8 Mitos seputar obesitas dan penurunan berat badan, benar atau tidak?

Obesitas telah menjadi isu kesehatan yang meresahkan belakangan ini. Mereka yang khawatir dengan timbunan lemak di tubuhnya, tentu memikirkan cara diet paling efektif nan sehat. Beberapa di antara upaya penurunan berat badan ini bisa saja mitos seperti contoh berikut ini.

Kira-kira, benar atau tidak ya? Dilansir dari boldsky.com, ini dia penjelasannya.

Konsumsi karbohidrat membuat tubuh gemuk
Saat kamu ingin menurunkan berat badan, maka kamu diperingatkan untuk mengurangi konsumsi karbohidrat. Sebab zat ini bikin berat badan makin gemuk.

Sebenarnya, ada 2 jenis karbohidrat yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana mengandung gula, lemak jenuh, dan gluten yang memang bisa meningkatkan berat badan. Sementara karbohidrat kompleks memiliki sifat yang berkebalikan.

Semakin lama olahraga, semakin cepat berat badan turun
Olahraga memang berguna untuk turunkan berat badan. Namun kamu tak perlu berjam-jam berolahraga untuk mendapatkan berat badan ideal. Cukup dengan memilih olahraga yang tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh.

Diet sehat dan olahraga rutin bikin berat badan turun
Selain diet sehat yang dikombinasikan dengan olahraga rutin, kamu juga perlu mengganti gaya hidup dan kebiasaan lebih sehat untuk mendapatkan berat badan impian.

Melewatkan jam makan bikin berat badan turun banyak
Banyak yang mengira bahwa melewatkan jam makan akan membuat berat badan turun dalam jumlah banyak. Kebanyakan, wanita yang melakukan kebiasaan ini. Padahal alih-alih membakar lemak, melewatkan jam makan justru akan memperlambat metabolisme tubuh.

Jadi vegetarian bikin makin langsing
Tak semua orang cocok dengan pola makan vegetarian. Semua kebutuhan masing-masing orang berbeda. Sehingga jangan keburu melakukannya demi mendapatkan berat badan idaman.

Konsumsi daging bikin tubuh makin gemuk
Sebenarnya, tergantung pada jenis daging yang kamu makan. Jika daging yang kamu makan tinggi lemak, tentu berat badan akan meningkat. Sebaliknya jika daging yang kamu pilih tidak mengandung lemak, maka hal ini tak berdampak buruk pada berat badan. Malahan, bisa meningkatkan pembentukan otot dan membakar lemak.

Minum air mempercepat penurunan berat badan
Tubuh manusia terdiri dari cairan sebanyak 60%. Dengan rajin minum air putih, tubuh akan terhidrasi dengan baik dan membuatmu selalu merasa kenyang. Sehingga kamu terhindar dari keinginan untuk makan secara berlebih.

Makan tengah malam membuatmu gemuk
Ya memang benar bahwa kebiasaan makan tengah malam bisa membuat tubuh menggemuk. Sebab makanan tak bisa dicerna dengan sempurna dan menumpuk menjadi lemak.

Sumber: merdeka.com

Mitos yang Dipercaya Bisa Bikin Wanita Enteng Jodoh, Percaya Nggak?

Perkara jodoh memang selalu menarik untuk dibahas. Masih sama seperti jaman dulu kala, orangtua selalu menganggap jika anaknya sudah menikah, berarti dia sudah menemukan jodohnya. Karena itulah tak heran kalau banyak sekali orangtua yang punya anak perempuan sering was-was jika anaknya itu tak kunjung bertemu jodohnya.

Di tanah Jawa ini banyak sekali mitos soal mendapatkan jodoh. Walau kadang tak masuk akal, namun mitos-mitos ini banyak dipercaya lho. Tapi tak sedikit juga yang menganggapnya sebagai hal seru-seruan tanpa harus dipikirkan manjur atau tidak manjurnya. Nah, apa saja sih mitos yang dianggap bisa bikin wanita enteng jodoh?

Mitos pertama yang sangat dipercaya orang Jawa adalah mencuri bunga pengantin. Tradisi ini beredar di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Biasanya, pengantin pria dan wanita dari daerah ini akan memakai hiasan pernikahan berupa bunga melati. Wanita harus mencuri sekuntum bunga melati yang ada di keris pengantin pria (pengantin pria tidak boleh tahu, namanya juga mencuri). Nah, mitos ini dianggap bisa membuat wanita yang mencuri bunga itu enteng jodoh.

Mitos selanjutnya yang beredar di Jawa adalah cuci muka dengan air sisa siraman calon pengantin. Tradisi ini masih sering membuat heboh beberapa keluarga yang akan menikahkan anak perempuannya. Biasanya para tamu (ibu-ibu) yang memiliki anak perempuan akan berebut air sisa siraman pengantin wanita. Mitos mengatakan jika ada perempuan yang mencuci wajah dengan air sisa siraman, dia akan segera menyusul sang pengantin wanita ke pelaminan.

Nah, kalau di daerahmu mitos apa sih yang dipercaya bikin enteng jodoh?

Sumber: vemale.com

5 Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi ini Ternyata Mitos

Bagi beberapa Moms, menebak-nebak jenis kelamin janin merupakan hal yang menyenangkan untuk dilakukan.

Terutama Moms yang ingin sesegera mungkin mengetahui jenis kelamin janin, pasti pernah mendengar bahwa dengan cara tertentu bisa mendeteksi jenis kelamin janin saat kehamilan.

Sayangnya, cara-cara yang tidak didasari alasan medis hanyalah mitos belaka. Berikut 5 mitos yang kerap dikenal dapat mengetahui jenis kelamin janin.

1. Detak Jantung Lebih Cepat = Anak Perempuan
Sebelum melakukan ultrasound pertama, dokter kemungkinan akan menggunakan monitor jantung doppler untuk mengukur detak jantung janin Moms.

Jika detak jantung Moms mendekati 160 denyut per menit maka besar kemungkinan janin di kandungan tersebut adalah anak perempuan. Sedangkan detak jantung 120 denyut per menit berarti janin Moms adalah laki-laki.

Di tahun 2006, seorang ilmuwan di Wright State University di Ohio memeriksa hampir 1000 sonogram dari wanita pada trimester pertama dan trimester kedua.

Ketika bayinya lahir, dilakukan analisis denyut jantung rata-rata untuk anak laki-laki dibandingkan anak perempuan, dan ditemukan bahwa bayi laki-laki memiliki denyut jantung rata-rata 154,9 denyut per menit sementara bayi perempuan masuk pada 151.7.

Hal ini membuktikan tidak ada korelasi antara detak jantung dengan jenis kelamin janin dalam kandungan.

2. Menggunakan Kalender Lunar Cina
Selama ratusan tahun, kaum kerajaan Cina menggunakan kalender lunar untuk melihat jenis kelamin janin agar memastikan bahwa mereka punya bayi laki-laki yang cukup untuk menjaga keberlangsungan kerajaan tersebut.

Namun, penelitian di Kanada melakukan analisis antara ulang tahun partisipan dan mencocokkan dengan kalender lunar Cina.

Hasilnya? Akurasinya hanya mencapai 50 persen. Ini berarti, melihat jenis kelamin janin menggunakan kalender Cina tidak berbeda jauh dengan membalikkan koin.

3. Bentuk Perut Ibu Saat Hamil
Ada ciri-ciri yang mengatakan jika perut hamil Moms cenderung tinggi atau berbentuk bulat lonjong berarti mengandung anak perempuan.

Sementara Moms dengan bentuk perut melebar, berarti mengandung anak laki-laki. Faktanya, tidak ada hubungannya antara bentuk perut saat hamil dengan jenis kelamin bayi.

Sebab, bentuk perut ibu hamil dipengaruhi oleh otot, bentuk tubuh dan berat badan Moms.

4. Intensitas Morning Sickness
Moms yang sering mengalami morning sickness cenderung memiliki anak perempuan. Hal ini oleh beberapa peneliti diduga karena kenaikan level hormon yang menyebabkan morning sickness lebih terjadi pada Moms yang sedang mengandung bayi perempuan.

Tetapi tingginya morning sickness pada ibu hamil juga terjadi dengan Moms yang melahirkan bayi laki-laki.

5. Mengidam Makanan Manis atau asam
Mitos seputar jenis kelamin janin ini melihat jenis makanan yang membuat Moms ngidam. Jika Moms mengidam makanan manis saat hamil, itu artinya mengandung anak laki-laki.

Sementara jika mengidam makanan asam, berarti janin di dalam kandungan adalah perempuan. Meskipun mengidam merupakan gejala di saat hamil, namun tidak ada pengaruhnya terhadap jenis kelamin Si Kecil.

Sumber: nakita.grid.id