Terlihat Seperti Anak-Anak, Kisah Pasangan Ini Viral di Sosial Media

Tidak dipungkiri bahwa saat ini banyak anak-anak di usia yang masih sangat belia menjalin hubungan asmara yang kadang bikin orangtua miris. Tak sedikit anak muda yang memiliki gaya berpacaran kelewat batas dan mesra banget layaknya pasangan suami istri. Beberapa anak muda bahkan memilih menikah muda meski usia mereka belum mencukupi.

Melihat kelakuan anak-anak ini, hati orangtua mana yang tak miris dan khawatir. Ini juga yang nampaknya dirasakan oleh petugas Kantor Catatan Sipil ini ketika melihat sepasang kekasih yang terlihat seperti anak-anak namun ingin menikah.

Dilansir dari laman viral4real.com, pasangan yang tidak disebutkan namanya ini hampir saja ditolak petugas Kantor Catatan Sipil ketika mengajukan berkas untuk kelengkapan pernikahan mereka. Pasangan ini dinilai belum cukup umur untuk menikah. Namun, setelah dilihat identitasnya secara detail, pasangan ini telah cukup umur untuk menikah.

Sang pria telah berusia 22 tahun sementara sang wanita berusia 20 tahun. Walau wajah dan bentuk tubuh mereka seperti anak-anak, pasangan ini sebenarnya seseorang yang telah dewasa. Dari kabar yang ada, kondisi seperti anak-anak dialami keduanya karena mereka menderita kondisi langka yang disebut dwarfisme.

Dwarfisme merupakan gangguan metabolisme dan hormonal sehingga tubuh tak bisa tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Tinggi badan keduanya tak lebih dari 150 meter. Berat badan mereka pun seperti anak-anak. Juga, untuk bentuk wajah dan kulit keduanya terlihat tak beda jauh dari anak-anak.

Beberapa laporan yang ada menyebutkan bahwa keduanya bertemu di sebuah acara TV. Dari pertemuan inilah, keduanya saling jatuh cinta dan memantapkan hati untuk membina rumah tangga bersama.

Sumber: vemale.com

Inilah Akibat Suami Batalkan Janji Temani Istri Belanja. Ujungnya Tragis !!!

Ini pesan untuk para suami. Luangkan waktu sibukmu dengan sesekali menemani istri berbelanja. Meski terlihat sepele, para istri akan sangat bahagia jika kamu menerima mereka.

Jangan sampai pengalaman tragis yang dialami wanita ini menimpa rumah tangga kamu.

Seorang wanita di India dilaporkan nekat bunuh diri setelah suaminya tidak bisa menemaninya berbelanja.

Kejadian mengejutkan terjadi setelah Deepak Dwivedi mengatakan kepada istrinya bahwa dia tidak bisa menemani keluar sampai hari Minggu karena sibuk di kantor.

Deepak sendiri bekerja sebagai pegawai di departemen pendidikan. Dia memberi tahu istrinya, Deepika, bahwa rencana belanja ditunda di hari lain saja.

Wanita 23 tahun itu pun menjadi sangat marah. Dia kemudian mengunci dirinya di dalam kamar di rumah mereka di Lucknow, Uttar Pradesh.

Deepak terpaksa menghabiskan malam itu di ruang tamu setelah pulang dari tempat kerja. Karena pintu kamar dikunci dari dalam oleh istrinya.

Namun, ketika Deepak mencoba membuka pintu, kamar tetap dalam kondisi terkunci.

Deepak kemudian menghancurkan pintu kamar dan mendapati istrinya telah meninggal dunia dengan bunuh diri.

” Sepupu Deepika akan menikah bulan depan sehingga dia ingin berbelanja untuk pernikahan tersebut,” kata Deepak kepada Harian Bhaskar.

Rupanya Deepika mengajak suaminya belanja untuk keperluan pernikahan sepupunya. Namun karena sibuk bekerja, Deepak menjadi lelah dan tidak bisa mengantar istrinya belanja.

Deepak menikahi istrinya itu setahun yang lalu dan tinggal bersama dengan orang tuanya.

Sumber: dream.co.id

SEORANG ISTRI GEREBEK SUAMI YANG KUMPUL KEBO DENGAN PELAKOR, FAKTA SOAL SI PRIA BIKIN NGELUS DADA

Pelakor bukanlah hal yang tabu lagi di kalangan masyarakat saat ini. Cap sebagai perebut suami orang dan perusak rumah tangga sudah melekat dengan sosok pelakor. Kini hal tersebut terjadi lagi dan kali ini di Denpasar, Bali. Seorang istri melaporkan suaminya dan menggerebek tempat kos yang digunakan untuk kumpul kebo bareng wanita lain.

Dilansir dari tribunnews, seorang wanita berinisial IL melaporkan sang suami ke Polsek Denpasar Barat sekitar pukul 02.30 WITA. Ia melaporkan suaminya yang memiliki hubungan terlarang dengan wanita lain. Satu jam kemudian setelah pelaporan itu, pihak kepolisian beserta IL pun langsung mendatangi tempat kos suaminya di Jalan Pulau Salawati 1X, Denpasar Barat, Denpasar, Bali. Saat digerebek suami IL (EYF) dan selingkuhannya (RDS) sedang tidur terlelap.

Setelah digerebek pasangan terlarang ini pun langsung digiring ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan. Dan dari interograsi yang sudah dilakukan diketahui jika si pelakor sedang hamil 15 minggu. Baik EYF maupun RDS mengaku jika mereka sudah menjalin hubungan selama kurang lebih 4 bulan lamanya.

EYF mengaku dirinya mengenal RDS karena pernah sama-sama bekerja sebagai sales HP. Parahnya, dari pengakuan IL sang istri sah, ini bukan pertama kalinya suaminya selingkuh. Ternyata EYF sudah selingkuh selama 3 kali. IL mengaku jika dirinya sudah melaporkan semuanya pada mertua dan orangtuanya, dan mereka menyerahkan semua keputusan pada IL dan pihak berwajib.

Dari penggerebekan itu beberapa barang bukti pun ikut diamankan, yakni seprai, handuk mandi, dan kain sarung. Dan untuk selanjutnya pihak kepolisian akan mengembangkan kasus ini lebih dalam lagi.

Sumber: blogshah.com

3 Ciri Wanita yang Mendatangkan Keberkahan dalam Rumah Tangga Menurut Rasulullah

Rumah tangga yang dinahkodai suami yang shalih dan istri yang shalihah akan menjadikan rumah tangga itu berkah. Adapun ciri khusus wanita yang mendatangkan berkah dalam keluarga rumah tangga, dan membawa rezeki untuk suaminya.

Berkah, itulah karunia Allah ‘Azza wa Jalla yang banyak dicari manusia. Setiap manusia tentunya mengharapkan keberkahan dalam hidup, termasuk dalam membangun keluarga.

Salah satunya adalah memiliki pendamping (istri) yang shalihah, itulah salah satu cara mendapatkan keberkahan dalam hidup.

Nah, lalu seperti apa wanita (istri) yang dapat mendatangkan keberkahan?

Berkaitan dengan hal itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara tanda keberkahan seorang wanita adalah mudah pinangnya, mudah maharnya, dan mudah rahimnya untuk melahirkan.” (HR. Hakim).

Hadits di atas menyebutkan tiga ciri wanita (istri) yang membawa keberkahan yang antara lain:

Pertama, wanita yang mudah dipinang. Seorang wanita hendaknya memberikan kemudahan bagi seorang laki-laki shalih yang hendak meminangnya.

Sebab, wanita yang membawa keberkahan adalah wanita yang mudah ketika dipinang. Bukan yang meminta setumpuk persyaratan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di antara tanda keberkahan istri adalah mudah meminangnya”(HR. Ahmad).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang wanita menolak pinangan seorang pria saleh.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian untuk meminang wanita kalian (anak), maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita (anak) kalian. Jika kalian tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi).

Kedua, wanita yang mudah maharnya. Seorang wanita yang salehah itu tidak akan menyusahkan calon suaminya dalam urusan mahar, itulah wanita yang membawa berkah.

Dalam hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Wanita yang paling besar keberkahannya adalah yang paling besar keberkahannya adalah yang paling mudah maharnya.” (HR. Hakim).

Sebaliknya, seorang pria yang baik tidak akan pelit dalam memberikan mahar kepada calon istrinya.

Dari Abu Salamah bin Abdurrahman, ia mengatakan: “Aku bertanya kepada ‘Aisyah, bagaimana mahar para istri Nabi? Ia menjawab, ‘Mahar beliau untuk istri-istrinya ialah 12 uqiyah (yakni berupa perak), dan nasy. ‘Tahukah engkau apakah nasy itu’ Aku menjawab, ‘Tidak.’ Ia mengatakan, ‘Setengah uqiyah, (sehingga berjumlah 12,5 uqiyah) yaitu 500 dirham. Itulah mahar Rasulullah untuk istri-istrinya’”. (HR. Muslim).

Ketiga, mudah melahirkan. Seorang wanita hendaknya tidak menunda-nunda kehamilan dengan alasan duniawi.

Sebab memiliki anak yang shalih itu akan mengundang keberkahan dalam kehidupan rumah tangga.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara keberkahan seseorang wanita adalah cepat pernikahannya dan cepat rahimnya melahirkan anak.” (HR. Baihaki).

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Nikahilah wanita yang penyayang dan banyak anak. Karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian (sebagai umatku).” (HR. Nasa`i dan Abu Dawud).

Semoga kita termasuk wanita (istri) yang demikian. Aamiin

Sumber: wajibbaca.com

Beruntunglah Jika Kamu Memiliki Pasangan Pencemburu, Ini Alasannya

Siapa sih yang nggak kesal kalau suami atau istri kita pencemburu? Lagi teleponan 5 menit, dikepoinnya bisa 30 menit. Pulang kantor telat 5 menit, diselidikinya udah kayak detektif, seolah-olah privasi tak lagi bisa dimiliki.

Memiliki pasangan pencemburu terkadang memang dinilai negatif. Seakan-akan tak ada lagi rasa percaya. Padahal, salah satu hal yang tidak menyenangkan di dunia adalah tidak dipercaya orang lain, terlebih oleh suami atau istri sendiri.

Cemburu Itu Wajar
Namun tak perlu terlalu khawatir, asal rasa cemburu masih dalam tahap wajar, tak berlebihan, tak merusak dan lebay, cemburu malah akan menjadi bumbu yang nikmat dalam sebuah rumah tangga.

Adanya rasa cemburu sejatinya merupakan ekspresi negatif, disebabkan adanya kemungkinan putusnya sebuah hubungan yang sangat berharga. Ekspresi ini bisa muncul karena kehadiran pesaing yang benar-benar ada, hingga pesaing yang masih dalam imajinasi.

Atas dasar teori tersebut, cemburu menjadi penanda bahwa seseorang takut kehilangan sosok yang dicintai dan disayanginya. Oleh karena itu bisa ditarik kesimpulan, jika tidak ada rasa cemburu, berarti tidak ada rasa takut kehilangan, dengan kata lain juga tak ada rasa cinta.

Seorang suami yang tak memiliki rasa cemburu kepada istrinya, oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassalam disebut Ad-dayyuts. Beberapa contoh sikap Ad-dayyuts:

Membiarkan begitu saja ketika istri atau anak perempuannya bertemu dengan para lelaki
Mengizinkan anak perempuan atau istrinya mengendarai mobil sendirian bersama laki-laki bukan mahram, misalnya dengan sopir
Membiarkan anak perempuan atau istrinya chatting, teleponan dengan laki-laki yang bukan mahram dan saling berbincang hangat, bahkan sampai merayu dan dirayu
Merelakan istri atau anak perempuannya keluar rumah tanpa menggunakan hijab syar’i, sehingga bisa dipandang dengan bebas oleh orang-orang yang melewatinya.
Para suami yang memiliki sikap dan sifat Ad-Dayyuts ini tidak akan dilihat Allah di hari kiamat. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam dalam sabdanya,

“Tiga orang yang Allah tidak melihat mereka pada hari kiamat, (yaitu) orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai lelaki dan ad-dayyûts” (HR an-Nasâ`i).

Nah, setelah membaca artikel ini, tentu kita semakin paham bahwa kecemburuan terhadap suami atau istri merupakan anjuran, namun hendaknya dilakukan dalam batas yang wajar dan membangun, bukan merusak.

Artikel Asli

Renungan. Wahai Sang Istri, Suamimu Bukanlah Malaikat…

Sadarilah pula wahai para istri yang shalihah.. bahwa suami kita bukanlah malaikat, dan tidak akan pernah berubah menjadi malaikat.

Kalau kita menyadari akan hal ini, persiapkanlah diri kita untuk menerima kesalahan dan kekeliruan suami kita, serta berusaha untuk tidak mempermasalahkannya.

Karena berbuat salah sudah menjadi tabiat manusia. Kita bisa mengambil sikap bijak untuk menanggulangi kesalahan-kesalahan tersebut. Bukan dengan mengikuti kesalahan-kesalahan suami, tetapi bisa melalui dua hal.

Pertama, Menasehati suami dengan cara yang baik apabila terbukti jelas ia berbuat kesalahan dalam kehidupan rumah tangga.

Kedua, tidak mencela dan mencemoohnya bila ia berulang kali melakukan kesalahan yang sulit dihindari tabiatnya, dan ini pasti ada dalam kehidupan berumah tangga, akan tetapi bantulah dia untuk memperaiki diri dan meninggalkan kesalahan tersebut. Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman,

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisaa’: 19)

Bersyukurlah akan anugerah dari Allah kepada kita berupa sang suami. Duhai para istri, marilah kita sadari bahwasanya suami yang Allah anugerahkan kepada kita adalah sebuah nikmat yang besar.

Perhatikanlah di sekeliling kita! Betapa banyak para wanita yang mendambakan kehadiran seorang suami, tapi belum juga mendapatkannya.

Dan betapa banyak pula wanita-wanita yang terpisah jauh dari suaminya, bahkan betapa banyak pula wanita-wanita yang kehilangan suaminya. Bersyukurlah duhai para istri shalihah. Janganlah sampai kita tergolong ke dalam firman Allah berikut ini.

“Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur (berterima kasih).” (Qs. Saba’:13)

Perhatikan hak-hak suami dan peranan masing-masing istri dan suami. Ingatlah pula bahwasanya suami adalah nahkoda bagi rumah tangga kita. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman,

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”. (QS. An-Nisaa’ 34)

Ya, suami adalah pemimpin rumah tangga kita. Maka dari itu, kita (suami dan istri) harus saling memahami peran masing-masing di dalam rumah tangga. Taatilah suami kita dengan baik selama bukan ketaatan dalam perbuatan maksiat.

Karena taat kepada suami merupakan salah satu kewajiban kita sebagai istri. Dengan begitu, kita bisa merebut hati suami kita dan kita pun akan mendapatkan ganjaran dari Allah berupa surganya yang indah. Perhatikanlah hadits berikut ini,

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, ‘Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka’.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dan jagalah hak-hak suami kita. Sadarilah besarnya hak suami atas diri kita. Ingatlah, sejak kita menikah, maka sang suamilah yang paling berhak atas diri kita. Sampai-sampai Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Seandainya aku boleh menyuruh seseorang sujud kepada orang lain, maka aku akan menyuruh seorang wanita sujud kepada suaminya.” (Hadits shahih riwayat At-Tirmidzi, di shahihkan oleh Al-Albani dalam Irwaa’ul Ghalil (VII/54).

Bersyukurlah Terhadap Pemberian Suami
“Dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya, ‘Mengapa (demikian) wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam?’ Beliau shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, ‘Karena kekufuran mereka.’ Kemudian ditanya lagi, ‘Apakah mereka kufur kepada Allah?’ Beliau menjawab, ‘Mereka kufur terhadap suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari, no. 105 2 , dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma)

Jangan selalu melihat kekurangan suami. Apabila kita menemukan adanya kekurangan pada diri suami kita, sadarilah bahwasanya kita pun mempunyai banyak kekurangan. Berusahalah untuk saling menutupi kekurangan-kekurangan yang ada.

Dan bersyukur pulalah atas pemberian suami. Jangan sekali-kali istri meremehkan atau tidak suka kepada suaminya hanya karena uang yang diberikan suaminya terlalu kecil menurut pandangannya, padahal sang suami telah bekerja keras.

Ingatlah kepada Allah apabila keinginan hendak meremehkan itu muncul. Bagaimana mungkin seorang istri meremehkan setiap tetes keringat suaminya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah menganggapnya mulia?

Apapun pekerjaannya dan berapa pun penghasilannya, bukanlah masalah besar asalkan halal dan mampu dilakukan secara berkelanjutan. Bersyukurlah dan bersabarlah wahai para istri shalihah.

Bukankah masih banyak orang-orang yang keadaannya jauh di bawah kita? Ingatlah akan sabda Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

“Pandanglah orang yang berada di bawah kalian (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah kalian memandang orang yang berada di atas kalian. Karena yang demikian itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kalian.” (HR Muslim, no. 2963)

Bersyukurlah Dengan Kebaikan-kebaikan Suami yang Ada
Karena istri yang tidak bersyukur akan kebaikan suami adalah istri yang tidak bersyukur kepada Allah subhaanahu wa ta’alaa. Sebagaimana sabda Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

“Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia dia tidak bersyukur kepada Allah”. (Hadits riwayat Abu Daud dan di shahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud [4811]).

Berusahalah Untuk Menjadi Istri yang Shalihah
Istri shalihah, yaitu istri yang baik akidahnya, amal ibadahnya dan baik pula akhlaknya. Bagi seorang suami, istri shalihah tak sekedar istri.

Ia adalah teman di setiap langkah kehidupan, pengingat di kala lalai, penuntun di saat tersesat, dan ia adalah ustaadzah bagi rumah tangganya. Sungguh, tiada kebahagiaan di dunia yang lebih indah daripada bersanding dengan istri shalihah.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

Menjadi istri shalihah adalah sebuah kemungkinan yang dapat diraih dengan keihklasan dan bersungguh-sungguh dengan penuh ketulusan. Pelajarilah bagaimana wanita terdahulu mampu meraihnya.

Contohlah mereka dan lakukan dalam rumah tangga kita. Jika sudah demikian, bersabarlah untuk memetik hasilnya. Kita sadari bahwasanya:

Kita bukanlah Hajar, yang begitu taat dalam ketakwaan
Kita bukanlah Asiyah, yang begitu sempurna dalam kesabaran
Kita bukanlah Khadijah, yang menjadi teladan dalam kesetiaan
Kita bukanlah ‘Aisyah, yang menjadikan indah seisi dunia
Tetapi kita, hanyalah seorang istri yang berusaha meraih predikat “Shalihah”.

Artikel Asli

Penghasilan Istri Lebih Tinggi Dari Suami? Begini Cara Tepat Mengatasinya, Tanpa Konflik…

Seorang suami sudah sewajibnya memberi nafkah pada keluarganya. Itulah mengapa kebanyakan para suami memiliki karir yang tinggi, dan lebih tinggi dari istrinya. Namun sekarang, mulai banyak bermunculan istri-istri yang meniti karirnya juga di berbagai bidang, istilahnya wanita karir.

Hal ini tak masalah karena pendapatan keluarga dapat bertambah dengan istri bekerja. Tapi, bagaimana jika penghasilan istri lebih tinggi dari suami?Inilah cara mengatasi jika istri memiliki gaji lebih tinggi dari suami:

Menempa Diri Dengan Skill Baru
Kalau kamu memiliki skill yang unik, asah saja dan jadikan itu sebagai ladang penghasilan. Misalnya kamu bisa jadi pembawa acara, asah kemampuanmu itu.

Jika kamu sudah terkenal, kamu akan mendapat panggilan jobmembawakan suatu acara, maka kamu bisa mendapat penghasilan tambahan.

Ubah Penampilan
Meskipun gaji lebih rendah dari istri, jangan asal-asalan juga dalam berpenampilan. Ubahlah penampilanmu menjadi lebih rapi, karena istri akan senang jika suaminya rapi. Dengan begini tidak akan terlihat gaji siapa yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Jangan Berpuas Diri dengan Karir sekarang, Cobalah menjadi Freelancer
Jika kamu sudah bekerja dan menginginkan penghasilan tambahan, menjadi freelancer atau pekerja sampingan adalah pilihan yang tepat. Kamu bisa mendapatkan pendapatan tambahan dari pekerjaanmu ini.

Jalin Relasi yang Baik
Istri akan bangga jika suami memiliki rekan yang baik. Berbaik hatilah dengan mereka, karena siapa tahu mereka akan mengajakmu berbisnis. Relasi baik juga akan menguntungkanmu.

Jika Semua Usaha telah Dilakukan dan belum Berhasil, Tetaplah Mencoba dan Berdo’a
Jika kamu telah melakukan semua usaha tapi belum mendapatkan hasil, ikhlaskan saja dengan tetap berusaha dan berdo’alah supaya Allah Ta’ala memberikan jalan.

Jadi, jangan minder dengan istri yang gajinya lebih tinggi daripada suami. Justru berterimakasihlah padanya dan ini menjadi pemacu semangat kita dalam mencari penghasilan yang lebih tinggi lagi. Dan untuk istri, tetaplah hormat pada suamimu meskipun gajinya lebih rendah.

Artikel Asli

4 Tips Ini Harus Anda Lakukan Jika Gugup Pada Malam Pertama

SESEORANG yang sudah mampu secara lahir dan batin, Allah SWT menganjurkannya untuk melangsungkan pernikahan. Ini dilakukan untuk mencegah maraknya penyimpangan yang terjadi. Misalnya, pelampiasan hasrat seksual pada orang yang belum memiliki status resmi dengannya.

Jika seseorang telah melangsungkan pernikahan, maka percayalah rahmat Allah SWT selalu menyertai kita. Hanya saja, bagi seseorang yang baru pertama kali bersatu dengan lawan jenis dalam satu ruangan yang sama, pasti merasakan getaran yang berbeda. Rasa gugup dan perasaan hati yang tak karuan menyelimutinya. Apalagi di saat malam pertama. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

1. Gunakanlah Baju Spesial
Ketika malam pertama, jangan kita gunakan baju yang biasa-biasa saja. Gunakanlah baju yang bisa menarik simpati pasangan kita. Kenakan baju itu dengan penuh percaya diri. Jangan hiraukan pikiran-pikiran yang merasa diri kita memiliki kekurangan. Sebab, cinta bisa mengubah seseorang yang menurut orang lain biasa, menjadi terasa indah di matanya.

2. Jalin Komunikasi
Komunikasi perlu dijalin untuk menjalin kesepahaman Anda dengan pasangan. Anda bisa mengutarakan perasaan gugup yang sedang alami kepada pasangan Anda. Dengan begitu, ia akan memahami kondisi Anda dan mulai mensiasati dengan caranya sendiri. Dan seiring berjalannya waktu, maka Anda pun akan terbiasa dengan pasangan Anda.

3. Relaksasi
Malam pertama bisa jadi sangat menegangkan bagi sebagian orang. Tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan secara perlahan dari mulut agar lebih rileks.

4. Hilangkan Perasaan Takut pada Pasangan
Bagi seorang perempuan, dalam mengawali hubungan biasanya begitu menyakitkan. Sebab, saat penetrasi, selaput dara perempuan sobek. Maka, perlu dilakukan foreplay sebelum melakukan hubungan. Apakah itu? Foreplay berarti pemanasan yang memadai. Dan biasanya perempuan menyukai hal ini sebelum berhubungan.

Artikel Asli

Sikap Romantis Rasulullah Dengan Istrinya yang Perlu di Teladani Pasangan Suami-Istri

Rasulullah SAW. sangat memperhatikan kualitas hubungan dengan istri-istrinya. Rasulullah SAW. senantiasa berusaha untuk bersikap mesra terhadap istrinya, diantaranya adalah:

1. Mandi Bersama

Mandi bersama akan menghadirkan kemesraan dan kenikmatan yang lebih. Setelah berjima’, ditutup dengan mandi bersama, saling mengusapkan sabun dan menyiramkan air. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Baginda Nabi.

Diriwayatkan bahwa Aisyah r.a. berkata, “Pernah aku mandi bersama Rasulullah. Kami menggunakan satu bejana. Bejana ini berada diantara aku dan beliau.

Tangan kami saling berebut masuk ke dalam bejana. Beliau berhasil mendahuluiku, sampai-sampai aku berkata, “Tolong sisakan untukku!Tolong sisakan untukku!” Aisyah mengungkapkan bahwa saat itu mereka berdua sedang junub. (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Awanah)

2. Disisir Istri

Dari Aisyah r.a. berkata, “Saya biasa menyisir rambut Rasulullah SAW., saat itu saya sedang haid.” (HR. Ahmad)

Rasulullah SAW. bisa membungkus hal sepele, menjadi sesuatu yang berkesan untuk pasangannya. Menyisir rambut, pekerjaan yang biasa tidak ada keistimewaannya.

Namun ketika dibungkus dengan kemesraan, akan menjadi hal yang sangat istimewa. Rasulullah SAW. bisa menyisir rambutnya sendiri, demi menciptakan kemesraan, maka beliau minta disisirkan oleh istrinya. Kita pun bisa melakukannya, bukan?

3. Meminta Istri Meminyaki Badannya

Rasulullah SAW. sangat piawai menjadikan hal yang sepele menjadi berkesan dan menjadi bumbu penyedap pernikahannya. Interaksi sehari-hari dengan istrinya senantiasa dibuat istimewa, sehingga semua istrinya merasa yang paling istimewa.

Seringkali Rasulullah SAW. meminta istrinya untuk mengoleskan minyak di badannya. Tentunya Rasulullah bisa melakukannya sendiri, sengaja meminta istrinya yang mengolesi, agar tercipta kemesraan dan bertambahnya rasa cinta dan kasih.

Aisyah r.a. berkata,”Saya meminyaki badan Rasulullah SAW. pada hari raya Idul Adha, setelah beliau melakukan jumrah aqabah.” (HR. Ibnu Asakir)

4. Minum Bergantian Pada Tempat yang Sama

Di sebagian daerah, tabu istri minum pada gelas yang sama dengan suaminya. Biasanya ada gelas khusus untuk suami yang tidak boleh dipakai oleh siapa pun. Namun ternyata, Rasulullah SAW. punya sikap yang berbeda, beliau justru minum dari gelas (muk) yang sama.

Aisyah r.a. berkata, “Saya biasa minum dari muk yang sama ketika haidh, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakan mulutnya di tempat saya meletakan mulut saya, lalu beliau minum. Kemudian saya mengambil muk, lalu saya menghirup isinya. Kemudian beliau mengambilnya dari saya, lalu beliau meletakan mulutnya pada tempat yang saya meletakan mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya.” (HR. Abdurrazaq dan Sa’id Musyar)

Apa yang dilakukan Rasulullah SAW. adalah bentuk romantisme dengan istrinya. Hal kecil, jika dibungkus dengan cinta dan romantisme dapat memelihara cinta agar senantiasa bertabur bunga.

5. Membelai Istri

Kasih sayang terhadap pasangan bisa ditunjukkan dengan belaian dan usapan lembut. Akan terasa ada getaran hebat yang menjalari seluruh tubuh, hati pun terasa nyaman dan damai.

Kontak langsung dengan pasangan mengandung energi positif untuk mengikat dua hati. Rasulullah SAW memberikan keteladanan kepada kita tentang hal ini.

Dari Aisyah r.a. “Adalah Rasulullah SAW. tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang giliri waktunya. Lalu beliau bermalam di tempatnya.” (HR. Ahmad)

6. Mencium Istri

Wujud kasih sayang yang lain adalah ciuman. Jika dilakukan dengan penuh perasaan maka akan menambah rasa cinta yang bersemayam dalam hati. Rasulullah SAW. sangat memperhatikan akan hal ini.

Dari Aisyah r.a. “Bahwa Nabi SAW. biasa mencium istrinya setelah wudhu.” (HR. Abdurrazaq)

Dari Hafshah, putri Umar r.a., “Sesungguhnya Rasulullah biasa mencium istrinya sekalipun sedang puasa.” (HR. Ahmad)

7. Tiduran di Pangkuan Istri

Rasulullah SAW. dengan akhlaknya yang agung, begitu memperhatikan kualitas hubungan dengan istri-istrinya.

Di tengah kesibukannya berdakwah dan menanggung tanggung jawab sebagai Rasul, beliau memanfaatkan waktu bersama dengan istrinya. Sehingga waktu yang terbatas tidak menjadi masalah dalam hubungan mereka.

Aisyah r.a. berkata, ”Nabi SAW. biasa meletakan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca Al Quran.” (HR Abdurrazaq)

8. Memanggil Dengan Kata-kata Mesra

Panggilan mesra terhadap pasangan akan menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Rasa cinta dan sayang yang diekspresikan dengan kata-kata akan jauh lebih bermakna dan menghujam dalam dada.

Rasulullah SAW. sangat memahami betul akan hal itu, maka beliau pun memiliki panggilan mesra untuk istrinya. Rasulullah biasa memanggil Aisyah dengan panggilan yang disukainya, seperti Aisy dan humaira (yang kemerah-merahan pipinya)

9. Mendinginkan Kemarahan Istri Dengan Mesra

Setiap orang pasti pernah dihinggapi dengan perasaan marah. Ketika sedang marah maka emosi tidak terkontrol. Rasulullah berlaku bijak ketika istrinya sedang marah, beliau berusaha mendinginkannya dengan cara yang sangat mesra.

Rasulullah SAW. memijit hidung Aisyah jika ia marah sambil berkata,

“Wahai Uwaisy, bacalah doa, wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkan kekerasan hatiku dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni)

Artikel Asli

 

Orangtuanya Telah Menikah Selama 22 Tahun, Cewek Ini Kaget Temukan Surat Lama, Ternyata…

Pasangan ini jadi viral usai kisah cintanya diunggah di media sosial.

Setiap orang tentu memiliki kisah cinta saat remaja.

Beberapa orang beruntung karena kisah cintanya bertahan selamanya.

Tapi, tak sedikit dari kisah cinta remaja yang harus kandas.

Seperti yang dialami oleh pasangan asal Filipina ini.

Kisah mereka viral usai dibagikan oleh Bianca Tañega‏ melalui akun Twitter-nya, @biancaTANEGA.

Bianca lahir dari pasangan Bernard Tañega dan Rica Rojas.

Bernard dan Rica sudah menikah selama 22 tahun dan dikaruniai 3 anak.

Awalnya, Bianca mengira pernikahan orang tuanya biasa-biasa.

Tapi, suatu hari, neneknya menemukan sebuah sertifikat tak terduga.

Sertifikat yang dibuat tahun 1989 ini mengungkap masa lalu kedua orang tuanya.

Pasangan Bernard dan Rica adalah teman semasa sekolah.

Keduanya sudah bersama sejak sekolah dasar.

Meskipun begitu, keduanya kenal ketika duduk di kelas 7 pada tahun 1985, melansir When In Manila.

Tapi, keduanya melanjutkan sekolah menengah atas ke dua tempat yang berbeda.

Rica bersekolah di Assumption College San Lorenzo di San Lorenzo, Makati, Filipina.

Sedangkan, Bernard bersekolah di tempat yang berbeda.

Namun, keduanya tetap saling menjalin komunikasi.

Bernard Tañega dan Rica Rojas berpacaran saat muda (Bianca Tañega via When In Manila)

Pada saat duduk di kelas 2, Bernand mulai jatuh cinta pada Rica.

Akhirnya, mereka menjadi pasangan kekasih saat duduk di kelas 3 SMA, tepatnya tanggal 17 Desember 1988.

Pada tahun 1989, keduanya ‘menikah’ di sebuah stan festival AC Fair 1989.

Setelah lulus, keduanya berkuliah di tampat yang sama.

Sayangnya, hubungan asmara mereka hanya bertahan sampai tahun ketiga kuliah.

Mereka pun berpisah dan tak bertemu lagi.

Meskipun begitu, Bernard masih menelepon Rica untuk mengucapkan selamat ulang tahun dan selamat Natal.

Ketika lulus kuliah, Bernard dan Rica juga bekerja di tempat yang berbeda.

Tapi, siapa sangka, setelah berpisah 3,5 tahun, mantan pasangan kekasih ini bertemu lagi pada Juli 1994.

Bernard Tañega dan Rica Rojas menikah (Bianca Tañega via When In Manila)
Tak sampai di situ saja, keduanya kembali bersama sejak September.

Bernard meminta Rica untuk menikahinya setiap hari.

Pada Januari 1995, Bernard secara resmi melamarnya.

Setahun kemudian, tepat pada hari jadi mereka dulu saat sekolah, 17 Desember, keduanya menikah.


Bernard Tañega dan Rica Rojas sudah menikah selama 22 tahun (Bianca Tañega via When In Manila)

Melalui unggahannya, Bianca mengaku kaget mengetahui fakta bahwa orang tuanya sempat ‘menikah’ sebelum menikah resmi pada tahun 1995.

Kedua orang tua Bianca menikah dengan cinta pertama mereka.

“Di stan pernikahan, mereka memberikan sebuah sertifikat pada pengantin.

Ternyata, ayahku terus menyimpannya selama ini,” ungkap Bianca pada When In Manila.

“AC Fair 1989: Sertifikat pernikahan stan pernikahan. Ternyata orang tuaku menikah bahkan sebelum mereka menikah HAHA,” tulisnya di caption.

Sertifikat tersebut ditemukan saat neneknya sedang membersihkan ruangan ayahnya.

Bianca menganggap kisah orang tuanya lah yang membuat ia dan saudaranya tak memandang cinta dengan sinis.

“Kami tumbuh melihat bahwa cinta seperti mereka itu mungkin terjadi,” ungkapnya.

Artikel Asli