatakan polisi diwajibkan membantu melakukan pemanggilan paksa bagi pihak yang diperiksa oleh DPR. Ketiga, pasal 245 yang mengatur pemeriksaan anggota DPR harus dipertimbangkan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) sebelum dilimpahkan ke presiden untuk memberikan izin.

“Pasal 245 ini yang sering dijadikan kritik yang akan diujicobakan dan diujimaterikan di MK. Itu pemeriksaan anggota DPR kira-kira harus melalui MKD, MKD menyurati presiden, presiden kemudian mengumumkan apa tindakan hukum, baru bergerak. Ini prosesnya lama. Persamaan haknya seperti apa?” kata Priyo.

Jika tidak dijelaskan substansinya secara jelas, kata Priyo, ketiga pasal tersebut bisa membuat DPR dituduh sebagai lembaga yang memotori sebuah gerakan yang justru akan membawa Indonesia kembali ke masa sebelum adanya demokrasi. Oleh karena itu, DPR harus menjelaskan kepada publik. “Jika tidak diterima publik maka undang-undang tersebut harus direvisi,” kata Priyo.

Sumber : republika

Hati-Hati, Ada Akun Palsu Ustadz Abdul Somad Untuk Galang Dana

Popularitas Ustadz Abdul Somad sebagai pendakwah ternyata dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk mendulang keuntungan. Akhir-akhir ini viral beberapa akun palsu di media sosial yang mengaku sebagai Ustadz Abdul Somad.

Akun-akun palsu ini sering mengunggah video ceramah Ustadz Somad dengan keterangan live atau siaran langsung. Padahal, tayangan tersebut hasil rekamanan dalam ceramah Ustadz Somad yang sudah berlalu.

Akun-akun palsu tersebut kemudian melakukan penggalangan dana dari pengikut Ustadz Somad.

Tim admin media sosial Ustaz Somad di Facebook langsung merespon hal tersebut. Tim admin membantah adanya penggalangan dana yang dilakukan oleh akun resmi media sosial ustadz kondang asal Riau itu.

“Tim admin tidak pernah meminta atau menggalang dana untuk operasional media. Hati-hati terhadap permintaan tertentu yang mengatasnamakan kami,” tulis tim medsos di akun Facebook Ustad Abdul Somad, Sabtu (17/2/2018).

Tim medos juga menegaskan bahwa akun resmi ustadz yang kerap dipanggil UAS ini hanya satu. Maka, jika ada akun lain yang mengatasnamakan penceramah kelahiran 18 Mei 1977, itu berarti palsu.

Oleh sebab itu, tim admin Ustaz Somad mengimbau warganet agar berhati-hati dan waspada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Fanpage ini ialah satu-satunya akun resmi Ustadz Abdul Somad, Lc. MA di Facebook, tidak ada yang lain,” tandas tim medsos Ustadz Somad.

Namun dalam klarifikasinya, tim medsos Ustadz Somad tidak melarang jika ada yang menyebarkan ulang video-video ceramahnya asalkan tidak memberikan judul-judul tendensius dan tak sesuai fakta.

Sumber : Arrahmah

Allahuakbar !!! Erdogan Dan Hassan Rouhani Tekankan Kerja Sama Memerangi “Teroris”

Presiden Turki dan Iran melakukan pembicaraan melalui telepon pada Senin malam (19/2/2018) mengenai perkembangan terakhir di Suriah, khususnya Afrin dan Idlib, menurut sumber presiden.

Sumber tersebut mengatakan Erdogan dan Hassan Rouhani menekankan kerja sama dalam memerangi elemen “teroris”.

Kedua pemimpin tersebut membahas proses Astana dan Kongres Sochi mengenai pemecahan masalah Suriah.

Konferensi Dialog Nasional Suriah diadakan di kota Sochi, Rusia selatan, pada 29-30 Januari.

Awal bulan ini, Erdogan dan Rouhani sepakat untuk mengadakan pertemuan puncak para pemimpin Turki, Rusia, dan Iran di Istanbul mengenai konflik Suriah.

Sumber : Arrahmah

Pastor Ini Cari-Cari Ayat di Bibel agar Kepala Dr Zakir Naik Dipenggal, Hasilnya…

Dr Zakir Naik berkali-kali menyampaikan di forum-forumnya yang disiarkan di Peace TV, jika ada yang bisa menemukan satu ayat saja dalam Bibel yang menyebutkan secara tegas dan tidak ambigu bahwa Yesus mengatakan “aku adalah Tuhan” atau “Sembahlah aku” maka Dr Zakir Naik siap masuk Kristen.

Bahkan belakangan Dr Zakir Naik juga mengatakan bahwa kepalanya siap dipenggal.

Rupanya hal itu membuat banyak orang kebakaran kumis. Termasuk Pascal, seorang pensiunan dosen yang kemudian menjadi pastor.

Ia datang ke acara Dr Zakir Naik lalu mengatakan bahwa ia menemukan ayat dalam Yohanes 6:67-69 dan ayat-ayat lainnya. Ia juga membawa Bibel di acara itu sebagai bukti.

Ternyata Dr Zakir Naik hafal ayat-ayat yang disebutkan oleh Pascal dan tidak perlu membuka Bibel. Ia juga menjelaskan bahwa pada Yohanes itu yang bicara adalah Petrus. Itu pun hanya menyatakan bahwa Yesus anak Tuhan.

“Tidak ada satu pun pernyataan yang jelas, tidak satu pernyataan pun yang tidak ambigu dalam keseluruhan Bibel di mana Yesus sendiri berkata “Akulah Tuhan” atau ia berkata “Sembahlah aku.” Aku ingin menambahkan, termasuk dirimu. Jika Kristen mana pun dapat menunjukkan satu saja pernyataan dari Bibel versi manapun, sebuah pernyataan yang jelas dan tidak ambigu, di mana Yesus sendiri berkata “Akulah Tuhan” atau “Sembahlah aku” maka aku siap masuk Kristen sekarang. Aku siap menempatkan kepalaku untuk dipenggal.” Tegas Dr Zakir Naik.

“Jadi apa yang kau kutip tidak memenuhi kriteriaku,” lanjut Dr Zakir Naik, “Meski begitu aku akan menjawabnya. Apa yang kau kutip adalah Petrus berkata bahwa Yesus anak Tuhan. Saudara, kau tahu bahwa ada banyak orang yang disebut “anak Tuhan” dalam Bibel? Adam adalah anak Tuhan, Efraim adalah anak Tuhan, Ezra adalah anak Tuhan. Semua orang yang dituntun Tuhan adalah anak-anak Tuhan. Jadi anak Tuhan adalah kata yang digunakan dalam Bibel yang artinya seseorang yang mengikuti ajaran Tuhan.”

Sumber : Bersamadakwah

Siapa Sangka Anak Kecil Bintang “Blue Band” Ini Kini Menjadi Artis Hijrah

Seorang anak kecil berhelm insinyur berwarna kuning, sedang menyusun lego membentuk bangunan. Di depannya disodorkan jajanan pasar. Sampingnya sebuah produk margarin kenamaan “Blue Bird”.

Itu adalah iklan print-out zaman dahulu kala, bukan zaman sekarang. Dan anak kecil itu sudah dewasa dan menjadi artis yang kini hijrah dan rajin ikut kajian keislaman.

Sembari mengenang masa lalu, artis itu mengungkapkan dalam kalimat yang penuh hikmah pada Rabu (21/2/2018):

“Waktu berlalu begitu cepat..
Rasanya baru tahun lalu menjadi anak-anak,
baru bulan lalu menjadi baligh,
baru minggu lalu mendapat kerja pertama kali,
Dan baru kemarin menjadi seorang ayah..
.
Telalu cepat, waktu berjalan terlalu cepat dalam keseharian

Namun..
Terlalu singkat, waktu berjalan terlalu singkat dalam kenyataan.
.
“Tahun depan sudah menjadi hari ini..
Namun aku masih tetap begini..”
.
Yaa Allah..
Dari segitu banyak waktu yang kulewati,
Begitu sedikit ilmu Mu yang kupelajari.
.
Suatu hari nanti.. kita semua akan melihat kembali kepada hari ini..
namun pada saat itu, mungkin jemari ini sudah tidak mampu menulis, mata sudah tidak mampu membaca, bahkan mungkin kita sudah tidak mampu berdiri..
Dan pada saat itu, kita akan mempertanyakan kembali,
kemana waktu ku lalui?
..
Pada saat itu semoga kita tidak lagi termasuk orang-orang yang merugi.”

Artis itu adalah pemain FTV, Mario Irwinsyah. Suami dari presenter olahraga yang kini mengenakan hijab, Ratu Anandita.

Sumber : Bersamadakwah