Baca Kisah Suami yang Minta Poligami Ini, Dijamin Rumah Tanggamu Makin Romantis

Suami: “Sayang nanti kalau udah punya rezeki yg berlimpah…. saya boleh nikah lagi?”

Istri: “Boleh tapi ada syaratnya?”

Suami: “Kenapa harus pake syarat sayang? Kan saya udah mampu, tapi tak apa lah, untuk menghargai kamu yg udah mengijinkan saya untuk nikah lagi. Tapi apa syaratnya?”

Istri: “Kamu harus sholat 5 waktu di masjid setiap hari, dan hafal alqur’an 15 juz, ( Sambil berkata dalam hati, pasti dia gk bisa dan gak mau dgn syaratnya)

Suami: “Apa gak ada syarat yg lain sayang”

Istri: “Ini udah gak bisa ditawar lagi”

Suami: “Baiklah kalau begitu”

1 tahun kemudian si suami menagih janji kepada sang istri untuk mengijinkan dia menikah lagi, karena dia sudah memiliki rezeki yang berlimpah.

Suami: “Sayang sekarang saya bisakan nikah lagi?”

Istri: “Boleh, tapi jangan lupa syaratnya”

Suami: “Baiklah…”

Si suami pun setiap hari sholat 5 waktu ke masjid, dengan penuh semangat dan setiap hari menghafal surah-surah yang ada dalam al-Qur’an. Bahkan saat bekerja pun si suami pun tetap menghafal surahnya.

Dimana ada kesempatan dia tetap menghafal surahnya demi mendapatkan izin istrinya menikah lagi. Dan anehnya sang istri juga membantu suaminya untuk menghafal al-Qur’an. Tapi disetiap dia sudah membantunya sang istri pun menangis dan berkata:

“Ya Allah aku melihat hamba-Mu yang begitu mencintai dunia ini sampai dia rela berkorban apa saja demi mendapatkan kesenangan dunianya, sebegitu cintanya dirinya kepada dunia. Sampai-sampai dia lupa, seharusnya dia harus lebih mencintai dirimu yang telah memberikan limpahan nikmat dan rezeki. Dan sebenarnya rezeki itu adalah titipan baginya serta cobaan juga bagi dirinya. Kenapa dia tidak bisa berkorban untuk-Mu. Ya Rabb, padahal Kau begitu mencintai hamba-hambaMu”

Suami: “Sayang, kenapa bengong dan ngelamun?”

Istri: “Gak apa-apa?”

Suami: “Kenapa? Kamu memikirkan aku yang mau nikah lagi yah?”

Istri hanya terdiam seribu bahasa.

Suami: “Sebenarnya dari awal aku hanya menguji kesetiaan kamu kepadaku dan menguji cinta kamu untukku. Terimakasih ya atas segalanya”

Istri: “Maksudnya?”

Suami: “Mana mungkin saya akan menikah lagi sementara istri saya ini sangatlah solehah, bidadari pun kalah dengan wanita sholehah sepertimu. Dan terima kasih sayang kau telah menunjukan jalan yang terbaik untukku. Dengan kamu memberikan syarat seperti itu, sepertinya saya berfikir dua kali mau nikah lagi. Saya paksa diri saya melakukan syarat yang kamu ajukan supaya kamu yakin bahwa saya bener ingin menikah lagi dan saya ingin melihat kecemburuan kamu sebenarnya. Di setiap kamu bantu saya menghafal al-Qur’an saya sedih, dan berfikir tak akan mudah diri ini mendapatkan istri seperti dirimu lagi. Jadi kmu jangan bengong lagi”

Istri: “Jadi kmu gak jadi nikah lagi?”

Suami: “Gak sayang, istri sepertimu tidak akan ada duanya, dan tidak akan dapat tergantikan oleh apapun”

Istri: “Astagfirullah… aku sempat su’udzon padamu sayang. Saya pikir itulah kamu dan kmu lebih mencintai kesenangan dunia dari pada istrimu ini”

Suami: “Kebahagiaanku itu kamu, tanpa kamu aku tak mungkin sebahagia ini”

Istri: (senyum-senyum ☺ )

Semoga rumah tangga kita selalu harmonis dan sakinah mawaddha wa rohmah. Amin

Barakallahu fikum jamian

Sumber: islamidia.com

Ternyata Mendengarkan Omelan Istri Baik Untuk Kesehatan Suami Lho

Wahai para suami, dengarkanlah omelan istri Anda
Anda sering pusing kepala karena tak tahan mendengar omelan istri? Tahan dulu, Ayah. Studi terbaru menunjukkan, pria yang sering diomeli istri di rumah justru lebih sehat daripada pria yang jarang diomeli pasangannya.

Omelan istri memang membuat suami tidak bahagia dengan pernikahannya. Akibatnya, mereka berisiko menderita diabetes. Namun ini “berhasil” membuat para suami yang menderita diabetes mengatur dan menjaga kesehatan diri.

Studi ini dilakukan oleh Michigan State University, dengan mengambil sampel dari 1228 pasangan suami istri selama lima tahun. Para pasangan itu berusia 57 sampai 85 tahun saat studi dimulai. 389 dari mereka menderita diabetes saat studi berakhir.

Ketua studi Dr. Hui Liu mengatakan, tujuan studi adalah menentang asumsi tradisional bahwa pernikahan yang tidak bahagia akan merugikan kesehatan.

Studi juga bertujuan mengingatkan para ahli di bidang keluarga untuk mengenal sumber dan tipe kualitas pernikahan yang berbeda.

Mengomel Itu Tanda Sayang
Siapa yang akan merawat suami jika ia sakit? Jelas istrinya. Di sinilah istri berperan penting untuk mengingatkan suami kapan harus check up, minum obat, apa makanan atau minuman yang boleh dan tidak boleh, dll.

Istri dapat membantu suami yang menderita diabetes dengan mengingatkannya untuk menjaga kesehatan.

Di sisi lain, suami kadang merasa terganggu dengan anjuran istri dan menganggapnya berlebihan. Akibatnya, suasana pernikahan pun menjadi tegang dan kurang bahagia.

Dr. Liu meneliti peran kualitas pernikahan pada risiko dan penanganan diabetes. Ia menemukan dua fakta menarik.

Pria bisa memiliki risiko diabetes lebih rendah jika pernikahan mereka kurang bahagia. Kemampuan untuk menjaga kesehatan pun meningkat, jika mereka telah terserang diabetes.

Sedangkan wanita cenderung kurang berisiko menderita diabetes jika pernikahan mereka bahagia. Dr Liu mengatakan, wanita dapat lebih sensitif dari pria mengenai kualitas pernikahan. Kesehatan wanita akan meningkat jika pernikahan mereka bahagia.

Oleh karena itu, Ayah, jangan pasang tampang masam kalo Ibu selalu cerewet mengingatkan Ayah agar banyak minum air putih dan tidak begadang melulu. Ibu mengomel karena sayang sama Ayah loh…

Sumber: islamidia.com

Agar Rumah Tangga Selalu Bahagia, Terapkan 5 yang Diajarkan Dalam Al-Qur’an ini

Setiap hari bertengkar dengan suami atau istri, dan tak pernah bahagia setelah menikah, gunakan beberapa tips yang diajarkan dalam Al-qur’an ini agar keluargamu bahagia.

Siapa sih yang tak ingin memiliki rumah tangga yang bahagia dunia akhirat.

Tentunya setiap dari kita menginginkan rumah tangga yang bahagia dan harmonis.

Tapi sebagian dari mereka belum tahu caranya yang benar itu bagaimana.

Sebab, masih banyak diluar sana keluarga yang tak bahagia dan keluarganya menjadi pecah.

Nah, agar kalian tahu ini ada beberapa tips islami dan dalam al-qur’an sudah diajarkan agar rumah tangga selalu bahagia sebagaimana dikutip islampos.com

1. Membina Rumah Tangga dengan Agama

Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka,” (QS. At- Tahrim: 6).

Adh-Dhahak dan Maqatil mengenai ayat di atas, “Menjadi kewajiban seorang muslim untuk mengajari keluarganya, termasuk kerabat, sampai pada hamba sahaya laki-laki atau perempuannya. Ajarkanlah mereka perkara wajib yang Allah perintahkan dan larangan yang Allah larang,” (HR. Ath-Thabari, dengan sanad shahih dari jalur Said bin Abi ‘Urubah, dari Qatadah. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 321).

Kepala rumah tangga yang baik mengajak anaknya untuk shalat sebagaimana yang suri tauladan kita perintahkan,

“Perhatikanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Jika mereka telah berumur 10 tahun, namun mereka enggan, pukullah mereka,” (HR. Abu Daud, no. 495; Ahmad, 2: 180. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Coba perhatikan nikmatnya jika rumah tangganya dibina dengan agama. Sungguh nikmat dan seuju. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyuruh suami-istri untuk shalat malam bersama,

“Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. Bila istrinya enggan untuk bangun, ia percikkan air di wajah istrinya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. Bila suaminya enggan untuk bangun, ia percikkan air di wajah suaminya,” (HR. Abu Daud, no. 1450; An-Nasa’i, no. 1611. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

2. Istri Taat pada Suami

Rumah tangga akan berbahagia, jika istri itu taat pada suami. Karena istri seperti inilah yang akan menyenangkan hati suami.

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?”

Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci,” (HR. An-Nasai, no. 3231; Ahmad, 2: 251. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Bahkan istri yang seperti inilah yang akan dapat jaminan masuk surga lewat pintu surga mana saja yang ia mau. Disebutkan dalam hadits,

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka,” (HR. Ahmad, 1: 191; Ibnu Hibban, 9: 471. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).

3. Punya Banyak Anak

Karena makin banyak anak, makin banyak yang mendo’akan. Namun dituntut anak tersebut adalah anak yang shalih.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau doa anak yang shalih,” (HR. Muslim no. 1631).

Dari Ma’qil bin Yasaar, ia berkata, “Ada seseorang yang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Aku menyukai wanita yang terhormat dan cantik, namun sayangnya wanita itu mandul (tidak memiliki keturunan). Apakah boleh aku menikah dengannya?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak.”

Kemudian ia mendatangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk kedua kalinya, masih tetap dilarang.

Sampai ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketiga kalinya, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Nikahilah wanita yang penyayang yang subur punya banyak keturunan karena aku bangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat kelak,” (HR. Abu Daud no. 2050 dan An Nasai no. 3229. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits tersebut hasan).

4. Menafkahi dengan Cukup

Dari Mu’awiyah Al Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kewajiban suami pada istri, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian -atau engkau usahakan-, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat) selain di rumah,” (HR. Abu Daud, no. 2142. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Hindun binti ‘Utbah, istri dari Abu Sufyan, telah datang berjumpa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan itu orang yang sangat pelit. Ia tidak memberi kepadaku nafkah yang mencukupi dan mencukupi anak-anakku sehingga membuatku mengambil hartanya tanpa sepengetahuannya. Apakah berdosa jika aku melakukan seperti itu?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ambillah dari hartanya apa yang mencukupi anak-anakmu dengan cara yang patut,” (HR. Bukhari, no. 5364; Muslim, no. 1714).

5. Tidak Mudah-Mudahan Minta Cerai

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wanita mana saja yang meminta talak (cerai) tanpa ada alasan yang jelas, maka haram baginya mencium bau surga,” (HR. Abu Daud, no. 2226; Tirmidzi, no. 1187; Ibnu Majah, no. 2055. Abu Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Ingat pula kata Ibnu Taimiyah, “Meneruskan lebih kuat daripada memulai,” (Majmu’ Al-Fatawa, 32: 148).

Sumber: wajibbaca.com

Sifat Wanita yang Disukai Pria yang Bikin Rezeki Suami Lancar

Untuk menyukai seseorang bukan semata fisik yang menjadi pilihan. Memang, secara psikologis wajah dan penampilan fisik yang menarik tentu membuat pria akan jatuh hati pada wanita. Namun, pada tingkat lanjut, semisal pada jenjang pernikahan maka sifat dari wanita itulah yang akan melanggengkan ikatan pernikahan. Para ladies, hendaknya tahu setelah itu mempersiapkan sifat-sifat wanita yang disukai oleh pria.

Nah, apa saja sifat sifat wanita yang disukai oleh pria dan bisa membuat rezeki suami lancar. Yuk, disimak berikut hal ini.

Wanita yang Rutin Menunaikan Shalat Dhuha

Ini adalah kebiasaan wanita yang bisa mendatangkan rezeki bagi keluarga. Suami anda akan sangat senang jika melihat anda shalat dhuha mendoakan keberhasilan usahanya, dilancarkan rezekinya. Shalat dhuha dua raka’at setara dengan 360 sedekah untuk menggantikan hutang sedekah tiap persendian.

Ketaqwaan pada Diri Wanita

Taqwa adalah salah satu sifat yang utama. Taqwa menghendaki agar seorang wanita hanya taat pada Allah SWT; menyukai perintahNya dan sangat tidak suka dengan apa yang dilarang olehNya. Sifat taqwa ini harus dimiliki oleh seorang wanita agar Allah SWT mencintainya. Keutamaan sifat taqwa ini salah satunya adalah akan mendapatkan jaminan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan ia akan mendapatkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka.

Wanita yang Gemar Beristigfar

Istigfar adalah perilaku memohon ampunan atas dosa dan kesalahan kepada Allah SWT. Perilaku ini disertai dengan melakukan perbaikan atas dosa dan kesalahan yang sering dilakukan. Kebiasaan wanita beristigfar akan mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka dan tidak bisa diduga.

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).

Wanita yang Senantiasa Bertawakal

Tawakal adalah sifat berserah diri kepada Allah SWT. Sifat berserah diri ini dihadirkan dalam diri setelah melaksanakan segala daya dan upaya secara maksimal kemudian berserah diri atau bersandar kepada Allah SWT. Suami dan istri bisa saling mengingatkan satu sama lain untuk bertawakal kepada Allah SWT. Suami yang baik dan taat tentu akan sangat mencintai istrinya yang mengingatkan kepada kebaikan. Saling mengingatkan dan menasihati dalam kebaikan dan kebenaran.
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq: 3).

Wanita yang Pandai Bersyukur

Wanita yang pandai bersyukur akan menjadi dambaan suami dalam rumah tangga. Ia akan sangat menyukai pribadi istrinya karena mampu menyemangati sang suami karena rasa syukurnya atas apa ia hasilkan. Sifat senantiasa bersyukur ini juga akan melancarkan rezeki karena Allah SWT telah berjanji bahwa siapa yang pandai bersyukur atas nikmat Allah SWT maka Allah SWT akan menambahkan lebih banyak nikmatNya.
“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan: jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya adzabku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7)

Wanita yang Suka Bersilaturahim

Silaturahim adalah sifat yang utama. Orang yang dikunjungi oleh kerabat atau teman lama akan sangat senang. Gemar bersilaturahmi akan mendatangkan kebaikan lain berupa panjangnya umur dan rezeki yang lancar. “Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Wanita yang taat dan melayani suaminya

Salah satu kewajiban istri kepada suami adalah menaatinya. Sepanjang perintah suami tidak dalam rangka mendurhakai Allah dan RasulNya, istri wajib mentaatinya.

Apa hubungannya dengan rezeki? Ketika seorang istri taat kepada suaminya, maka hati suaminya pun tenang dan damai. Ketika hatinya damai, ia bisa berpikir lebih jernih dan kreatifitasnya muncul. Semangat kerjanya pun menggebu. Ibadah juga lebih tenang. Insya Allah rezekinya pun lebih lancar.

Wanita yang Suka Memberi (Shahdaqah dan atau Infaq)

Sifat selalu memberi merupakan hal yang bisa mendatangkan rezeki. Tidak perlu menunggu menjadi kaya raya untuk memberi. Memberi tidak dilihat pada banyaknya, namun dilihat dari seberapa besar pengorbanan kita terhadap pemberian itu.

“Perumpamaan orang-orang yang menaf­kahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261).

Inilah beberapa sifat wanita yang sangat disukai oleh pria. Pria yang senang dengan kebaikan istrinya adalah suami yang sangat pas untuk anda. Wanita yang memiliki sifat seperti ini merupakan wanita idaman pria. Semoga artikel Sifat Wanita yang Disukai Pria yang Bikin Rezeki Suami Lancar bermanfaat bagi anda, ladies.

Sumber: bicarawanita.xyz

Benarkah Bau Kentut Suami Bisa Memanjangkan Umur Istri?

Kentut adalah suatu lumrah kehidupan untuk semua manusia. Malah ada sesetengah orang yang kentut lebih daripada sepuluh kali sehari.

Anda akan merasakan satu nikmat yang susah untuk dibayangkan setelah anda melepaskan kentut yang sangat kuat.

Isunya sekarang ialah, situasi selepas kentut anda dilepaskan – apabila kentut anda menghasilkan bau yang busuk dan dibiarkan “terapung” di udara untuk di bau.

Menurut satu kajian, menghidu kentut suami akan membuatkan peluang anda untuk hidup lebih lama adalah tinggi.

Ini kerana, bau metana dan hydrogen sulfida yang ada pada kentut seseorang itu sebenarnya membantu mengubah fungsi enzim dalam badan anda mengurangkan penyakit-penyakit seperti Dementia.

Selain itu, kajian baru oleh Exeter University di England telah menjelaskan bahawa ia juga membantu dalam mencegah kerosakan mitokondria.

Kesimpulannya, biarlah kentut anda keluar dengan sepuas-puasnya dan yang paling penting sekali, jangan sesekali anda takut dan malu di samping isteri kerana pada hakikatnya, ia dapat membantu menjaga kesihatan isteri anda.

Sumber: islamidia.com

9 Cara Mudah Menjadi Istri Romantis Agar Selalu Disayang Suami

Bukan hanya tanaman yang perlu dirawat dan dijaga, rumah tangga pun harus demikian. Perlu dirawat dan dijaga keutuhannya dan keromantisan di dalamnya.

Keluarga yang harmonis dan romantis adalah dambaan tiap suami istri. Sehingga bisa terwujud, bayti jannati. Rumahku surgaku. Sungguh hal yang spesial, jika terbentuk keluarga yang Islami dan rumahnya serasa surga baginya.

Namun, mungkin banyak rumah tangga yang belum atau tidak sama sekali berusaha menerapkan cara-cara romantis agar pasangannya menjadi orang yang paling spesial. Nah buat para istri, berikut 9 cara mudah menjadi istri yang romantis agar semakin disayang suami tercinta.

1. Mandi Bersama
Ya lakukan hal demikian. Mandi bersama suami bisa memupuk romantisme dalam keluarga. Pun demikian, Rasulullah SAW juga melakukannya bersama istri beliau.

Sebuah hadits menceritakan pengalaman Aisyah RA mandi bersama Rasulullah SAW. Diriwayatkan bahwa Aisyah r.a. berkata,

“Pernah aku mandi bersama Rasulullah. Kami menggunakan satu bejana. Bejana ini berada diantara aku dan beliau. Tangan kami saling berebut masuk ke dalam bejana. Beliau berhasil mendahuluiku, sampai-sampai aku berkata, “Tolong sisakan untukku ! Tolong sisakan untukku!” Aisyah mengungkapkan bahwa saat itu mereka berdua sedang junub.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Awanah)

2. Minum Bersama
Minum bersama suami dalam satu bejana atau gelas. Anda bisa sesekali meminum kopi suami. Sambil bercerita di beranda rumah saat weekend atau saat suami pulang dari tempat kerja.

Suguhi suami minuman. Dengarkan cerita suami saat di kantor. Dan minum bersama suami sehingga percakapan dengan suami semakin erat. Aisyah r.a. berkata,

“Saya biasa minum dari muk (gelas) yang sama ketika haidh, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakan mulutnya di tempat saya meletakan mulut saya, lalu beliau minum. Kemudian saya mengambil muk (gelas), lalu saya menghirup isinya. Kemudian beliau mengambilnya dari saya, lalu beliau meletakan mulutnya pada tempat yang saya meletakan mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya.” (HR. Abdurrazaq dan Sa’id Musyar).

3. Santai Bersama
Santai bersama suami juga bisa memupuk romantisme. Santai bersama di dipan-dipan. Atau rebahan bersama sambil menonton acara televisi favorit. Pun demikian, juga dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama istrinya.

Penuturan Ummu Salamah. “Ketika aku rebahan bersama Rasulullah di lantai, tiba-tiba aku haid. Aku keluar mengambil pakaian haidku. Beliau bertanya, ‘Mengapa kamu, apakah kamu haid?’ Aku menjawab, ‘Ya’. Beliau lalu memanggilku, dan aku tidur bersama beliau di lantai yang rendah.”

4. Minyaki Suami
Membelai suami dengan lembut adalah hal mudah yang bisa dilakukan agar menjadi istri yang romantis. Anda bisa menyemprotkan parfum favorit suami saat mau berangkat kerja.

Meminyaki badan atau rambut suami juga hal lain yang bisa anda lakukan. Simak hadits berikut. Aisyah r.a. berkata,

”Saya meminyaki badan Rasulullah SAW. pada hari raya Idul Adha, setelah beliau melakukan jumrah aqabah.” (HR. Ibnu Asakir).

5. Dampingi Dalam Perjalanan
Dampingi suami saat ingin keluar rumah. Saat ingin ke pusat perbelanjaan, mall atau hanya sekedar beli gorengan di luar rumah. Jangan sampai suami lebih suka keluar bersama rekannya kemudian meninggalkan istri di rumah

“Ketika hendak melakukan sebuah perjalanan, Nabi biasa membuat undian di antara para istri beliau. Siapa yang namanya keluar undian, dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah.” (HR Bukhari dan Muslim).

6. Jalan Bareng dan Kunjungi Tempat Hiburan
Berkunjug ke tempat hiburan semisal tempat rekreasi merupakan salah satu cara melepaskan penat. Mengunjungi tempat rekreasi bersama suami bisa semakin memupuk romantisme.

Tertawa, bercanda dan bersenang-senang bersama suami akan membuat suami semakin sayang kepada istri. Hal ini dikarenakan, semakin sering bersama kedekatan emosional antar keduanya akan semakin dekat. Aisyah berkisah,

“Pada suatu hari, orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi sendiri yang berkata padaku, apakah aku ingin melihatnya. Aku menjawab, ‘Ya.’ Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakang beliau. Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata, ‘Teruskan permainan kalian, Wahai Bani Arfidah (julukan orang Habasyah)!’ Hingga ketika aku merasa bosan, beliau bertanya, ‘Apakah kamu sudah puas?’Aku menjawab, ‘Ya.’ Beliau lalu berkata, ‘Kalau begitu, pergilah!’.” (HR Bukhari dan Muslim).

7. Jangan Pelit Apresiasi
Suami istri saling membantu dalam rumah tangga adalah hal yang biasa. Tetapi, banyak istri yang biasanya menyuruh suami ini dan itu kemudian lupa memberi apresiasi kepada suami.

Jangan lakukan hal demikian. Jangan sampai anda pelayanan atau service anda kalah dengan pramusaji di hotel atau restoran. Ucapkan terima kasih dengan tulus kepada suami. Sembari memberikan seulas senyum terindah yang anda miliki.

8. Berikan Dandanan Terbaik Ketika Suami di Rumah
Suami adalah tumpuan istri dalam rumah tangga. Selayaknya mereka hidup saling mendukung satu sama lain. Istri harus senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik kepada suami. Termasuk penampilan saat suami di rumah.

Istri dalam aturan Islam kecantikannya hanya diberikan kepada suami. Tidak boleh diperlihatkan kepada selain mahramnya. Jangan menjadi istri yang hanya cantik saat kondangan atau acara pesta. Namun, tidak mempercantik diri di hadapan suami.

Suami boleh bangga dihadapan teman-temannya memiliki istri yang cantik atau pintar berdandan. Namun ketahui, dandanan terbaik istri hanya buat suami tercinta.

Berdandanlah agar terlihat segar, fresh dihadapan suami. Anda pasti tahu, laki-laki biasanya banyak terpengaruh lewat pandangan atau matanya.

9. Jangan Segan Interaksi di Sosial Media
Interaksi di sosial media bukan lagi hal yang baru. Bahkan hampir tiap saat kita membuka aplikasi sosial media. Menampakkan kemesraan boleh-boleh saja. Namun adapula batasannya.

Anda boleh berinteraksi dengan suami di sosial media. Anda bisa mentag suami anda. Tapi tag dengan teks saja. Tidak perlu mentag suami dengan foto bermesraan anda. Soalnya bisa dilihat banyak orang.

Kalau pun mau, di private saja. Hanya anda dan suami yang bisa melihat. Namun, tag dengan teks itu sudah cukup.

Anda juga bisa mengupload foto baitullah, kemudian men-tag suami anda. Ditambahkan kalimat harapan “Semoga kita bisa ke tempat ini bersama-sama. Mencium hajar aswad bersama.”

Demikianlah cara mudah menjadi istri romantis agar disayang suami. Kami berharap kemesraan anda dengan suami tetap terjaga sehingga tercipta keluarga islami yang harmonis, sakinah, mawaddah, warahmah dan diridhai oleh Allah SWT.

Sumber: islamidia.com

Tetaplah Tersenyum Saat Suami Tak Mendengar Panggilanmu

Segala sesuatu perlu belajar ilmunya terlebih dulu, termasuklah ilmu rumah tangga dan parenting. Jika kita menjalankan biduk rumah tangga tanpa ilmu terlebih dulu, wajar jika sering mengalami konflik dan permasalahan.

Salah satu ilmu sederhana yang perlu diketahui seorang perempuan yang sudah menikah apalagi telah memiliki anak adalah bahwa kaum laki-laki akan mengalami penurunan pada pendengarannya ketika sedang mengerjakan sesuatu atau sedang terfokus pada sesuatu.

Hal ini jauh berbeda dengan perempuan yang tetap bisa mengobrol sambil masak, chatting sambil bersenandung, atau pekerjaan multitasking lainnya. Laki-laki tidak akan bisa mendengar panggilan atau cerita istrinya ketika ia sedang fokus ke gadgetnya, ke TV, atau ke pekerjaannya. Demikian juga anak laki-laki, ketika ia sedang melakukan sesuatu dan Anda mengajaknya bicara, jangan heran jika ia terrkesan cuek dan mengabaikan panggilan Ibunya.

Jangan menganggap suami atau anak laki-laki kita mengabaikan diri kita, sungguh tidak demikian kenyataannya, kitalah yang kurang ilmu mengenai perbedaan cara komunikasi laki-laki dan perempuan.

Maka, tetaplah tersenyum saat memanggil suamimu namun ia tak juga menoleh dari gadgetnya Tetap tersenyum sampai minimal Anda panggil namanya 5x.

Tak perlu marah, karena ia benar-benar tidak mendengar Anda bukan karena mengabaikan istrinya atau tidak cinta pada istri, tapi karena struktur perkembangan otaknya berbeda dengan Anda. Demikianlah Allah membuat laki-laki dan perempuan berbeda, bukan untuk saling membenci tapi justru agar bisa saling melengkapi.

Jika sudah mengetahui ilmu sederhana ini, senantiasa istighfar tatkala suami tak menyahut padahal sudah dipanggil puluhan kali. Tetaplah tersenyum, ridholah pada suami Anda karena pada dirinya ada surga dan neraka istri. Wallaahualam.

Sumber: ummi-online.com

6 Ujian Paling Berat Bagi Istri yang Perlu Diantisipasi

Hakikatnya dunia ini memang ruang ujian. Yang kita lakukan sepanjang hidup adalah mengerjakan soal demi soal dengan baik, sampai waktu ujian berakhir (maut). Hasil ujian tersebut akan kita peroleh di negeri abadi kelak.

Termasuklah ujian rumah tangga. Setenang apapun rumah tangga seseorang, pasti akan menghadapi ujiannya tersendiri. Akan tetapi sebagaimana soal ujian pada umumnya, kita bisa lho mengantisipasi ujian-ujian sulit dalam rumah tangga.

Berikut ini 6 ujian paling berat bagi istri dalam mengarungi rumah tangga yang perlu diantisipasi:

1. Suami tidak berpenghasilan

Entah karena diPHK atau karena alasan lainnya, seorang suami bisa saja tiba-tiba tidak memiliki penghasilan.

Istri yang diuji dengan suami yang tidak berpenghasilan bisa menyikapi dengan 2 alternatif sikap: Pertama, bersabar dan tetap mensupport suami. Apalagi jika alasan suami tidak berpenghasilan adalah alasan syari misalkan karena kesehatan yang tidak memungkinkan.

Kedua, bersikap keras dan tegas. Jika alasan suami tidak memiliki penghasilan adalah karena kemalasannya, istri perlu bersikap keras dan tegas.

Apapun itu… istri harus bisa ikhlas dan menyadari bahwa Allah tidak pernah memberi ujian melampaui kesanggupan diri kita.

2. Tidak bisa memperoleh keturunan

Ujian mandul atau tidak dapat hamil dan melahirkan juga merupakan ujian yang berat untuk seorang istri.

Antisipasi dan solusi yang bisa diambil adalah dengan mengadopsi anak, atau mencoba bayi tabung jika dana yang dimiliki cukup besar.

Apapun itu, istri perlu berlapang dada dan ikhlas… karena Ummul Mukminin Aisyah pun tidak dikaruniai anak seumur hidupnya.

3. Perselingkuhan

Perselingkuhan merupakan ujian berat selanjutnya bagi seorang istri. Jika sudah sampai taraf zina, melanggar syariat Islam, semestinya istri bersikap tegas dan bahkan bisa menggugat cerai.

4. KDRT

Kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT perlu disikapi dengan tegas. Istri tidak bisa diam saja menerima perlakuan kasar dari sang suami. Jika memungkinkan, perlu melaporkan KDRT pada keluarga terdekat agar bisa dihentikan.

KDRT juga ada yang dalam bentuk kekerasan mental bukan fisik, hal ini juga perlu diwaspadai. Keberanian melaporkan tindak KDRT perlu dipelajari oleh setiap wanita yang mendapat perlakuan buruk terutama dari pasangan hidup sendiri.

5. Suami sakit keras atau meninggal

Suami sakit keras hingga istri harus menjaganya setiap hari merupakan ujian luar biasa berat yang harus disikapi dengan ikhlas. Ada kemungkinan suami akan bersikap kasar ketika sakit… disebabkan mentalnya down dan merasa tidak berguna, di sinilah istri perlu hadir untuk mensupportnya.

6. Utang dalam jumlah besar

Ujian selanjutnya adalah utang dalam jumlah besar. Baik utang suami maupun utang keluarga. Hal ini harus diantisipasi dengan mengubah gaya hidup menjadi hidup prihatin dan hidup sederhana.

Sumber: ummi-online.com

Begini Sebaiknya Istri Bersikap pada Pasang Surut Rezeki Suami

“Giliran dapat transferan, senyum ke suami selegit gulali, kopi manis pun tersaji, Abang Sayang jadi julukan”

“Saat tak ada amplopan, muka cemberut tersenyum kecut, kopi pahit terasa di mulut, Abang tiba tak dihiraukan”

Ada diantara istri yang berlaku demikian terhadap suaminya. Istri yang di saat suaminya memberi rezeki seperti yang ia harapkan, ia akan melayaninya dengan sepenuh hati dan menjalankan kewajibannya dengan paripurna. Tetapi di kala suami pulang dengan rezeki jauh dari bayangan, ia pun enggan memberikan hak suaminya bahkan berani mencelanya.

Lalu, bagaimana sebaiknya istri bersikap terhadap pasang surut rezeki suami?

1. Bersikap Qana’ah

Sikap qana’ah/merasa cukup menjadi benteng terdepan bagi istri, sehingga ia ikhlas menerima berapapun pemberian suaminya, banyak atau sedikit, lebih maupun kurang, tetap bersyukur atas rezeki dari Allah tersebut.

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash, Rasulullah bersabda : “Sungguh sangat beruntung orang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya dan Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan pemberian-Nya” (HR Ibnu Majah)

Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah bersabda : “Wahai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar karena aku melihat penghuni neraka terbanyak adalah (kaum) kalian.’ Kemudian diantara mereka ada seorang wanita bertanya, ‘Kenapa (kaum) kami menghuni sebagian besar neraka?’ Beliau menjawab, ‘Karena kalian sering melaknat dan mengingkari (kebaikan) suami’.” (HR Muslim)

2.Berprasangka baik pada suami

Mengedepankan sikap husnudzon/baik sangka. Jangan dulu berpikir buruk saat pemberian suami kurang dari biasanya. Siapa tahu dagangan hari itu sedang kurang laku, barangkali ia memakai uangnya untuk membeli sesuatu yang sangat perlu atau mungkin ia memberikan ke saudara yang perlu dibantu. Berbaiksangkalah, tidak perlu curiga dan tanyakan dengan hati-hati kalau memang ingin tahu alasannya.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS Al-Hujurat 12)

3.Sabar dan syukur

Hidup ini antara sabar dan syukur, separuhnya iman itu sabar, lalu separuhnya lagi adalah syukur (Imam Ghazali). Sabar dan syukur menjadi kunci utama bagi istri sehingga tak akan membedakan perlakuan terhadap suami, baik kurang atau lebih rezeki yang diberi.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrohim 7)

“Sungguh menakjubkan orang beriman, semua urusannya baik bagi dirinya. Dan itu tidak akan terjadi kecuali pada orang beriman. Apabila diberi sesuatu yang menyenangkan, ia akan bersyukur, dan apabila diberi musibah/sesuatu yang tidak menyenangkan, ia akan bersabar. Dan kedua-keduanya baik baginya” (HR Muslim)

4.Hargai perjuangan suami

Daripada meributkan rezeki hasil jerih payah suami, lebih baik apresiasi perjuangannya untuk mendapatkan rezeki itu. Bayangkan saat suami harus sabar berhadapan dengan atasan yang terlalu menekan, wajib hati-hati bekerja karena resiko pekerjaan yang rentan kecelakaan, mesti menembus kemacetan untuk pergi dan pulang, juga harus bersahabat dengan cuaca saat bekerja di lapangan. Jadilah istri yang tersenyum indah saat menyambut suami, ridha menerima pemberiannya, mendamaikan segala keluh kesahnya, mendoakan kelapangan rezekinya pun selalu bersyukur pada Allah atas segala nikmat-Nya.

Sumber: ummi-online.com

9 Kalimat Sederhana Ini Membuat Suami Selalu Cinta Istri

Perjalanan hidup kita setelah menikah akan senantiasa dilalui bersama pasangan (suami). Dan itu adalah waktu yang tidak pendek, melainkan sangat panjang. Pernikahan hanya butuh sehari namun setelahnya dibutuhkan waktu yang panjang untuk membuktikan komitmen dari kedua pihak.

Banyak hal yang akan terjadi dalam pernikahan, baik suka maupun duka dan untuk membangun hubungan pernikahan yang harmonis diperlukan fondasi yang kuat. Salah satunya adalah menjaga komunikasi yang positif dan hal ini seharusnya dibangun sejak dini. Kedua pihak berkewajiban menjaga komunikasi dengan pasangan agar selalu mesra dari hari ke hari.

Berikut ini adalah kalimat yang meskipun sederhana namun pada dasarnya selalu ingin didengar pasangan kita dan membuatnya semakin cinta:

1.Hati-hati, sayang…

Ucapkan hal itu saat suami akan pergi bekerja atau bepergian. Hal ini menunjukkan bahwa istri sangat peduli pada keselamatan suami.

2.Terima kasih, sayang…

Kalimat sederhana ini sangat penting dalam pernikahan. Ketika kita mengucapkan “Terima kasih, sayang” pasangan akan merasa menerima penghargaan dan dihargai dan akan membuat dia semakin bersemangat lagi untuk saling memberikan pelayanan terbaik dalam keluarga.

3.Ganteng banget hari ini…

Terkesan gombal? Jangan salah, laki-laki juga suka dengan pujian. Meski umur makin bertambah, rambut mulai memutih, tapi sebenarnya suami semakin matang dalam karir dan kepribadian. Maka, jangan biarkan dia merasa tak menarik lagi. Kalimat ini membuat suami tetap merasakan istri tak hilang kekaguman atas dirinya.

4.Mau dimasakkan apa nanti?

Urusan perut juga penting loh. Saat kita menanyakan hal ini, suami akan membayangkan makanan kesukaannya dan hal ini mengalirkan efek positif dalam pikirannya. Membayangkan masakan favorit menunggu di rumah akan membuat suami semangat untuk makan dirumah bersama keluarga.

5.Aku beruntung menjadi pendampingmu

Ingat, begitu banyak yang suami telah lakukan untuk istri dan anak-anaknya. Dari membetulkan kran yang bocor, mengganti lampu yang mati hingga mencari nafkah. Semua dilakukan untuk keluarganya. Kalimat ini menunjukkan syukur istri terhadap suami.

6.Apa yang bisa aku bantu, Sayang

Meskipun kalimat ini terdengar sederhana namun terkadang dalam pernikahan tidak sering diucapkan. Menjadi istri yang senantiasa siap untuk menolong ataupun menawarkan pertolongan akan menghadirkan suasana yang positif sehingga tercipta suasana saling peduli.

7.Kamu memang suami yang hebat

Hargai suami atas pencapaian prestasi yang diraih. Hal ini akan menumbukan semangatnya dalam menghasilkan yang terbaik setiap saat.

8.Kita pasti bisa lalui masalah ini bersama-sama

Disaat ada masalah, yakinkan suami bahwa istri akan senantiasa setia disampingnya dan siap untuk menjalani cobaan bersama-sama. Kalimat sederhana ini dapat menumbuhkan kembali harapan dan menumbuhkan kekuatan untuk terus melangkah dan mencari solusi bersama-sama.

9.Yuk, kita buat perencanaan berlibur yang menyenangkan

Siapa sih yang tidak suka berlibur? Membuat perencanaan berlibur bersama-sama tentu sangat menyenangkan. Suami dan istri bisa saling mengungkapkan keinginannya sehingga suasana senantiasa hangat.

Nah, sederhana bukan. Yuk mulai jalin komunikasi yang senantiasa positif kepada suami sehingga dia nyaman mendiskusikan kegagalan, dan ketidakmampuannya senyaman saat ia membicarakan kelebihan, kesuksesan, dan kemampuannya.

Sumber: ummi-online.com