Video Proses Lahiran Caesar ini, Pengingat Anda Agar Selalu Menghargai yang Namanya Ibu dan Istri

Secara langsung melihat proses lahiran, membuat terharu

Hal yang utama, hargai ibumu, hargai istrimu, inilah perjuangan dan rasa sakit seorang wanita yang anda sebut ibu, yang anda sebut istri. sudah taukah anda bagaimana proses lahiran seperti ini?

Operasi Caesar Tidak Seperti Yang Anda Bayangkan

5 Alasan yang Mendorong Seseorang untuk Menjalani Proses Melahirkan Caesar

Meski operasi caesar dilegalkan dalam situasi apa pun, beberapa orang memiliki alasan medis tertentu untuk melakukannya. Berikut ini ada 5 latar belakang yang mewajibkan wanita melahirkan dengan cara bedah caesar.

Posisi Bayi Sungsang

Bayi dikatakan dalam posisi sungsang apabila kepalanya tidak berada di jalan lahir. Jika diteruskan melalui persalinan normal, berisiko terhadap keselamatan bayi. Semisal, tali pusat terjepit sehingga peredaran darah dan oksigen pada janin menjadi terhambat.

Faktor Usia dan Kesehatan Sang Ibu

Meski kesehatan bisa ditunjang dengan vitamin untuk ibu hamil, faktor usia tetap memengaruhi penanganan kelahiran. Wanita yang hamil di usia 35 tahun keatas rentan terkena komplikasi. Karena itu, bayi harus lahir lewat operasi caesar.

Kondisi Jalan Lahir

Salah satu jalan lahir yang harus dilewati bayi adalah panggul. Jika tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, tindakan operasi harus dilakukan. Pasalnya, kondisi ini bisa mengakibatkan rahim robek, pendarahan, dan kematian.

Kelainan pada Janin yang Akan Dilahirkan

Bentuk kelainan pada janin bermacam-macam, semisal makrosomia. Berat bayi yang mengidap makrosomia biasanya mencapai 5 kg. Kondisi tersebut mengharuskan ibu untuk melakukan operasi caesar.

Kelahiran Bayi Kembar

Pada beberapa kasus, bayi kembar bisa dilahirkan secara normal. Namun, tidak semua ibu memiliki kondisi fisik yang kuat. Karena itu, disarankan untuk melahirkan lewat operasi caesar.

5 Tahapan Proses Melahirkan Caesar

Memberikan pemahaman seputar langkah-langkah operasi caesar diperlukan untuk meminimalkan rasa khawatir dalam diri pasien. Secara umum, ada lima tahap kelahiran melalui bedah caesar. Berikut ini ulasannya.

Menandatangani Perjanjian Operasi Caesar

Sebelum operasi dilakukan, pasien mendapatkan penjelasan dari dokter. Biasanya, ia menerangkan seputar alasan penanganan kelahiran melalui bedah caesar. Jika Anda dan suami menyetujui, pihak rumah sakit memberikan surat perjanjian yang harus dibubuhkan tanda tangan.

Melewati Tahapan Anestesi

Anestesi merupakan tindakan untuk menghilangkan rasa sakit di tubuh seseorang dengan memberikan obat bius. Dalam operasi caesar ada dua jenis anestesi, yaitu umum dan epidural. Dokter akan memberikan anestesi sesuai kondisi pasien.

Dokter Melakukan Disinfeksi Area operasi

Seusai melakukan anestesi kepada pasien, dokter memasang tirai tepat di atas dada. Setelah itu, bagian perut Anda dibersihkan hingga steril. Selanjutnya, dokter memasang selang kencing ke uretra sebagai saluran urine selama masa operasi dan penyembuhan luka.

Memulai Operasi

Proses operasi dimulai dengan membuat sayatan horizontal di bawah perut. Jika bagian ini sudah terbuka, selanjutnya dilakukan pembedahan di area rahim. Bagi pasien yang menggunakan anestesi epidural, selama operasi berlangsung akan merasakan ada tekanan atau tarikan.

Meski begitu, gerakan tersebut tidak menimbulkan rasa sakit. Kalau pasien mengalami nyeri hebat, biasanya tindakan anestesi umum akan diberikan.

Bayi Dikeluarkan dari Rahim

Bayi bisa dikeluarkan setelah sayatan di rahim cukup besar. Secara perlahan, dokter akan mengangkat bayi, lalu mengambil plasentanya. Anda dapat mendengar tangisan si kecil jika hanya diberikan anestesi epidural.

Langkah berikutnya, dokter akan menjahit bagian rahim dan kulit luar yang disayat. Proses tersebut memerlukan waktu kurang lebih 30 menit.

LIHAT VIDEONYA BERIKUT INI :

Dikirim oleh Tips Bang Neo pada 14 Februari 2018

Bagaimana Proses Pemulihan Pascaoperasi?

Operasi sesar berlangsung sekitar 30-50 menit. Setelah itu, Anda dipindahkan ke kamar rawat inap. Sementara sang bayi, dibawa ke ruang pemulihan untuk mendapatkan ASI.

Setelah 24 jam di ruang pemulihan, selang urine dan infus dilepaskan dari tubuh pasien. Pada proses ini, pasien harus belajar berdiri dan berjalan. Tujuannya agar peredaran darah lancar.

Lama pemulihan pascaoperasi tergantung kondisi pasien. Ada yang bisa pulih selama 1-2 hari, beberapa butuh waktu sampai 3-7 hari.

Itulah ulasan mengenai proses melahirkan sesar. Untuk mengurangi rasa takut dan menghindari stres sebelum operasi, Anda harus memahami prosedurnya dengan baik.

Sumber: wajibbaca.com

SUAMI TERGODA WANITA LAIN, SALAH SUAMI ATAU SALAH WANITANYA?

Tulisan ini kami sampaikan bukanlah mencari siapa yang salah siapa yang benar, namun sering kita tak adil didalam memandang permasalahan dalam rumah tangga.

Terutama sekali jika berkaitan dengan orang ketiga. Para istri sering ilfil dan serta-merta menyalahkan wanita lain sebagai wanita penggoda suami orang. Benarkah demikian?

Pendapat bahwa wanita lain lah yang salah karena telah menggoda suami orang, belum tentu sepenuhnya benar. Apalagi banyak istri yang lantas protektif terhadap suami, memeriksa isi hape, isi dompet, isi email, hanya karena ketakutan suami tergoda.

Bagaimana pun seksi dan genitnya wanita menggoda, jika suami memiliki iman kuat dan berkomitmen terhadap rumah tangganya tentu tidak akan tergoda melakukan perselingkuhan apalagi sampai berzina.

Sebagaimana kisah berikut ini:

Abul Faraj Ibnul Jauzy dan ulama lainnya meriwayatkan, bahwa ada seorang wanita cantik tinggal di Makkah. Ia sudah bersuami.

Suatu hari ia bercermin dan menatap wajahnya sambil bertanya kepada suaminya: “Menurutmu, apakah ada seorang lelaki yang melihat wajahku dan tidak akan tergoda?”

Sang suami menjawab: “ada!”

Si istri bertanya lagi: ”Siapa dia?”

Suaminya menjawab: ”Ubaid bin Umair.” (Seorang Qodhi Makkah waktu itu).

Sang istri berkata: ”Ijinkan aku menggodanya.”

“Silahkan , aku telah mengijinkanmu.” jawab suaminya.

Maka wanita itu mendatangi Ubaid bin Umair seperti layaknya orang yang meminta fatwa. Beliau membawanya ke ujung masjid Al Haram dan wanita itu menyingkapkan wajahnya yang bagaikan kilauan cahaya rembulan.

Maka Ubaid berkata kepadanya: “Wahai hamba Allah, tutuplah wajahmu.”

Si wanita menjawab: “Aku sudah tergoda denganmu.”

Beliau menanggapi: “Baik. Saya akan bertanya kepadamu tentang satu hal, apabila kamu menjawab dengan jujur, aku akan perhatikan keinginanmu.”

Si wanita berkata: “Aku akan menjawab setiap pertanyaanmu dengan jujur.”

Beliau bertanya: “Seandainya saat ini malaikat maut datang kepadamu untuk mencabut nyawamu, apakah engkau ingin aku memenuhi keinginanmu?”

Si wanita menjawab: “Tentu tidak.”

Beliau berkata: “Bagus, engkau telah menjawabnya dengan jujur.”

Beliau bertanya lagi: “Seandainya engkau telah masuk kubur dan bersiap-siap untuk ditanya, apakah engkau suka bila sekarang kupenuhi keinginanmu?”

Si wanita menjawab: “Tentu saja tidak.”

Beliau berkata: “Bagus, engkau telah menjawabnya dengan jujur.”

Beliau bertanya lagi: “Apabila manusia sedang menerima catatan amal perbuatan mereka, lalu engkau tidak mengetahui apakah akan menerimanya dengan tangan kanan ataukah dengan tangan kiri, apakah engkau suka bila sekarang kupenuhi keinginanmu?”

Si wanita menjawab: “Tentu saja tidak.”

Beliau berkata: “Bagus, engkau telah menjawabnya dengan jujur.”

Beliau bertanya lagi: “Apabila engkau sedang akan melewati Ash-Shirat, sementara engkau tidak mengetahui akan selamat atau tidak, apakah engkau suka bila sekarang kupenuhi keinginanmu?”

Si wanita menjawab: “Tentu saja tidak.”

Beliau berkata: “Bagus, engkau telah menjawabnya dengan jujur.”

Beliau bertanya lagi: “Apabila telah didatangkan neraca keadilan, sementara engkau tidak mengetahui apakah timbangan amal perbuatanmu ringan atau berat, apakah engkau suka bila sekarang kupenuhi keinginanmu?”

Si wanita menjawab: “Tentu saja tidak.”

Beliau berkata: “Bagus, engkau telah menjawabnya dengan jujur.”

Beliau bertanya lagi: “Apabila engkau sedang berdiri dihadapan Allah untuk ditanya, apakah engkau suka bila sekarang kupenuhi keinginanmu?”

Si wanita menjawab: “Tentu saja tidak.”

Beliau berkata: “Bagus, engkau telah menjawabnya dengan jujur.”

Beliau lalu berkata: “Bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah telah memberikan karunia-Nya kepadamu dan telah berbuat baik kepadamu.”

Abul Faraj berkata: “Maka wanita itupun pulang ke rumahnya menemui suaminya.

Sang suami bertanya: “ Apa yang telah engkau perbuat?”

Si istri menjawab: “Sungguh engkau ini pengangguran (kurang ibadah) dan kita ini semuanya pengangguran.”

Setelah itu si istri menjadi giat sekali melaksanakan sholat, shaum, dan ibadah-ibadah lain.

Hingga si suami sampai berkata: “Apa yang terjadi antara aku dengan Ubaid? Ia telah merubah istriku. Dahulu setiap malam bagi kami bagaikan malam pengantin. Sekarang ia telah berubah menjadi ahli ibadah?”

Jelas bahwa fitnah terbesar pun, yakni wanita, tidak akan berdampak pada seorang pria yang beriman.

Sehingga jelas bahwa yang perlu selalu diperbaiki dalam rumah tangga kita adalah keimanan yang lurus pada Allah. Semoga Allah membentengi rumah tangga kita dengan iman dan ketaqwaan padaNya.

(Dinukil dari kitab Raudhatul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaaqin Karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyah)

Semoga kisah diatas bisa menjadi iktibar bagi kita… terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca.

Sumber: blogshah.com

Tak Terima Disebut Istri “Bau Dapur” Wanita ini Beri Tantangan Super Susah Ke Suami

Tantangan sepele tapi tak semua suami bisa

Adakah suami yang bisa lakukan tantangan wanita ini?

Warganet, khususnya ibu-ibu dibuat meradang gara-gara komentar dari seorang suami.Komentar yang ditulis memancing para wanita naik pitam. Walhasil, mulai dari foto perselingkuhan, masalah hutang, sampai tantangan diberikan oleh warganet.

Seorang ibu rumahtangga mengaku geram setelah membaca posting pria di media sosial.

Pria tersebut rupanya tidak mau istrinya bau dapaur saat sang suami pulang kerumah.

Bahkan, si pria juga mengatakan jika semakin berjalanya waktu matanya bisa saja beralih ke wanita cantik yang diluarsana.

Membaca postingan itu, pemilik akun Rara Woeland yang merupakan seorang istri ini merasa tersinggug.

Bahkan, Rara meminta Thedy Sukma untuk menerima tantangnya.

Ia pun hanya memberikan waktu dua bulan untuk menjalani tantangannya tersebut.

“Tapi kalau belum 2 bulan anda mengeluh. Coba tolong anda pakai pakaian perempuan dandan selayaknya perempuan,” tulisnya di status facebook.

Namun, tidak semua orang mampu menyelesaikan tantangannya tersebut terutama kaum laki-laki.

Berikut ini tulisan Rara Woeland di akun facebooknya:

“Dear Mz Tedhy Sukma.

Saya menantang anda untuk bertukar posisi dengan istri anda selama 2 bulan. Istri anda yang bekerja anda WAJIB melakukan pekerjaan rumah full seperti yang dilakukan para ibu rumah tangga. Beres-beres rumah, ngurus anak, nyuci baju, masak, nyetrika, dll layaknya pekerjaan seorang IBU RUMAH TANGGA. Jika ANDA berhasil anda memang pria yang tidak cuma bermodal OMONG doang. Tapi kalau belum 2 bulan anda mengeluh. Coba tolong anda pakai pakaian perempuan danda selayaknya perempuan.

Menghargai dan tau rasanya sebagai istri lebih baik. Dari pada anda berlogika saja. Gaji anda seberapa kok bisa seperti itu?? Sudah apa saja yang anda berikan pada istri anda?? Siap rezekinya hilang?? Siap mendapatkan laknat Allah?? Gak usah berteori mz. Perempuan bisa bekerja. Tapi laki-laki belum tentu bisa mengurus masalah rumah. Nyebok’i anak pup wae kadang onok sing wegah (dan rata-rata memang wegah ) durung pipise, ndulang maem, muntah, mriang begadang nunggoni anak (nek anake cilik-cilik luwih kadi 2) Belum lagi yang istrinya juga kerja, rela begadang ngurusi anak, urung ngurusi koe. La po koe rak koyo BAYI??? Bojomu ngurusi tow??

Ehh BTW anda sudah beristri belum ya??

Gimana mz?? Siap melakukan tantangan saya????????

Udah ah…. Oya barangkali ada yang kenal sama mas Tedhy sukma tolong dicolekin sini. Tak sambi dodolan sek ya mas. Lumayan kan IRT jam segini bisa santai. Karna ada sedikit waktu luang. Rene mas dolan-dolan. Tak paringin kopi Royal Crown ben tutuk’e bener nek matur”.

Postingan itupun mendapat banyak dukungan dari para kaum istri.

Mereka pun menuliskan komentaranya di kolom dinding komentar.

Tantangan yang diberikan Rara ini memang terlihat sepele.

Mimi Popeye berkomentar: “Bisa banget pngen istri cantik terus seger terusss,,, mudah siapkan pembantu 3 org, tukang kebun 2,,,, dann jangan minta ANAK”

Miranti Puspa Sari ikut mngomentari: “Kalo mau istri lu Wangi cantik modalin, di rumah sewa pembantu. Biar istri ga capee, biar istri Wangi cantik tiap hari. Ga mikir apa yaa yg ngurusin anak lu siapa, yg beresin smua pekerjaan rumah, yg masak tiap hari buat ngeyangun perut lu. Sampe daleman sempak yg lu pake siapa yg nyuci klo bukan istri lu. Baru di goda pelakor atau yg cantik dikit aja udah klepek2 lu. Klo mo istri cantik skali lagi MODALIN!!!!! Greget dari tadi mau komen, baru bisa komen hehehhe.

Postingan itu saat ni sudah dibagikan lebih dari 2590 kali di facebook.

Sumber: wajibbaca.com

Jika Ingin Rezeki Suami Bertambah, Istri Lakukanlah Ini

ISTRI memperoleh rezeki salah satunya dari suami. Ya, sebab suamilah yang memiliki tanggungjawab untuk menafkahi istri. Meski begitu, bukan berarti istri hanya diam saja, lho! Campur tangan istri juga sangat berperan penting terhadap penghasilan suami. Apa maksudnya?

Sang istri harus melakukan hal-hal yang bisa menambah rezeki suami. Apakah itu?

Dilansir dalam infoyunik.com bahwa yang harus dilakukan istri agar rezeki suami bertambah, di antaranya:

Pertama, berikan sedikit rezeki kepada orangtua dan mertua. Berikanlah sedikit rezeki walau hanya sekadar membelikan beras atau kebutuhan pokok yang lain. Karena ternyata, dengan memberikan sedikit rezeki dari pendapatan suami akan bisa menambah keberkahan atas rezeki yang diperoleh. Akan tetapi, dengan syarat pemberian tersebut harus diketahui dan disetujui oleh sang suami.

Kedua, istri harus senantiasa mengingatkan suami agar memberikan rezeki yang halal kepada keluarga mereka. Selalu berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar suami mencari rezeki yang halal untuk menafkahi istri dan anaknya. Jangan jadi istri yang justru menjerumuskan suami ke lembah dosa dengan meminta ini itu tanpa bisa disanggupi oleh suami. Pada akhirnya akan mengakibatkan suami memilih jalan yang tidak halal agar keinginan istrinya dapat terwujud. Jadilah istri yang selalu bersyukur atas pemberian dari suami.

Ketiga, istri yang baik, harusnya bisa menghindari gaya hidup boros. Karena sebenarnya perbuatan yang demikian ini tidaklah baik untuk keuangan keluarga. Ada baiknya untuk berhemat dan mengubah gaya hidup ini karena bisa menambah keberkahan rezeki keluarga.

Keempat, jalankanlah ibadah bersama. Sudah jelas bahwa ibadah dan ketakwaan yang dilaksanakan setiap hari itu erat hubungannya dengan keberkahan rezeki keluarga. Terlebih lagi apabila ibadah tersebut dilaksanakan bersama keluarga, maka pahalanya akan berlimpah. Mulai saat ini cobalah untuk merencanakan melakukan ibadah bersama keluarga seperti shalat berjamaah, tahajud, puasa sunnah ataupun membaca Al-Quran bersama.

Kelima, menghindari pertengkaran dalam rumah tangga. Sebagai istri haruslah bisa menjadi penenang suami saat stres, bukan malah menjadi penyulut pertengkaran. Tetap jaga keharmonisan dalam kehidupan berumah tangga. Karena dengan demikian akan membuat suami menjadi lebih giat dalam bekerja.

Sumber: islampos.com

Para Istri, Inilah 30 Perilaku Durhaka Terhadap Suami

MENJADI seorang istri memang bukanlah perkara mudah. Ada banyak cela yang mungkin akan membuat suami kita terluka dan marah. Bahkan di zaman saat ini, tak sedikit istri yang suka melakukan perbuatan durhaka terhadap suaminya.

Padahal perbuatan durhaka adalah perbuatan yang melanggar hak seseorang yang seharusnya ia tunaikan. Seorang istri dikatakan durhaka terhadap suami jika ia tidak memenuhi hak-hak yang wajib ia tunaikan kepada suaminya. Oleh karena itu, sebagai seorang istri harus mengetahui perbuatan-perbuatan apa saja yang tergolong adalam perbuatan durhaka terhadap suami, agar ia bisa menghindari perbuatan itu.

Inilah 30 perilaku durhaka istri terhadap suami:

1. Merusak kepemimpinan suami

2. Menentang perintah suami yang sesuai dengan syariat Allah

3. Menolak memenuhi kebutuhan seksual suami

4. Memberatkan beban belanja suami

5. Menaati selain suami

6. Bangun shalat malam tanpa izin suami

7. Puasa sunnah tanpa izin suami

8. Mengeluarkan sedekah tanpa izin suami

9. Mempengaruhi suami untuk meninggalkan yang baik

10. Melakukan nusyuz (tidak memenuhi kewajiban-kewajiban yang harus ia lakukan terhadap suami, membenci suami, memperlakukan suami dengan buruk, menyusahkan suami, dan tidak mengakui kepemimpinan suami atau derajat lebih yang Allah berikan kepada suami)

11. Berkhianat kepada suami

12. Mencuri harta suami

13. Meninggalkan tempat tidur suami

14. Dingin melayani suami

15. Menceritakan seluk-beluk fisik wanita lain kepada suami

16. Mengingkari kebaikan suami

17. Menyakiti hati suami

18. Mendiamkan suami tanpa alasan yang syar’i

19. Mencakar atau memukul suami

20. Tidak merawat suami yang sakit

21. Keluar rumah tanpa izin suami

22. Berhias untuk oranglain

23. Melepas kerudung di depan laki-laki lain yang bukan mahrom

24. Membiarkan dirinya dijamah laki-laki lain selain suami

25. Mengizinkan laki-laki lain masuk rumah

26. Mengizinkan oranglain tidur di tempat tidur suami

27. Memalsukan nasab anak kepada suami

28. Menyusuh suami menceraikan madunya

29. Minta cerai tanpa alasan

30. Melarikan diri dari rumah suami

Itulah 30 perilaku istri yang durhaka terhadap suaminya. Semoga kita semua bisa terhindar dari semua perilaku di atas, dan jika kita tanpa sadar melakukannya maka segera bertaubat untuk tidak mengulanginya lagi, Waallahu’alam.

Sumber: islampos.com

Pikat Suami Agar Berat Tinggalkan Rumah, Begini Nih Caranya

SUAMI Anda sering tinggalkan rumah? Jika ya, bagaimana perasaan Anda? Tentu ada rasa mengganjal dalam diri Anda bukan?

Ya, sebagai seorang istri keberadaan suami di rumah, tentu begitu penting kan? Untuk itu, peran istri dalam mempertahankan suami di rumah cukup penting. Lantas, apa yang harus dilakukan istri agar suami betah di rumah?

Dilansir dalam ummi-online.com dijelaskan bahwa tujuh cara yang bisa dilakukan istri untuk memikat suami agar berat meninggalkan rumah. Apa sajakah itu?

Pertama, ciptakan suasana romantis. Manfaatkan momentum kebersamaan bersama suami seefektif dan semaksimal mungkin. Makan malam berdua dengan temaram cahaya lilin, tentu membuat kesan yang mendalam. Sesekali pergi berdua ke desa wisata, menikmati sejuknya udara pegunungan, kicau burung di pagi hari, segarnya air terjun, dan beningnya sungai pastilah membuat suami bersemangat kembali saat bersama di rumah.

Kedua, menonton film bersama. Cobalah untuk menonton film bersama suami di rumah. Pilihlah film dengan genre yang telah disepakati bersama. Boleh film drama, komedi, aksi, horor, klasik, romantis, dan sebagainya. Sediakan camilan atau kudapan ringan untuk menghangatkan suasana dan demi kebersamaan.

Ketiga, selingi dengan humor. Hal yang satu ini sering dilupakan oleh pasangan suami istri. Saat anda sedang berdua, selingi dengan humor segar atau candaan ringan pastilah membuat hubungan lebih menyenangkan. Sebagai variasi humor, boleh diselingi dengan tebak-tebakan, permainan jari, kartu, ular tangga, atau saling menggelitiki sehingga membuat suasana menjadi riang dan penuh tawa.

Keempat, perhatian penuh cinta kasih. Perhatian-perhatian kecil membuat pasangan Anda merasa nyaman. Misalnya menyiapkan handuk, baju kerja dan dasi, menyiapkan teh hangat, sesekali menyuapi suami, membelikan obat saat suami sakit, mengisikan pulsa, membantunya mencuci piring dan pakaian, merapikan tempat tidur atau meja makan, menyapu halaman, mengambilkan sepatu, membelikan kado terindah di saat hari ulang tahunnya, dan hal-hal lainnya. Saat melakukan ini, hendaklah diniatkan untuk membahagiakan suami tercinta, agar bernilai sebagai amal ibadah yang diridhai Allah.

Kelima, variasi permainan ranjang. Kehangatan di ranjang terlihat sepele, namun berefek besar. Betapa banyak suami yang bosan dengan gaya yang itu-itu saja. Nah, saatnya istri berperan. Bacalah buku kamasutra, cobalah beragam variasi posisi, dahului dengan cumbu rayu yang tidak biasa, cobalah aneka gaya yang disepakati bersama di tempat yang berbeda. Boleh diiringi dengan aromaterapi, diselingi musik lembut nan menyentuh hati, atau hal-hal lain pembangkit birahi yang masih diperbolehkan oleh Illahi.

Keenam, sajikan menu kesukaan. Cobalah untuk bereksperimen dari buku-buku masakan, lalu sajikan menu kesukaan suami. Bila belum terbiasa memasak, maka tontonlah dari Youtube, bagaimana cara memasak atau menyajikan makanan atau minuman favorit suami. Bila belum berhasil, maka cobalah lagi.

Boleh juga sesekali mencoba varian menu masakan tradisional. Menghidangkan masakan tradisional ini memiliki banyak sekali keuntungan. Jadi secara tidak langsung melestarikan budaya melalui kuliner tradisional, menghibur dan membahagiakan hati pasangan, menciptakan kebersamaan nan penuh kemesraan.

Ketujuh, musik penggugah jiwa. Musik dapat melembutkan dan menggugah jiwa. Bahagiakanlah rumah tangga dengan bernyanyi bersama, melantunkan kalimat yang mengingatkan kepada Ilahi. Semarakkanlah suasana dengan alunan musik romantis tentang alam semesta yang melukiskan keagungan sang Pencipta. Dengan bersenandung bersama, maka kebersamaan jiwa terasa semakin mesra dan akrab. Musik memang dapat menyatukan hati dan membuat jiwa-jiwa semakin dekat kepada Illahi.

Sumber: islampos.com

Istri Ikut Campur Urusan Pekerjaan Suami, Bolehkah?

KETIKA telah terjadi ijab qabul, secara otomatis dua insan yang saling mencinta itu bersatu dalam ikatan suci pernikahan. Mereka sudah bisa memisahkan diri dari keluarganya masing-masing dengan membentuk keluarga baru, dalam satu atap. Tentunya, hal-hal yang bersangkutan mengenai keduanya akan terbuka. Maka, di sinilah harus adanya kerja sama yang baik di antara keduanya.

Sebagai seorang istri, mengetahui pekerjaan suaminya tentu tidak mengapa bukan? Tapi, apakah istri berhak ikut campur dalam urusan suami, khususnya pekerjaan di luar rumah?

Kehidupan rumah tangga dibangun atas dasar saling mencintai, menyayangi serta tolong menolong di antara suami istri. Setiap pasangan hendaknya berupaya untuk membahagiakan pasangannya, baik dengan perkataan maupun perbuatan yang baik.

Apabila salah satunya melihat suatu kesalahan yang tampak pada pasangannya, maka pintu untuk saling menasihati terbuka lebar. Sebagai catatan, ketika menasihati hindarilah kata-kata yang menyakitkan atau menasihati di depan umum.

Apabila salah satu pihak melakukan kesalahan, hendaknya pihak lain menolong dengan memberi saran dan masukan serta mendoakannya. Allah SWT berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang,” (QS. Ar-Rum: 21).

Adapun celaan dengan kata-kata yang tidak enak akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki. Istri hendaknya sadar bahwa posisinya hanyalah sebagai pemberi nasihat, bukan pemberi perintah. Sebab, musyawarah hanya bersifat masukan, bukan perintah. Bila suami menerima pendapatnya, maka berbahagialah. Namun jika tidak, hendaknya ia menahan diri dan membantunya dalam mengatasi masalah yang sedang dihadapi.

Sumber: islampos.com

Istri Anda Pemakai Jilbab Lebar? Perhatikan 5 Hal Ini Demi Keamanan Anda Saat Naik Sepeda Motor

Memakai jilbab lebar dan pakaian longgar memang membuat lebih teduh dan anggun. Selain memang anjuran agama tentunya. Kini, semakin banyak saja wanita yang menyadari kewajiban dan kebaikan dalam jilbab.

Namun, dalam hal berkendara, masih banyak para wanita berjilbab lebar yang harus lebih memperhatikan cara berkendara, khususnya saat naik sepeda motor. Baik dalam posisi menyetir maupun dibonceng. Ini demi keamanan sendiri maupun orang lain.

Para jilbaber yang memang kebanyakan ada di kawasan perkotaan baik besar maupun kecil perlu memperhatikan jilbab dan pakaiannya. Sudah banyak kejadian kecelakaan yang diakibatkan kurang teliti terhadap jilbab dan pakaian longgar. Bagi Anda yang berjilbab dan berbaju gamis longgar, perhatikan 5 hal ini demi keselamatan Anda dan orang lain.

1. Ingat Lampu Belakang

Bagi Anda yang ada di posisi belakang (dibonceng), ingat selalu agar bagian belakang jilbab tidak menutupi lampu riting atau disebut juga lampu sein. Bagi yang dibonceng dengan posisi duduk menyamping pun juga demikian. Jangan sampai bagian samping jilbab menjuntai menutupi lampu. Sangat berbahaya jika lampu sampai tertutup oleh jilbab. Karena saat sepeda motor akan berbelok ke kanan atau ke kiri, lampu tidak terlihat oleh pengendara belakangnya.

2. Hati-hati dengan Abaya

Saat Anda dibonceng, pakaian panjang dan longgar semacam abaya dan gamis harus diperhatikan. Usahakan agar tidak menjuntai dan berkibaran. Khawatirnya kalau masuk ke rantai atau ban sepeda motor. Sudah banyak kejadian para wanita yang terjungkal karena ujung abaya atau gamisnya terlilit di rantai atau ban sepeda motor.

Sebenarnya tidak khusus abaya dan gamis saja. Pengguna pakaian tradisional seperti kain batik yang dililitkan, yang biasa disebut jarit oleh orang Jawa, juga harus diperhatikan. Saya pernah melihat sendiri seorang nenek terjungkal karena ujung jarit yang dipakainya masuk ke rantai dan terlilit. Dan, karena lumayan keras jatuhnya, tak berapa lama saya dengar si nenek meninggal dunia.

3. Amankan Tas Selempang

Tas selempang pernah ngetren di kalangan pria maupun wanita. Banyak sudah macamnya yang beredar. Bagi Anda yang membawa tas selempang saat naik motor, pakailah tas dengan melampirkan dari pundak kiri ke kanan atau sebaliknya. Posisi tas sebaiknya ditaruh di depan.

Posisi tas di depan lebih aman daripada hanya ditaruh pada salah satu pundak dan menjuntai di bawah atau di belakang. Khawatirnya kalau sampai tersangkut pada kendaraan lain. Bisa berujung kematian lo. Peletakan posisi tas di depan juga untuk mengamankan kalau-kalau ada tangan jahat penjambret yang mengincar. Dengan posisi tas ada di samping atau di belakang, tangan penjahat akan dengan lihai merebut tas. Kalau tas di letakkan di depan, maka posisinya lebih terlindungi oleh badan.

Pemakaian tas selempang oleh para wanita berpakaian longgar, yang jelas tujuannya agar aurat lebih tertutupi, juga harus diperhatikan. Dalam posisi tidak berkendara, kalau memang tas Anda agak berat, jangan sampai melampirkan tali dari pundak kiri ke kanan dengan meletakkan tali melintasi bagian dada. Maaf, pakaian longgar Anda tidak lagi berfungsi menutupi aurat jika bagian dadanya tertekan oleh tali tas selempang. Lebih baik gantungkan tas selempang di salah satu pundak saja.

4. Bercelana Longgar dan Panjang di Bagian Dalam

Sebaiknya, bagi muslimah bergamis panjang memakai celana longgar dan panjang sebagai lapisan dalamnya. sehingga saat naik sepeda motor ujung rok atau gamis bisa diangkat sebatas lutut. Jangan biarkan menjuntai atau berkibar-kibar. Seperti pada poin kedua, ini berisiko terlilit rantai, ban atau justru tersangkut dan terlilit kendaraan lain.

5. Tip Aman dan Nyaman

Saat naik sepeda motor dengan memakai pakaian dan jilbab longgar duduki saja ujung jilbab panjang Anda. Pakailah jaket agar ujung jilbab tidak berkibaran. Sebaiknya pasang penutup pada rantai pada sepeda motor Anda. Ini meminimalisir kemungkinan pakaian dan jilbab terlilit rantai.

Tetaplah pakai jilbab dan baju muslimah, tapi perhatikan keselamatan perjalanan. Oh ya, memang muslimah berjilbab dan berbaju longgar itu saat mengendarai sepeda motor atau dibonceng, lebih aman dan nyaman kalau memakai jaket saja.

Tujuannya, agar pakaian dan jilbab tidak berkibaram lalu menyangkut atau terlilit, juga agar tidak tertiup angin sehingga justru menggambarkan lekuk-lekuk tubuh. Selain itu, memakai jaket ketika perjalanan dengan sepeda motor lebih melindungi tubuh dari terpaan angin. Biar nggak masuk angin, Ukhti.

Sumber : Datdut.

Istri Suka Dengarkan Musik Dan Begadang, Bagaimana?

SEORANG istri merupakan makmum dalam rumah tangga, yang harus senantiasa mengikuti perintah dari imamnya, yakni suami. Dalam hal ini kedudukan istri tentu berada di bawah suami. Maka, sudah menjadi kewajibannya untuk menaati suami dan mengerjakan pekerjaan rumah untuk menjaga keutuhan dalam rumah tangga.

Namun, banyak kita temukan, istri-istri di masa kini lebih mendahulukan egonya. Banyak dari mereka memelihara sifat malasnya. Di antaranya senang begadang dan selalu mendengarkan musik. Hingga akhirnya, ia enggan untuk mengerjakan pekerjaan rumah, yang sudah menjadi tanggung jawabnya.

Padahal, mengurus suami, anak dan rumah sudah menjadi kewajiban seorang istri. Istri juga menjadi seorang pemimpin, dan akan dimintai pertanggung jawabannya atas kepemimpinannya di hari kiamat kelak.

Disebutkan di dalam Ash-Shahihain bahwa Nabi SAW bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dana akan dimintai pertanggungjawabannya atas apa yang dipimpinnya. Seorang imam itu pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya,” (HR. Bukhari, III/497).

Oleh karena itu, hendaknya seorang istri bertakwa kepada Allah SWT dan menaati suami, serta menjaga apa yang Allah telah minta untuk dijaga. Karena Allah akan memintai pertanggungjawabannya tentang hal itu dan membuat perhitungan dengannya.

Selain itu, kita harus ingat bahwa mendengarkan nyanyian-nyanyian yang diharamkan hukumnya adalah haram. Wajib bagi kita untuk meninggalkannya. Sedangkan sebagai seorang suami, Anda wajib untuk mencegahnya dengan cara-cara yang Anda mampui. Karena itu, termasuk pelaksanaan tanggungjawab Anda terhadap dirinya.

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dan api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,” (QS. At-Tahrim: 6).

Sumber: islampos.com

Renungan. Wahai Sang Istri, Suamimu Bukanlah Malaikat…

Sadarilah pula wahai para istri yang shalihah.. bahwa suami kita bukanlah malaikat, dan tidak akan pernah berubah menjadi malaikat.

Kalau kita menyadari akan hal ini, persiapkanlah diri kita untuk menerima kesalahan dan kekeliruan suami kita, serta berusaha untuk tidak mempermasalahkannya.

Karena berbuat salah sudah menjadi tabiat manusia. Kita bisa mengambil sikap bijak untuk menanggulangi kesalahan-kesalahan tersebut. Bukan dengan mengikuti kesalahan-kesalahan suami, tetapi bisa melalui dua hal.

Pertama, Menasehati suami dengan cara yang baik apabila terbukti jelas ia berbuat kesalahan dalam kehidupan rumah tangga.

Kedua, tidak mencela dan mencemoohnya bila ia berulang kali melakukan kesalahan yang sulit dihindari tabiatnya, dan ini pasti ada dalam kehidupan berumah tangga, akan tetapi bantulah dia untuk memperaiki diri dan meninggalkan kesalahan tersebut. Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman,

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisaa’: 19)

Bersyukurlah akan anugerah dari Allah kepada kita berupa sang suami. Duhai para istri, marilah kita sadari bahwasanya suami yang Allah anugerahkan kepada kita adalah sebuah nikmat yang besar.

Perhatikanlah di sekeliling kita! Betapa banyak para wanita yang mendambakan kehadiran seorang suami, tapi belum juga mendapatkannya.

Dan betapa banyak pula wanita-wanita yang terpisah jauh dari suaminya, bahkan betapa banyak pula wanita-wanita yang kehilangan suaminya. Bersyukurlah duhai para istri shalihah. Janganlah sampai kita tergolong ke dalam firman Allah berikut ini.

“Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur (berterima kasih).” (Qs. Saba’:13)

Perhatikan hak-hak suami dan peranan masing-masing istri dan suami. Ingatlah pula bahwasanya suami adalah nahkoda bagi rumah tangga kita. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman,

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”. (QS. An-Nisaa’ 34)

Ya, suami adalah pemimpin rumah tangga kita. Maka dari itu, kita (suami dan istri) harus saling memahami peran masing-masing di dalam rumah tangga. Taatilah suami kita dengan baik selama bukan ketaatan dalam perbuatan maksiat.

Karena taat kepada suami merupakan salah satu kewajiban kita sebagai istri. Dengan begitu, kita bisa merebut hati suami kita dan kita pun akan mendapatkan ganjaran dari Allah berupa surganya yang indah. Perhatikanlah hadits berikut ini,

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, ‘Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka’.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dan jagalah hak-hak suami kita. Sadarilah besarnya hak suami atas diri kita. Ingatlah, sejak kita menikah, maka sang suamilah yang paling berhak atas diri kita. Sampai-sampai Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Seandainya aku boleh menyuruh seseorang sujud kepada orang lain, maka aku akan menyuruh seorang wanita sujud kepada suaminya.” (Hadits shahih riwayat At-Tirmidzi, di shahihkan oleh Al-Albani dalam Irwaa’ul Ghalil (VII/54).

Bersyukurlah Terhadap Pemberian Suami
“Dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya, ‘Mengapa (demikian) wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam?’ Beliau shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, ‘Karena kekufuran mereka.’ Kemudian ditanya lagi, ‘Apakah mereka kufur kepada Allah?’ Beliau menjawab, ‘Mereka kufur terhadap suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari, no. 105 2 , dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma)

Jangan selalu melihat kekurangan suami. Apabila kita menemukan adanya kekurangan pada diri suami kita, sadarilah bahwasanya kita pun mempunyai banyak kekurangan. Berusahalah untuk saling menutupi kekurangan-kekurangan yang ada.

Dan bersyukur pulalah atas pemberian suami. Jangan sekali-kali istri meremehkan atau tidak suka kepada suaminya hanya karena uang yang diberikan suaminya terlalu kecil menurut pandangannya, padahal sang suami telah bekerja keras.

Ingatlah kepada Allah apabila keinginan hendak meremehkan itu muncul. Bagaimana mungkin seorang istri meremehkan setiap tetes keringat suaminya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah menganggapnya mulia?

Apapun pekerjaannya dan berapa pun penghasilannya, bukanlah masalah besar asalkan halal dan mampu dilakukan secara berkelanjutan. Bersyukurlah dan bersabarlah wahai para istri shalihah.

Bukankah masih banyak orang-orang yang keadaannya jauh di bawah kita? Ingatlah akan sabda Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

“Pandanglah orang yang berada di bawah kalian (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah kalian memandang orang yang berada di atas kalian. Karena yang demikian itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kalian.” (HR Muslim, no. 2963)

Bersyukurlah Dengan Kebaikan-kebaikan Suami yang Ada
Karena istri yang tidak bersyukur akan kebaikan suami adalah istri yang tidak bersyukur kepada Allah subhaanahu wa ta’alaa. Sebagaimana sabda Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

“Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia dia tidak bersyukur kepada Allah”. (Hadits riwayat Abu Daud dan di shahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud [4811]).

Berusahalah Untuk Menjadi Istri yang Shalihah
Istri shalihah, yaitu istri yang baik akidahnya, amal ibadahnya dan baik pula akhlaknya. Bagi seorang suami, istri shalihah tak sekedar istri.

Ia adalah teman di setiap langkah kehidupan, pengingat di kala lalai, penuntun di saat tersesat, dan ia adalah ustaadzah bagi rumah tangganya. Sungguh, tiada kebahagiaan di dunia yang lebih indah daripada bersanding dengan istri shalihah.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

Menjadi istri shalihah adalah sebuah kemungkinan yang dapat diraih dengan keihklasan dan bersungguh-sungguh dengan penuh ketulusan. Pelajarilah bagaimana wanita terdahulu mampu meraihnya.

Contohlah mereka dan lakukan dalam rumah tangga kita. Jika sudah demikian, bersabarlah untuk memetik hasilnya. Kita sadari bahwasanya:

Kita bukanlah Hajar, yang begitu taat dalam ketakwaan
Kita bukanlah Asiyah, yang begitu sempurna dalam kesabaran
Kita bukanlah Khadijah, yang menjadi teladan dalam kesetiaan
Kita bukanlah ‘Aisyah, yang menjadikan indah seisi dunia
Tetapi kita, hanyalah seorang istri yang berusaha meraih predikat “Shalihah”.

Artikel Asli