Perhatikan Baik-Baik yang Tertulis di Tas Tentara Israel

Setiap tentara yang bertugas memiliki identitas tertentu baik yang tertempel sebagai bedge atau dalam bentuk lain. Seperti yang terlihat pada baju tentara Israel.

Tersorot jepretan sebuah kamera, di belakang punggung badan tentara Israel terdapat kata “infidel” di bawahnya tertulis bahasa arab yang terbaca “kafir”. Infidel sendiri dalam bahasa Inggris bisa diartikan sebagai kafir.

Informasi tersebut disampaikan oleh akun jejaring sosial Eye on Palestine. Akun yang kerap mengunggah informasi terkini soal Palestina menuliskannya di dalam keterangan gambar.

“Kata “kafir” tertulis di tas penembak jitu Israel, menurut Anda apa maksudnya? Apakah ini artinya mereka adalah pembunuh tanpa belas kasihan?” kata Eye pada unggahan Kamis (21/12/2017).

Unggahan berbahasa Inggris dan Arab tersebut tentu mendapatkan tanggapan dari para pengikut Eye.

“Jika mereka percaya kepada Tuhan maka mereka tidak akan pernah membunuh bayi baru lahir,” kata Yunusceyhan28.

“Damn. Ini seperti mengulangi apa yang akan terjadi. Dajjal dengan nama yang sama di dahinya,” kata Taifsams.

Sumber : Bersamadakwah

Allahuakbar !!!! Perjuangan Anak Muhajirin Suriah Menghafal Al-Qur’an

ISTANBUL, Senin (Sahabat Al-Aqsha): Konflik yang berlangsung di Suriah hingga saat ini telah menghasilkan begitu banyak kehancuran dan kezhaliman. Muslimin di sana kehilangan rumah, keluarga, dan hidup di bawah penindasan. Banyak di antara mereka adalah anak-anak. Mereka tewas, cacat seumur hidup, maupun terusir dari rumah mereka, serta mengalami trauma berat. Padahal, di antara mereka adalah para penghafal Al-Qur’an yang harus bertaruh nyawa hanya untuk menghafal ayat demi ayat yang mulia ini.

Meski serba kekurangan dan dalam ancaman kelaparan, anak-anak Muhajirin Suriah tetap memiliki ghirah (keinginan yang kuat) menghafal Al-Qur’an. Kesulitan hidup di pengungsian tidak menghentikan mereka untuk menyambut gembira Kalamullah ‘Azza wa Jalla, baik dengan cara memperbaiki bacaan agar sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam maupun dengan cara menghafalkannya.

Orangtua dan keluarga mereka pun terus menyemangati dan mendorong mereka agar terus belajar dan menghafalkan Kalam-Nya, meski di kamp-kamp sempit dan terpencil.

Terusir dari negerinya, Muhajirin Suriah mengadu nasib di negara orang demi menyelamatkan nyawa mereka. Ada yang mengungsi ke Lebanon, Turki, Yordania dan berbagai belahan dunia lainnya.

Dengan izin Allah, hingga saat ini terdapat ratusan halaqah dan pusat belajar Al-Qur’an yang tersebar di berbagai negara, baik di dalam Suriah maupun Lebanon. Salah satunya ada di kamp Za’tari yang didirikan dengan bantuan Yayasan Al-Khayriyyah Qatar, Turki, dan pada beberapa kota yang ada di Turki, seperti di Masjid Ahlul Atsar Raihaniyah, kamp Abaddin, kamp Mur’ish dan Sanliurfa yang berbatasan dengan Suriah.

Ada sekitar tiga titik halaqah Al-Qur’an di kamp dalam Suriah, 30 markaz tahfidz Al-Qur’an di Aleppo, tepi Aleppo dan tepi Idlib, serta 15 halaqah Al-Qur’an di kamp-kamp Muhajirin di Turki. Keseluruhan ada 80 markaz tahfidz Al-Qur’an dan 750 halaqah di Suriah-Turki.

Halaqah-halaqah Al-Qur’an tersebut dilaksanakan di tenda-tenda atau masjid sederhana yang didirikan di sekitar kamp. Jumlah anak yang belajar di dalamnya sekitar 41.659, dengan 1.659 guru.

Lajnah Tahfidz pada kamp-kamp Muhajirin tersebut menyediakan berbagai keperluan untuk anak-anak penghafal Al-Qur’an, yakni Al-Qur’an, mushaf per juz (juz ‘amma dan juz 29), buku belajar membaca dan menulis, buku tulis, gaji guru per bulan, serta mukafa’ah untuk anak-anak demi menggembirakan hati dan penyemangat bagi mereka. Kepada mereka juga diajarkan tajwid, adab para penghafal Al-Qur’an, sirah, tafsir, fiqh, hadits, penanaman tarbiyyah Islam dan ilmu agama lainnya.

Metode yang diajarkan adalah mempelajari terlebih dahulu makhaarijul huruf (tempat keluarnya huruf) dengan benar, barulah mulai menghafal dari juz ‘amma, pindah ke juz 29, lalu dilanjutkan ke juz-juz setelahnya.

Pada April 2014, Persatuan Ulama Suriah membentuk program yang dinamakan ‘’Halaqaat Mahir bil Qur’an’’ dan telah dilaksanakan di beberapa kamp Muhajirin Suriah di Turki. Program ini bertujuan untuk menghasilkan anak-anak cerdas penghafal Al-Qur’an. Mereka dibimbing dan ditemani untuk menghafalkan Al-Qur’an hanya dalam satu tahun.

Syaikh Muhammad Qurmisy, pembina sejumlah halaqah Qur’an di beberapa titik kamp tersebut sekaligus anggota lajnah Persatuan Ulama Suriah, mengatakan sekitar 300 anak dari empat kamp (kamp Binar, Huran, Tal Abyadh, Killiz) datang untuk mendaftar dan meminta diuji agar bisa mengikuti program halaqah intensif menghafal Al-Qur’an. Lalu, terpilihlah sekitar 120 anak.

Para penghafal di kamp-kamp tersebut terdiri dari anak laki-laki dan perempuan usia tujuh hingga 18 tahun. Dengan halaqah-halaqah yang terpisah antara satu sama lainnya.

Mengenai metode belajar, Syaikh Muhammad Qirmisy mengatakan, setiap hari anak-anak akan menghafal tiga halaman, sebulan tiga juz, dan setiap bulan mereka akan diuji sesuai dengan hafalan baru dan lama, serta ketika mereka telah menyelesaikan 10 juz.

Adapun tugas harian mereka adalah belajar selama tiga jam, lalu mendapatkan PR untuk menghafal hafalan baru tiga halaman per hari, kemudian membaca hafalan yang lama minimal tiga juz per hari.

Setiap hari dapat disaksikan keberhasilan yang dicapai sejumlah peserta kamp-kamp hafalan Al-Qur’an. Sejak didirikannya halaqah Qur’an ini pada April 2014, sekitar 31 orang berhasil mencapai target hafal sebanyak 30 juz dalam kurun waktu satu tahun. Saat laporan ini disiapkan sudah dihasilkan tujuh hafidz dan 24 hafidzah.

Selain itu, 72 penghafal Al-Qur’an di daerah perbatasan Suriah, Sanliurfa, juga hafal Al-Qur’an dalam waktu yang bersamaan. Mereka juga menyelenggarakan perlombaan di kamp Tal Abyadh Turki, yang pemenangnya di antaranya adalah anak berusia sembilan sampai 24 tahun.

Abdullah Ad-Darwish, seorang anak Suriah yang usianya belum genap 12 tahun telah menyelesaikan hafalan Qur’an di tenda pengungsian di Turki dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Abdullah yang berasal dari kota Abul Hasan di tepi kota Deir Zour Suriah dari sebuah keluarga ulama yang shalih.

Kakeknya, Mulla ‘Ali Ad-Darwish, seorang pengajar Al-Qur’an. Pamannya, Duham ‘Ali Ad-Darwish, adalah hafidz sekaligus pengajar Al-Qur’an yang pernah dipenjara rezim Suriah selama 17 tahun.

Sebelum Abdullah mulai menghafalkan Al-Qur’an, ia terlebih dahulu belajar dasar-dasar pengucapan dan pengejaan bahasa Arab secara benar selama tiga bulan dengan metode yang dinamakan Ar-Rasyidi. Setelah selesai dari program tersebut, Abdullah pun mulai menghafalkan Al-Qur’an pada sebuah halaqah Al-Qur’an di dekat tenda keluarganya tinggal.

Selain menghafal ditemani bapaknya, orangtua Abdullah juga mendorongnya untuk tekun mengikuti halaqah Al-Qur’an dan belajar di sekolah. Bapaknya memasukkan Abdullah ke ma’had ber-asrama di Sanliurfa yang dibina oleh pamannya, Syaikh Duham ‘Ali. Di sana ia bisa menghafalkan tiga sampai lima halaman per hari menyelesaikan hafalan 30 juz pada 1 Maret 2016, dan telah diuji di hadapan beberapa syaikh.

Cara menghafal Abdullah adalah membaca Al-Qur’an di hadapan bapaknya setiap hari (talqin). Si bapak membacakan satu persatu ayat Al-Qur’an, kemudian Abdullah akan mengulang ayat yang ia dengar beberapa kali hingga hafal dan dengan bacaan yang tartil. Bapak Abdullah, Hakim Ad-Darwish, mengatakan bahwa ia dan istrinya memperjuangkan anaknya untuk mengikuti jejak pamannya agar dapat mentadabburi Al Qur’an, menghafalkannya, dan menjadi bagian dari orang-orang terbaik dari generasi kini yang mengikuti generasi terbaik terdahulu, yaitu para penghafal Al-Qur’an. Allahummarhamnaa bil Qur’an…* (Dari beberapa sumber)

Sahabat Alaqsha

 

Terlilit Utang, Baca Doa Ini agar Cepat Lunas

utang-piutang sangatlah sensitif. Terkadang utang-piutang tidak mengenal nominal dan hubungan kekerabatan. Dari teman bisa jadi musuh, dari saudara bisa menjadi tidak kenal, dari sepeser rupiah bisa terjadi kejahatan.

Dalam Islam sendiri berutang tidak dilarang, namun juga tidak disarankan. Namun, Islam mewajibkan membayar utang sesegera mungkin bagi si peminjam. Oleh karena itu, jika Anda terlibat utang dengan seseorang, sebaiknya segera lunasi. Bila ada kendala, mintalah pertolongan hanya kepada Allah Ta’ala.

Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadits Indonesia, Fauzan Amin memberi nasihat kepada peminjam utang untuk membaca doa yang dapat memudahkan jalan agar segera melunasi utang.

Bacalah doa,

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak”

Artinya, “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563, hadis hasan).

Doa-doa lain yang bisa diamalkan adalah meminta agar segera dikeluarkan dari kesulitan,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

“Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom.”

BACA JUGA:

Gara-Gara Ulah Fotografer, Pengantin Ini Dibikin Kesal di Hari Bahagianya
Artinya, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat dosa dan sulitnya utang.” (Lihat HR. Bukhari no. 2397 dan Muslim no. 5)

Utang adalah masalah yang cukup menjadi beban dalam hidup, untuk itu pria yang juga pengurus MPII-MUI (Majelis Pemuda Islam Indonesia) memberi bacaa doa lain yaitu,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.”

Sumber : Okezone

Penyerangan Tokoh Agama, Jimly: Tangkap Dulu, Jangan Langsung ……

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) meminta kepolisian tidak lambat dalam memproses hukum terhadap pelaku penyerangan sejumlah tokoh agama yang belakangan marak terjadi di Indonesia.

Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie mengatakan, polisi harus bersikap tegas dan mengusut tuntas motif kekerasan yang dilakukan terhadap siapa pun pemuka agama yang ada di Indonesia.

“Mau ulama, pendeta, siapa aja, pokoknya disikat saja itu. Tidak usah percaya dia ngaku sakit, gila. Pokoknya tangkap dulu, diproses,” kata Jimly saat diskusi bertajuk ‘Menyikapi Teror dan Kekerasan pada Para Ulama” di Sekretariat ICMI Pusat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (21/02/2018).

Dalam catatannya, Jimly mengungkapkan, sudah ada 21 kasus penyerangan terhadap tokoh agama. Sehingga ia menilai perkara ini merupakan persoalan yang amat serius.

“Jadi, saya rasa harus dianggap serius. Gila (pelaku) tidaknya nanti terbukti di pengadilan yang penting terbukti aja dulu baik tokoh Islam, Kristen, Budha, Hindu Kong Hu Chu harus kita lindungi,” tuturnya.

Seperti diketahui, belakangan ini tindakan kekerasan marak terjadi terhadap tokoh agama, bahkan sampai salah seorang ustaz Prawoto dari Persatuan Islam (Persis) meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan

Sumber : Okezone

Nyinyir Soal HRS yang Batal Pulang, Yunarto Wijaya Diskakmat Warganet

Hari ini, Rabu, 21 Februari 2018, warganet dihebohkan dengan pemberitaan mengenai rencana kepulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

Salah satu ustaz yang turut menjadi bagian dari pimpinan GNPF MUI, Ustaz Bachtiar Nasir juga menyebut bahwa Habib Rizieq sudah membeli tiket, bahkan sudah sampai di Bandara di Jeddah. Namun sayang, HRS tak jadi pulang dan memperpanjang kunjungannya ke Arab Saudi.

“Dengan berbagai pertimbangan, sudah beli tiket sudah sampai di bandara di Jeddah,” ungkapnya, Rabu 21 Februari 2018.

Batalnya kepulangan Habib Rizieq kemudian menjadi bulan-bulanan para hatersnya. Salah satu yang turut berkomentar adalah pemilik survey Charta Politika, Yunarto Wijaya.

“Bang Thoyib gak pulang2 tapi gak PHP… Lah yang ini,” Rabu, 21 Februari 2018.

Cuitan bernada sarkasme tersebut mendapat tanggapan dari warganet @NetizenTofa.

“Masih mending pesen tiket. Lha Honggo? bersatu sama nenek moyangnya. Lenyap. Bawa 36 T. Uang NKRI,” komentar Mustofa Nahrawardaya melalui akun twitternya @NetizenTofa, Rabu 21 Februari 2018.

Senada dengan Mustofa, berbondong-bondong warganet turut berkomentar.

Sumber : Portalislam

Aksi Mahasiswa Surabaya Tolak RUU MD3 Berakhir Ricuh

Surabaya (jurnalislam.com) Aksi penolakan Revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3) oleh mahasiswa di DPRD Kota Surabaya berakhir ricuh, Senin (19/2/2018).

Kericuhan ini lantaran Ketua DPRD Kota Surabaya Ir. Armuji tidak memberikan kepastian mendukung atau tidak. Hal ini yang memperkeruh suasana menjadi memanas ketika politisi dari PDI Perjuangan meninggalkan puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya.

Aksi saling dorong antara mahasiswa dengan polisi tak terhindarkan. Bahkan beberapa mahasiswa sempat diamankan agar bisa meredam bentrokan. Aksi berlanjut dengan memblokir Jalan Yos Sudarso depan Gedung DPRD Kota Surabaya.

Ketua Pengurus Cabang PMII Surabaya Fathur Rosi dalam orasinya mengatakan bahwa pengesahan revisi UU MD3 adalah suatu bentuk prisai baru untuk para koruptor agar leluasa untuk membuat kebijakan secara sewenang-wenang.

“Kami menolak Keras RUU MD3 karena sudah menyalahi Amanat Demokrasi. Pengesahan ini terkesan sangat cepat, yang kita anggap sebagai alat untuk persiapan menjelang akhir periode atau pun menjelang pesta demokrasi 2019,” teriaknya dihadapan Ketua DPRD Surabaya Armuji.

Menurutnya, banyak sekali ketimpangan dalam revisi UU tersebut, dan dianggap akan menjadikan DPR sebagai Lembaga super power yang sulit disentuh oleh proses hukum. Ia melanjutkan, anggota DPR tidak dapat diperiksa tanpa adanya izin Presiden dan pertimbangan dari MKD. Hal itu tertuang dalam Pasal 245.

Selain itu, kewenangan DPR diperkuat dalam Pasal 74 yang mengatur wewenang memberikan rekomendasi dan berhak melayangkan hak interpelasi, hak angket, serta hak menyatakan pendapat dan mengajukan pertanyaan bila rekomendasi itu tak dilaksanakan.

Editor : Mazaya
JurnalIslam

MasyaAllah !!! Kisah Mengharukan, Pria Miskin Ghana Naik Haji Berkat Drone Jatuh

Kisah ini memang sedang viral-viralnya di Jazirah Arab, apalagi di Turki. Tapi saya baru mendengarnya ketika Guru kami AlHabib Abu Bakar Al-Adni menceritakannya di Jalsah Itsnain Darul Musthafa 2 hari yankg lalu :

Namanya Alhasan Abdullah, seorang kakek miskin berusia 82 Tahun yg tinggal di pelosok desa Ghana, gak punya FB, Wa, Instagram dan belum pernah naik haji.

Meski ekonominya dibawah pas-pasan dan hidup di daerah terpencil yg jauh dari hiruk pikuk dunia, ia sama seperti aku, engkau, dan muslim- muslim lainnya diseluruh penjuru bumi , bercita-cita untuk bisa pergi naik haji, meskipun hanya sekali.

Wallahu Gholibun ‘Ala Amrihi, siapa yg bisa menghentikan kehendak Allah ? Ia sama sekali tak pernah menyangka bahwa pesawat kamera “Drone” yg nyangkut dipinggir rumahnya akan membantunya untuk mewujudkan impian mulianya. Ia juga tak pernah menyangka bahwa kelak akan ada orang yg bersedia memberangkatkannya ke Tanah suci, bkn kerabat atau tetangganya, melainkan seorang yg nan jauh di Turki sana.

Semua bermula ketika rombongan kru stasiun TV Turki (TRT Word) berkunjung ke Ghana untuk meliput kehidupan Masyarakat disana sebelum kunjungan Presiden Erdogan ke Ghana pada Maret 2017.

Kala itu kamera Drone milik salah satu jurnalis jatuh dan ditemukan Oleh salah satu penduduk setempat, kakek Alhasan Abdullah itulah orangnya. Ia melihat benda itu dengan perasaan heran, baru pertama kali ia temukan “pesawat” kecil berkamera semacam itu, maklum ia hidup di pedalaman Afrika yg mungkin masih belum ada internet dan listrik disitu.

Tak lama setelah itu, datanglah sang jurnalis untuk menjemput dronenya, Kakek itu tersenyum dan segera mengembalikannya. Lantas dengan polosnya ia bertanya pada jurnalis itu :

” Bisakah pesawat ini menjadi besar hingga dengannya aku bisa terbang ke Saudi untuk naik haji ?”

Sebuah pertanyaan tulus yg muncul dari hati yg telah lama memendam rindu, dan itu sudah cukup membuat para kru mengharu biru, Rupa-rupanya Setelah itu, ada salah seorang kru yg memposting foto Kakek itu di akun Facebook-nya lengkap dengan ceritanya, dan dengan izin Allah, dalam waktu singkat postingan itu menjadi viral, dibaca dan dishare oleh ribuan rakyat Turki. Kisah itu berhasil menarik simpati berbagai kalangan, banyak dari pengusaha dan pejabat Turki yg menyatakan bersedia untuk memberangkatkan sang kakek ke Tanah Suci.

Sampai akhirnya ia resmi menjadi calon jamaah haji dari Ghana dengan biaya ditanggung oleh salah seorang tokoh Turki, (dari berbagai sumber, ada yg mengatakan ia adalah anggota kepolisian Turki ada juga yg menyatakan bahwa menteri luar negeri Turki-Mevlut Cavusoglu-sendiri yg menanggung semua biaya hajinya.) Ini menunjukkan betapa banyaknya pihak yg berlomba-lomba untuk membantu si kakek mewujudkan impiannya.

Dan Beberapa hari yg lalu, Kakek Alhasan Abdullah dijemput dari Ghana menuju Istanbul untuk kemudian terbang ke Makkah dan madinah untuk melaksanakan Ibadah Haji. Semoga Hajinya mabrur ya Mbah..

***************************
Aku jadi teringat dawuh Al Imam Junaid Bin Muhammad :

” barang siapa yg membuka satu pintu niat tulus maka Allah akan membukakan untuknya 70 pintu Taufiq dan pertolongan-Nya”

kisah Kakek Hasan Abdullah dan kisah-kisah Haji “Ajaib” lainnya seakan mengajak kita untuk selalu berhusnudzon kpd Allah, bahwa kita semua mempunyai peluang untuk berhaji ke Tanah suci, baik saya yg ada di Yaman, yg hanya “beberapa langkah saja dari Saudi”, atau kalian yg berada di Indonesia dan bumi-bumi Allah lainnya. Inti dari semua itu adalah Allah mengizinkan Atau tidak, meridhoi atau tidak.

Sebagai Hamba-hambaNya, Kita hanya bisa berharap, mendekat, terus merayu dan berdoa, agar kelak Sang pemilik Baitullah memilih kita sebagai tamu-tamu-Nya di Tanah suci-Nya.

Rabbii.. Meski masih berlumur kesalahan, kelalaian dan dosa-dosa, tapi hati kami masih memiliki rasa rindu pada Tanah Haramain-Mu, maka demi kerinduan yg kau berikan ini, Ridhoilah kami untuk mengunjungi Tanah suci-Mu suatu saat nanti, untuk menyucikan diri dan untuk berziarah kpd Baginda Nabi. Aaamiin .

Ismael Amin Kholil | Tarim | Yaman | 1 Dzulhijjah | 1438 H

Sumber fb Ismael Amin Kholil

SantriOnline

Komentar Kagum Ulama Luar Negeri Atas Kehebatan Kiai Arwani

Suatu ketika Kiai Sya’roni Ahmadi Kudus umroh dan membawa kitab Faidh al-Barakat karya Mbah Kiai Arwani Amin Kudus. Kitab tersebut dipamerkan kepada ulama Qiraat Mekkah dan Madinah yang dikenal Kiai Sya’roni. Lantas para ulama tersebut berkomentar, “Tidak sembarang orang bisa menulis kitab ini kecuali seorang Muqri’ al-Kabir!”

Setelah itu, giliran seorang ulama Mesir Syaikh Ahmad Yasin Muhammad Abdul Muthalib yang mendapatkan kitab Faidh al-Barokat. Spontan beliau bersya’ir memuji kealiman Mbah Kiai Arwani:

Baca juga:
Komentar Kagum Ulama Luar Negeri Atas Kehebatan Kiai Arwani
Gus Maksum: Buah Kuburan Bisa Buat Anak Jadi Ideot
Karena Shalawat Burdah Ini, Kuda Pangeran Diponegoro Lari Tegap di Atas Rawa Bening

ﺑﺷﺮﺍﻙ ﻳﺎﻁﺎﻟﺑﺎ ﻠﻟﻌﻟﻢ ﻣﻦ ﻗﺩﺲ ֎ ﻔﺰﺗﻢ ﺒﻗﺮﺐ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺮﺣﻣﻥ ﺑﺎﻷﺮﻮﺍﻥ
ﻣﻦ ﻳﻀﺣﻰ ﻓﻲ ﻗﺮﺑﻬﻢ ﺰﻣﻧﺎ ﻮﻠﻮ ﻳﻮﻣﺎ ֎ ﻳﺮﺠﻊ ﺇﻠﻰ ﺃﻫﻟﻪ ﺑﺎﻟﻗﻠﺏ ﺮﻳﺎﻥ
ﺍﻠﻌﻳﺵ ﻓﻲ ﺣﻳﻬﻢ ﻔﻀﻞ ﻮﺗﻜﺮﻣﻪ ֎ ﻣﻦ ﺬﻱ ﺍﻟﺟﻼﻝ ﺍﻟﺬﻱ ﺒﺎﻟﻓﺿﻝ ﺃﻮﻻﻦ

“Betapa bahagianya para pencari ilmu dari Kudus, beruntung bisa dekat Sang Rahman dengan Kyai Arwani.”

“Siapa saja yang berada sezaman di dekatnya meski hanya sehari, akan pulang ke keluarganya dengan hati berseri-seri.”

“Hidup bersama mereka adalah anugerah dan kemuliaan dari Sang Pemilik Keagungan yang telah memberiku anugerah tiada terperi (sebab jumpa dengan Kyai Arwani).”

Menurut riwayat khadimnya, semasa belajar ilmu Qiraat di Krapyak Yogyakarta Kiai Arwani selalu datang dua jam sebelum setoran ngaji dimulai. Jam 11 malam beliau sudah ada di majelis, padahal setoran dimulai jam 1 dini hari.

Selain itu, beliau selalu menyimak dengan seksama, menulis semua yang diucapkan oleh gurunya, sebab proses belajarnya dengan metode Talaqi Qiraah. Catatan tulisan tersebutlah yang menjadi kitab Faidh al-Barakat tiga puluh juz lengkap.

Tidak heran diantara murid-murid Mbah Kiai Munawir hanya Kiai Arwani yang diberi ijazah Qiraah Sab’ah. Bahkan di depan para muridnya Mbah Kiai Munawir dawuh untuk belajar kepada Mbah Kiai Arwani saja jikalau beliau wafat. [dutaislam.com/pin]

Keterangan:
Disarikan dari tulisan Ust. Sahal, Faidh al-Barakat, upaya KH. Arwani membumikan Ilmu Qiraah oleh santrionline.net.

Dutaislam

Ingin Pintu Rezeki Terbuka Dari Langit, Lakukan 13 Amalan Ini

Sering kali kita beranggapan bahwa rezeki kita sebanding dengan apa yang kita usahakan. Sesungguhnya tidak mesti begitu.

Ada banyak orang yang bisa menghidupi keluarganya di luar rumus matematika duniawi. Misalnya saja, seorang buruh tetap bisa menyekolahkan lima orang anaknya sampai perguruan tinggi.

Bagi orang Islam, rezeki jelas domain Allah SWT. Jika Allah SWT berkehendak, maka Ia akan memberikan rezekinya pada kita dari berbagai arah yang tak kita duga.

Nah, ada beberapa amalan yang bisa membuka pintu rezeki dari Allah SWT. Berikut beberapa di antaranya,

1. Shalat Wajib Tepat Waktu
Shalat Wajib paling utama. Perbaiki dan selalu perbaiki hubungan kita dengan Allah. Karena Allah-lah Sang Maha Pemberi Rezeki.

2. Taqwa
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3).

3. Tawakal
Nabi SAW bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang,” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.).

4. Tahajjud
“Wahai manusia, sebarkanlah salam, beri makanlah, sambung tali kasih, shalat malamlah saat orang pada terlelap, maka masuklah surga dengan selamat,” (HR. Al-Hakim, Ibnu Majah, At-Tirmizy).

5. Shalat Dhuha
“Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan mencukupimu di akhir harimu,” (HR. Abu Darda`).

6. Dzikir dan Istighfar
“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi nikmat yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Aku takut kamu ditimpa siksa hari kiamat,” (QS.Hud:2).

7. Doa dan Restu Orang Tua
Ridho Allah SWT ada pada ridho orang tua. Mintalah restu mereka, terutama ibu.

8. Silaturrahim
“Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan,” (H.R. Bukhari-Muslim).

9. Sedekah
Sabda Nabi SAW, “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu,” (Riwayat Bukhari).

10. Berbuat Kebaikan
Sabda Nabi SAW, “Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pada hambanya yang berbuat kebaikan. Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat,” (HR. Ahmad).

11. Bangun Pagi
Sabda Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wassalam : “Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan,” (H.R. At-Tabarani).

12. Berdagang
Dan Nabi SAW bersabda: “Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan,” (Riwayat Ahmad).

13. Menikah
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) dan Maha Mengetahui,” (QS. An Nuur : 32). []

Artikel ini beredar viral di media sosial dan blog. Kami kesulitan menyertakan sumber pertama.

Islampos

15 Fakta Tentang Nabi Muhammad SAW Yang Wajib Muslim Ketahui

Betapa lengkapnya sosok putra Abdullah. Ia menjadi paripurna bukan semata karena ia seorang Nabi akhir zaman, namun juga karena ia begitu manusiawi, kadang seperti malaikat amalannya, namun kesehariannya tak jarang seperti kita juga.

Coba kita selami fakta-fakta soal Nabi Muhammad SAW, Nabi kita semua.

1. Nabi SAW tidak melepaskan tangannya saat berjabat sebelum mitranya melepaskan terlebih dahulu.

2. Nabi SAW tidak pernah mengulurkan kaki di hadapan sahabat-sahabatnya.

3. Nabi SAW menoleh dengan seluruh badannya, menunjuk dengan seluruh jarinya.

4. Nabi SAW kalau berbicara sesekali menggigit bibir tanda berpikir, menepuk telapak kiri dengan jari telunjuk.

5. Cetusan yang paling buruk dalam percakapan Nabi SAW; “Apa yang terjadi pada orang itu? Semoga dahinya berlumur lumpur.”

6. Harta Nabi SAW yang paling mewah adalah sepasang alas kaki berwarna kuning, hadiah dari Negus, penguasa Abissinia.

7. Nabi SAW tinggal di pondok kecil beratap jerami yang kamar-kamarnya dipisahkan oleh batang-batang pohon yang direkat dengan lumpur bercampur kapur.

8. Nabi SAW sendiri yang menyalakan api, mengepel lantai, memerah susu dan menjahit alas kakinya yang putus.

9. Santapan Nabi SAW yang paling mewah, meski jarang dinikmatinya, adalah madu, susu dan lengan kambing.

10. Nabi SAW gagah berani, namun memiliki senyum yang sangat memikat dan malu mempermalukan orang.

11. Nabi SAW menghimpun dalam dirinya 4 tipe manusia secara sempurna, pekerja, pemikir, pengabdi Allah dan seniman.

12. Nabi SAW selalu memilih yang termudah, selama halal, bila berhadapan dengan pilihan.

13. Senyumnya menyejukkan, dilukiskan sebagai butir salju di oase.

14. Beliau tidak pernah sakit gigi. Beliau bersiwak tak kurang 10 kali sehari.

15. Warna kulit beliau putih kemerah-merahan. []

Sumber : Islampos