Para Istri, Inilah 30 Perilaku Durhaka Terhadap Suami

MENJADI seorang istri memang bukanlah perkara mudah. Ada banyak cela yang mungkin akan membuat suami kita terluka dan marah. Bahkan di zaman saat ini, tak sedikit istri yang suka melakukan perbuatan durhaka terhadap suaminya.

Padahal perbuatan durhaka adalah perbuatan yang melanggar hak seseorang yang seharusnya ia tunaikan. Seorang istri dikatakan durhaka terhadap suami jika ia tidak memenuhi hak-hak yang wajib ia tunaikan kepada suaminya. Oleh karena itu, sebagai seorang istri harus mengetahui perbuatan-perbuatan apa saja yang tergolong adalam perbuatan durhaka terhadap suami, agar ia bisa menghindari perbuatan itu.

Inilah 30 perilaku durhaka istri terhadap suami:

1. Merusak kepemimpinan suami

2. Menentang perintah suami yang sesuai dengan syariat Allah

3. Menolak memenuhi kebutuhan seksual suami

4. Memberatkan beban belanja suami

5. Menaati selain suami

6. Bangun shalat malam tanpa izin suami

7. Puasa sunnah tanpa izin suami

8. Mengeluarkan sedekah tanpa izin suami

9. Mempengaruhi suami untuk meninggalkan yang baik

10. Melakukan nusyuz (tidak memenuhi kewajiban-kewajiban yang harus ia lakukan terhadap suami, membenci suami, memperlakukan suami dengan buruk, menyusahkan suami, dan tidak mengakui kepemimpinan suami atau derajat lebih yang Allah berikan kepada suami)

11. Berkhianat kepada suami

12. Mencuri harta suami

13. Meninggalkan tempat tidur suami

14. Dingin melayani suami

15. Menceritakan seluk-beluk fisik wanita lain kepada suami

16. Mengingkari kebaikan suami

17. Menyakiti hati suami

18. Mendiamkan suami tanpa alasan yang syar’i

19. Mencakar atau memukul suami

20. Tidak merawat suami yang sakit

21. Keluar rumah tanpa izin suami

22. Berhias untuk oranglain

23. Melepas kerudung di depan laki-laki lain yang bukan mahrom

24. Membiarkan dirinya dijamah laki-laki lain selain suami

25. Mengizinkan laki-laki lain masuk rumah

26. Mengizinkan oranglain tidur di tempat tidur suami

27. Memalsukan nasab anak kepada suami

28. Menyusuh suami menceraikan madunya

29. Minta cerai tanpa alasan

30. Melarikan diri dari rumah suami

Itulah 30 perilaku istri yang durhaka terhadap suaminya. Semoga kita semua bisa terhindar dari semua perilaku di atas, dan jika kita tanpa sadar melakukannya maka segera bertaubat untuk tidak mengulanginya lagi, Waallahu’alam.

Sumber: islampos.com

Miris Tak Punya Hati Nurani! Kakek Udjan Memilih Tidur di Pinggir Got Setelah Ditolak Anaknya Tinggal di Rumah Bersama

Seorang lansia bernama Udjan Susanto (74) ditemukan terlantar oleh Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Barat di atas got.

Petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Amir menyampaikan laporan dari aparat kelurahan itu juga sudah masuk aplikasi Qlue.

“Ketika sampai di lokasi, lansia tersebut tiduran di atas saluran air (got) dengan kondisi sudah sakit dan sudah buang air kecil dan besar di celana,” kata Amir saat dihubungi pada Jumat (8/12) kemarin.

Ia melanjutkan, lansia sakit terlantar ini sudah empat hari tak berdaya di depan SD Widuri Indah.

Pihaknya mendapat informasi dari aparat kelurahan bahwa lansia tersebut masih memiliki anak. Namun, menurut aparat kelurahan, anaknya sudah tidak mengakui lansia itu orang tuanya.

Sementara itu, Petugas P3S tetap ingin bertemu dengan anaknya untuk berdialog agar tidak menelantarkan orang tuanya. Tapi anaknya bersikeras tidak mengakui lansia itu sebagai orang tua.

“Kami pun menyodorkan surat pernyataan kepadanya bahwa lansia itu bukan orang tuanya,” tandas Amir.

Setelah itu, pihaknya langsung berkordinasi dengan pihak Ambulan Gawat Darurat (AGD) 112 Dinas Kesehatan untuk membantu memberikan pertolongan.

Petugas pun bersama-sama merujuk lansia tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, Jakarta Pusat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan dokter, lansia itu menderita diabetes akut tapi masih bisa berkomunikasi.

“Menurut info yang kami dapat, lansia itu mempunyai tiga orang anak. Satu orang di Kelurahan Duri Utara itu, seorang di Depok dan seorang lagi tempat tinggalnya jauh,” ungkap Amir.

Baca: Lansia Telantar Tidur di Atas Got, Sudah 6 Tahun Tidak Tinggal di Depok

Biasanya lansia itu tinggal bersama anaknya di Depok. Kemudian ia mau ke rumah anak yang satu lagi di Duri Utara, tapi anaknya menolak dan tidak mengakuinya sebagai orangtua.

Alasannya Udjan dinilai menyebalkan dan membuat malu anaknya karena sering membuat resah dan mengganggu orang lain.

Dimintai Surat Pernyataan

Amir menceritakan bahwa pihaknya sempat menyambangi rumah anaknya Udjan bernama Sumarno Susanto, di Jalan Duri Utara, Gang 6 No 7, RT 007/06, Duri Utara, pada Kamis (7/12) kemarin.

Namun Sumarno enggan mengakui apabila Udjan merupakan ayah kandungnya.

“Kami samperin, tapi dia (Sumarno) bersih kukuh kalau gak mau mengakui ayahnya. Akhirnya untuk laporan, saya minta dia untuk nulis surat pernyataan,” ujar Amir.

Surat itu ditandatangani di atas materai dan dibubuhi cap Ketua RT 007/06 beserta Ketua RW 06 Kelurahan Duri Utara.

Amir menambahkan Udjan sudah terlantar sejak 3 minggu yang lalu. Saat ditemukan, Udjan masih busa berkomunikasi secara lancar, namun Sumarno mengungkapkan kepada bahwa ayahnya memiliki gangguan kejiawaan.

“Diajak ngomong masih lancar kok. Tapi anaknya bilang kalau ayahnya punya penyakit kejiwaan. Suka ketuk-ketuk rumah tetangga, padagal gak mau ngapa-ngapain,” katanya.

Setelah itu, Udjan dirujuk ke Rumah Sakit Tarakan untuk mendapatkan pertolongan medis. Amir mengungkapkan status Udjan sebagai orang terlantar menyebabkannya tak bisa dikunjungi oleh siapapun.

“Gak bisa dijenguk dulu karena kalau misalnya ada yang datang, nanti disangka kalau dia tidak terlantar. Batas waktunya beluk bisa dipastikan sampai kapan. Itu kewenangan pihak RS,” katanya.

Sementara itu, Togi Asman Sinaga, Direktur Utama RS Tarakanmengatakan saat ini Udjan sudah mendapatkan pertolongan medis yang baik di dalam rumah sakit.

“Kalau sudah masuk perawatan kan berarti sudah dalam tindakan. Karena masih beberapa hari, berarti masih dalam perawatan penanggung jawabnya,” kata Togi.

Sumber : tribunnews

Ketahuilah, Perasaan Ibu Ketika Dibentak Anaknya Itu Lebih Sakit Dari Melahirkan

IBU, masakin air bu. Saya ingin mandi pakai air hangat, ” seseorang anak memohon ibunya menyiapkan air hangat untuk mandinya.

Sang ibu dengan ikhlas melaksanakan apa yang diperintah oleh sang anak.

Dengan suara lembut ibunya menyahut, “Iya, tunggu sebentar ya, sayang! ”

“Jangan terlalu lama ya Bu! Soalnya saya ada janji sama topik,. ” tutur sang anak.
Tak lama kemudian sang ibu sudah selesai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.

“Nak, air hangatnya sudah siap, ” ibu ini memberi tahu.

“Lama sekali sih, Bu…” sang anak sedikit membentak.

Sehabis selesai mandi dan kenakan pakaian rapi, sang anak berpamitan pada ibunya, “Bu, saya keluar dahulu ya, ingin jalan-jalan sama teman. ”

“Mau kemana nak? ” bertanya sang ibu.

“Kan sudah saya katakan, saya ingin keluar jalan-jalan sama teman, ” kata sang anak sambil mengerutkan dahi.

Malam harinya, sang anak pulang dari jalan-jalan, sesampainya di rumah ia merasa kesal karena ibunya tidak ada di rumah. Padahal perutnya sangatlah lapar, di meja makan tidak ada makanan apapun.

Lebih dari satu waktu itu, ibunya datang sambil mengatakan salam, “Assalamu’ alaik­­um.. Nak, anda sudah pulang? Sudah dari tadi? ”

“Hah, ibu dari mana saja. Saya itu lapar, ingin makan tidak ada makanan di meja makan. Semestinya bila ibu ingin keluar ini masak dulu…” kata si anak dengan suara sangatlah lantang.

Sang ibu coba menuturkan sembari memegang tangan anaknya, “Begini sayang, anda janganlah geram dulu. Ibu tadi keluar bukanlah untuk masalah yg tidak penting, kamu belum tahukan kalau istrinya Pak Rahman meninggal? ”

“Meninggal? Padahal tidak sakit apa- apa kan, Bu? ” sang anak sedikit kaget, suara suaranya juga tidak tinggi lagi.

“Dia meninggal waktu Maghrib tadi. Dia meninggal dunia saat melahirkan anaknya. Anda harus juga tahu nak, seorang ibu ini bertaruh nyawa saat m3l4hirkan anaknya, ” ibu memberi penjelasan.

Hati sang anak mulai terketuk, dengan suara lirih ia ajukan pertanyaan pada ibunya, “Itu berarti, ibu saat m3l4hirkanku juga demikian? Ibu juga rasakan sakit yang luar biasa juga? ”

“Iya anakku. Saat ini ibu mesti berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa. Namun, ada yang lebih sakit dari pada sebatas m3l4hirkanmu, nak, ” sang ibu menjawab.

“Apa ini, Bu? ” sang anak ingin tahu apa yang melebihi rasa sakit ibunya saat melahirkan dia.

Sang ibu tidak dapat menahan air mata yang mengalir dari tiap-tiap sudut matanya seraya berkata,

“Rasa sakit waktu ibu melahirkanmu ini tidak seberapa, apabila di banding dengan rasa sakit yang ibu rasakan waktu dirimu membentak ibu dengan suara lantang, waktu kau menyakiti hati ibu, Nak. ”

Si anak segera menangis dan memohon ampun atas apa yang sudah diperbuat selama ini pada ibunya.

Masih tetap beranikah anda membentak ibumu yang sudah mempertaruhkan hidup matinya melahirkan anda?

Sumber: mediamasakini.com