17 Adab Berhias Muslimah

Wanita adalah tiang negara. Bila rusak akhlak atau adab wanita, maka rusaklah suatu negara. Di era modern ini, problematika kesetaraan gender, berhias, busana, trend, menjadi pembahasan utama di berbagai kalangan. Trend busana dan rias yang menonjolkan aurat, busana mini, bikini, jilbab ketat yang menonjolkan payudara dan lekuk tubuh begitu menjamur dan merebak di mana-mana. Ironisnya, banyak muslimah yang masih belum tahu bagaimana seharusnya adab berhias sesuai syariah agama. Padahal jelas dikatakan di dalam QS. Al Ahzab 35 bahwa diantara mereka yang mendapatkan ampunan dan pahala yang besar di sisi Allah SWT adalah laki-laki dan perempuan yang menjaga kehormatannya.

Berikut ini adab berhias muslimah menurut kitab Al-Jami’ fii Fiqhi An-Nisa’ karya Syaikh Kamil Muhammad Muhammad ‘Uwaidah. Selamat memahami dan mengaplikasikan di dalam kehidupan.

1.Rasulullah SAW melarang wanita mencukur rambutnya [HR Tirmidzi dan An-Nasa’i].

2.Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta disambungkan rambutnya [HR Muttafaqun ‘alaih]

3.Memulai segala sesuatu yang baik dengan sebelah atau tangan kanan [HR. An-Nasa’i].

4.Allah melaknat wanita yang mentato kulitnya, wanita yang meminta ditato, yang mencukur alisnya, meminta direnggangkan giginya untuk mempercantik diri, mereka yang mengubah [memodifikasi] ciptaan Allah [HR. Nasa’I dan Muttafaqun alaih].

5.Muslimah diperbolehkan memakai pakaian sutera [HR. Bukhari].

6.Larangan menjulurkan, memanjangkan, menyeret pakaian karena sombong. Hendaklah kaum wanita menurunkan satu hasta dan tidak boleh melebihinya di dalam membuat ujung pakaiannya [HR. An-Nasa’i].

7. Makruh bagi wanita memperlihatkan perhiasan [emas] yang dipakainya. [Hadits dari Tsauban]

8. Parfum wanita adalah yang tampak warnanya dan tidak tercium aromanya. [HR. Tirmidzi, An-Nasa’I, Abu Dawud, dan Ahmad]

9. Diperbolehkan memakai kutek, salah satunya dengan daun pacar. [HR. Abu Dawud dan An Nasa’i]

10. Berpakaian namun seperti telanjang. Maksudnya, mengenakan pakaian yang tipis atau transparan yang memperlihatkan aurat atau lekuk tubuhnya. [HR. Muslim, HR. Ibnu Hibban]

11. Mengenakan hijab atau jilbab. [QS. Al- Ahzab 59] Syaratnya harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan. [HR. Abu Dawud]

12. Mengenakan pakaian atau berbusana yang menutupi aurat. [QS. Al-A’raf 26]

13. Larangan bertabarruj. Maksudnya berhias dengan memperlihatkan kecantikan wajah, menampakkan keindahan lekuk tubuh, berjalan dengan genit, menggoda dengan maksud memikat hati atau dikagumi oleh pria yang melihatnya. [QS. An-Nuur 60 dan Al-Ahzab 33]

14. Larangan bagi kaum wanita untuk memakai perhiasan dan wangi-wangian di masjid. [HR. Ibnu Majah]

15. Larangan untuk memakai azimat atau benda-benda yang dikeramatkan, seperti cincin, batu akik, gelang, giwang yang dianggap bertuah atau dipercaya memiliki kekuatan magis atau gaib. [QS. Al Jin 6]

16. Larangan untuk mendatangi dan mempercayai peramal atau dukun. [HR. Muslim]

17. Larangan berhias bagi wanita untuk selain suaminya. [HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa’i].

Demikian sekilas telah sedikit diuraikan 17 adab berhias bagi muslimah. Semoga bermanfaat.

Sumber: ummi-online.com

3 Jurus Muslimah Hadapi ‘Lelaki Iseng’

MEMAKAI pakaian sudah syar’i, menutupi seluruh tubuh, tidak ketat, tidak transparan, jilbab juga sudah terhulur rapi. Tapi aneh, terkadang godaan masih saja datang dari lelaki iseng.

Godaan dari lelaki iseng—mungkin untuk ukuran ikhwan persentasenya kecil, bukan hanya milik mereka yang berpakaian kekurangan bahan saja. Sering kali, walaupun kita sudah memakai jilbab, masih saja ada yang bersiul seakan kita burung merpati atau bahkan sekadar ‘say hai’ tanpa tujuan yang jelas.

Biasanya mereka berdalih iseng, padahal memang tidak ada pekerjaan lain saja. Sering juga mereka melontarkan kata-kata yang tidak senonoh. Standarnya cowok usil ini kalau bertemu akhwat pura-pura mengucapkan salam dan semacamnya.

Mungkin hal seperti ini bisa menimpa kita saat pulang sekolah dan melewati sekelompok lelaki yang nongkrong di pinggir jalan. Bisa juga saat asyik menunggu bis atau mikrolet yang akan mengantar kita ke kantor atau kampus.

Bahkan ketika disuruh ibu beli garam di warung belakang rumah pun tidak lepas dari godaan lelaki iseng. Perlu diingat, tempat yang paling rawan godaan untuk perempuan adalah Mall.

Sebenarnya jika hanya sekadar say hello, lebih baik lewati saja. Sudah menjadi urusan yang serius saat lelaki usil ini nekat menggoda kita sampai dengan kontak fisik. Dan Sayangnya, fenomena seperti ini sudah menjadi menu sehari-hari kita.

Jadi supaya selamat, kita harus tahu jurus apa yang digunakan. Tapi tentunya bukan jurus ilmu bela diri.

Pertama, tundukkan pandangan! Tapi bukan berarti mesti jalan sambil menunduk terus. Menundukkan pandangan maksudnya mata kita dijaga dari hal-hal yang tidak seharusnya kita lihat.

Sebagai manusia biasa, terkadang tiba-tiba saja kita melting saat yang menggoda itu bersih dan tidak bisa dibilang tidak ganteng, misalnya saja mirip Dude Herlino (huahh!!!). Karena yang menggoda itu ganteng, kamu jadi ridho untuk digoda. Tentang hal ini Allah swt sudah mengingatkan: “Katakanlah kepada mukmin perempuan, hendaklah menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka. ….” (QS an-Nuur [24] : 31)

Kedua, gaya berpakaian kita sebenarnya lah yang juga mengundang. Dalam Islam ada aturan berbusana khusus bagi perempuan ketika keluar rumah, yaitu menutup seluruh aurat kecuali muka dan telapak tangan. Lengkap dengan kerudung dan jilbabnya.

Tapi memang jika laki-laki sudah akut isengnya, tidak melihat dimana dan siapa sasaran godaannya, yang penting menggoda. Penting sekali untuk kita memperhatikan jilbab kita supaya lebar dan tidak tipis.

Jangan seperti lemper, menutup aurat tapi lekuk tubuh masih kelihatan ketat. Allah Swt. berfirman: “Dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang kelihatan dari-padanya…” (QS An- Nuur [24] : 31).

Firman Allah lainnya: “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perem-puanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengu-lurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (QS al-Ahzab [33]: 59)

Ketiga, jangan dipedulikan! Kalau godaan itu ‘cuma’ dengan siulan, atau ucapan-ucapan dan tidak merambah ke fisik, lebih baik jangan dipedulikan. Karena jika ditanggapi, mereka akan menjadi-jadi dan tidak jera.

Laki-laki penggoda itu akan bertambah senang jika godaan mereka ditanggapi atau dijawab. Entah jawaban itu bernada ketus, sinis, marah, atau mencaci-maki, semua itu tidak akan membuat mereka menjadi jera.

Selain kita akan terlihat tidak bijak karena berjilbab tapi masih hobi memaki orang, secara tidak langsung kita juga menjatuhkan harga diri kita sendiri di depan umum. Waspadalah! Lagipula, umumnya lelaki penggoda itu akan segan menggoda mereka yang ‘diam’ dalam arti tidak peduli dan tidak menanggapi godaan-godaan mereka.

Sudah tahu jurusnya? Mari kita coba terapkan, karena memang umumnya lelaki penggoda juga melihat tampilan luar diri kita sebelum menggoda. Tetapi jika menggoda dengan kata-kata “Ibu Haji”, amini saja supaya hal tersebut menjadi do’a buat kita.

sumber: islampos.com

Beberapa Sebab Sebaiknya Muslimah Tak Upload Foto Selfie di Sosmed

Pernahkah melihat muslimah yang update foto selfie berbagai pose di sosmed? Kalau misalnya sedang jualan jilbab, jualan baju, mungkin masih paham tujuannya mengupload foto dirinya sendiri dalam banyak pose, itupun agak aneh karena ketika selfie kan berarti fokus foto ada pada wajah saja. Akan tetapi ketika seorang muslimah berfoto selfie berbagai gaya kemudian menguploadnya di sosmed dengan niatan iseng saja, rasanya tidak baik dilakukan.

Agar lebih jelas, berikut ini beberapa alasan tidak mengupload foto selfie di sosmed:

1. Tergelincir di niat

Kalau sekadar iseng saja sebaiknya tidak upload foto selfie karena lebih banyak mudharat ketimbang maslahat. Apalagi jika pose dan gayanya sangat menggoda. Foto selfie untuk diri sendiri saja tidak mengapa, tapi tak perlu sampai diupload ke ruang publik karena terhitungnya tidak memberi manfaat duniawi ataupun ukhrawi.

Apalagi untuk yang telah menikah, bisa jadi niatnya ingin membuat suami senang malah bikin suami jadi cemburu.

2. Tidak membantu orang lain untuk menundukkan pandangan

Terutama untuk muslimah yang tiap hari update foto selfie, coba evaluasi apa sebenarnya niatmu mengupload foto tersebut? Apakah tidak menyadari bahwa begitu banyak mata memandang, yang bisa jadi timbul niat kurang baik mereka ketika melihat foto selfiemu. Meskipun adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah untuk menjaga pandangannya, akan tetapi jika kita menyembunyikan kecantikan kita dengan niat menjaga pandangan orang lain mudah-mudahan bisa terhitung ibadah yang berpahala.

3. Gangguan penyakit psikologis

Orang yang terlalu narsis bisa jadi memiliki gangguan psikologis yang perlu diwaspadai. Bisa dalam bentuk krisis percaya diri, kecanduan, atau penyakit mental lainnya. Coba cek seberapa sering dirimu melakukan foto selfie dan menguploadnya ke sosial media!

4. Disalahgunakan orang lain

Betapa banyak foto-foto diri muslimah yang disalahgunakan orang lain. Tentu saja hal ini tidak kita inginkan menimpa diri kita, maka mari kita kurangi kadar narsis diri. Wajar memang jika wanita ingin selalu dilihat cantik, tapi ketika berhasil meredam hawa nafsu, in syaa Allah ridho Allah lebih layak untuk diperjuangkan dan dibanggakan.

Sumber: ummi-online.com

Nasihat Untukmu Para Calon Bidadari Surga

NASIHAT adalah sebuah kejernihan yang sewajarnya hadir dalam kehidupan masyarakat Islam. Terkhusus bagi wanita muslimah yang hidup dijaman ini.
Sapaan nasihat adalah penyejuk yang menyegarkan langkah, menuju ridha Yang Maha rahmah, Allah swt.

Berikut sepuluh nasihat yang layaknya didengar dan dijadikan pedoman untuk para muslimah calon bidadari surga.

Pertama. Wanita muslimah meyakini bahwa Allah adalah Tuhannya, Muhammad adalah nabinya dan Islam adalah agamanya, dan menampakkan jejak keimanan dalam perkataan, amalan dan keyakinan. Maka ia selalu menjauhi murka Allah, takut akan pedihnya azab Allah dan balasan akibat menyelisihi perintah-Nya.

Kedua. Wanita muslimah selalu menjaga sholat-sholat wajibnya, berwudlu, menjaga kekhusyukan dan ketepatan waktu melaksanakan sholat.

Janganlah menyibukkan diri dengan aktivitas yang lain ketika datang waktu sholat. Meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat yang memalingkan dari ibadah kepada Allah.

Ia pun menampakkan atsar (bekas) sholatnya dalam peri kehidupan, karena sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, sholat adalah penjaga terbesar dari kemaksiatan.

Ketiga. Wanita muslimah selalu menjaga hijabnya (mengenakan jilbab) merasa mulia dengan hal tersebut dan dia tidak keluar dari rumah kecuali dalam kondisi berjilbab, dengan jilbab tersebut bertujuan agar Allah menjaganya. Ia pun bersyukur kepada Allah yang telah memuliakan, menjaga dan mengehendaki terjaganya kesuciannya dengan jilbab.

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu anak-anakmu dan wanita beriman agar mereka mengenakan jilbab-jilbab mereka.” (QS. Al-Ahzaab : 59).

Keempat. Wanita muslimah selalu mentaati suaminya, bersikap lembut, cinta, mengajaknya kepada kebaikan, menasehati dan menghibur suaminya. Ia tidak mengeraskan suara dan kasar dalam berbicara kepada suaminya.

Rasulullah bersabda, “Apabila seorang wanita menjaga shalat lima waktunya, berpuasa di bulan ramadhan, menjaga kehormatannya, dan mentaati suaminya niscaya ia akan masuk surga.” (Hadits Shahih jami’).

Kelima. Wanita muslimah senantiasa mendidik putranya untuk taat kepada Allah. Mengajarinya dengan aqidah yang benar, menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi maksiat dan akhlaq yang buruk.

Firman Allah, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (QS. At-Tahrim : 6).

Keenam. Wanita muslimah tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya.

Sabda Rasulullah, “Barangsiapa wanita yang berdua-duaan dengan laki-laki, maka syetan yang ketiganya.” (Hadits).

Dan wanita muslimah tidak bepergian jauh kecuali untuk keperluan yang tidak bisa ditinggalkan dan disertai mahram dengan berjilbab.

Ketujuh. Wanita muslimah tidak berpenampilan atau berdandan seperti kaum laki-laki.

Sabda Rasulullah, “Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (Hadits Shahih).

Wanita muslimah juga tidak meniru orang-orang kafir dalam kekhususan dan kebiasaan mereka.

“Barang siapa yang bertasyabuh (menyerupai) suatu kaum, maka ia termasuk golongan kaum tersebut.” (Hadits Shahih).

Kedelapan. Wanita muslimah adalah da’iyah (orang yang berdakwah) dibarisan kaum wanita. Dengan menggunakan perkataan yang baik melalui jalan menziarahi tetangganya, menyambung persaudaraan, melalui telpon, memberikan buku-buku dan kaset-kaset Islam.

Ia pun beramal dengan apa yang ia ucapkan dan bersemangat dalam menghindarkan diri dari adzab Allah,

“Kalau Allah menghidayahi seseorang melalui perantara kamu, maka hal tersebut lebih baik bagimu dari pada binatang ternak yang merah (harta dunia yang banyak).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kesembilan. Wanita muslimah menjaga hatinya dari kerancuan dan hawa nafsu, menjaga pandangannya dari pandangan-pandangan yang haram, menjaga telinganya dari hal-hal yang melalaikan dari dzikrullah.

Ini semua yang dinamakan dengan taqwa,

“Malulah terhadap Allah dengan sebenar-benarnya. Barang siapa yang malu dengan sebenar-benarnya maka jagalah kepalanya dan apa yang ada didalamnya. Dan jagalah perutnya serta yang ada didalamnya, ingatlah kematian dan musibah. Barang siapa yang menghendaki akhirat hendaknya ia meninggalkan (tidak cinta) perhiasan-perhiasan dunia, barang siapa berbuat demikian niscaya sikap malunya kepada Allah benar.” (Hadits Shahih Jami’).

Kesepuluh. Wanita muslimah tidak menyia-nyiakan waktu siang maupun malamnya untuk perbuatan yang tidak ada gunanya, atau melewatkan masa mudanya hilang dengan percuma.

“Tinggalkanlah mereka yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan kesia-siaan.” (QS. Al-An’am : 70).

Allah juga berfirman tentang orang yang menyia-nyiakan umurnya.
“Alangkah meruginya diri kami dari apa yang telah kami tinggalkan.” (QS. Al-An’am : 31).

Wahai muslimah laksanakanlah nasihat-nasihat ini niscaya engkau akan jaya di dunia dan di akhirat. Dan kelak di akhirat, engkau akan menjadi bidadari surga yang dirindukan.

Sumber: islampos.com

Hijab Lebar Bikin Gerah? Ada Untungnya Kok!

KENAPA ya banyak orang merasa risih gunakan hijab lebar? Banyak dari mereka mengatakan sih, hijab lebar itu bikin gerah. Belum lagi, jika tidak terbiasa, bikit sulit bergerak. Apakah Anda juga merasakan hal serupa?

Memang sih, awalnya akan terasa sulit menggunakan hijab lebar. Sebab, untuk menuju perubahan itu kita perlu beradaptasi terlebih dahulu. Jika sudah terbiasa, keluhan dalam menggunakan hijab lebar itu tidak akan terasa kok! Yang ada hanyalah keuntungan.

Memang, gunakan hijab lebar ada untungnya? Tentu saja ada dong! Mau tahu apa sajakah itu?

1. Menjauhkan Kita dari Godaan Mata Laki-laki
“Perempuan itu racun dunia,” rasanya ungkapan ini sudah tidak asing di telinga kita bukan? Apa pun yang kita kenakan tidak lepas dari godaan dan lirikan mata nakal lelaki. Dengan hijab lebar yang menutup dada, otomatis mereka pun lebih segan untuk menggoda kita. Setidaknya godaan yang muncul pun bukan suitan nakal dan membuat telinga panas lagi. Paling godaan semacam, “Assalamualaikum Aisyah/Bu haji,” yang akan kita terima dari mereka.

2. Menjadi Pelindung Ekstra dari Polusi
Memakai pakaian serba tertutup akan membuat tubuh kita terlindung dari berbagai polusi. Sehingga proteksi tambahan pun kita dapatkan tanpa harus mengoleskan ramuan ini itu pada tubuh kita. Nah, ternyata manfaat lain dari berhijab lebar juga bisa membuat tubuh kita lebih cerah lho! Bagaimana tidak, hijab akan mengahalangi kita dari sinar matahari langsung.

3. Menjadi Pengingat untuk Senantiasa Bersikap Baik
Banyak orang yang berkata, jika ingin menjadi orang baik itu harus dihijabi dulu hatinya, baru tubuhnya. Ini tentunya tidak bisa dibenarkan. Jika ada saudari kita yang berhijab dan berbuat khilaf tentunya bukan salah hijabnya kan?

Maka dengan menggunakan hijab lebar, secara tidak langsung kita akan diingatkan untuk menjaga perilaku kita. Minimal kita malu dengan hijab panjang yang mengulur dada dan menutupi tubuh kita selama ini.

4. Dijauhkan dari Laki-laki yang Berniat Main-main
Disadari atau tidak, lelaki akan lebih segan terhadap perempuan yang mengenakan hijab lebar dibanding mereka yang berhijab lempar kemudian kait bahu. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi kita, setidaknya nanti lelaki yang datang merupakan mereka yang berniat serius menjalin ikatan tanpa ada rasa penasaran untuk main-main terlebih dahulu.

5. Penjual Makanan Lebih Mudah Mengingatkan Kita akan Makanan Halal
Banyak restoran yang kehalalan makanannya masih dipertanyakan hingga saat ini. Nah, dengan memakai hijab, biasanya penjual akan memberitahukan kita terlebih dahulu, halal atu tidaknya makanan yang ia jual. Tidak mau kan jika makanan yang selama ini kita konsumsi malah menimbulkan madhorot bagi diri kita?

Sumber: islampos.com

 

Muslimah Berhias, Why Not?

NALURI wanita menyukai kecantikan dan keindahan. Cantik dan indahnya seorang wanita memiliki standar yang berbeda. Pun kebanyakan manusia menilai cantik atau tidaknya dari penampilan. Hatta, berbagai cara ditempuh agar terlihat cantik.

Islam tidak melarang wanita untuk tampil cantik. Terlebih lagi dengan tujuan dan cara yang tidak melanggar batasan yang ditentukan. Sangat dianjurkan mempercantik atau agar terlihat cantik di hadapan suami. Disamping menambah rasa cinta, utamanya bernilai pahala. Batasan-batasan berhias yang diatur dalam syariat islam antara lain:

Pertama, kapan dan bagaimana diperbolehkan wanita mempercantik diri.

Wanita diperbolehkan berhias manakala dihadapan suami. Segala kecantikan wanita boleh dilihat dan diperuntukkan suami. Sedangkan ketika bersama mahrom, wanita boleh memperlihatkan kecantikannya dalam batas tertentu. Yakni, yang pada umumnya perhiasan wanita terlihat. Wanita boleh mempercantik diri dengan menggunakan celak mata, daun pacar dan perhiasan.

Kedua, cara berhias yang dilarang.

Jangan hanya karena ingin disebut cantik, kemudian berhias secara berlebihan. Bahkan sampai mengubah apa yang Allah takdirkan. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam melaknat wanita yang mengubah ciptaan Allah. Pun biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Mendulang laknat pula.

Cara berhias yang dilarang antara lain, memakai baju berkain tipis. Baju yang ketat membentuk lekuk tubuh. Memotong -kikir- gigi. Mentato tubuh. Membuat tahi lalat palsu. Bertabarruj -mengikuti gaya orang kafir-. Menyambung rambut. Operasi plastik. Menyerupai laki-laki. Dan lain sebagainya yang sifatnya mengubah ciptaan Allah.

Ketiga, waktu dan masa wanita tidak boleh berhias.

Bilamana di khalayak umum dan lelaki yang bukan mahrom, perempuan beriman harus menutup seluruh tubuhnya. Terkecuali aurat perempuan yang boleh nampak.

Keempat, tujuan mempercantik diri.

Tujuan diperbolehkan berhias bagi wanita yaitu karena kecenderungan wanita menyukai keindahan. Selain itu, untuk menyejukkan pandangan suami.

Selain cantik secara jasmani, yang paling penting bagi seorang wanita adalah baik agamanya -faqih fiddien. Wallahu ‘a’lam.

Sumber: islampos.com

Muslimah Tapi Bau Badan? Inilah 6 Cara Atasinya

KAMU muslimah tapi masih bau badan? Aduh, kayaknya di zaman modern ini sudah gak zaman deh Ukh. Memang bau-bauan yang satu ini terkadang suka diremehkan oleh sebagian orang. Padahal, mungkin orang-orang di sekitarnya merasa terganggu dan sudah gak betah dekat-dekat sama dia.
Kamu bisa berdalih cantik dan kece badai, tapi yakin deh sob. Biarpun kamu cantik, tinggi, langsing, dan penampilanmu oke banget, tapi kalau bau badan siapa yang kuat dekat-dekat?

Jika kamu sudah pusing bagaimana caranya mengatasi bau badanmu, sekarang jangan galau karena berikut akan dijelaskan beberapa tips dan trik untuk mengatasi bau badan, khusus untukmu ukh.
Inilah tips dan trik mengatasi bau badan:

1. Ganti Pakaian
Jangan karena berdalih malas nyuci atau mengirit kerudung, terus kamu jadi jarang ganti kerudung. Tolong, perhatikan lagi kenyamanan orang-orang di sekitarmu itu ukh. Jadi mulai sekarang kamu jangan pura-pura tidak merasa dengan ‘semerbak’ kerudungmu itu. Aduh, gak banget deh. Kan islam cinta kebersihan ukh?

Selain itu, kamu juga jangan suka memakai kerudung dengan model side A side B. Apa itu? Itu lho yang kamu pakai sisi satunya, terus besoknya dibalik dan dipakai sisi satunya lagi. Nanti jika itu bau sehingga teman-temanmu kabur, bisa bahaya kan ukh?

2. Ganti Pakaianmu
Jangan pakai baju yang sama untuk dua hari ya ukh, terutama atasan. Apalagi kalau dengan alasan “kan yang penting kerudungnya diganti”. Aduh itu alasan ga banget deh.

Ukh, ganti baju itu maksudnya bukan sekadar supaya orang tidak menandai kita. Hari ini pakai kerudung kembang-kembang, besok kotak-kotak. Terus kamu berharap orang lupa dengan bajumu? Bukan itu lagi ukh.

Pakaianmu harus diganti supaya bau keringatmu tidak menyebar ke seluruh penjuru dunia. Jika orang-orang di sekitarmu merasa terganggu dengan ‘semerbak’ itu karena kamu jarang ganti pakaian kan kasihan mereka. Ingat, islam cinta kebersihan ukh.

3. Pakai anti BB
Untuk memberikan aroma wangi, badanmu, tidak perlu harus memakai parfum. Tapi kamu bisa pakai anti-BB yang saat ini sudah banyak dijual di pasaran, dari yang jenisnya bedak BB sampai yang modelnya roll on, bahkan sekarang sudah ada yang bentuk spray.Harganya juga tidak terlalu mahal. Kalau dilihat dari efektifnya, sepertinya yang roll on lebih direkomendasikan untukmu ukh. Jangan lupa pakai anti-BB sesudah mandi ya ukht. Ingat, niatkan hal itu karena Allah SWT, sebab islam cinta kebersihan lho ukh.

4. Mandi
Hal yang paling penting untuk menghindari bau badan adalah mandi. Dalam sehari minimal kamu mandi dua kali. Jangan mentang-mentang kamu sudah pake anti-BB roll on terus kamu jarang mandi. Itu kan sama saja bohong. Selain itu, ternyata mandi itu sangat bagus buat kesehatan kulitmu lho ukt, dan yang terpenting mandi bisa menyegarkan pikiran dan badanmu. Wah, islam memang agama yang sangat cinta pada kebersihan kan ukh?

5. Hindari makanan dan minuman
Jika badanmu masih bau, mungkin kamu harus menghindari makanan atau minuman yang merangsang timbulnya bau badan dan keringat yang berlibahan. Seperti bawang merah, daun bawang merah, dan lain sebagainya.

Kalau tingkat bau badanmu tinggi sekali, coba deh kamu buat ramuan sederhana penghilang bau badan seperti air sirih yang direbus, terus diminum segelas setiap harinya.

6. Ekstra Pakaian Salin
Jika kamu tergolong tipe yang cepat berkeringat, maka kamu jangan malas bawa pakaian ganti ya ukh. Jika kamu sudah merasa berkeringat lebih, maka segera ganti pakaianmu, Hal itu bisa membuat badanmu tidak bau. Tidak apa-apa jika hal itu sedikit ribet di awal, tapi kan akhirnya tidak menggangu teman-temanmu. Mereka juga akan bahagia lho ukt.

Semoga keenam tips dan trik untuk mengatasi bau badanmu bisa bermanfaat. Tips di ataspuntak hanya berlaku untuk kaum hawa saja, tapi juga bisa dipraktekan oleh kaum adam juga. Ingat, islam itu agama bersih dan cinta akan kebersihan. Selamat mencoba

Sumber: islampos.com

Inilah Cara Menjaga Aurat Muslimah Saat Berolahraga

Selain menyehatkan badan, olahraga juga dapat membuat jiwa lebih tenang dan pikiran menjadi lebih positif. Sebagai seorang Muslimah, hal-hal yang dipikirkan saat olahraga ialah pakaian dan jenis olahraganya. Terlebih lagi ketika kamu ingin berolahraga di tempat umum.

Bagaimana memilih pakaian yang menutup aurat, tapi juga memudahkan dalam berolahraga? Bagaimana pula memilih jenis olahraga yang menyehatkan, tapi tidak bertentangan dengan syariat Islam? Berikut cara-cara menjaga aurat bagi muslimah saat berolahraga:

1. Menjaga Aurat

Salah satu tugas seorang Muslimah ialah menjaga auratnya. Aurat seorang Muslimah adalah seluruh tubuh kecuali kedua telapak tangan dan wajah. Jadi saat berolahraga tetap perhatikan pakaian yang akan digunakan agar aurat tetap terjaga.

Meskipun saat ini sudah banyak muncul pakaian olahraga untuk Muslimah, masih banyak yang memperdebatkan kesyar’iannya.

Jika olahraga yang dilakukan tidak memerlukan tempat khusus, seperti jogging, kamu bisa memilih kaos berlengan panjang dan celana training yang longgar. Bahkan sekarang juga sudah banyak rok celana muslimah yang aman dan nyaman digunakan di tempat umum.

Untuk jenis olahraga yang membutuhkan tempat khusus, seperti berenang dan fitness, kamu memerlukan pakaian khusus. Pilihlah baju berenang muslimah yang longgar dan panjang saat berenang. Sedangkan saat fitness, pilihlah celana training atau celana berlonggar dan kaos berlengan panjang atau jaket yang longgar.

2. Tempat Khusus

Tempat khusus seperti yang sebelumnya disebutkan contohnya, kamu bisa memilih tempat khusus bagi wanita. Misalnya, pilihlah tempat fitness khusus muslimah atau minimal yang menyajikan hari khusus wanita dan ada instruktur wanita, begitu juga untuk tempat renang. Dengan memilih tempat dan hari khusus bagi muslimah atau wanita, kamu sudah menghindari terbukanya aurat dan percampuran antara lawan jenis yang bukan mahram..

3. Lakukan di Rumah

Selain berolahraga di tempat umum, kamu juga bisa memilih berolahraga di dalam rumah. Selain minim biaya, kamu juga bisa menghindari fitnah saat berolahraga di tempat umum. Belilah DVD atau download video aerobik atau senam yang sudah banyak beredar di youtube.

Kamu juga bisa menggunakan peralatan-peralatan di rumah, seperti kursi sebagai penopang, botol air sebagai beban untuk mengencangkan otot atau tangga sebagai alat berjalan naik-turun anak tangga. Jika malas menggunakan peralatan, kamu bisa memilih push up atau sit up sebagai alternatif.

Lakukan olahraga yang disukai. Karena dimulai dari sukalah timbul kebiasaan. Tidak ada olahraga yang dilarang bagi Muslimah, selama olahraga itu membawa manfaat dan mematuhi ketentuan agama. Setelah 3 cara di atas dilakukan, maka tidak ada alasan lagi bagi kamu untuk tidak berolahraga. Mari, hidup sehat!

Sumber: ummi-online.com

Jadi Tempat Curhat? Lima Hal Ini Sebaiknya Tak Dilakukan oleh Muslimah

Curhat sudah menjadi bagian keseharian hidup manusia. Beragam hal kita utarakan -dari situasi kantor yang menyebalkan hingga harga daging yang mahal. Bagi kebanyakan orang curhat adalah katarsis yang baik untuk melepaskan tekanan emosional. Curhat umumnya diutarakan kepada teman terdekat. Sayangnya meski terlihat mudah ternyata menjadi tempat curhat bisa juga bikin mendatangkan masalah bagi anda, muslimah semua.

Untuk mengantisipasinya, ada lima hal yang sebaiknya tak dilakukan:

1. Terlampau sering Menyela

Tidak menyenangkan bila di tengah-tengah cerita anda menukas, menyela dan sejenisnya. Jadi tunggu dan bersabarlah sebentar hingga ceritanya tuntas, baru Anda boleh bertanya. Tentu yang relevan dengan cerita.

2. Terburu menghakimi

Jangan terburu-buru menghakimi apa yang teman anda ungkapkan. Yang harus dipahami, dalam hidup ini tak semuanya berjalan seperti yang Anda pikirkan. Gunakan berbagai sudut pandang sebelum berkomentar. Ini akan menyelamatkan anda dari kesalahan memberi penilaian.

3. Memaksakan Pendapat

Saat teman meminta pendapat, silakan Anda menanggapinya. Tetapi yang harus diingat jangan kecewa saat ia tak menuruti pendapat Anda. Sebagus apapun pendapat kita, keputusan ada di tangannya. Dia yang akan menjalani, bukan kita.

4. Memberi Nasehat Tanpa diminta

Kerap saat teman tengah curhat, serangkaian nasehat meluncur tanpa dia minta. Padahal tak jarang orang datang hanya untuk didengar, sekedar melepaskan beban emosional. Memang tidak gampang melakukannya. Tapi, dengan latihan semua orang pasti bisa mengerem keinginan untuk “menasehati” orang lain.

5. Tidak berterus terang tentang situasi Anda

Katakan saat sedang ingin sendirian, tidak mau diganggu dengan curhatan atau hal-hal lain. Jangan mengiyakan karena sungkan. Jika ini anda lakukan, bukannya menyenangkan justru yang terjadi kebalikan. Gestur tubuh Anda yang tidak nyaman, akan menjadi bumerang. Bisa-bisa Anda dituduh tidak tulus oleh teman. Anda tak mau mengalami hal ini bukan?

Semoga kelima tips ini bisa membantu Anda, muslimah yang dipercaya sebagai pendengar sahabat atau saudara.

Sumber: bersamadakwah.net

Menanggapi Pertanyaan, “Manakah yang Lebih Baik, Berjilbab namun Berakhlak Buruk dengan Tidak Berjilbab namun Berakhlak Baik?”

Mungkin sering kita mendengar sebagian dari saudari muslimah berpendapat dengan mengatakan, “Bukankah lebih baik saya memperbaiki diri dulu baru nanti berjilbab, daripada sudah berjilbab tapi kelakuannya masih buruk?”

Untuk menanggapi pendapat dan pertanyaan-pertanyan semacam ini kita harus memahami terlebih dulu tentang apa yang telah Allah ta’ala syariatkan kepada seorang muslimah terkait jilbab. Allah ta’ala telah dengan tegas memerintahkan muslimah untuk mengenakan jilbab. Dalam Kitab-Nya Allah berfirman:

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

“Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.’” (Qs. An-Nuur: 31)

Dari kedua ayat ini telah jelas bahwa perintah berjilbab bagi seorang muslimah adalah wajib. Semua ulama’ sepakat tentang wajibnya tubuh seorang muslimah untuk ditutup dan tidak ditampakkan kecuali kepada yang berhak melihatnya. Maka dengan dalil ini bisa dikatakan bahwa menutup aurat dengan berjilbab bagi seorang muslimah bukanlah menjadi suatu hal yang baik lagi bagi dirinya, melainkan menjadi sebuah kewajiban yang tentu di dalamnya akan terdapat banyak kebaikan dan maslahat bagi dirinya.

“Lebih baik mana, muslimah yang berjilbab tapi bekelakuan buruk, atau muslimah biasa tak berjilbab tapi kelakuannya baik?”

Kembali pertanyaan ini saya ulangi agar lebih jelas memaknainya. Poin kedua yang disinggung dalam pertanyaan tersebut adalah soal perilaku atau dalam kata lain adalah tentang akhlak. Maka sama dengan persoalan jilbab tersebut, kedudukan akhlak ini harus ditimbang secara adil melalui dalil. Rasullullah shollallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. At-Tirmidzi)

Dari kedua hadits yang shahih ini telah cukup memberikan pengertian kepada kita bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan dan menganjurkan akhlaqul karimah (akhlak yang mulia) kepada para pemeluknya. Maka setiap muslim maupun muslimah wajib berbuat baik kepada siapa saja sebagai konsekuensi berislamnya dia dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya.

Maka sesungguhnya mengajukan pertanyaan, “Manakah yang lebih baik, muslimah yang berjilbab tapi bekelakuan buruk, atau muslimah biasa tak berjilbab tapi kelakuannya baik?” adalah tidak apple to apple. Pertanyaan ini tidak bisa begitu saja dibandingkan karena pertanyaan ini saling membenturkan antara yang haq dan yang bathil. Berjilbab dan berakhlak baik adalah perintah Allah. Sedangkan meninggalkan jilbab dan berakhlak buruk adalah tidak disukai Allah. Semestinya semua hal ini harus dilakukan dan diamalkan bersamaan. Muslimah itu harus berjilbab dan berakhlak baik serta harus berusaha sekuat mungkin untuk tidak berperilaku tercela.

Melalui sebuah ilustrasi ringan, coba Anda bayangkan. Anda adalah seorang desainer ruangan profesional dan sedang membutuhkan hiasan bunga segar yang indah warnanya dan harum baunya untuk mempercantik ruangan. Lalu seseorang menawarkan dua bunga pada Anda, yang pertama bunga itu berwarna indah dan cantik namun sayang sekali baunya busuk. Bunga yang kedua harumnya semerbak, namun sayang sekali bunga itu sudah layu, tak mempesona sama sekali. Lalu, apakah sebagai seorang ahli yang professional akan memilih salah satu dari bunga tersebut? Tentu Anda tak membutuhkan keduanya.

Jadi, agama Islam ini mengajarkan untuk menjadi sebuah bunga yang indah mempesona dengan aroma harumnya yang semerbak. Islam ini membutuhkan muslimah yang rapi dengan jilbabnya dan mulia dengan akhlaknya. Duhai muslimah, janganlah setengah-setengah dalam mengamalkan Islam. Percayalah semua perintah dari-Nya adalah baik untukmu.

“Tapi lihat itu dia berjilbab namun masih juga suka mencela!”

“Yang sudah berjilbab saja masih bisa mencela, apalagi yang tidak berjilbab?

Salam hangat. Semoga bermanfaat.

Sumber: bersamadakwah.net