Beredar Video Wanita Hina Lafaz Allah, Warganet: Semoga Kena Azab

Sebuah video beredar di media sosial. Video itu menuai kecaman keras dari netizen karena berisi penistaan agama.

Dalam video berdurasi satu menit itu, seorang wanita memperagakan pelecehan terhadap lafaz Allah. Ia tampil hanya menutupi tubuhnya dengan kain kaligrafi yang di dalamnya terdapat lafaz Allah.

Selain ada lafaz Allah dengan ukuran besar dalam satu lingkaran, juga ada beberapa lafaz Allah dalam lingkaran berukuran lebih kecil di sekelilingnya.

Sembari memamerkan kenekatannya, ia menyebut dengan nada menghina “Allah, Allah” sembari menunjukkan kaligrafi yang ia kenakan.

Ia bahkan mendemonstrasikan tidak memakai apapun kecuali hanya kain kaligrafi tersebut.

Dari wajah dan bahasanya, tampak wanita itu bukan warga Indonesia.

Banyak warganet muslim marah dan mengecam wanita tersebut. Sejumlah warganet bahkan mendoakannya agar terkena azab.

“semoga secepatnya kena azab amiin..” kata Ali Koswara, Selasa (6/2/2018).

Sumber : Tarbiyah

Kisah Nyata: Istri Suka Selingkuh Hingga Lupa Daratan dan Suami yang Sabar, Akhirnya Kena Azab

Berikut ini adalah sebuah kisah nyata. Ini adalah pengakuan seorang istri yang menulis pada note di facebooknya tentang dirinya yang terjebak perselingkuhan dan perzinaaan akibat sisi buruk facebook. Semoga kita semua bisa mendapat pelajaran yang berharga dari kisah ini.

“Pernikahanku dengan Rudi (nama samaran) sudah memasuki sepuluh tahun. Sampai saat itu hubunganku dengan Rudi sangat harmonis. Ditambah lagi dengan hadirnya tiga buah hati kami.

Namun, sebuah musibah dalam keluargaku mulai muncul ketika aku mengenal facebook. Karena jejaring sosial inilah impianku untuk membangun rumah tangga yang utuh berantakan. Aku yang sehari-hari hanya sebagai ibu rumah tangga tergoda dengan rayuan laki-laki lain melalui facebook.

Kisah ini bermula pada tahun 2009 ketika aku diperkenalkan oleh suamiku tentang facebook. Saat itu, aku yang hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga seakan mendapat hiburan baru.

Suamiku pun senang karena melihatku yang tidak lagi jenuh sewaktu mengerjakan pekerjaan rumah dan menjaga anak-anak. Singkat cerita, setelah sebulan mengenal facebook, aku merasa tak ada yang istimewa pada jejaring sosial ini.

Namun, setelah mengenal fitur chat (obrolan), aku mulai menikmatinya. Apalagi banyak yang ingin berkenalan denganku, baik itu laki-laki, maupun ibu-ibu. Wajahku memang ayu.

Kulitku putih bersih. Saat ini usiaku sekitar 34 tahun. Aku memasang foto profil yang cukup menarik di facebook. Mungkin ini yang membuat banyak orang tertarik untuk berkenalan lebih jauh denganku.

Dari sekian banyak laki-laki yang menyapaku di facebook, ada beberapa lelaki yang mengaku tertarik kepadaku. Walaupun saat itu aku mengatakan bahwa aku sudah punya anak dan suami sehingga sebenarnya mereka tidak pantas untuk menyukaiku.

Awalnya aku bertekad untuk tidak tergoda dengan bujuk rayu sejumlah lelaki di facebook. Namun, setelah aku mengenal Salam (nama samaran), semuanya berubah.

Salam adalah salah satu pejabat di perusahaan BUMN di Sulawesi Selatan. Salam benar-benar membuatku terpikat dan mampu menggoyahkan imanku.

Bahasanya yang santun, dan caranya ia memberiku perhatian di facebook telah membuat hatiku luluh.

Setiap hari kami berbincang-bincang lewat Facebook. Bahkan kami saling bertukar pikirantentang rumah tangga kami masing-masing. Bisa dibilang kami saling curhat.

Dari sinilah perasaan aneh itu muncul, baik dalam diri saya maupun dalam diri Salam. Akhirnya, Salam menyatakan rasa cintanya kepadaku lewat chat dan ingin berjumpa denganku.

Aku yang sejak awal sudah tertarik dengan Salam tak mampu menolaknya. Namun, aku masih malu-malu menyatakan rasa cinta ini kepadanya.

Setelah sekian bulan hanya chatting di facebook, kami pun sepakat untuk bertemu. Kami kemudian melakukan pertemuan di salah satu restoran di Makassar bagian barat. Saat itu Salam datang seorang diri, sementara aku membawa anak bungsuku.

Walaupun aku menyukainya, aku tak ingin pertemuan kami menimbulkan fitnah. Perasaanku deg-degan saat bertemu dengan Salam.

Ia pun menyapaku dengan suara berat. Ada perasaan lain yag timbul di dalam hatiku. Di tempat itu, Salam pun kembali menyatakan ketertarikannya kepadaku. Aku pun menyatakan hal yang sama.

Pertemuan dengan Salam di restoran tersebut bukanlah hal yang terakhir. Sejak pertemuan itu, kami pun sering janjian untuk bertemu. Bahkan, kadang, aku bertemu dengan Salam seorang diri tanpa membawa anakku. Kebetulan di rumah aku memiliki seorang pembantu rumah tangga.

Rupanya, inilah awal dari keretakan rumah tanggaku dengan Rudi. Aku sudah mulai jarang di rumah tanpa sepengetahuan Rudi. Maklum, setiap hari Rudi bekerja mulai dari pagi hingga malam.

Sementara aku terkadang selalu bertemu dengan Salam dari siang hingga sore. Salam telah membuka mataku tentang indahnya dunia ini.

Ia mengajak aku berjalan-jalan ke mall untuk shopping, wisata kuliner, dan mendatangi tempat-tempat hiburan lainnya. Ini semua kulakukan tanpa harus mengeluarkan uang. Aku seakan-akan sudah terjebak dalam kehidupan foya-foya dan gemerlap dunia.

Walaupun aku sering berfoya-foya dengan Salam, sikapku di rumah tetap seperti biasa. Aku tetap melayani suamiku ketika ia baru pulang dari kantor, termasuk mengurus pakaian dan makanannya saat ia akan ke kantor di pagi hari.

Setelah jalan bersama dengan Salam selama dua bulan, aku pun tak mampu menolak ajakan Salam untuk bertemu di hotel. Saat itu Salam sudah membooking salah satu kamar di salah satu hotel berbintang di Makassar.

Kira-kira pada pukul 11.00 malam, aku datang menemuinya di kamar itu. Setelah kami berbincang-bincang selama beberapa menit, aku tak kuasa ketika Salam memeluk tubuhku. Akhirnya, aku pun terjebak, dan rela melakukan hubung** suami istri dengan lelaki yang bukan suamiku sendiri.

Sumber: islamidia.com

 

Inilah 5 Orang yang Akan Diburu & Dicabik-cabik Huraisy: Hewan Penghuni Neraka Jahanam

Mungkin sudah banyak sekali keberadaan hewan aneh mulai bermunculan sebagai tanda kekuasaan Ilahi. Namun kemunculan hewan dari neraka jahanam, tentu lebih ganas dan mampu membinasakan makhluk di Bumi.

Sebagaimana telah diceritakan oleh Baginda Rasul mengenai kemunculannya, bahwa hewan neraka itu disebut-sebut sebagai ” Huraisy.

Ukuran panjang huraisy meliputi panjang langit sampai ke bumi, lebarnya berjarak sampai habisnya arah timur dan barat. Kemunculannya akan membuat malaikat Jibril bertanya kepadanya.

Apakah semua orang di bumi bakal diburu oleh hewan neraka tersebut?. Ternyata setelah Malaikat Jibril melontarkan kepada Huraisy sebuah pertanyaan ”Wahai Huraisy, kamu hendak ke mana dan hendak mencari siapa?“.

Sembari Huraisy pun menjawab “Aku mencari lima jenis orang “. Terdapat beberapa golongan orang yang bakal dicari keberadaannya, sebagai peringatan bahwa orang-orang tersebut telah enggan mengikuti perintah-perintah Allah SWT.

1. Orang yang Meninggalkan Sholat
Orang yang Meninggalkan Shalat berarti melanggar tuntunan agama Islam. Karena shalat tidak lain merupakan salah satu simbol keislaman kita, maka sebaiknya jangan sampai meninggalkannya.

Sungguh termasuk orang-orang merugi bagi siapa pun hamba Allah yang cenderung memikirkan perkara dunia, hingga sampai melalaikan urusan akhirat, terlebih shalat fardhu.

Huraisy pun termasuk hewan yang memburunya. Sepadan neraka jahanam membuat orang menjadi hancur berkeping-keping. Hewan penghuni neraka ini akan terus mencari tahu dan mendatangi mereka.

Maka alangkah baiknya kita semua tetap mendirikan shalat meski berbagai rintangan menjadi penghadang, demi menjunjung tinggi keimanan sebagaimana apa yang telah diwajibkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah.

2. Orang yang Enggan Mengeluarkan Zakat
Keserakahan harta memang tak bisa dipungkiri terus menghadang ketaatan kita secara bertubi-tubi. Namun apakah kita terlena, sehingga enggan mengeluarkan zakat yang seharusnya menjadi hak Mustahiqnya.

Menyisihkan harta 2,5 %, 5 %, atau 10 % untuk Mustahiq zakat memang terkadang begitu berat. Tapi jika dibarengi keimanan dan percaya bahwa semua rizki hanyalah titipan Sang ilahi untuk ditunaikan kewajibannya, Maka tidak ada sedikit pun rasa keberatan dalam menunaikannya.

3. Durhaka Kepada Orang Tua
Peranan orang tua bagi sang anak memang sangat berjasa sekali. Begitu mulianya kedudukan orang tua di hadapan Allah SWT, sampai-sampai Tuhan pun secara gamblang menggambarkan tingkat keridhaan-Nya tergantung ridhanya orang tua.

Allah SWT memerintah seorang anak untuk selalu berbakti kepada kedua orang tuanya. Hal demikian memang sebagai simbol ketaatan anak kepada Sang Ilahi.

Tidak boleh mengucapkan suatu apapun yang menyakIti hati keduanya, meski hanya berupa bantahan-bantahan keel!. Kebencian Allah akan datang bagi siapa pun anak yang mendurhakai prang tua.

4. Para Peminum Arak
Hewan penghuni neraka muncul di akhir zaman memberi peringatan bagi orang-orang yang suka minum-minuman memabukkan. Ingatlah bahwa setan-setan telah banyak menjatuhkan keimanan seseorang lewat minuman ini.

Merayu mereka dengan beberapa bisikan yang seolah-olah tidak ada dosa bagi mereka. Nyatanya minuman memabukkan telah membuat mereka melakukan hal-hal keji, sehingga Allah murka terhadap orang-orang tersebut.

5. Gemar Bercakap Perkara Duniawi di Dalam Masjid
Masjid tidaklah dibuat untuk berunding masalah dunia, karena keberadaannya semata-mata hanya diperuntuhkan menghadap kepada Allah, bertafakur fiddin, beribadah dan berupaya mendekatkan demi menggapai ridha-Nya.

Menjadikan masjid sebagai ajang bercakap-cakap masalah duniawi, berarti sepadan dengan melakukan kedzaliman di rumah Allah SWT.

Baginda Rasul SAW bersabda :

Apabila Kamu melihat orang melakukan jual beli di masjid, maka katakanlah, ” Semoga Allah tidak memberikan keuntungan dalam pemiagaanmu “. Dan apabila engkau melihat orang yang mengumumkan barang hilangnya di masjid maka katakan, ” Semoga Allah tidak mengembalikan barang itu kepadamu. (HR. AT-Tinnidzi den lainnya, kedudukan hadits Shahih)

Huraisy akan selalu mencari keberadaan orang-orang yang berbuat kedzaliman semacam ini. Hewan penghuni neraka jahanam itu akan memberikan peringatan keras terhadap apa yang mereka lakukan.

Namun Allah SWT selalu memaafkan bagi siapa pun yang berbuat khilaf Untuk meminta ampunan atau bertaubat, kemudian berjanji tidak mengulangi perbuatan tercela itu.

Sumber: congkop.com

Kisah Nyata Pengurus Jenazah Memandikan Mayat Pria Bunuh Diri, Hal Mengerikan Ini Terjadi

Cinta terkadang memang bisa membuat seseorang bertindak diluar akal sehat. Seperti sebuah cerita yang dikisahkan oleh Sohleh, seorang pengurus jenazah di Malaysia berikut.

Dilansir dari salah satu halaman berita Malaysia, Ohbulan, Sohlen menceritakan pengalamannya ketika harus mengurus jenazah seorang lelaki yang meninggal karena bunuh diri.

Lelaki tersebut diketahui meninggal dengan cara menggantung diri di kipas yang berada di atap kamarnya.

Ia merasa patah hati karena sang kekasih pergi meninggalkannya dan malah lebih memilih untuk menikah dengan orang lain. Padahal usia lelaki tersebut masih terbilang sangat muda, 20 tahun.

Sohleh menceritakan pengalaman ini dengan tujuan agar orang-orang mampu mengambil hikmah, bahwa bunuh diri sungguh sesuatu yang sangat dibenci oleh Tuhan.

Cerita bermula ketika Sohleh dan ketiga temannya harus mengurus surat-surat di ruang penyimpanan jasad sebuah rumah sakit.

Jenazah dari lelaki muda tersebut memang sudah beberapa hari diletakkan di sana dan tidak ada satu orang pun yang mengambilnya.

Keluarga lelaki tersebut ternyata memang sudah menyatakan jika mereka tidak bersedia mengurus jenazahnya.

Sebagai seseorang yang berprofesi sebagai pengurus jenazah, Sohleh pun harus menjalankan kewajibannya. Ia terlebih dahulu mengisi beberapa dokumen sebelum mengambil jasad tersebut.

Meski telah terbiasa berurusan dengan jenazah, namun entah mengapa kali itu ia merasakan hal yang berbeda. Sohleh merasa sedikit gugup sehingga ia pun tak henti-hentinya berdoa.

Dan benar saja, ketika ia menarik laci mayat tempat jenazah disimpan, ia mendapati situasi yang membuat bulu kuduknya berdiri.

Kondisi wajah lelaki muda yang bunuh diri itu tampak menyeramkan dengan wajah berkerut dan lidah menjulur seakan menahan kesakitan yang amat sangat.

Terdapat juga bekas lebam akibat jeratan di lehernya. Keanehan kembali terjadi ketika Sohleh dan teman-temannya hendak mengangkat jenazah itu ke atas kereta jasad.

Masing-masing dari mereka yang berjumlah 4 orang memegang anggota tubuh jenazah, tapi jenazah itu sama sekali tak terangkat. Sosok tubuhnya terasa sangat berat meski ia masih berumur 20 tahun.

Berat jenazah tersebut terasa begitu tidak normal sehingga Sohleh dan rekannya harus merasakan sakit di sekujur tubuh demi bisa mengangkat jenazah ke atas kereta. Keanehan ternyata tak hanya berhenti sampai disitu saja.

Tuhan tampaknya benar-benar ingin menunjukkan kuasanya. Saat menyucikan jenazah, najis yang keluar dari dubumya amat banyak dan tanpa henti.

Sohleh berusaha terus mengurut perut jenazah tersebut agar sisa kotoran dalam tubuhnya bisa dikeluarkan. Namun kotoran tersebut tampaknya tidak bisa habis.

Setiap jenazah digerakkan, setiap kali itu pula najisnya kembali keluar. Hingga akhirnya Sohleh terpaksa menyumbat dengan kapas sebanyak mungkin agar proses mengurus jenazah itu bisa berlanjut.

Sohleh pun berlanjut pada proses mengkafani. Namun perasaan lega hanya sebentar saja hadir. Sekali lagi Sohleh diuji ketika mengkafani jenazah, darah mengalir dari mulut dan hidungnya.

Situasi seperti ini lumrah ditemui saat mengurus jenazah yang mengalami pendarahan di dalam.

Tanpa membuang waktu Sohleh lalu menyucikan darah tersebut dengan kapas hingga jenazah selesai disalati dan siap dikebumikan di tanah perkuburan.

Cerita ini tentu menjadi pelajaran, jika bunuh diri hanyalah pikiran bodoh dan bukanlah jalan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan

5 Macam Siksa Kubur dalam Ajaran Islam

Siksaan Kubur dalam Ajaran Islam – Pengertian Siksa Kubur (Barzakh) adalah alam kubur yang membatasi antara dunia dan akhirat. Barzakh menjadi tempat persinggahan sementara jasad makhluk sampai dibangkitkannya pada hari kiamat. Penghuni barzakh berada di tepi dunia (masa lalu) dan akhirat (masa depan). Menurut syariat Islam di alam Barzakh ini, sang mayat akan bertemu dengan para Malaikat Munkar dan Nakir, sedangkan ada pendapat lain ada yang mengatakan jika yang mereka datangi adalah orang mukmin yang diberi taufik, maka yang akan datang adalah para malaikat yang bernama Mubassyar dan Basyir.

Ada hadits yang menceritakan tentang siksa kubur, di antaranya adalah dari Ibnu Abbas. Ia berkata,
“Nabi Muhammad melewati salah satu dinding dari dinding-dinding Madinah atau Makkah, lalu dia mendengar suara dua orang manusia yang sedang disiksa di dalam kuburnya. Nabi bersabda, “Dua orang sedang disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar.” Kemudian dia bersabda, “Yang seorang tidak bertirai dalam berkencing dan yang lain berjalan dengan mencaci maki.” Kemudian dia minta diambilkan pelepah kurma yang basah, lalu dibelah menjadi dua dan dia letakkan pada masing-masing kuburan itu satu belahan. Lalu dikatakan, “Wahai rasulullah, kenapakah engkau perbuat ini??” Dia bersabda, “Mudah-mudahan keduanya diringankan selama dua belah ini belum kering?”

Dari Ibnu Abbas, ia berkata,
“Nabi Muhammad berjalan melalui dua buah kubur, lalu dia bersabda, Sesungguhnya orang yang ada di dalam kubur ini disiksa, tetapi bukannya disiksa karena mengerjakan dosa besar. Adapun yang seorang dari pada keduanya itu tidak beristinja dengan sebersih-bersihnya dari kencingnya, sedangkan yang lain ini suka berjalan dengan menyampaikan kata-kata yang berupa adu domba. Kemudian dia mengambil setangkai pelepah kurma yang masih basah, lalu membelahnya menjadi dua bagian, kemudian setiap belahan tadi dipancangkan pada setiap kubur (yakni masing-masing dari dua buah kubur itu diberi separuh belahannya). Para sahabat bertanya, “Wahai rasulullah, mengapa engkau melakukan ini??” Dia bersabda, “Mudah-mudahan keduanya diringankan selama dua belahan itu belum kering”

5 Macam Siksaan di Dalam Kubur

1). Di Perlihatkan Neraka Jahannam
“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.” (Ghafir: 46)
Dari Ibnu Umar c bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam bersabda:
“Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian mati maka akan ditampakkan kepadanya calon tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Bila dia termasuk calon penghuni surga, maka ditampakkan kepadanya surga. Bila dia termasuk calon penghuni neraka maka ditampakkan kepadanya neraka, dikatakan kepadanya: ‘Ini calon tempat tinggalmu, hingga Allah Subhanahu Wa Ta’ala membangkitkanmu pada hari kiamat’.” (Muttafaqun ‘alaih)

2). Di Pukul dengan Palu dari Besi
Dari Anas radiyallahu anhu, Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam berkata :
“Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya: “Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.” Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tidak tahu?! Engkau tidak membaca?!” Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.” (Muttafaqun ‘alaih)

3). Di Sempitkan Kuburnya, Sampai Tulang-tulang Rusuknya Saling Bersilangan, dan di Datangi Teman yang Buruk Wajahnya dan Busuk Baunya.
Dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib z yang panjang, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam menceritakan tentang orang kafir setelah mati:
“Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk baunya. Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia).’ Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’ Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat’.” (HR.Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

4. Dirobek-Robek Mulutnya,
Dimasukkan ke dalam Tanur yang dibakar, dipecah Kepalanya di atas Batu, ada pula yang disiksa di sungai darah, bila mau keluar dari sungai itu dilempari batu pada mulutnya. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam berkata kepada Jibril dan Mikail sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang:
“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Al-Qur’an, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.” (HR. Al-Bukhari no. 1386 dari Jundub bin Samurah)

5). Dicabik-cabik ular-ular yang besar dan ganas
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam bersabda:
“Tiba-tiba aku melihat para wanita yang payudara-payudara mereka dicabik-cabik ular yang ganas. Maka aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” (HR. Al-Hakim. Asy-Syaikh Muqbil t dalam Al-Jami’ush Shahih berkata: “Ini hadits shahih dari Abu Umamah Al-Bahili”)

Mengingat Kematian! Beginilah Keadaan Seorang Mayit Saat Pertama Kali Memasuki Alam Kubur…

Setiap yang hidup pasti akan mengalami kematian, begitulah rumus dunia. Tanah yang selama ini kita pijak, suatu saat nanti kita akan terkubur di dalamnya.

Tentunya kita semua tahu, bahwa di dalam tanah terdapat banyak hewan yang sewaktu-waktu bisa menggigit kita. Ditambah lagi suasana gelap dan pengap semakin menambah ketakutan kita.

Di dalam kitab Daqaiqul Akhbar, diceritakan tentang mayit di alam kubur pada hari pertama. Diriwayatkan dari Abdullah bin Salam, sebelum mayit bertemu dengan malaikat Munkar dan Nakir, mayit akan didatangi oleh malaikat yang bernama Rauman yang wajahnya bersinar bagaikan matahari.

Malaikat Rauman mendatangi mayit, lalu duduk sambil berkata, “Tulislah apa yang telah engkau lakukan, baik dan jelek.” Mayit yang kala itu tampak bingung dan bertanya, “Dengan apakah aku menulis, mana pena dan tintaku?”

Malaikat Rauman lalu menjawab, “Ludahmu adalah tintanya dan jarimu adalah penanya.” Si mayit kemudian bertanya kembali, “Pada apa aku menulis, sementara aku tidak mempunyai lampiran.” Malaikat Rauman kemudian mengambil sebagian kain kafan dan memberikannya seraya berkata, “Tulislah, ini lampiranmu.”

Sang mayit pun kemudian menulis amal baik yang selama ini dia lakukan selama di dunia. Hingga sampailah akhirnya pada amalan yang jelek, namun sang mayit enggan menulisnya karena malu. Malaikat Rauman yang kala itu mengamatinya lantas bertanya dengan tegas,

“Wahai orang yang salah, mengapa kamu tidak malu kepada zat yang menciptakan kamu ketika kamu melakukan salah di dunia dan kini kamu malu kepadaku?”

Malaikat Rauman pun akhirnya mengambil batang kayu dan memukulkannya pada sang mayit. Karena kesakitan, mayit pun mau menulisnya sambil berkata,

“Bangkitkan aku sehingga aku menulisnya.” Ketika selesai menuliskan amal yang baik dan buruk, malaikat Rauman lalu menyuruh agar lampiran tersebut dilipat dan dicap. Sang mayit keheranan, bagaimana ia harus mengecapnya.

Malaikat Rauman pun menjawab, “Caplah dengan kukumu.” Mayit tersebut mengecapnya dengan kuku dan mengalungkannya hingga hari kiamat.

Cobalah kita semua renungkan, apakah kehidupan yang kita jalani ini lebih banyak melakukan kebaikan atau justru lebih banyak keburukannya.

Jangan sampai kita lebih banyak menuliskan tentang amal buruk di hadapan Malaikat Rauman. Semoga dengan ini kita tersadar untuk melakukan semua amal baik ketika di dunia.

Perlu Diketahui Sebab dan Macam-Macam Azab Kubur

Kuburan merupakan tempat singgah kita setelah mati dan tempat kita beristirahat untuk menunggu hari kiamat atau hari pembalasan. Di dalam alam kubur juga, kita sudah dapat mengetahui masa depan kita di akhirat, apakah kita akan masuk kedalam surga atau neraka.

Orang yang beriman dan selalu taat kepada Allah maka dia pasti akan mendapatkan surga sebagai balasannya. Sedangkan orang yang suka berbuat maksiat dan dosa maka Allah akan akan menyiapkan azab yang pedih untuknya.

Sebab dan Macam-Macam Azab Kubur

Azab tersebut tidak hanya akan didapat di neraka, tetapi di dalam kubur juga ada yang mendapatkan azab dan inilah yang dinamakan azab kubur. Azab kubur ada berbagai macam jenisnya tergantung dosa apa yang kita lakukan. Dan inilah macam-macam azab kubur sesuai dosa yang dilakukannya.

SEBAB-SEBAB TERKENA AZAB KUBUR

Rasulullah pernah bersabda dalam beberapa riwayat bahwa kebanyakan orang mendapatkan azab kubur justru bukan karena dosa besar, tapi karena hal sepele seperti mengabaikan kebersihan dan kesucian setelah kencing dan mengadu domba serta masih banyak lagi hal yang menyebabkan azab kubur diantaranya:

1. Kafir dan Syirik

Dosa syirik adalah dosa yang paling berat azabnya, Allah bahkan tidak akan mengampuni orang yang melakukan dosa syirik apabila dia sudah mengetahui bahwa dosa syirik adalah dosa besar yang tidak diampuni. Allah menggambarkan azab bagi orang yang kafir dan syirik pada kisah Fir’aun yang tertulis abadi di dalam Alquran.

“Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”. [QS. Ghafir ayat 45-46]

2. Munafik

Orang munafik adalah orang yang akan mendapatkan siksa kubur dan azab yang pedih di neraka. Untuk itu, janganlah dalam diri kita terdapat sifat munafik yaitu berdusta apabila berbicara, ingkar apabila berjanji dan bila diberi kepercayaan atau amanah maka dia akan mengkhianatinya.

Allah berfirman,

“Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.” [QS. At-Taubah ayat 101]

3. Meratapi Jenazah

Apabila ada sanak keluarga kita yang meninggal dunia, maka janganlah kita meratapi kepergiannya. Wajar memang apabila kita bersedih, namun kita tidak boleh meratapinya. Karena jenazah yang diratapi akan mendapatkan azab karena ratapan sanak keluarganya. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya mayit itu akan diadzab karena ratapan keluarganya.” [Muttafaqun ‘alaih]

Kemudian dalam shahih Muslim juga disebutkan:

“Mayit itu akan diadzab di kuburnya dengan sebab ratapan atasnya.”

4. Tidak Menjaga dirinya Dari Air Kencing dan Suka Mengadu Domba

Adu domba adalah sifat tercela yang harus kita hindari karena salah satu sebab kita mendapat azab adalah karena sifat ini. Selain itu menjaga kesucian ketika kencing juga menjadi hal yang harus diperhatikan, karena Rasulullah SAW bersabda ketika melewati sebuah kuburan,

“Sesungguhnya keduanya sedang diadzab, dan tidaklah keduanya diadzab disebabkan suatu perkara yang besar (menurut kalian). Salah satunya tidak menjaga diri dari percikan air kencing, sedangkan yang lain suka mengadu domba antara manusia.” Beliau lalu mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah, kemudian beliau belah menjadi dua bagian dan beliau tancapkan satu bagian pada masing-masing kuburan. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal ini?” Beliau menjawab: “Mudah-mudahan diringankan adzab tersebut dari keduanya selama pelepah kurma itu belum kering.” [Muttafaqun ‘alaih dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma]

5. Ghibah

Ghibah atau membicarakan keburukan seseorang adalah salah satu penyebab azab kubur menimpa kita. Rasulullah SAW bersabda,

“Tatkala Rabbku memi’rajkanku (menaikkan ke langit), aku melewati beberapa kaum yang memiliki kuku dari tembaga, dalam keadaan mereka mencabik-cabik wajah dan dada mereka dengan kukunya. Maka aku bertanya: ‘Siapakah mereka ini wahai Jibril?’ Dia menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang memakan daging (suka mengghibah) dan menjatuhkan kehormatan manusia’. [HR. Ahmad dishahihkan Al-Albani]

MACAM-MACAM SIKSA KUBUR

Adapun macam-macam azab kubur adalah sebagai berikut:

1. Dipukul dengan Palu yang Terbuat dari Besi

Orang yang dipukul dengan palu dari besi di wajahnya adalah orang-orang kafir dan munafik yang mendustakan kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Rasulullah bersabda,

“Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya: “Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.” Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tidak tahu? Engkau tidak membaca?” Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.” [Muttafaqun ‘alaih]

2. Disempitkan Kuburnya

Seseorang yang disempitkan kuburnya adalah orang yang mati tetapi tidak membawa amal saleh sedikitpun, maka Allah akan mengazabnya dengan dihimpitkan kuburnya dan diberikan teman yang buruk rupa dan busuk baunya.

“Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk baunya. Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia).’ Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’ Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat’. [HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim]

3. Siksa Mengerikan

Siksa yang sangat mengerikan akan didapatkan oleh penghuni kubur seperti dirobek-robek mulutnya, dimasukkan ke dalam tanur yang dibakar, dipecah kepalanya di atas batu, ada pula yang disiksa di sungai darah, bila mau keluar dari sungai itu dilempari batu pada mulutnya.

Rasulullah bertanya kepada Jibril dan Mikail tentang siksa-siksa tersebut,

“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Alquran, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.”. [HR. Bukhari]

Itulah beberapa macam dan jenis azab kubur beserta sebab-sebabnya, semoga dapat menambah ketakwaan kita kepada Allah SWT dan menjadikan kita lebih takut untuk melakukan apa yang dilarang-Nya. Aamiin.

Inilah Kaum yang Pernah Dikutuk Allah Menjadi Kera

Pernahkah anda mendengar tentang kisah manusia yang dikutuk menjadi kera? Ternyata kisah tentang kutukan tidak hanya isapan jempol belaka. Namun benar-benar bisa terjadi atas seizin-Nya. Seperti pada kisah kaum yang pernah dikutuk menjadi kera berikut ini.

Bukan sebuah kisah karangan yang kemudian menjadi buah bibir masyarakat. Namun tertulis dalam Alquran yang tidak ada keraguan di dalamnya. Kutukan ini terjadi karena mereka terlalu sombong atas atas segala yang diperintahkan Allah SWT.

Kisah ini diceritakan dalam surat Al-A’raf ayat 166. Bahwa mereka dikutuk menjadi kera yang hina. Persitiwa tersebut terjadi sebelum kehidupan Nabi Muhammad SAW. Lantas, bagaimanakah nasib kaum ini? Berikut kisahnya.

Ternyata kisah kutukan tidak hanya tentang Malin Kundang. Sang Ibu meminta pada Sang Kuasa agar si anak durhaka berubah menjadi batu. Akan tetapi tidak ada yang tahu kebenarannya. Namun kisah ini benar-benar terjadi dan tertulis di dalam Alquran.

Manusia yang dikutuk menjadi kera seperti dikisahkan dalam Al-Qur’an ternyata adalah bangsa Bani Israil. Menurut para mufassir ternyata manusia yang dikutuk tersebut ialah kaum dari bangsa Yahudi. Mereka hidup pada masa jauh sebelum lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Meskipun demikian, namun tidak semua dari kaum tersebut yang dikutuk menjadi kera. Mereka yang dikutuk tersebut karena memiliki sifat sombong atas segala perintah yang diberikan oleh Allah SWT dan juga mereka yang melanggar perjanjian. Allah Ta’ala berfirman:

“Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kamu kera yang hina.” [QS. Al-‘A`rāf ayat 166]

“Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”. [QS. Al-Baqarah ayat 65]

Kaum Yahudi yang dikutuk tersebut hidup di tepi pantai, mayoritas dari mereka bekerja sebagai penangkap ikan di laut. Pada saat itu, Allah SWT telah menetapkan hari Sabtu untuk khusus beribadah kepada-Nya dan dilarang kaum itu untuk menangkap ikan.

Akan tetapi, kemudian Allah memberikan ujian kepada mereka dengan memunculkan ikan yang berlimpah tepat di hari Sabtu.

Ikan-ikan bermunculan lebih banyak dibanding hari biasanya. Melihat hal ini, ada sebagian di antara kaum Yahudi yang kemudian memasang perangkap ikan pada hari Jumat menjelang Sabtu.

Tujuannya adalah agar di hari Sabtu mereka tetap beribadah kepada Allah dan hari minggunya perangkap ikan yang mereka pasang tersebut telah penuh dengan ikan.

Tentu saja hal ini telah melanggar perintah yang Allah berikan. Karena hal tersebutlah maka mereka dikutuk menjadi kera yang hina. Hal ini diperkuat dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.” [QS. Al-‘A`rāf ayat 163]

Dari ayat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwasanya tidak semua bani Israil (Yahudi) yang dikutuk menjadi kera. Melainkan sebagian mereka yang melakukan kecurangan dengan melanggar perintah Allah untuk tidak menangkap ikan di hari Sabtu saja.

Akan tetapi, hampir semua bani Israil mengetahui mengenai perkara tersebut, sehingga ayat ini meminta kepada nabi Muhammad SAW untuk menanyakan kisah kutukan jadi kera kepada bani Israel.

Pada ayat berikutnya diterangkan bahwa sebagian di antara mereka masih ada yang taat kepada perintah Allah untuk tidak menangkap ikan di hari Sabtu. Untuk mereka yang tidak dikutuk menjadi kera akhirnya mendapatkan peringatan dari Allah SWT. Allah Ta’ala berfirman:

“Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (QS. Al-‘raf: 165)

Ulama tafsir berbeda pendapat terkait dimana keberadaan kera tersebut kini. Ada yang mengatakan jika setelah diubah menjadi kera, mereka kemudian diubah kembali menjadi manusia. Namun sebagian pendapat mengatakan jika kera tersebut mati dan punah. Namun yang pasti, mereka tidak berketurunan.

Demikianlah informasi mengenai kisah dari manusia yang dikutuk oleh Allah SWT menjadi kera yang hina seperti yang dikisahkan dalam Al-Qur’an.

Ternyata mereka adalah sebagian kaum Yahudi yang telah melanggar perintah Allah. Semoga kisah ini menjadi pengajaran bagi kita semua agar senantiasa berhati-hati dalam bertindak dan bertingkah laku.
Sumber: infoyunik.com