Padahal Begini Pedihnya Hukum Islam Bagi Pelakor, Tapi Kok Makin Banyak

Kasus rumah tangga yang seharusnya jadi konsumsi pribadi, sekarang begitu viral karena tak butuh waktu lama buat orang-orang di media sosial menyebarkan…

Seperti yang masih hangat kasih D, NN, dan OO. NN dituduh merebut D dari OO.

Berita selengkapnya bisa anda baca di KASUS D, OO, dan NN.

Lantas bagaimana islam memandang mengenai pelakor dan bagaimana hukumnya?

Mengutip islampos.com, begini islam pandangan islam mengenai pelakor.

Syariat Islam melarang siapa saja dari mengganggu hubungan harmonis suami-istri. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Barang siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya, maka dia bukan bagian dari kami.” (HR. Imam Ahmad).

Dalam Ensiklopedi Fiqh disebutkan, maksud merusak hubungan tersebut yakni menjadi sebab perceraian antara wanita dan suaminya, baik secara langsung mempengaruhi agar bercerai, ataupun cara lain yang tak langsung menyebabkan perceraian.

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda, “Bukan bagian dari kami, orang yang melakukan tahbib terhadap seorang wanita, sehingga dia melawan suaminya.” (HR. Abu Dawud).

Tahbib adalah perbuatan mempengaruhi wanita agar hatinya berpaling dari sang suami. Jadi, sekedar mempengaruhi saja itu sudah dikatakan sebagai tahbib, apalagi merebut. Dosa tahbib ini berlaku bagi perebut wanita atau istri orang.

Bahkan Rasulullah berlepas diri dari para ‘penggoda’ pasangan orang lain ini dengan menyebut mereka bukan bagian dari umat beliau shallallahu ‘alaihi wasallah.

Demikianlah pandangan Islam terhadap seorang pelakor. Mereka tidak dianggap sebagai umat Rasulullah.

Dan anda pasti tahu, konsekuensinya, hanya umat Rasulullah yang akan mendapatkan hak surga Allah….

Selain itu, InsyaAllah kekal di neraka. Naudzubillah…

Dan semoga tak ada lagi pelakor berkeliaran dan juga dihimbau agar setiap pasangan selalu menjaga rumah tangganya. Jangan sampai rusak akibat ada pihak ke 3…

Sumber: wajibbaca.com

Pelakor Disawer Uang Viral “Kenapa sih pelakor selalu jelek di banding istri sah?” ini Alasannya

Pelakor kok lebih jelek dari isri sah?

Mungkin bosen kali ya sama yang cantik!!

Setelah viralnya video pelakor dihujani uang dari istri sah, beredar pula perbandingan wajah dari pelakor dan istri sah, yang membuat kebanyakan netizen heran, kenapa pelakornya lebih jelek ketimbang istri sah, ternyata kenapa bisa selingkuh dengan yang lebih jelek KARENA INI ALASANNYA

Kisah pelakor yang sedang marak beredar ini memang menarik perhatian.

Semalam (19/2/2018) beredar video istri sah hujani pelakor dengan uang ratusan ribu.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook Ovie Ovie.

Sayangnya, postingan tersebut sudah dihapus oleh pemilik akun tersebut.

Saking jengkelnya pada si pelakor, istri sah itu sampai menghujaninya dengan ratusan lembar uang Rp 100 ribu.

“Perkenalkan.. inilah pelakor .. namanya mbk Nylla Nylala.. siapa yg kenal hayoo?

Inilah l**the yg sudah meminta uang untuk bikin rumah.. sangat tidak beradab.. hati2 lur sama bocah iki.. . Pengen sugih instan dengan nggaet bojoku ..

ALLAH masih sayang sayaa.. jebul sing dianggeb konco apik ternyta nyeleding.. ngakune masih dapet 50 jt dri suamiku..

NGAKUNE lho.. ni lho tak tambahi duit mbok ngge gawe omah nil nila L**TE PELAKOR PELAC*R,” tulisnya dalam keterangan video.

Setelah beredar video ini kisah antara Ovie atau kini dikenal dengan bu Dendy dengan pelakor atau Nyla.

Kisah antara keduanya makin terkuak, mereka ternyata awalnya merupakan sahabat dekat.

Bahkan banyak beredar video atau foto kedekatan keduanya di sosial media.

Salah satunya akun Instagram yang menunggah foto keduanya yang ada di dalam mobil dan terlihat akur.

Ovie terlihat menggunakan kerudung berwarna ungu sedangkan Nyla menggunakan kerudung berwarna kuning.

Melihat foto keduanya yang berdekatan banyak netter yang tidak menyangka.

Bahkan banyak netter yang banndingkan wajah keduanya dari foto ini.

@bintang_olleggunn “Pelakor ko lebih jelek dari istri sah”

@nonaamelia12 “Mbok kl mau selingkuh jgn sm suami temen… Itu mah nyakitin nya 2x”

@hidarachma26 “Serem nj*ng muka pelakornya”

@ferlykiamboy “Gile tuh pelakor mukanya keliatan licik banget”

@aismawati “Knp pelakor selalu jelek di banding istri sah? Suka heran sama bapak bapak yg slgkuh sama pelakor kek gtu, matanya ngga kebuk”

@aini_cuek “Pdhl cantikan bini syah ya”

Dari sini kami menjelaskan alasannya dari salah satu narasumber yang sudah wajibbaca.com mintai penjelasan kenapa yang banyak terjadi pelakor lebih jelek dari istri sah?

Otak cowok kadang nggak bisa diprediksi isinya. Punya cewek cantik dan perhatian ternyata nggak bisa menjamin loyalitasnya dalam hubungan asmara.

Nggak heran kalau ada beberapa cowok yang memilih jalan nakal untuk mengobati kebosanan tersebut dengan selingkuh.

Psikolog s3ksual, Zoya Amirin, mengatakan bahwa secara sosiobiologi cowok itu punya sifat seperti sp3rma: agresif dan cenderung sulit monogami.

Artinya, semua cowok memiliki kemungkinan selingkuh yang sangat tinggi, sudah jadi sifat alaminya seperti itu.

Penyakitnya, banyak cowok yang malah selingkuh sama cewek yang lebih jelek dari ceweknya sendiri.

Tentu ini jadi hal yang aneh bagi banyak orang. Sebab, kita kenal sendiri kalau cowok itu makhluk visual.

Kira-kira alasan apa aja ya yang bisa bikin cowok selingkuh sama cewek yang, maaf, lebih jelek? Yuk, langsung disimak aja pembahasannya!

Ngint Ip: Sssttt, kemarin aku nggak sengaja ketemu pak Sling Kooh jalan tapi bukan sama istrinya, kelihatannya itu adalah selingkuhannya yang lagi ramai digosipin itu. Herannya, ternyata selingkuhannya itu sama sekali tidak cantik, tidak s3xy, pokoknya jauh banget dibandingkan dengan istrinya sendiri. Kok bisa ya, kok mau gitu?

Ngup Ing: Oh gitu ya. Jadi inget Pangeran Charles sama Camilla Bowles. Lady Di secantik itu kok ditinggalin, malah dibela-belain si Camilla yang jelek, tua lagi. Tapi memang gitulah dunia ini, aneh tapi nyata. Kalau selingkuh dengan yang lebih cantik, lebih s3xy, lebih muda kan sudah jamak. Tapi ini kok dengan yang lebih jelek, aneh tapi ternyata banyak terjadi lho di kehidupan sehari-hari.

Ngint Ip: Kenapa ya? Apa mereka bosen dengan yang cantik, pingin ngerasain yang lebih jelek gitu?

Ngup Ing: Mungkin ya. Tapi kelihatannya bukan itu deh penyebabnya. Kalau menurut aku penyebabnya seperti biasanya adalah karena ‘witing tresno jalaran soko kulino’, cinta tumbuh karena selalu berdekatan. Jika sepasang lawan jenis biasa ketemu atau biasa kumpul, dan lalu timbul kecocokan, maka biasanya lalu hatinya saling terkait, dan yang namanya hati, kalau sudah terkait maka akan susah diputuskan. Dan akal sehatpun akan dikalahkan.

Ngint Ip: Ah masak gara-gara dekat saja bisa jadi temen selingkuh. Iya kalau deketnya dengan yang s3xy, lha ini kan yang lebih jelek dari istrinya sendiri.

Ngup Ing: Nah di sinilah tricky-nya, di sinilah letak jebakan hidupnya, yang membikin seseorang berselingkuh tanpa sengaja, tanpa disadari sebelumnya. Karena merasa bahwa temen wanitanya itu tidak secantik istrinya, maka si lelaki biasanya akan merasa yakin bahwa dia tidak akan tertarik. Dia akan merasa aman untuk berdekatan dengan si wanita, untuk tidak terlalu menjaga jarak lagi. Lalu merekapun menjadi akrab, bergurau dengan asyik, dan akhirnya menjadi terlalu akrab, terlalu dekat, dan jika ada kecocokan, maka akhirnya timbullah percikan-percikan di hati, dan jika hati sudah terkait, maka akan susah untuk diputuskan lagi.

Ngint Ip: Ah seperti pengarang cerita saja kamu ini. Tapi ya mungkin juga ya, masuk akal juga. Mungkin karena itulah maka agama melarang pria dan wanita bukan muhrim berdekatan, atau saling berpandangan, apalagi berduaan di tempat sepi. Tapi jaman sekarang ini apakah mungkin yang seperti itu? Di jaman globalisasi dan emansipasi seperti ini, aturan seperti itu rasanya semakin tidak realistis saja kan.

Ngup Ing: Ya itulah resiko, resiko hidup, kata orang-orang. Yang penting orang mengerti apa maksud dan tujuan agama mengatur sesuatu. Selanjutnya sih dikembalikan kepada individunya masing-masing, bagaimana dia menerapkannya di kehidupan yang semakin ruwet ini. Yang penting agar setiap orang bisa tetap waspada terhadap tipuan dunia, dan tidak mudah terperangkap di dalam jebakannya.

Ngint Ip: Mulai lagi deh, keluar lagi kata-kata berbunganya, sekalian deh bikin novel aja seharusnya kamu ini, kelihatannya ada bakatmu di sana. Tapi ada benernya juga kok omonganmu kalau dipikir-pikir.

Ngup Ing: Yah biasalah, hasil ndengerin dari sana sini hihihi

5 Alasan Cowok Selingkuh Dengan Cewek yang Lebih Jelek Dari Ceweknya.

1. Cowok biasanya sulit mengkomunikasikan keresahannya. Makanya cewek lain yang lebih mau mendengarkan sering jadi tempat pelarian!

2. Cewek cantiknya tersebut nggak bisa memberikan kebutuhan yang mencukupi untuk mendukung perkembangan karirnya

3. Kala jiwa petualang cowok muncul, mereka mungkin sedang mengalami kebosanan dan ingin mencoba tantangan baru

4. Cantik doang nggak bisa jadi bekal yang baik buat cowok untuk mengarungi rumah tangga

5. Standar yang bergeser. Dari yang tadinya mengagungkan faktor fisik, kini lebih sadar hubungan romansa nggak bisa berbekal cuma itu

Sumber: wajibbaca.com

Persoalkan Wanita yang Bekerja, Ini 5 Kritik untuk Felix Siauw

Beberapa hari ini di medsos ramai dengan cuitan Ustad Felix Siauw yang dirasa nyinyir terhadap ibu-ibu karyawan (mother worker). Cuitan itu lebih lengkapnya seperti ini: “Bila wanita habiskan untuk anaknya 3 jam sedangkan kantor 8 jam, layak disebut ibu ataukah karyawan?”

Cuitan ini langsung menjadi viral dan mengundang banyak pro dan kontra khususnya dari ibu-ibu yang berkarir. Saya pribadi ingin mengeluarkan sedikit uneg-uneg. Anggap saja tulisan berikut sebagai bentuk sharing to be caring bagi sesama kaum wanita.

Berikut 5 uneg-uneg saya terhadap cuitan Ustad Felix tersebut:

1. Apa Tujuan Bekerja

Berbicara mengenai karir dan bekerja di luar bagi seorang wanita yang sudah berumah tangga apalagi punya anak, saya hanya ingin mengajak bertanya dengan jujur dari hati yang paling dalam, “Apa tujuan kita bekerja? Finansial? Karir? Eksistensi diri? Atau cita-cita?”

Kenapa kita harus bertanya, karena jawaban dari pertanyaan tersebutlah yang nantinya menjadi dasar pertanggungjawaban kita kepada Allah. Apakah sudah sesuai dengan tuntunan-Nya atau malah menyalahi?

Kita tidak bisa memukul rata bahwa wanita yang bekerja di luar itu tidak lebih baik daripada wanita yang hanya di rumah saja sibuk dengan urusan domestik rumah tangga dan anak. Begitu juga sebaliknya. Tapi sayangnya, masyarakat seakan sudah membuat garis pembatas dan penilaian sebelah mata akan peran wanita baik yang di dalam rumah maupun di luar rumah.

Contoh, di satu sisi, wanita karir sangat dipuja-puja karena mereka adalah manifestasi dari feminisme dan kemajuan, tapi di sisi lain mereka dianggap lalai, lepas tangan, dan tidak bertanggung jawab dengan keadaan rumah dan anak-anaknya.

Sebaliknya, ibu rumah tangga yang diagung-agungkan sebagai penegak tiang keluarga dengan menjaga dan merawat anak-anaknya, lalu ia dinilai terbelakang, tidak maju, dan dianggap biasa saja. Gap-gap seperti inilah yang sering membuat wanita jadi “serba salah”. Kerja salah, di rumah saja juga salah.

2. Bertanggung Jawab terhadap Peran Masing-masing

Lalu, bagaimana seharusnya wanita bersikap? Untuk lebih menjernihkan masalah ini, saya jadi teringat hadis Nabi Saw., “Setiap kalian adalah penjaga. Kalian bertanggung jawab terhadap yang dijaga. Seorang pemimpin adalah penjaga, laki-laki adalah penjaga anggota keluarganya, dan perempuan adalah penjaga rumah suaminya sekaligus penjaga anak-anaknya. Setiap kalian adalah penjaga dan kalian bertanggung jawab terhadap apa yang dijaganya” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis sahih tersebut, Nabi Muhammad menyebutkan peran masing-masing manusia, baik laki-laki maupun perempuan semuanya punya andil masing-masing. Apapun peran mereka, sebagai apa mereka saat ini, yang terpenting adalah tanggung jawabnya.

3. Shahabiyah juga Ada yang Bekerja, Kok!

Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa laki-laki bertugas dan bertanggung jawab terhadap anggota keluarganya yakni dengan memenuhi kebutuhan fisik maupun mental mulai dari kebutuhan finansial, pendidikan, kesehatan, dsb.

Wanita (istri) bertugas dan bertanggung jawab untuk menjaga dan merawat rumah serta anak-anaknya. Kita sebagai perempuan pasti bertanya-tanya kenapa hadis tersebut menyebutkan peran wanita hanya sebagai penjaga rumah dan anak saja?

Yang perlu ditegaskan bahwa hadis ini disampaikan Nabi di tengah-tengah masyarakat yang budaya patriarkinya sangat kuat. Umumnya pada saat itu adalah wanita yang di rumah dan laki-laki yang bekerja di luar. Tapi bukan berarti saat itu tidak ada wanita yang bekerja di luar.

Dalam hadis lain pernah dikisahkan tentang salah satu sahabat wanita (shahabiyah) yang sedang menjalani masa idah karena suaminya meninggal, diperbolehkan bekerja di perkebunan kurma untuk memenuhi kebutuhan finansialnya. Selain itu, ada juga beberapa shahabiyah yang bekerja memerah susu, menjadi khadimah atau pembantu rumah tangga, bidan, dan lain sebagainya.

Bahkan, Khadijah istri pertama Nabi adalah saudagar sukses yang bisa mempekerjakan laki-laki dalam usaha perniagaanya. Bukankah Nabi sendiri adalah karyawan Khadijah saat sebelum beliau nikah dengannya? Ini adalah bukti bahwa peran perempuan karir juga diakui oleh Nabi.

4. Format Keseimbangan dalam Keluarga

Hadis tersebut jelas bukan untuk mendiskreditkan peran wanita hanya pada urusan domestik rumah tangga saja. Tapi saya melihat ada nilai keseimbangan yang diharapkan oleh Nabi. Dalam sebuah rumah tangga yang biasanya anggotanya hanya terdiri dari suami-istri-anak, ketika suami sudah keluar rumah untuk mencari nafkah, maka sudah selayaknya ada penjaga rumah dan anak-anak yakni istri, atau sebaliknya.

Jika kedua-duanya keluar rumah, lalu siapa yang akan menjaga rumah dan merawat anak-anak? Ingat! Anak-anak adalah hasil dari perbuatan kita sendiri sebagai orangtuanya. Jadi, kita wajib untuk menjaga dan merawatnya setelah mereka lahir di dunia ini.

Rumah tangga itu ibarat tim sepakbola. Saat striker berjuang mati-matian ingin menggolkan bola ke gawang lawan, maka jangan sampai gawang sendiri tidak ada yang menjaga karena semua ingin jadi striker. Apa gunanya bisa mencetak gol banyak tapi gawang sendiri malah kebobolan. Begitulah saya menggambarkan peran keseimbangan dalam rumah tangga. Ada yang berusaha di luar rumah dan ada yang menjaga di dalam rumah.

5. Pembagian Sesuai Kesepakatan

Pembagian siapa yang kerja di luar dan siapa yang di dalam, tentu saja itu dikembalikan ke masing-masing yang menjalani dan tentu saja disesuaikan dengan kesepakatan bersama. Misalkan antara suami-istri mengambil kesepakatan bahwa untuk kebaikan bersama, maka si istri saja yang bekerja di luar karena gajinya lebih besar sehingga bisa mencukupi kebutuhan semua.

Dalam kasus seperti ini, sudah sepantasnya suami yang menjaga rumah dan merawat anak. Begitupun sebaliknya. Atau, kalau misalkan dengan satu orang saja yang bekerja di luar ternyata tidak bisa mencukupi kebutuhan finansial dan membutuhkan dua orang yang harus mencari nafkah, maka tetap harus ada yang ditunjuk untuk bertanggung jawab untuk masalah anak.

Tentu saja yang ditunjuk untuk bertanggung jawab merawat anak, maka beban kerja di luar harus lebih ringan, misalkan dengan kerja part time. Kesepakatan-kesepakatan inilah yang nanti diharapkan bisa menjadi acuan SOP rumah tangga yang sedang dijalani dan pada akhirnya berimplikasi pada sebuah tugas dan tanggung jawab seperti yang disampaikan Nabi dalam hadisnya.

Sumber: datdut.com

Kaum Hawa! Ini 5 Syarat Busana Muslimah Versi Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub

Allah Swt. telah berfirman tentang wajibnya menutup aurat, tapi para ahli fikih masih memperdebatkan kriteria busana dalam menutup aurat. Apakah harus seperti para wanita Arab yang menutup seluruh tubuh dan berpakaian serba hitam, atau harus bagaimana?

Waktu saya nyantri di Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah asuhan Prof. Ali Mustafa Yaqub yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, beliau telah berkali-kali menegaskan tentang kriteria berbusana yang baik menurut agama. Berikut 5 syarat busana muslimah versi beliau:

1. Tidak Menampakkan Aurat

Allah telah memerintahkan wanita muslimah untuk menutup aurat. Perintah menutup aurat tersebut termaktub dalam surah An-Nur ayat 31, yaitu perintah yang berisikan tentang kewajiban bagi wanita untuk menutup kepalanya dengan kerudung hingga ke dadanya. Jadi, hijab bukan sekadar aksesoris busana.

2. Tidak Transparan

Hendaknya muslimah mengenakan pakaian yang tidak transparan. Prof. Ali Mustafa Yakub mengutip hadis Rasul Saw. bahwa wanita yang berpakaian tapi seperti telanjang (karena sangat tipis bajunya), maka termasuk salah satu dari dua golongan yang tidak akan masuk surga dan mencium baunya.

3. Tidak Ketat

Agama Islam tidak sekedar memerintahkan para muslimah untuk menutup aurat tetapi juga tidak boleh berbusana ketat yang menonjolkan bentuk tubuhnya. Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal ini, muslimah yang menutup aurat tapi tetap menonjolkan bentuk tubuhnya, juga termasuk dalam golongan wanita yang berpakaian tapi seperti telanjang.

4. Tidak Menyerupai Lawan Jenis

Ini berlaku bagi muslim maupun muslimah. Hendaknya kita tidak memakai busana yang menyerupai pakaian lawan jenis, karena Rasulullah Saw. bersabda bahwa Allah akan melaknat laki-laki yang memakai pakaian yang menyerupai wanita, dan juga sebaliknya wanita yang berpakaian menyerupai laki-laki (H.R. Bukhari dan Muslim).

5. Tidak Menyalahi Norma Sosial yang Berlaku

Rasulullah Saw. bersabda, “Siapa saja yang mengenakan pakaian syuhrah saat di dunia, maka Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan pada hari kiamat,” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Berdasarkan hadis tersebut, Imam Besar Masjid Istiqlal ini menerangkan bahwa sebaiknya wanita Indonesia berpakaian seperti adat yang berlaku di Indonesia, karena seandainya dia memakai pakaian yang menjadi kebiasaan negara lain (seperti baju kurung hitam, cadar dsb) atau model busana yang berlebihan, ditakutkan dia akan merasa paling salehah, karena merasa busananya yang paling benar.

Hal senada juga dibenarkan Imam Ibnu Atsir dalam Syarah Sunan Abu Daud bahwa pakaian syuhrah adalah pakaian yang mencolok di antara manusia baik karena warna yang berbeda, atau model yang berlebihan sehingga membuatnya merasa paling baik dan sombong.

Sumber: datdut.com

Jangan Jadikan Kecantikan Sebagai Alasan, Hati-hati Muslimah Suka Panjangkan Kuku Jadi Sarang Setan

Sebagian dari mereka beralasan, karena kuku yang panjang bisa menambah kecantikan. Lantas Bagaimana Hukum Memanjangkan Kuku Bagi Wanita Menurut Islam?

Di zaman sekarang ini, kita sering melihat banyak wanita yang suka memanjangkan kuku. Mereka suka menyerupakan dirinya dengan hewan-hewan buas, dengan memanjangkan kuku kemudian mereka mengecatnya dengan cat-cat kuku berwarna norak.

Sebagian dari mereka beralasan, karena kuku yang panjang bisa menambah kecantikan. Lantas Bagaimana Hukum Memanjangkan Kuku Bagi Wanita Menurut Islam?

Perlu diketahui, bahwa Islam adalah agama yang sangat mencintai kebersihan. Kebersihan pada kuku pun diperhatikan oleh Islam.

Hal ini tampak dari beberapa hadits nabawi, salah satunya riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, vahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ

“Ada lima macam fitrah , yaitu : khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 258)

Jika kuku yang kita miliki tidak bersih, maka makan pun jadi tidak bersih dikarenakan kotoran yang menempel di bawah kuku. Karenanya memanjangkan kuku itu menentang fitrah dan menyelisihi ajaran syariat.

Riwayat lain dari Al Baihaqi dan Ath Thabrani bahwa Abu Ayyub Al Azdi berkata,

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَأَلَهُ عَنْ خَبَرِ السَّمَاءِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« يَسْأَلُ أَحَدُكُمْ عَنْ خَبَرِ السَّمَاءِ ، وَهُوَ يَدَعُ أَظْفَارَهُ كَأَظْفَارِ الطَّيْرِ يَجْمَعُ فِيهَا الْجَنَابَةُ وَالتَّفَثُ ». لَفْظُ الأَسْفَاطِىِّ هَكَذَا رَوَاهُ جَمَاعَةٌ عَنْ قُرَيْشٍ.

“Ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia bertanya pada beliau mengenai berita langit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

“Ada salah seorang di antara kalian bertanya mengenai berita langit sedangkan kuku-kukunya panjang seperti cakar burung di mana ia mengumpulkan janabah dan kotoran.”

Hukum Memanjangkan Kuku Bagi Wanita maupun Pria adalah makruh menurut kebanyakan ulama. Namun jika memanjangkannya atau membiarkan kuku tersebut panjang selama lebih dari 40 hari, maka hal ini diharamkan.

Pendapat yang mengatakan haram ini dipilih oleh Imam Syaukani dalam Nailul Author. Dalil pembatasan 40 hari untuk batas waktu memotong kuku adalah perkataan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dibawah ini.

وُقِّتَ لَنَا فِى قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الأَظْفَارِ وَنَتْفِ الإِبْطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لاَ نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketika, mencukur bulu kemaluan, yaitu itu semua tidak dibiarkan lebih dari 40 malam.” (HR. Muslim no. 258).

Dikutip dari curhatmuslimah.co yang dimaksud hadits diatas adalah jangan sampai kuku dan rambut-rambut atau bulu-bulu yang disebut dalam hadits dibiarkan panjang lebih dari 40 hari. (Syarh Shahih Muslim, 3: 133).

Jika ada wanita muslimah yang terlihat kuku panjangnya selalu tampak bersih, itu karena ia rajin membersihkannya.

Dan hal ini tentu saja membutuhkan waktu ekstra dan mengeluarkan biaya lebih untuk perawatan manicure, pedicure dan sebagainya.

Hal seperti ini merupakan salah satu sikap mubadzir yang sangat dilarang oleh Islam. Karena bisa menyita banyak waktu dan menyedot uang untuk hal-hal yang tidak berguna.

Imam Nawawi rahimahullah berkata,

وأما التوقيت في تقليم الاظفار فهو معتبر بطولها: فمتى طالت قلمها ويختلف ذلك باختلاف الاشخاص والاحوال: وكذا الضابط في قص الشارب ونتف الابط وحلق العانة

“Adapun batasan waktu memotong kuku, maka dilihat dari panjangnya kuku tersebut. Ketika telah panjang, maka dipotong. Ini berbeda satu orang dan lainnya, juga dilihat dari kondisi. Hal ini jugalah yang jadi standar dalam menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak dan mencabut bulu kemaluan.” (Al Majmu’, 1: 158).

Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah berkata bahwa memotong kuku, mencukur bulu kemaluan dan mencabut bulu ketiak disunnahkan di hari Jumat.

Kuku yang tidak bersih bisa membawa dampak masalah. Apa masalahnya? Imam Nawawi menjelaskan,

“Seandainya di bawah kuku ada kotoran namun masih membuat air mengenai anggota wudhu karena kotorannya hanyalah secuil, wudhunya tetaplah sah. Namun jika kotoran tersebut menghalangi kulit terkena air, maka wudhunya jadilah tidak sah dan tidak bisa menghilangkan hadats.”

Selain itu, Kuku yang panjang juga bisa menjadi sarang setan dan tempat persembunyian mereka. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Wahai Abu Hurairah, potonglah (perpendeklah) kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat (dengan sihir, rayuan, dan godaan melalui) kuku-kuku yang panjang. ” (HR. Ahmad)

Dari hadits di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa secara tidak langsung Rasulullah menganjurkan pada umatnya baik laki-laki maupun perempuan untuk memotong kuku-kuku nya dan juga melarang untuk memanjangkannya (karena itu mudah untuk digoda setan).

Sumber: wajibbaca.com

Merasa Tertekan dan Frustasi Karena Harus Bekerja Keras, Ini yang Harus anda Lakukan

Pada jaman ini tidak jarang wanita memiliki lebih banyak pekerjaan daripada suaminya; Bila Anda termasuk salah satunya, haruskah terjebak dalam frustrasi?

Pada jaman ini tidak jarang wanita memiliki lebih banyak pekerjaan daripada suaminya, bila Anda wanita yang seperti itu apakah Anda harus merasa frustrasi? Lalu ketika Anda sibuk bekerja di luar, siapa yang mengurus rumah tangga? Pembantu, ataukah suami Anda banyak mengatur urusan anak-anak dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Bila demikian mengapa Anda harus merasa frustrasi

1. Tetap menghargai jerih payah suami
Meski Anda adalah pencari nafkah utama dalam rumah tangga Anda, namun janganlah meremehkan peran suami Anda. Mungkin penghasilannya tidaklah sebesar Anda namun dia tetap adalah kepala keluarga di rumah. Anda juga harus menghargai jerih payahnya di rumah dalam mengurus anak-anak maupun pekerjaan rumah tangga lainnya. Anda hendaknya tetap menaruh rasa hormat kepadanya dan mengajarkan anak-anak untuk menghormatinya sebagai kepala keluarga. Janganlah Anda semena-mena mengambil keputusan besar tanpa meminta pendapatnya. Meski yang akan Anda pakai adalah uang hasil jerih payah Anda sendiri, tetapi tetaplah perlakukan suami Anda sebagai tiang rumah tangga. Uang Anda adalah uang dia dan begitu juga sebaliknya, ini untuk menjaga supaya dia tidak kehilangan harga diri.

2. Mintalah dia mengaji kebutuhan r.t
Jika Anda sudah berusaha, namun anggaran belanja tetap morat marit dan Anda beranggapan bahwa dia dapat mengubah hal itu, berembuklah baik-baik dan berikan usulan di mana dia dapat mengubah cara berpikirnya sehingga dia dapat memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Tetapi lakukan semua ini secara bijak, jangan sekali-kali bertengkar atau menyinggung harga dirinya. Ajaklah dia menilai kebutuhan rumah tangga Anda dan mintalah usulan bagaimana hal itu dapat diperbaiki.

3. Mintalah nasihat orangtua
Jika Anda sudah berusaha berbicara dengan dia namun tidak ada tanggapan yang serius, mintalah bantuan orangtuanya untuk membahas hal ini, mungkin dia akan lebih mendengarkan nasihat mereka. Namun jangan sekali-kali mendesak dia dan meributkan selalu hal ini. Biarkan dia menyadari hal itu dengan sendirinya sesudah Anda atau orangtuanya membahas masalah tersebut bersamanya.

4. Jika Anda tidak dapat mengubahnya
Apa boleh buat, janganlah putus asa, usahakan sendiri untuk mencari jalan keluar bagi rumah tangga Anda. Berdoalah agar dia sadar dan memahami kesulitan Anda. Jangan memaksakan kehendak Anda, bersabarlah saja dan percayalah jika dia mencintai Anda dia akan mencari jalan keluar dan tidak akan membiarkan Anda sendirian berjuang mati-matian.

5. Tetap mencintainya
Peliharalah cinta Anda pada saat-saat Anda menghadapi kesulitan keuangan atau kesulitan lainnya. Tidak ada yang lebih bermanfaat dalam rumah tangga Anda selain hubungan yang harmonis antara suami istri. Karena itu ketika menghadapi persoalan Anda dan pasangan Anda perlu bernegosiasi dan mencari jalan keluar bersama. Perkawinan adalah usaha bersama untuk mencapai goal kebahagiaan berumahtangga. Janganlah menyerah begitu saja ketika menghadapi kesulitan-kesulitan. Tekad untuk menegakkan bahtera kehidupan bersama ditambah anak-anak yang sudah ada akan memperkuat keputusan Anda dalam mengarungi samudra rumah tangga.

6. Iman
Kehidupan beragama akan membantu Anda mengatasi kesulitan hidup, entah dalam hal keuangan maupun dalam hal apa saja. Jika Anda mengandalkan perkawinan Anda pada Tuhan YME Anda akan lebih sabar dan tawakal. Tidak ada masalah yang terlalu besar untuk diatasi bila Anda bersandar kepada Allah.

Sumber: wajibbaca.com

6 Ciri Wanita Yang Tidak Bisa Mencium Wanginya Syurga. Wanita Wajib Tahu..

Masuk surganya Allah adalah dambaan setiap kaum muslim. Namun ada juga wanita meskipun dia rajin beribadah rajin bersedekah serta rajin melakukan puasa sunnah namun jika dia sekali saja melakukan hal ini maka haram hukumnya untuk memciun harumnya surga Allah…

wanita sebaik apapun serajin apapun melakukan sholat ataupun puasa sunnah namum jika sekali saja dia melakukan perbuatan ini maka haram hukumnya untuk masuk surga jangankan masuk surga mencium harumnya surgapun haram hukumnya…

Masuk surga adalah dambaan setiap insan. Setiap muslimah pasti menginginkan ridha Allah dan menjadi penghuni surga. Namun, tidak semua orang bisa memasukinya. Bahkan, ada 6 kelompok wanita yang bukan saja tidak bisa masuk surga, bahkan mereka tidak bisa mencium bau surga.

Siapa saja mereka? Mari kita simak hadits-hadits yang menguraikannya

1. Wanita yang menyemir rambutnya, khususnya dengan warna hitam

Kita patut waspada. Menyemir rambut di zaman sekarang seakan-akan adalah hal biasa. Ingin terlihat lebih muda, ingin terlihat lebih cantik, tidak sedikit wanita yang kemudian menyemir rambutnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

“Pada akhir zaman nanti akan ada orang-orang yang mengecat rambutnya dengan warna hitam seperti warna mayoritas dada merpati, mereka tidak akan mendapat bau surga.” (HR. Abu Daud; shahih)

2. Wanita yang minta cerai tanpa suatu alasan

Perceraian dihalalkan dalam Islam, sebagai solusi “terakhir” ketika rumah tangga tidak dapat dipertahankan dan hanya membawa kesengsaraan bagi suami istri. Namun, dalam kondisi normal, ketika wanita minta cerai tanpa alasan, maka ia diharamkan masuk surga. Bahkan tidak bisa mencium bau surga.

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلَاقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ

“Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan maka bau surga haram baginya.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad; shahih)

3. Wanita yang mengaku keturunan orang lain

Nasab merupakan salah satu hal yang dijaga oleh agama. Seorang wanita yang mengaku-aku sebagai anak orang lain yang bukan ayahnya, ia dijauhkan dari surga dan mendapat ancaman tidak dapat mencium bau surga. Islam juga melarang seseorang dinisbatkan (bin atau binti) kepada orang tua angkatnya.

مَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ قَدْرِ سَبْعِينَ عَامًا أَوْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ عَامًا قَالَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

“Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun perjalanan.” (HR. Ahmad; shahih)

4. Wanita yang sombong

Sombong adalah pakaian Allah. Hanya Allah yang berhak sombong karena Dialah pemilik dan penguasa segalanya. Adapun manusia yang sombong, ia tidak dapat masuk surga dan tidak dapat mencium bau surga. Bahkan, meskipun kesombongannya kecil, seberat biji sawi.

سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُوتُ حِينَ يَمُوتُ وَفِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرٍ تَحِلُّ لَهُ الْجَنَّةُ أَنْ يَرِيحَ رِيحَهَا وَلَا يَرَاهَا فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ يُقَالُ لَهُ أَبُو رَيْحَانَةَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّ الْجَمَالَ وَأَشْتَهِيهِ حَتَّى إِنِّي لَأُحِبُّهُ فِي عَلَاقَةِ سَوْطِي وَفِي شِرَاكِ نَعْلِي قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ ذَاكَ الْكِبْرُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ وَلَكِنَّ الْكِبْرَ مَنْ سَفِهَ الْحَقَّ وَغَمَصَ النَّاسَ بِعَيْنَيْهِ

Dari Uqbah bin Amir, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki meninggal dunia, dan ketika ia meninggal di dalam hatinya terdapat sebiji sawi dari sifat sombong, akan halal baginya mencium bau surga atau melihatnya.” Lalu seorang laki-laki dari suku Quraisy yang bernama Abu Raihanah berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah, saya benar-benar menyukai keelokan dan menggemarinya hingga pada gantungan cemetiku dan juga pada tali sandalku!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Itu tidaklah termasuk Al Kibr (sombong), sesungguhnya Allah ‘azza wajalla itu Indah dan menyukai keindahan. Akan tetapi Al Kibr itu adalah siapa yang bodoh terhadap kebenaran kemudian meremehkan manusia dengan kedua matanya.” (HR. Ahmad)

Syaikh Nasiruddin Al Albani berpendapat hadits di atas dhaif. Namun demikian, ada hadits lain yang disepakati keshahihannya oleh para ulama yang menunjukkan bahwa kesombongan, sekecil apapun, membuat pelakunya tidak masuk surga.

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak masuk surga, seseorang yang di dalam hatinya ada kesombongan, meskipun seberat biji sawi” (HR. Muslim)

5. Wanita yang menuntut ilmu akhirat untuk tujuan duniawi

Mempelajari ilmu agama, ilmu syariat, ilmu akhirat, adalah aktifitas mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan diperintahkan. Namun, jika ilmu agama dicari untuk tujuan duniawi, maka ancamannya sungguh mengerikan. Tidak bisa mendapatkan bau surga.

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي رِيحَهَا

“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah, namun ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau surga.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud dan Ahmad; shahih)

6. Wanita yang berpakaian tapi telanjang

Kelompok wanita ini tidak dijumpai Rasulullah di zamannya. Mereka berpakaian, tetapi pada hakikatnya telanjang. Para ulama menjelaskan, mereka berpakaian tetapi tipis, bahkan mendekati tembus pandang. Mereka berpakaian tetapi pakaiannya ketat sehingga membentuk lekuk-luku tubuh dan menggoda kaum laki-laki. Kelompok ini juga mendapatkan ancaman tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bagu surga.

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang dan wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini.” (HR. Muslim)

Demikian 6 wanita yang tak bisa mencium bau surga. Semoga sahabat muslimah dihindarkan Allah dari golongan tersebut, dan dikelompokkan pada golongan ahli surga. Serta semoga kita termasuk orang orang yang beriman ,,, Amiinnn

Sumber: wajibbaca.com

Naudzubillah, ini Golongan Wanita yang Akan Jadi Penghuni Neraka Jahannam

Wanita sebaik apapun serajin apapun melakukan sholat ataupun ibadah sunnah lainnya namum jika sekali saja dia melakukan perbuatan ini, termasuk golongan wanita penghuni neraka jahannam.

Wanita jaman sekarang kalau nggak ngumpul bareng sama teman atau tetangga nggak enak katanya.

Karena dari situ mereka tukar pengalaman dan bercerita ataupun curhat.

Tapi jangan dianggap remeh, jika sudah kebablasan, bisa berakibat fatal lho. Sampai bisa termasuk golongan wanita penghuni neraka jahannam.

Lantas seperti apakah golongan wanita yang nantinya penghuni neraka jahannam yang kebiasaan ngerumpi?

Agar Anda tahu dan tak terjerumus, berikut penjelasannya sebagaimana dikutip jadzab.com

Ghibah Dilarang, Tapi Saat Berpuasa Lebih Berbahaya

Sebetulnya ghibah (menggunjing orang lain) tetap dilarang setiap saat. Namun, melakukan ghibah saat berpuasa ternyata memiliki efek negatif lain yang kontra produktif dengan anjuran mengisi hari-hari puasa di bulan Ramadhan dengan sederet amaliah ‘pengundang’ pahala.

Disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad secara marfu’ dari Nabi, beliau bersabda, “Sesungguhnya puasa itu menjadi tameng, selama tameng itu tidak dirusaknya. Ditanyakan kepada beliau, ‘Dengan apa tameng itu dirusaknya?’ Beliau menjawab, ‘Dengan dusta dan ghibah’.”

Disebutkan di dalam Musnad Imam Ahmad, bahwa Nabi bersabda,

“Ada dua wanita yang berpuasa pada masa Rasulullah, keduanya hampir tewas karena kehausan. Hal itu diberitahukan kepada Nabi, tetapi beliau berpaling dari keduanya. Kemudian keduanya memberitahu Nabi, lalu beliau memanggil dan memerintahkan keduanya untuk memuntahkan sesuatu yang ada di perutnya. Kemudian keduanya memuntahkan nanah, darah, dan segelas besar daging segar. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Kedua wanita ini berpuasa dari sesuatu yang dihalalkan Allah, namun berbuka dengan sesuatu yang diharamkan Allah. Mereka berdua duduk-duduk sambil memakan daging manusia’.”

Bukankah ghibah ditegaskan Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 12, laksana memakan bangkai manusia? Semoga kaum muslimah menjadikan hadits di atas sebagai ‘cambuk jiwa’, agar dirinya tidak terjebak dalam perangkap ghibah seperti kedua wanita tersebut.

Dalam kitab Ittihaf Ahlil Iman bi Durus Syahri Ramadhan dijelaskan,

“Kejadian yang menimpa kedua wanita tersebut di sisi Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam merupakan mukjizat yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya untuk menjelaskan kepada umatnya, bahwa ghibah mempunyai pengaruh yang sangat buruk. Allah Ta’ala berfirman, ‘Dan janganlah sebagian dari kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang dari kalian suka kalau memakan daging bangkai saudaranya’ (Al-Hujurat [49] : 12). Hadits di atas menunjukkan bahwa ghibah bisa membatalkan puasa secara maknawi, yakni batalnya pahala puasa orang yang melakukannya. Dan inilah pendapat jumhur ulama.”

Ghibah memang tidak membatalkan puasa secara zhahir, yang mewajibkan untuk diqadha’. Namun, ghibah merusak pahala puasa bagi orang yang melakukannya. Sukakah Anda bila puasa Anda ‘nihil pahala’, tak mendapat apa-apa kecuali lapar dan dahaga semata?

Bukankah Ghibah Haram Hukumnya?

Ibnu Hajar Al-Haitsami mengatakan, “Menurut beberapa dalil yang shahih dan sharih, bahwa ghibah termasuk dosa besar. Tetapi derajatnya berbeda-beda tergantung dengan kerusakan yang ditimbulkan olehnya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menjadikan ghibah sederajat dengan mengambil harta dan membunuh jiwa. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda,

‘Setiap muslim dengan muslim yang lain haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.’ (HR. Abu Dawud)

Mengambil harta orang lain dan membunuh, keduanya adalah dosa besar menurut ijmak (kesepakatan ulama). Demikian juga dengan menodai kehormatan (ghibah).”

Karena saking bahayanya dosa ghibah, sehingga para ulama salafush shalih mewanti-wanti kita untuk mengusirnya dari pribadi kita. Karena, ghibah adalah penyakit dan perbuatan menjijikkan. Salman Al-Farisi telah menulis surat kepada Abu Darda’, ia berkata, “Saya wasiatkan kepadamu untuk selalu menyebut-nyebut Allah, sebab dia adalah obat. Dan saya melarang kamu untuk menyebut-nyebut manusia, sebab dia adalah penyakit.” Ibnu ‘Abbas a berkata,

“Sesungguhnya Allah membuat perumpamaan ghibah laksana memakan bangkai manusia, sebab memakan daging orang yang sudah mati adalah haram dan kotor. Demikian pula dengan ghibah, haram hukumnya dalam agama dan najis dalam jiwa.”

Diriwayatkan dari ‘Amru bin ‘Ash a, bahwa suatu hari ia melewati bangkai seekor kuda, kemudian ia berkata kepada sebagian temannya,

“Jika seseorang memakan bangkai ini sampai memenuhi perutnya, niscaya itu lebih baik daripada ia memakan daging saudaranya muslim (ghibah).” Ali bin Husain pernah mendengar seseorang yang menceritakan aib orang lain, kemudian ia berkata, “Jauhkan dirimu dari ghibah, sesungguhnya ghibah adalah makanan anjing-anjing manusia.”

Sengsara Sampai ke Jurang Neraka

Orang yang suka berbuat ghibah juga akan mengalami penderitaan di akhirat nanti. Dan, ini sungguh memilukan hati. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Tatkala melakukan mi’raj, aku melewati sebuah kaum yang berkuku panjang dari tembaga. Mereka menggaruk-garuk wajah dan dada mereka. Aku bertanya, ‘Siapakah mereka wahai Jibril?’ Jibril menjawab, ‘Mereka adalah orang yang memakan daging manusia dan menghancurkan kehormatan mereka’.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Sengaja, beberapa perkataan dan riwayat di atas dipaparkan kepada kita, agar kita bersikap waspada terhadap ghibah. Terutama bagi muslimah, karena wanita, tak diragukan lagi, memang lebih rentan untuk menjadi corong raksasa ghibah. Wallahu a’lam.

Sumber: wajibbaca.com

3 Artis yang Jadi Korban Bully Setelah Putuskan Berhijab

Kehidupan dunia hiburan yang serba gaduh, membuat beberapa selebritis memilih untuk menepi. Mereka hijrah mencari ridha Allah.

Beberapa diantaranya memutuskan untuk mengubah penampilan, dengan menutup aurat. Terlihat lebih santun dengan hijab dan busana yang rapat.

Bahkan, ada yang langsung mengenakan hijab syari dengan khimar nan panjang menjuntai.

Tapi sayangnya, tak semua orang menyambut baik niat baik tersebut. Ada juga yang mencibir, bahkan terang-terang berkomentar pedas dengan keputusan mereka berhijab.

Siapa sajakah artis yang kerap jadi korban perundungan pasca menutup aurat? Berikut ulasannya!

Kartika Putri

Belum lama ini, Kartika Putri memutuskan untuk menutup aurat. Ingin membuang jauh-jauh kesan seksi, dia meminta semua orang untuk menghapus fotonya yang belum berhijab.

Namun sayangnya, ada seorang warganet yang tega melontarkan kalimat nyinyir. Dia menduga jika Kartika Putri berhijab hanya karena ingin mendapat endore hijab.

Kartika tak tinggal diam. Perempuan yang karib disapa Karput itu akhirnya menjelaskan jika dia menerima hijab tanpa pesan endorse. Dia juga meminta agar netizen tersebut tidak berburuk sangka. Serta, tidak lupa untuk istighfar.

Cinta Penelope

Berawal dari ingin membela Kartika Putri, Cinta Penelope malah menjadi sasaran bully selanjutnya. Ada seorang warganet yang bersikukuh ingin menyimpan foto-foto mereka sebelum hijrah.

Cinta hanya bisa beristighfar dan mengingatkan, jika dosa itu akan ditanggung oleh orang yang menyimpannya. Pasalnya, dia sudah meminta baik-baik agar menghapus fotonya.

Tiara Dewi

Keputusan berhijab tak membuat Tiara Dewi lepas dari sasaran para haters. Banyak yang masih menyasar Syahrini KW itu, karena dianggap sering pamer kekayaan di media sosial.

Tak berhenti sampai di sana saja, mereka juga kerap mengkritik gaya busana Tiara yang masih seksi. Menurut warganet, seharusnya Tiara memakai busana yang tak membentuk lekuk badan pasca berhijrah.

Sumber: dream.co.id

Tak Berbusana Khas Aceh, Istri Tomkur Tetap Cantik Berhijab

Pemain film dan pesinetron Tommy Kurniawan resmi melepas status dudanya pada hari Minggu, 2 Februari kemarin. Ia resmi menikahi finalis Putri Indonesia 2011 asal Aceh, Lisya Nurrahmi.

Lisya yang juga merupakan seorang pramugari itu memang memiliki pesonanya tersendiri. Pada saat akad pernikahan, ia tampil cantik dengan balutan gaun serba putih.

Dilihat dari akun Instagram @lisyanurrahmi, wanita kelahiran Lhokseumawe ini memakai atasan kebaya dengan aksen peplum. Motif bunga tampak menghiasi bagian dada, bahu, pinggang serta lengannya.

Lisya memakai rok sebagai pasangan dari kebaya. Rok tersebut dibiarkan menjuntai dengan cantik di bagian belakang. Motif bunga juga memenuhi rok ini sehingga memberi nuansa elegan.

Walau mengandalkan perancang busana asal Aceh, namun tampaknya Lisya tidak memakai patham doi, atau riasan kepala khas masyarakat Aceh. Lisya justru terlihat memakai hiasan tiara di kepalanya. Beberapa warganet menyadari hal ini dan melontarkan komentar.

” Org aceh kok gx pkek pkaian adat aceh,” tutur akun @yanthei.

” Emang nikah harus pakaian adat aceh?” balas akun @aqzirnurliza.

Meski tak memakai riasan kepala, namun Lisya tetap tampil dengan memakai hijabnya. Konsepnya sangat sederhana, dengan hijab putih berbalut tudung berbahan sheer.

Selain tiara, motif bunga juga terlihat menghiasi hijabnya itu. Menonjolkan kean mewah, pada busana bernuansa putih yang dikenakan saat akad.

Menanggapi beberapa komentar warganet, ada seorang ntizen yang mencoba membantu mengklarifikasi. Dia menjelaskan mengapa pasangan artis dan pramugari ini tak berbusana adat Aceh.

” @yanthei kalo nikah ga pake baju adat mba tar waktu resepsi(pesta) baru pake baju adat Aceh#sekedarinfo,” pungkas akun @faradilla_azwir.

Sumber: dream.co.id