Kisah Wanita Tua Pembenci Nabi Muhammad

Alkisah seorang wanita tua yang sedang melintasi gurun pasir dengan membawa beban yang berat. Walaupun tampak sangat kepayahan, namun ia tetap berusaha membawa barang bawaannya dengan sekuat tenaga.

Tak lama kemudian, seorang laki-laki muda datang dan menawarkan diri untuk mengangkat bawaannya. Wanita malang itu menerima tawaran tersebut dengan senang hati. Laki-laki itu pun mengangkat bawaannya kemudian mereka berjalan beriringan.

“Senang sekali kamu mau membantu dan menemani, saya sangat menghargainya”, kata wanita itu.

Ternyata ia adalah seorang wanita yang senang berbicara. Laki-laki itu pun dengan sabar mendengarkan sambil tersenyum tanpa pernah menginterupsinya. Suatu saat dia berkata pada laki-laki tersebut,

“Anak muda, selama kita berjalan bersama, saya hanya punya satu permintaan. Jangan berbicara apapun tentang Muhammad! Gara-gara dia, tidak ada lagi rasa damai dan saya sangat terganggu dengan pemikirannya. Jadi sekali lagi, jangan berbicara apapun tentang Muhammad!”.

Dia lalu melanjutkan lagi, “Orang itu benar-benar membuat saya kesal. Saya selalu mendengar nama dan reputasinya kemanapun saya pergi. Dia dikenal berasal dari keluarga dan suku yang terpercaya, tapi tiba-tiba dia memecah belah orang-orang dengan mengatakan bahwa tuhan itu satu.”

“Dia menjerumuskan orang yang lemah, orang miskin, dan budak-budak. Orang-orang itu berpikir mereka akan dapat menemukan kekayaan dan kebebasan dengan mengikuti jalannya,”

Wanita itu melanjutkan dengan kesal. “Dia merusak anak-anak muda dengan memutarbalikkan kebenaran. Dia meyakinkan mereka bahwa mereka kuat dan bahwa ada suatu tujuan yang bisa diraih. Jadi anak muda, jangan sekali-kali kamu berbicara tentang Muhammad!”

Tak lama kemudian, mereka sampai ke tempat tujuan. Laki-laki itu menurunkan barang bawaannya. Wanita tua itu menatapnya sambil tersenyum penuh terima kasih.

“Terima kasih banyak, anak muda. Kamu sangat baik. Kemurahan hati dan senyuman kamu itu sangat jarang saya temukan. Biarkan saya memberi kamu satu nasihat. Jauhi Muhammad! Jangan pernah memikirkan kata-katanya atau mengikuti jalannya. Kalau kamu lakukan itu, kamu tidak akan pernah mendapatkan ketenangan. Yang ada hanya masalah.”

Pada saat laki-laki itu berbalik menjauh, wanita itu menghentikannya, “Maaf, sebelum kita berpisah, boleh saya tahu namamu, anak muda?”

Lalu laki-laki itu memberitahukannya dan wanita itu terkejut setengah mati.

“Maaf, apa yang kamu bilang? Kata-katamu tidak terdengar jelas. Telinga saya semakin tua, terkadang saya tidak bisa mendengar dengan baik. Kelihatannya lucu, saya pikir tadi saya mendengar kamu mengucapkan Muhammad.”

“Saya Muhammad,” laki-laki itu mengulang kata-katanya lagi pada wanita tua itu. Wanita itu terpaku memandangi Rasulullah SAW.

Tak berapa lama meluncur kata-kata dari mulutnya, “Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya.“

Demikianlah Rasulullah SAW. Hanya dengan dua kata dari mulutnya yang mulia, serta dibekali dengan kerendahan hati, kesabaran, dan kewibawaan yang luar biasa, beliau sanggup mengubah hati seorang wanita tua yang sebelumnya sangat membencinya menjadi mencintainya hanya dalam waktu singkat.

Sumber: islamidia.com

Membicarakan Keburukan Orang Lain Lebih Keji Daripada Zina 30 Kali

Membicarakan Keburukan Orang Lain atau sering disebut dengan kata Menggunjing, sekarang ini sudah menjadi kebiasaan yang dianggap wajar oleh masyarakat. Terlebih perbuatan menggunjing itu sepertinya mudah sekali untuk dilakukan.

Dengan respon yang baik dari sesamanya untuk menggunjing, akan membuat seseorang lebih bersemangat. Lidah seakan-akan tidak mempunyai rem. Sehingga seseorang yang terus berbicara tentang keburukan orang lain, sangat berat sekali untuk dihentikan.

Keburukan orang lain seakan menjadi pembahasan yang sangat menarik untuk dikaji. Terlebih, jika orang yang sedang diperbincangkan melewati mereka, maka hati mereka tambah puas untuk semakin merendahkannya.

Inilah yang dapat membuat seseorang menjadi frustasi dan putus asa. Sehingga, banyak kita temukan orang-orang di sekitar kita yang mengakhiri hidupnya secara tragis hanya karena telinganya tak kuasa lagi mendengar prasangka buruk tentangnya.

Sungguh, sangatlah hina perbuatan membicarakan keburukan orang lain. Bukan hanya menyakiti perasaan orang lain.

Namun juga bisa membuat seseorang menjadi tak bersemangat dalam menjalani hidup. Padahal, Allah SWT melarang keras perbuatan tersebut.

Allah SWT berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dusta dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang,” (QS. Al-Hujurat: 12).

Imam Al Ghazali dalam kitab ‘Bidayah Al Hidayah’ menjelaskan bahwa,

‘Dosa ghibah (menggunjing) adalah lebih keji daripada dosa akibat perbuatan zina yang dilakukan hingga 30 kali dan jaminannya sudah pasti neraka. Wal ‘Iyaadzu Billah.’

Bayangkan, menggunjing orang lain adalah sama halnya seperti menginjak-injak martabat orang lain, bahkan merendahkan kehormatan dan harga dirinya.

Maka jika Anda digunjing orang lain, sudah pasti Anda tidak akan menerimanya terlebih gunjingan tersebut tidak sesuai dengan fakta.

Oleh karenanya, Wahai saudaraku yang kucintai karena Allah, Sebelum lidah ini berkata tentang keburukan orang lain, ingatlah diri kita sendiri.

Cobalah kita intropeksi diri. Tanyakan pada diri kita sendiri, apakah kita ini sudah lebih baik daripada orang lain.

Apakah derajat kita begitu mulia di mata Allah SWT dan makhluk di dunia ini, sehingga kita boleh menganggap rendah orang lain? Tentu tidak!

Daripada kita sibuk menjelek-jelekkan orang lain, lebih baik kita perbaiki diri kita. Masih banyak kekurangan dan kesalahan yang mesti kita benahi.

Itu sudah cukup menguras waktu dan tenaga kita. Jangan sampai kita menghabiskan waktu hanya untuk menganggap lemah orang lain.

Wallahu A’lam.

Sumber: islamidia.com

Ketika Kesiangan Shalat Shubuh, Ini Yang Rasulullah Lakukan

Diriwayatkan dari Abu Qatadah RA, yang berkata bahwa pada suatu malam kami menempuh perjalanan bersama Nabi SAW. Sebagian orang mengatakan, “Ya Rasulullah! Sebaiknya kita beristirahat menjelang pagi ini.”

Rasulullah SAW bersabda, “Aku khawatir kalian tidur nyenyak sehingga melewatkan shalat subuh.” Kata Bilal, “Saya akan membangunkan kalian.”

Di saat semua terlelap, Bilal berusaha tetap terjaga dengan bersandar pada hewan tunggangannya. Namun Ia justru ikut tertidur dengan pulasnya sehingga tidak sadar jika waktu sudah menunjukan lewat Shubuh.

Nabi yang bangun duluan kaget bukan kepalangan karena melihat busur tepian matahari sudah muncul. Nabi Muhammad SAW berkata, “Hai Bilal! Mana bukti ucapanmu?

Bilal menjawab, “Saya tidak pernah tidur sepulas malam ini.”

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mengambil nyawamu kapanpun Dia mau dan mengembalikannya kapanpun Dia mau. Hai Bilal! Bangunlah dan suarakan adzan.”

Kemudian Rasul dan rombongan mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat meski matahari agak meninggi sedikit dan bersinar putih (Hadits Shahih Imam Bukhari, nomor 595).

Dari kisah di atas, diketahui jika Nabi Muhammad SAW sudah memberikan teladan bagi umatnya yang kesiangan shalat shubuh. Namun hal ini bukan berarti kita tidak mempersiapkan diri untuk bangun lebih pagi.

Jika terpaksa mengalami kondisi ini, maka segeralah untuk mendirikan salat ketika teringat. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Nabi SAW pernah bersabda, “Siapa yang lupa untuk melaksanakan shalat, maka laksanakanlah ketika ingat, tanpa kaffarah [denda] atas lupanya itu kecuali dengan mengerjakan shalat tersebut.” Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat (yang artinya), “… dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku,” (Al-Qur’an surat Thaahaa, ayat 14). (Hadits Shahih Bukhari, nomor 597). []

Sumber: Infoyunik.com

Agar Rumah Tangga Selalu Bahagia, Terapkan 5 yang Diajarkan Dalam Al-Qur’an ini

Setiap hari bertengkar dengan suami atau istri, dan tak pernah bahagia setelah menikah, gunakan beberapa tips yang diajarkan dalam Al-qur’an ini agar keluargamu bahagia.

Siapa sih yang tak ingin memiliki rumah tangga yang bahagia dunia akhirat.

Tentunya setiap dari kita menginginkan rumah tangga yang bahagia dan harmonis.

Tapi sebagian dari mereka belum tahu caranya yang benar itu bagaimana.

Sebab, masih banyak diluar sana keluarga yang tak bahagia dan keluarganya menjadi pecah.

Nah, agar kalian tahu ini ada beberapa tips islami dan dalam al-qur’an sudah diajarkan agar rumah tangga selalu bahagia sebagaimana dikutip islampos.com

1. Membina Rumah Tangga dengan Agama

Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka,” (QS. At- Tahrim: 6).

Adh-Dhahak dan Maqatil mengenai ayat di atas, “Menjadi kewajiban seorang muslim untuk mengajari keluarganya, termasuk kerabat, sampai pada hamba sahaya laki-laki atau perempuannya. Ajarkanlah mereka perkara wajib yang Allah perintahkan dan larangan yang Allah larang,” (HR. Ath-Thabari, dengan sanad shahih dari jalur Said bin Abi ‘Urubah, dari Qatadah. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 321).

Kepala rumah tangga yang baik mengajak anaknya untuk shalat sebagaimana yang suri tauladan kita perintahkan,

“Perhatikanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Jika mereka telah berumur 10 tahun, namun mereka enggan, pukullah mereka,” (HR. Abu Daud, no. 495; Ahmad, 2: 180. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Coba perhatikan nikmatnya jika rumah tangganya dibina dengan agama. Sungguh nikmat dan seuju. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyuruh suami-istri untuk shalat malam bersama,

“Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. Bila istrinya enggan untuk bangun, ia percikkan air di wajah istrinya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. Bila suaminya enggan untuk bangun, ia percikkan air di wajah suaminya,” (HR. Abu Daud, no. 1450; An-Nasa’i, no. 1611. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

2. Istri Taat pada Suami

Rumah tangga akan berbahagia, jika istri itu taat pada suami. Karena istri seperti inilah yang akan menyenangkan hati suami.

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?”

Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci,” (HR. An-Nasai, no. 3231; Ahmad, 2: 251. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Bahkan istri yang seperti inilah yang akan dapat jaminan masuk surga lewat pintu surga mana saja yang ia mau. Disebutkan dalam hadits,

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka,” (HR. Ahmad, 1: 191; Ibnu Hibban, 9: 471. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).

3. Punya Banyak Anak

Karena makin banyak anak, makin banyak yang mendo’akan. Namun dituntut anak tersebut adalah anak yang shalih.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau doa anak yang shalih,” (HR. Muslim no. 1631).

Dari Ma’qil bin Yasaar, ia berkata, “Ada seseorang yang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Aku menyukai wanita yang terhormat dan cantik, namun sayangnya wanita itu mandul (tidak memiliki keturunan). Apakah boleh aku menikah dengannya?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak.”

Kemudian ia mendatangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk kedua kalinya, masih tetap dilarang.

Sampai ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketiga kalinya, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Nikahilah wanita yang penyayang yang subur punya banyak keturunan karena aku bangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat kelak,” (HR. Abu Daud no. 2050 dan An Nasai no. 3229. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits tersebut hasan).

4. Menafkahi dengan Cukup

Dari Mu’awiyah Al Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kewajiban suami pada istri, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian -atau engkau usahakan-, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat) selain di rumah,” (HR. Abu Daud, no. 2142. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Hindun binti ‘Utbah, istri dari Abu Sufyan, telah datang berjumpa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan itu orang yang sangat pelit. Ia tidak memberi kepadaku nafkah yang mencukupi dan mencukupi anak-anakku sehingga membuatku mengambil hartanya tanpa sepengetahuannya. Apakah berdosa jika aku melakukan seperti itu?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ambillah dari hartanya apa yang mencukupi anak-anakmu dengan cara yang patut,” (HR. Bukhari, no. 5364; Muslim, no. 1714).

5. Tidak Mudah-Mudahan Minta Cerai

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wanita mana saja yang meminta talak (cerai) tanpa ada alasan yang jelas, maka haram baginya mencium bau surga,” (HR. Abu Daud, no. 2226; Tirmidzi, no. 1187; Ibnu Majah, no. 2055. Abu Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Ingat pula kata Ibnu Taimiyah, “Meneruskan lebih kuat daripada memulai,” (Majmu’ Al-Fatawa, 32: 148).

Sumber: wajibbaca.com

Makin panas, ini perbandingan kekuatan militer Iran Vs Israel

Beberapa hari terakhir, konflik antara Israel dan Iran di Suriah semakin meruncing. Israel menuding Iran akan menempatkan tentaranya secara permanen di Suriah setelah ISIS dikalahkan. Lalu ada insiden Jet tempur Israel ditembak jatuh saat akan menghancurkan persenjataan Iran ditembak jatuh oleh senjata anti-pesawat Suriah.

Israel pun marah atas tindakan Iran menerbangkan pesawat pengintai tanpa awak ke wilayah udara mereka. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang mengancam Iran.

“Israel tidak akan membiarkan rezim itu mencekik kami dengan teror. Kami akan bertindak jika diperlukan, tidak hanya pada sekutu Iran tapi terhadap Iran sendiri,” kata Netanyahu seperti dikutip Reuters, (19/2) lalu.

Ancaman Iran dibalas dengan ejekan Iran. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut jatuhnya pesawat F-16 meruntuhkan mitos Israel tak terkalahkan.

Kedua negara itu tegang. Kekuatan militer Israel jelas tak bisa diremehkan. Namun Iran juga dikenal sebagai Singa Persia. Setelah Irak hancur didera konflik, merekalah salah satu kekuatan terbesar di Teluk Parsi.

Situs globalfirepower mencatat Iran ada di posisi 21 dunia, sementara Israel di posisi 15. Iran unggul dalam jumlah personel militer aktif. Saat ini angkatan bersenjata Iran diperkirakan berjumlah 534.000 orang ditambah 400.000 komponen cadangan. Totalnya 934.000 orang.

Sementara Israel memiliki 168.250 personel militer aktif ditambah 550.000 personel cadangan. Totalnya mencapai 718.250 orang.

Kekuatan Darat

Israel jauh lebih unggul untuk kendaraan tempur lapis baja. Mereka paling tidak memiliki 2.620 tank yang kebanyakan merupakan Tank Merkava buatan dalam negeri. Tank ini sudah terbukti battle proven dalam setiap pertempuran.

Sementara Iran hanya memiliki 1.616 buah tank. Kebanyakan merupakan tank kelas berat yang dimodifikasi industri dalam negeri Iran seperti T-72Z Safir-74. Ada juga tank era Uni Soviet seperti T-54/55, T-62 dan T-72.

Israel juga memiliki tak kurang dari 10.000 kendaraan lapis baja. Sementara Iran hanya memiliki 1.315 saja.

Iran unggul di jumlah artileri. Mereka memiliki 2.000 meriam medan sementara Israel hanya 300.

Kekuatan Laut

Iran yang mengklaim sebagai penjaga Teluk Persia ini lumayan bergigi di laut. Mereka memiliki 33 kapal selam.

Tiga kapal selam kelas kilo merupakan buatan Rusia. Mereka juga sudah mampu membuat kapal selam di dalam negeri. Ada beberapa tipe antara lain Ghadir dengan bobot 120 ton dan Yugo dengan bobot 90 ton.

Iran juga punya 3 kapal korvet, 230 kapal patroli dan 10 kapal penyapu ranjau.

Sementara Israel memiliki 6 kapal selam, 32 kapal patroli dan 3 kapal korvet.

Kekuatan Udara

Israel tercatat memiliki 242 buah jet tempur dan 243 jumlah jet serang darat.

Israel mengandalkan F-15, F-15 E Strike Eagle dan F-16 C/D/I. Yang terbaru, mereka telah memiliki sembilan F-35 Lighting dan tengah memesan 50 buah lainnya ke sekutu terdekatnya, Amerika Serikat.

Sementara Iran memiliki 137 pesawat tempur dan jet serang darat dengan jumlah hampir sama. Mereka mengandalkan MiG-29 Fulcrum dan Dasault Mirage F-1. Angkatan Udara Iran juga memodernisasi F-14 Tomcat yang mereka beli tahun 1974 dari Amerika Serikat.

Tahun 2016 lalu, Iran mampu meluncurkan pesawat tempur HESA Saeqeh yang diproduksi dalam negeri. Media Iran melaporkan ada 30 unit pesawat bersayap belakang ganda ini yang siap tempur.

Di atas kertas, kekuatan udara Israel jauh melebihi Iran. Angkatan Udara Israel juga tercatat tak pernah kalah dalam pertempuran udara sejak tahun 1967. Mereka merontokkan pesawat tempur koalisi negara Arab tanpa perlawanan berarti.

Maka bisa dipahami kegembiraan Iran saat militer Suriah yang didukungnya berhasil menjatuhkan F-16 Israel. Mereka menepis mitos tentara udara Israel yang tak terkalahkan.

Faktor lain

Baik Iran dan Israel dicurigai mengembangkan nuklir dalam sistem persenjataan mereka. Perang terbuka Iran dan Israel akan sangat berpotensi berkembang menjadi perang nuklir.

Perang terbuka antara Iran dan Israel juga akan menyeret sekutu mereka ke kancah peperangan. AS dan sebagian besar negara NATO jelas akan mendukung Israel. Arab Saudi pun berkepentingan menekan pengaruh Iran di Timur Tengah.

Sementara Iran akan mendapatkan dukungan dari Rusia. Turki juga kemungkinan besar bergabung. Hubungan Turki dengan AS makin renggang setelah militer Turki berupaya menggagalkan pembentukan pasukan perbatasan di Suriah yang didukung AS. Pasukan itu nantinya akan didominasi oleh milisi Kurdi. Secara politik Turki merasa Suku Kurdi merupakan ancaman karena ingin memisahkan diri.

Sumber : www.detik.com

Pengacara Ahok Tak Mau Ambil Pusing soal Rizieq Minta MA Tolak PK

Pengacara terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Josefina Agatha Syukur, tak mau ambil pusing soal komentar imam besar FPI Habib Rizieq Syihab soal peninjauan kembali (PK) kliennya. Menurutnya, pengajuan PK oleh Ahok sudah sesuai dengan aturan.

“Tidak ada mempermainkan hukum. Itu kan upaya hukum memang diizinkan oleh hukum. Kalau kita mau bikin apa, secara hukum diperbolehkan ya kita jalankan. Dia (Ahok) nggak salah kok, mau ngajukan PK itu haknya,” kata Josefina di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (21/2/2018).

Selain itu, Josefina menjelaskan alasan Ahok tidak melalui proses banding lebih dulu. Menurutnya, saat itu pengacara sudah mengajukan banding, tapi Ahok meminta dicabut.

“Ya namanya orang mau tanggapan seperti apa pun ya. Waktu itu kan beda kondisinya, kita bukannya nggak mau banding. Pihak kuasa hukum bahkan sudah daftarkan banding waktu itu. Kemudian dari pihak Pak Ahok sendiri bilang dicabut ya dicabut. Bahwa sekarang ke PK pasti ada pembicaraan kita,” ujarnya.

Josefina mengatakan Ahok bukanlah pecundang karena mengajukan PK. Menurutnya, pecundang adalah pihak yang tidak mengikuti aturan hukum.

“Dibilang pecundang, aduh lucu sekali. Itu kan memang upaya hukum yang disediakan. Hukum mengizinkan kita untuk mengikuti upaya ini. Sebenarnya siapa yang pecundang di sini, yang ikut aturan atau yang tidak ikut aturan. Kan simpel sekali kalau ikut aturan masak kita dibilang pecundang. Kalau tidak mengikuti aturan ya bisa dibilang pecundang,” ujarnya.

Ia pun tak jadi masalah kalau ada aksi menolak PK Ahok. Menurutnya, hakim tak akan terganggu.

“Itu kan haknya mereka. Yang penting kita melakukan sesuai hukum. Saya percaya hakim tidak akan terganggu,” ucapnya.

Sebelumnya, meski menunda kepulangannya, Habib Rizieq menegaskan akan terus berupaya pulang ke Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajukan PK terkait kasus penodaan agama.

Menurut Rizieq, Ahok tidak bisa mengajukan peninjauan kembali (PK) di MA karena menerima putusan di persidangan dan tidak mengajukan banding.

“Aturan Mahkamah Agung sudah jelas, bahwa suatu kasus yang tidak melalui proses banding dan kasasi tidak bisa dan tidak boleh diajukan PK. Ingat, Ahok tidak pernah banding maupun kasasi sehingga PK-nya wajib ditolak demi tegaknya hukum,” ujar Rizieq lewat rekaman pembicaraan melalui telepon yang diperdengarkan di Masjid Baitul Amal, Cengkareng, Jakarta Barat.

Sumber : www.detik.com

Diminta Presidium Minta Maaf, PA 212: Sudah Dijelaskan Habib Rizieq

Presidium Alumni 212 menuntut Persaudaraan Alumni (PA) 212 meminta maaf kepada massa yang sempat datang ke Bandara Soekarno-Hatta untuk menjemput Habib Rizieq. Menurut jubir Presidium Alumni 212 Aminuddin, permintaan maaf itu perlu disampaikan karena umat Islam tersebut datang dari berbagai daerah.

Wakil Ketua Panitia Penjemputan Imam Besar (PPIB) Nur Sukma mengatakan pihaknya telah memberikan penjelasan secara lengkap kepada umat yang datang ke Bandara Soekarno-Hatta dan sekitarnya. Selain itu, penjelasan disampaikan Rizieq, yang mengirimkan pesan suara dari Arab Saudi.

“Kalau tadi hadir di sana, sebetulnya sudah selesai. Itu sudah kita lakukan semua. Penjelasan sudah kita berikan secara lengkap. Penjelasan kenapa batal. Bahkan Habib Rizieq juga sudah memberikan suara langsung dari Mekah,” tutur Sukma saat dihubungi, Rabu (21/2/2018).

Pihak Presidium Alumni 212 juga meminta PPIB menyampaikan permohonan maaf hingga pemaparan soal penggunaan dana sumbangan untuk acara tersebut yang disampaikan lewat konferensi pers. Menurut Sukma, Presidium Alumni 212 tak punya hubungan dengan rencana kepulangan Rizieq.

“Presidium tak ada hubungan dengan kita. Ini acaranya, acara Persaudaraan Alumni bersama Panitia Penyambutan Imam Besar,” ucap Sukma.

Sementara itu, dimintai konfirmasi terpisah, anggota Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212 Eggi Sudjana setuju dengan pernyataan tersebut. Eggi, yang sempat menjadi Ketua PPIB, mengatakan hal itu akan dijelaskan Wakil Ketua PPIB Nur Sukma.

“Itu benar Aminuddin, saya setuju. Tapi bukan saya yang jelasin. Yang jelasin wakil ketua, sama sekretaris namanya Damai. Karena saya sudah tidak menjabat. Dia harus tanggung jawab menjelaskan kepada umat, sementara memaksa tetap datang ke bandara. Jadi silakan tanya ke wakil ketua saya karena sudah saya serahkan, bukan tanggung jawab lagi,” kata Eggi.

Eggi mengatakan dirinya mundur dari posisi Ketua PPIB karena alasan kesehatan. Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu Eggi sempat dirawat di RS.

“Karena alasan kesehatan tidak memungkinkan karena baru pasang ring jantung,” ucap dia.

Eggi mengatakan pada akhir bulan ini akan menemui Rizieq di Mekah. Keberangkatan Eggi itu dilakukan untuk mendapatkan informasi yang jelas soal kepulangan imam besar FPI tersebut.

“Saya sendiri, atas arahan Habib, akhir bulan ini akan ke Mekah, ke Arab Saudi. Untuk menjelaskan kapan baliknya dan lain sebagainya, resmi ke saya,” ujar dia.

Sebagaimana diketahui, PPIB adalah panitia yang dibentuk Persaudaraan Alumni (PA) 212 untuk kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia. Eggi mengatakan struktur PPIB telah dibentuk dalam Rakernas PA 212 beberapa waktu lalu.

Sebelumnya diberitakan, Habib Rizieq Syihab batal pulang ke Indonesia hari ini. Presidium 212 meminta Persaudaraan Alumni (PA) 212 meminta maaf kepada umat Islam yang sempat datang ke bandara untuk menjemput Habib Rizieq.

Persaudaraan Alumni 212 yang sudah membentuk panitia penyambutan imam besar (PPIB) harus bertanggung jawab secara profesional dan proporsional dengan melakukan konferensi pers,” kata jubir Presidium 212 Aminuddin dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (21/2).

Aminuddin mengatakan salah satu isi konferensi pers harus ada mengenai permintaan maaf PA 212 serta alasan Rizieq batal pulang.

Menurut Aminuddin, PA 212 terlalu terburu-buru mengumumkan kepulangan Rizieq. Hal ini membuat massa yang sudah hadir menjemput harus gigit jari.

Sumber : www.detik.com

Ahok Tak Bahas Kebijakan Anies, Lebih Banyak Balas Surat di Penjara

Pengacara eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Josefina Agatha Syukur, mengaku kliennya tak pernah membahas kebijakan dari Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Ahok disebutnya lebih banyak membalas surat di penjara.

“Kalau sama saya nggak pernah. Kalau ketemu, lebih banyak cerita pengalaman dia. Apa yang dia lakukan, kemudian dia balas surat dari orang. Dia balasnya bagaimana, ada yang panjang sekali, ada surat pendek-pendek,” kata Josefina di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (21/2/2018).

Menurutnya, ada banyak surat yang dikirimkan ke Ahok. Josefina menyebut surat-surat itu berasal dari dalam dan luar negeri.

“Bukan cuma Indonesia saja, dari luar negeri banyak. Surat rata-rata misalnya tanya apa saja yang dilakukan. Anak kecil ada juga ngirim surat nanya keadaan di sana, dibalas juga sama dia,” ujar Josefina.

Ahok, yang merupakan terpidana kasus penodaan agama, telah mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung. Sidang perdana akan digelar pada Senin, 26 Februari 2018.

“Setelah menerima penetapan tentang penunjukan hakim pemeriksa permohonan upaya hukum peninjauan kembali, maka hakim telah menetapkan tentang hari sidang pertama pada hari Senin, tanggal 26 Februari 2018,” ujar Karo Hukum dan Humas MA Abdullah, Senin (19/2) lalu.

Sumber : www.detik.com

Ahok Ajukan PK, Pengacara: Harapannya Bebas, Nama Baik Direhabilitasi

Terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajukan upaya peninjauan kembali (PK) lewat Mahkamah Agung (MA). Pengacaranya berharap Ahok bisa bebas dan nama baiknya direhabilitasi.

“Kita tunggu putusan. Kita doakan sama-sama supaya dikabulkan. Harapannya pasti dikabulkan. Harapan tertinggi kita pasti bebas dan nama pak Ahok direhabilitasi,” kata Josefina di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (21/2/2018).

Josefina mengaku pihaknya tidak takut jika nantinya ada tekanan massa jika Ahok dibebaskan.

“Tidak. Tidak ada takutnya. Dari dulu sudah banyak tekanan massa. Sudah dihadapi tahun lalu,” ujar Josefina.

Josefina juga bercerita soal alasan kenapa Ahok baru mengajukan PK setelah menjalani masa hukuman sekitar 9 bulan, sejak Mei 2017 lalu. Ahok, disebut Josefina, memanfaatkan waktu yang ada untuk berdoa meminta petunjuk.

“Termasuk berdoa dulu. Tetap butuh doa. Kalau dimudahkan pas kita kerjakan berarti jalannya sudah ada,” ucapnya.

Sebelumnya, Ahok mengajukan PK kepada MA pada (2/2) lalu. Sidang perdananya akan digelar pada Senin (26/2) mendatang.

Sidang PK Ahok akan dipimpin 3 orang hakim, Mulyadi, Salman Alfaris, dan Tugianto. Sementara, pihak kejaksaan kemungkinan menunjuk jaksa Ali Mukartono yang merupakan Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus Ahok dalam perkara penodaan agama.

Sumber : www.detik.com

Pengacara: Kasus Habib Rizieq Beda dengan Buya Hamka

Kapitra Ampera, pengacara Habib Rizieq, menyatakan ada perbedaan antara kasus yang dihadapi kliennya dengan Buya Hamka. Proses hukum terhadap Rizieq, kata dia, sudah dilaksanakan melalui tahap penyelidikan dan BAP.

“Proses hukum sudah selesai dan bukan dicekal. Beliau bebas ke mana aja,” kata Kapitra kepada detik.com, Rau (22/2/2018).

Kepergian Rizieq ke Arab Saudi murni untuk menunaikan ibadah umrah, bukan melarikan diri. Karena itu ketika selesai, dia pun pulang dan sempat singgah di Malaysia. “Tapi kemudian terjadi eskalasi politik yang meninggi. Saya suruh jangan pulang. Ini jadi masalah sosial keumatan,” kata Kapitra.

Sementara Buya Hamka, menurut dia, diciduk dan ditahan penguasa Orde Lama tanpa ada proses peradilan. Hamka ditangkap dan diciduk karena ada perbedaan politik dengan Presiden Sukarno.

Kapitra mengungkapkan hal itu sebagai tanggapan atas pernyataan pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit. Arbi menilai kepergiaan Rizieq ke Saudi merupakan sikap tak terpuji dan melawan hukum. Sikap itu berbeda dengan Buya Hamka yang berani menghadapi tudingan melakukan subversi hingga dipenjara pada 1964 oleh rezim Presiden Sukarno.

Pada bagian lain Kapitra menjelaskan, dalam kasus yang ditangani Polda Jawa Barat di Bandung, kasus yang disangkakan terhadap Habib Rizieq masih P19, belum P21. “Dia belum pernah dipanggil oleh Polda Jabar dan orang yang sangat bebas. Tidak dicekal ke luar negeri,” ujarnya. Sejauh ini Habib menghindar (ke luar negeri) justru untuk menjaga NKRI.

Sumber : www.detik.com