Punya Cara Cerdik, Ibu di Jepang ini Sukses Hentikan Anak Kecanduan Game

Patut dicoba bagi orang tua untuk anaknya

Anak mulai terlihat kecanduan game? cepat-cepat hentikan dengan cara ini

Dengan mudahnya game merasuk ke otak anak-anak yang masih polos lama-kelamaan akan merusak kinerja otak anak, ada yang bisa bermanfaat mengasah kercedasan, tapi berbanding lebih banyak untuk yang merusak kecerdasan karena ketergantungan, maka ibu ini membuat cara sukses hentikan anak dari kecanduan game.

Sekarang ini game-game asik dan menyenangkan banyak sekali, anak merasa terhibur dengan adanya game, namun efeknya menjadi kejanduan dan akhirnya membuang waktu hanya untuk game, sedangkan waktu belajarnya banyak terbuang.

Bermain gim memang membuat banyak orang, termasuk anak-anak merasa bahagia. Di samping itu, gim juga dapat membuat kecanduan sehingga tak jarang kita menghabiskan banyak waktu hanya untuk bermain sebuah gim.

Anak-anak dan remaja menjadi kalangan yang kerap keranjingan gim. Tentunya tak sedikit orangtua yang merasa khawatir bahwa bermain gim dapat memberikan efek buruk kepada anak-anak. Oleh karena itu, sejumlah pengawasan harus diterapkan.

Saat ini teknlogi gim konsol telah menerapkan fitur parental control, agar anak-anak bisa mengurangi waktu jam bermain mereka.

Namun, ibu asal Jepang ini menggunakan cara yang terbilang konvensional namun dapat mengatasi masalah kecanduan anak saat bermain gim.

Untuk mengatasi putranya bermain gim berlebihan, ibu dari akun Twitter @sasamipicata membuat banyak orang terkejut dengan tindakannya.

Ibu itu memtuskan untuk mengunci chargeran ponsel dengan menggunakan gembok.

Cara cerdik ini terbilang ampuh agar anaknya tak menghabiskan waktu lama bermain gim. Selain itu, agar mencegah sang anak memasukan konsol ke soket sang ibu mengunci bagian depan adaptor dengan gembok kunci.

Jadi, ia langsung memotong akses untuk menyalakan gim konsol yang kerap dimainkan putranya

Chargeran Ponsel Digembok

Selain gim konsolnya, ibu itu juga mengetahui bahwa anaknya kerap bermain gim dalam ponselnya. Untuk itu ibu dari sasamipicata juga mengunci charger ponsel agar memutus akses putranya bermain gim di ponsel.

Rasa kesal dan frustrasi dari putranya akhirnya ditunjukkan melalui akun Twitter pribadi miliknya. Disertakan dengan sebuah foto yang berisikan tindakan sang ibu untuk mencegahnya bermain gim.

“Aku berbicara sebagai anak-anak, aku ingin bilang kepada para orangtua di Jepang yang memiliki anak bermain gim dalam waktu yang lama, cara ini sangat terlampau jauh,” tulis Iori atau akun @sasamipicata pada selasa (13/2/2018), seperti melansir Soranews 24.

Ternyata kicauannya mampu mengundang sejumlah simpati dari banyak orang. Bahkan tak sedikit merasa khawatir bahwa orangtua mereka akan menggunakan cara cerdik seperti ibu sasamipicata.

“Aku akan terus mengawasi tingkah laku ibuku mulai dari sekarang,” sahut seorang warganet.

“Aku pikir aku akan membeli kabel listrik cadangan hanya untuk berjaga-jaga jika sampai hal ini terjadi,” tulis komentar lain.

Bagi anak-anak yang bermain gim, tentunya tindakan seperti ibu itu terbilang mengerikan. Ada juga yang menganggap bahwa sang ibu menyiksa anaknya dengan kekerasan secara emosional.

Meski begitu, pastinya alasan mengapa ibunya melakukan hal ini mungkin karena rasa sayang orangtua agar sang anak tidak kecanduan bermain gim secara berlebihan sampai menghabiskan waktu berjam-jam.

Apalagi dampak yang ditimbulkan dari gim sendiri dapat berbahaya untuk anak-anak. Bagaimana menurutmu? Apa kamu setuju dengan cara mengatasi anak bermain gim seperti ini?

Sumber: wajibbaca.com

Menjaga Anak, Begini Cara Ayudia Bing Slamet Menjadi Ibu Millenial

Menjadi seorang ibu tentu bukan perkara yang mudah. Apalagi di zaman serba digital seperti saat ini, tentu para ibu pun harus memiliki cara jitu menghadapi anak-anaknya.

Seperti selebritis Ayudia Bing Slamet, yang menjadi ibu di zaman generasi millenial seperti saat ini. Menurutnya, sebagai ibu ia sangat banyak belajar, seperti mendidik anak. Jadi ibu millenial pun menurutnya harus bisa menyeimbangkan masa sekarang namun harus tahu batasan.

“Sekarang ada sosial media yah, harus melek sosial media tapi harus ada batasannya. Bahkan sekarang takutnya ama followers, yang comment negatif. Jadi kalau aku posting apapun sesuai dengan jalurnya biar santai bukan menggurui,” ujar ibu satu anak ini saat ditemui di acara HUT Cosmopolitan FM 16th, di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Menurut selebriti yang juga penulis buku Teman Tapi Menikah ini, sekarang semua hal sudah berubah, jadi memang harus diikuti. Walaupun ia juga mengikuti apa yang orangtuanya dulu lakukan. “Kaya mama ke aku waktu kecil kaya gimana, jadi aku ikutin,” tuturnya.

Generasi milenial ini memang tidak bisa terlepas dari gadget, untuk itu Ayudia tidak melarang si kecil bermain gadget, namun tetap dibatasi.

“Anak-anak pasti butuh gadget, kaya hubungi orangtua atau temannya. Sekolah juga pasti pake laptop, terus masih boleh nonton tv. Tapi tetep dibatasin, kaya sekarang aku main handphone nggak di depan dia karena sekarang cenderung dia suka ngambil. Jadi kalo urgent banget aku sampai ngumpet-ngumpet main handphone,” tuturnya.

Ayudia pun mengatakan, ia tidak melarang-larang anaknya dan tidak menunjukkan rasa khawatir di depan si kecil. “Aku bukan tipe ibu yang larang, kaya dia suka naik-naik tangga atau kursi. Khawatir pasti, tapi aku ngasih muka santai kalo ia jatuh jadi nggak teriak-teriak yang bikin dia kaget terus bisa bikin dia nangis,” ujar wanita peraih penghargaan millenial mom di Hut Cosmopolitan FM.

Sumber: vemale.com

Makanan Terbaik Saat Menyusui Agar Otak Bayi Cerdas

Memenuhi kebutuhan nutrisi bayi tidak hanya dimulai saat sedang hamil, setelah melahirkan dan saat menyusui pun, Moms perlu terus menyuplai nutrisi terbaik untuk bayi agar ia tumbuh dengan baik dan sehat. Apalagi jika Moms ingin si kecil bisa tumbuh jadi anak yang cerdas nantinya. Ada beberapa makanan yang bisa jadi menu wajib untuk pertumbuhan dan perkembangan otak bayi yang cerdas.

Menurut sebuah pedoman kesehatan yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, mengungkapkan bahwa nutrisi seperti protein, seng, zat besi, folat, beberapa vitamin dan asam lemak tak jenuh ganda sangat penting untuk perkembangan otak bayi. Kurangnya nutrisi ini bisa menyebabkan masalah fungsi otak di kemudian hari.

Beberapa makanan yang memiliki nutrisi ini adalah telur, tahu, tempe, sayuran hijau dan daging ikan. Moms bisa mengonsumsi banyak makanan ini selagi menyusui. Nutrisi dalam makanan akan disalurkan melalui asi yang diberikan setiap hari.

Banyak penelitian menyebutkan bahwa pemenuhan gizi di awal-awal usia bayi sangat penting membangun otak yang cerdas. Seribu hari pertama usia bayi adalah kesempatan yang harus benar-benar dimanfaatkan ibu untuk memberikan nutrisi terbaik.

Profesor pediatrik Dr. Sarah Jane Schwarzenberg mengungkapkan dalam Health.com bahwa air susu ibu adalah makanan utama bayi yang baru lahir hingga mereka mencapai usia enam bulan. Setelah itu, asi bisa didampingi dengan MPASI yang mengandung mineral zat besi dan seng yang membantu pertumbuhan tulang dan gigi bayi.

Setelah itu, Moms bisa membuatkan MPASI yang mengandung gizi seperti vitamin dan protein dari sayuran dan daging tanpa lemak yang dihaluskan hingga lembut. Dan penting sekali mengenalkan anak pada berbagai macam makanan sehat selama memberikan makanan pendamping asi.

Sumber: vemale.com

Tips Memberikan ASI bagi Ibu Pekerja, Catat ya Mom

Memberikan ASI pada anak memang penting. Selain menjaga kesehatan anak tapi juga dapat membantu kehangatan hubungan anak dan ibu, Untuk itulah, saat melahirkan sebisa mungkin ibu memberikan ASI. Lalu bagaimana dengan ibu yang harus bekerja, saat masih menyusui? Apakah menyusui dapat dilakukan oleh ibu yang sedang bekerja.

Well, wajar jika timbul rasa khawatir akan hal ini. Tidak perlu bingung, berikut ini adalah cara untuk memberikan ASI untuk Ibu Pekerja.

  • Menjaga Kebersihan
    Sebelum memerah ASI sebaiknya untuk menjaga kebersihan. Cuci tangan dengan sabun sebelum memerah ASI. Cuci alat pumping hingga bersih, dan pastikan mom menjaga rerap steril dan bersih.
  • Perhatikan Waktu Memerah ASI
    waktu terbaik untuk memerah ASI adalah seawal mungkin, sebelum mom masuk kerja. Perah ASI 3 jam sekali saat menyusui. Pastikan mom memerah ASI di tempat yang bersih dan steril sehingga ASI yang dihasilkan pun menyehatkan. Saat mom bersama dengan bayi, usahakan untuk memberikan ASI dari mom, bukan ASI hasil memerah. Hal ini membantu menjaga hubungan mom dan si kecl agar tetap hangat.
  • Lakukan Pemijatan
    Melakukan pemijatan yang benar pada payudara bisa membuat produksi ASI meningkat. Pemijatan ini bahkan bermanfaat untuk membuat payudara tetap sehat dan terhindar dari risiko kanker atau tumor.
  • Jaga Kualitas ASI
    Simpan ASI di tempat bersih dan jangan lupa untuk menyimpan ASI di tempat khusus. Perhatikan waktu mom menyimpannya, ingat ASI memiliki batas kedaluarsa sehingga memperhatikan waktu menyimpannya sangat penting.
  • Selalu Bahagia dan Hindari Stres
    Agar ASI yang dihasilkan melimpah, kunci utamanya adalah pastikan mom tetap senang dan bahagia. Kondisi mom yang bahagia dan bebas stres akan melencarkan ASI. Jadi, selama menyusui jauh-jauh dengan stres ya.

Mom, demikian 5 tips untuk menyusui bagi ibu menyusui. Semoga bermanfaat dan semoga berhasil. Selamat menyusui.

Sumber: vemale.com

Ayu Dewi Bikin Video Masak Makanan Bayi, Yuk Lihat!

Sangat sederhana dan tentunya mengundang senyum. Penasaran?

Ayu Dewi merupakan ibu dua anak dengan segudang aktivitas. Ia kerap kali menjadi presenter, bintang iklan dan memiliki sederet pekerjaan di dunia hiburan.

Tapi saat waktu luang, istri Regi Datau tersebut selalu menyempatkan diri memasak makanan untuk buah hatinya, Aqlan. Putra kedua Ayu itu saat ini masih berusia 7 bulan.

Makanan yang dikonsumsinya pun perlu diolah secara khusus. Memiliki tekstur yang halus, nikmat dan kaya gizi. Ayu Dewi pun berbagi cara mengolah makanan untuk Aqlan.

Mengunakan wortel dan kentang, Ayu membuat puree yang disaring. Ingin lihat bagaimana aksi Ayu memasak makanan bayi di dapur? Tonton saja dalam video di atas

Sumber: dream.co.id

 

Unik, Franda Ingin Nama Anaknya Tanpa Huruf Hidup

Pasangan Samuel Zylgwyn dan Franda, kukuh tak ingin mengumbar jenis kelamin buah hati mereka. Tak tanggung-tanggung, orangtua mereka pun tak juga diberitahu mengenai jenis kelamin anak mereka. Ketika ditanyai apa alasannya, Franda membeberkannya.

” Karena bulan depan aku baru mau mulai baby shower. Sekalian aja dikasih tahu ke keluarga tentang jenis kelaminnya. Jadi dari awal memang kita rahasiakan. Sampai mertua aku tanya aja tidak aku jawab,” ucapnya, saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Rupanya ada dampaknya dari keputusan Franda merahasiakan jenis kelamin sang anak, yakni belum ada nama bagi sang buah hati yang rencananya akan lahir ke dunia pada April mendatang.

” Belum, aduh aku baru inget belum sediain nama. Jadi aku nitip ke papanya Samuel sama papa aku. Soalnya papanya Samuel pinter bikin nama yang tidak ada huruf hidupnya. Makanya aku minta tolong papa suruh bikinin,” jelasnya.

Meski begitu, Franda tak mau lepas tangan dari membuat nama anaknya. Ia dan Samuel sudah memilih membuat nama tengah sang anak.

” Kita sudah nyiapin beberapa nama. Soalnya kita kayak mau bikin tiga suku kata gitu. Kita udah nyiapin nama tengahnya sih,” tegasnya.

Sumber: dream.co.id

Inilah Doa Rasulullah untuk Perlindungan Anak

Sebagai orang tua kita pasti ingin anak-anakya berada dalam kebaikan ke manapun mereka pergi dan di manapun mereka berada serta terlindung dari godaan setan dan gangguan jin. Berikut doa Rasulullah untuk perlindugan anak.

Dari Abdullah bin Abbas bahwa Rasulullah memohon perlindungan untuk Hasan dan Husain,

أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّة

u’iidhukumaa bikalimaatil laahit taammati min kulli syaithoonin wa haammatin waminkulli ‘ainin laammati

“Aku memohon perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna untuk kalian berdua, dari gangguan setan dan binatang berbisa, dan dari pandangan mata (ain) yang membuat sakit.” (HR. Bukhari & Abu Daud )

Setelah Rasulullah menngajarkan doa tersebut, beliau bersabda,

“Ayah kalian (Ibrahim) memohon perlindungan untuk Ismail dan Ishaq dengan kalimat doa tersebut.” (HR. Abu Daud)

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَوِّذُوا بِهَا أَبْنَاءَكُمْ، فَإِنَّ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ، كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا ابْنَيْهِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ

“Jadikanlah kalimat ini untuk memohon perlindungan dari gangguan setan bagi anak kalian. Karena Ibrahim ‘alaihis salam, beliau memohon perlindungan untuk Ismail dan Ishaq dengan kalimat doa tersebut.” (HR. Abdur Razaq dalam Mushannaf, no. 7987).

Itulah doa Nabi untuk perlindungan anak, semoga kita sama-sama dapat mengamalkannya agar anak-anak kita terlidung dari ganggguan setan dan jin, ya.

Sumber: ummi-online.com

Cara Sandra Dewi Beri ASI Bikin Heboh

Sandra Dewi menjadi perbincangan publik setelah cara dia memberikan ASI kepada putranya Raphael Moeis. Ini lantaran Sandra tidak memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara langsung, melainkan menggunakan botol susu bayi.

Sandra mengunggahnya ke Insta story akun instagramnya. Namun setelah foto itu hilang dari Insta Story, akun @admin_igtainment kembali mengunggahnya.

Dari foto yang diunggah it, wanita kelahiran Pangkal Pinang, 8 Agustus 1983 ini dicibir netizen. Mereka menuding Sandra tidak mau memberikan ASI pakai dot karena takut merubah bentuk tubuh.

Ada juga netizen yang membela Sandra Dewi dengan pengalaman yang dimiliki oleh netizen tersebut.

” Duh artis kalo kasih ASI pake botol..kaga mau kendor,” tulis akun @senarahayu19.

” Sama minsay.. aku juga di pompa dulu trs di masukin botol karena bayinya gelisah kalo lgsg dari pabriknya…,” tulis akun @imeldariama.

” Mau asi mau sufor, mau nyusuin langsung atau pakai botol, yg penting anaknya tumbuh sehat dan cerdas ð��� itu yg paling penting..keadaan ibu kan gak semuanya sama, g bisa dipukul rata juga..,” kata akun @citr4.antonia.

Sumber: dream.co.id

Waspada Buku Anak yang Mengandung Konten LGBT Bunda

LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender) menjadi sorotan media dan publik belakangan ini. LGBT merupakan istilah umum yang dipopulerkan oleh masyarakat dan media masa.Islam melarang dengan tegas perilaku menyimpang ini karena tidak sesuai dengan fitrah manusia.

Konten LGBT banyak tersebar melalui sosial media, maupun yang sangat ramai kemarin adanya konten LGBT dalam buku cerita anak. Hal ini membuat orang tua menjadi resah. Karena hal yang seharusnya anak-anak tidak patas mengetahuinya menjadi tahu.

Di tengah maraknya buku bacaan anak yang disusupi konten pornografi atau LGBT, orang tua memiliki tugas tambahan untuk memilih buku bacaan yang tepat bagi anak.Jika anak tergolong usia pembaca pemula maka orang tua memilih buku yang banyak ilustrasi atau gambar sehingga dapat membangkitkan minat anak terhadap buku. Lalu, perhatikan kontennya, jangan sampai dibumbui pornografi, LGBT, atau konten-konten kekerasan.

Orang tua juga harus tetap mendampingi anak saat pergi ke toko buku. Meskipun anak sudah berusia remaja dan bisa melakukan segala hal tanpa bantuan orangtua. Jika anak memaksa untuk pergi sendiri ke toko buku dengan teman-temannya, orang tua harus tahu, siapa teman yang pergi bersamanya. Untuk itu, orangtua perlu menerapkan proses pengawasan secara bertahap, jangan sampai anak justru merasa terkekang dan tak bebas melakukan segala hal secara mandiri, termasuk saat membeli buku.

Dengan masih maraknya LGBT di masyarakat, diharapkan orang tua harus memilih dengan teliti buku yang akan diberikan kepada anak. Dan sebaiknya, dampingi anak saat membaca buku serta bermain gadget. Agar anak terhindar melihat atau membaca konten yang tidak seharusnya dibaca atau dilihat diusianya. Ajari juga pendidikan seks di usia yang menurut Sahabat Ummi sudah harus diperkenalkan, agar terhindar dari pergaulan bebas sekarang ini.

Sumber: ummi-online.com

Studi: Menyusui Selama 6 Bulan Turunkan Risiko Diabetes Hingga 47%

MENYUSUI selama enam bulan atau lebih terbukti mampu mengurangi risiko diabetes tipe 2 bagi kaum wanita. Temuan ini berdasarkan penelitian terpanjang yang pernah dilakukan, The Telegraph melaporkan pada Januari lalu.

Periset di Amerika Serikat (AS) telah menganalisis data dari para wanita, yang terdaftar dalam studi kesehatan jantung lebih dari 30 tahun yang lalu. Para ahli meneliti gaya hidup dan kesehatan mereka dipantau sepanjang waktu.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa ibu yang menyusui anak-anak mereka setidaknya selama enam bulan, 47 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan ibu yang tidak menyusui. Sedangkan ibu yang menyusui kurang dari enam bulan juga menurunkan risiko terkena diabetes sebesar 25 persen.

Para ilmuwan percaya bahwa ada alasan biologis yang baik mengapa menyusui dapat melindungi terhadap diabetes. Diketahui bahwa menyusui dapat meningkatkan hormon yang mengontrol kadar insulin dalam darah dan menurunkan gula darah. Ini juga bisa membantu ibu yang baru melahirkan untuk menurunkan berat badan.

“Kami menemukan hubungan yang sangat kuat antara durasi menyusui dan risiko diabetes yang lebih rendah. Bahkan setelah memperhitungkan semua faktor risiko yang mungkin terjadi,” kata penulis utama Dr Erica Gunderson, ilmuwan sekaligus peneliti senior di Divisi Riset Kaiser Permanente di California.

“Kemungkinan terkena Diabetes semakin menurun seiring dengan durasi menyusui. Terlepas dari ras, diabetes gestasional, perilaku gaya hidup, ukuran tubuh, dan faktor risiko metabolik lainnya yang diukur sebelum kehamilan, yang menyiratkan kemungkinan bahwa mekanisme dasarnya mungkin bersifat biologis,” papar Gunderson.

Penelitian juga menemukan bahwa bayi yang mendapat ASI, memiliki lebih sedikit masalah kesehatan, seperti infeksi pada dada, dan cenderung tidak memiliki masalah kesehatan seperti diabetes, atau menjadi obesitas saat mereka bertambah tua.

Sumber: islampos.com