Hukum Wanita Memakai Parfum

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Limpahan puji kehadirat Allahu SWT yang Maha Luhur, Maha Abadi , Maha Tunggal , Maha mengetahui berapa hari hari kita yang telah kita jalani, Maha Mengetahui berapa sisa hari hari kita di dunia ini, Maha mengetahui berapa banyak hembusan nafas yang telah kita keluarkan dan berapa sisa nafas kita di dunia ini. Shalawat serta Salam selalu tercurah kepada Idola Umat Muslim di Dunia, kepada pemimpin yang telah membawa umatnya dari zaman jahiliyyah hingga zaman mewah ini, kepada Sayyiduna wa Habibuna wa Syafi’una Muhammad SAW .

Saudara dan Saudari ku yang seiman.

Banyak yang menanyakan tentang Apa Hukum memakai Parfum bagi wanita ?
Sebagian orang menjawab hukumnya sunnah bagi wanita memakai parfum , karena itu juga termasuk sunnah Rasulullah SAW memakai parfum .

1. Jawaban tentang Hukum Wanita Shalat Memakai Parfum dari Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah :
“Shalat dalam keadaan memakai parfum itu dibolehkan, bahkan dibolehkan bagi laki-laki dan perempuan yang beriman. Akan tetapi wanita hanya boleh menggunakan parfum ketika berada di rumah di sisi suaminya. Dan tidak boleh seorang wanita menggunakan parfum ketika ia keluar ke pasar atau ke masjid. Adapun bagi laki-laki, ia dibolehkan untuk mengenakan parfum ketika berada di rumah, ketika ke pasar, atau ke masjid. Bahkan mengenakan parfum bagi pria termasuk sunnah para Rasul.
Apabila seorang wanita shalat di rumahnya dalam keadaan memakai berbagai wangian …. , maka itu baik. Seperti itu tidaklah mengapa bahkan dianjurkan mengenakannya. Akan tetapi, ketika wanita tersebut keluar rumah, maka ia tidak boleh keluar dalam keadaan mengenakan parfum yang orang-orang dapat mencium baunya. Janganlah seorang wanita keluar ke pasar atau ke masjid dalam keadaan mengenakan parfum semacam itu. Hal ini dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarangnya.
[Fatawa Nur ‘alad Darb, 7/291, cetakan Ar Riasah Al ‘Ammah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, Riyadh-KSA, cetakan pertama, thn 1429 H]

Yang dimaksudkan hadits larangan tersebut adalah sebagai berikut:

Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Dari Yahya bin Ja’dah, “Di masa pemerintahan Umar bin Khatab ada seorang perempuan yang keluar rumah dengan memakai wewangian. Di tengah jalan, Umar mencium bau harum dari perempuan tersebut maka Umar pun memukulinya dengan tongkat. Setelah itu beliau berkata,

تخرجن متطيبات فيجد الرجال ريحكن وإنما قلوب الرجال عند أنوفهم اخرجن تفلات

“Kalian, para perempuan keluar rumah dengan memakai wewangian sehingga para laki-laki mencium bau harum kalian?! Sesungguhnya hati laki-laki itu ditentukan oleh bau yang dicium oleh hidungnya. Keluarlah kalian dari rumah dengan tidak memakai wewangian”. (HR. Abdurrazaq dalam al Mushannaf no 8107)

Dari Ibrahim, Umar (bin Khatab) memeriksa shaf shalat jamaah perempuan lalu beliau mencium bau harum dari kepala seorang perempuan. Beliau lantas berkata,

لو أعلم أيتكن هي لفعلت ولفعلت لتطيب إحداكن لزوجها فإذا خرجت لبست أطمار وليدتها

“Seandainya aku tahu siapa di antara kalian yang memakai wewangian niscaya aku akan melakukan tindakan demikian dan demikian. Hendaklah kalian memakai wewangian untuk suaminya. Jika keluar rumah hendaknya memakai kain jelek yang biasa dipakai oleh budak perempuan”. Ibrahim mengatakan, “Aku mendapatkan kabar bahwa perempuan yang memakai wewangian itu sampai ngompol karena takut (dengan Umar)”. (HR. Abdur Razaq no 8118)

2. Salah satu bentuk keindahan dari Islam adalah disyariatkannya menggunakan parfum atau wangi wangian.
Islam mengajarkan kita untuk memperhatikan penampilan kita. Sederhana dan tidak berlebihan bukan berarti acak-acakan dan tak terurus, Diriwayatkan juga dari ‘Aisyah RA, ia berkata, “Aku mengoleskan parfum pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dngan parfum yang aku punya ->hingga aku mendapati bekas-bekas parfum di kepala dan jenggot beliau.” (Shahih. HR. Bukhari dan Muslim), bagi wanita dibolehkan dan kebolehan disini adalah untuk menyenangkan suaminya bukan untuk diumbar ke seluruh laki-laki, Namun jika wanita keluar dari rumahnya, maka dia wajib untuk menghilangkan aroma dari parfum tersebut, bahkan
Rasulullah menganggap wanita seperti ini (memakai parfum keluar rumah) sebagai pezina sebagaimana dalam hadits berikut : “Siapa saja wanita yg memakai minyak wangi, kmudian ia melewati suatu kaum agar mereka mencium baunya, mk ia pezina.” (HR. Tirmidzi)

Walaupun dia pergi utk ke masjid, dia juga tidak boleh pakai parfum (apalagi kalau bukan pergi ke masjid tentu lebih tidak boleh seperti pergi ke Mall, kampus dll). “Jika salah seorang dari kalian (wanita) datang ke masjid untuk shalat, maka janganlah ia memakai parfum.”(Shahih. HR. Muslim dan Nasa’i)
Termasuk tidak bolehnya disini adalah keluar dari rumah dengan aroma parfum walaupun dia ketika itu menggunakannya untuk suaminya saja. Karena dalil di atas sangat tegas tentang tidak bolehnya wanita keluar dari rumah dalam keadaan menggunakan parfum. Lalu Bagaimana dengan pewangi pakaian?Jawaban

Syekh Al-Albani, “Jika muncul wangi yg semerbak dari wanita maka tentu tidak diperbolehkan.”
Timbul pertanyaan dalam benak kita, kalau memakai parfum haram hukumnya (ketika keluar rumah) lalu bagaimana mengatasi bau badan kita? tentunya kita akan malu dan tidak percaya diri berdekatan dengan teman-teman di kampus, sekolah, dan sebagainya saat bau badan. Bagi sebagian Shalihat, dgn mandi cukup menghilangkan Bau badan, namun yg memiliki aktivitas banyak & sering bergerak ini jadi perhatian . Pilih produk penghilang bau badan (Misal : Deodorant) yang tidak memakai wewangian (fragarance free). Jaga kebersihan badan, periksa kebersihan pakaian, atur pola konsumsi harian, insya Allah bau badan jauh dari kita Shohabah fillah. Karena bisa jadi, bau badan itu disebabkan oleh bakteri, jamur atau jenis makanan yg masuk di tubuh kita. Bagaimana jika memakai parfum niatnya utk ibadah | Ibadah itu ada tuntunannya Shobah fillah, tak asal niat saja, tapi harus sesuai syariat.

Demikian Pembahasan tentang Hukum Wanita Menggunakan Parfum . Semoga Bermanfaat..

wassalammua’laikum wr wb .

Sumber: duniahijrah.blogspot.co.id

Wanita Boleh Memakai Parfum, Tetapi “Tidak” Untuk 5 Hal Berikut Ini

Sebagai wanita, tentunya jangan sampai tubuh kita pun terasa bau tidak sedap.

Tapi jangan sampai karena bau harum tubuhmu mengundang syahwat dan menjerumuskanmu kedalam neraka.

Menjadi diri yang diperhatikan dan mendapatkan respon positif dari semua orang adalah keinginan dari setiap wanita.

Salah satu hal yang membuat hal tersebut terjadi adalah dengan adanya penggunaan parfum atau wewangian. Parfum atau wewangian adalah salah satu untuk membuat wanita percaya diri dan tidak terasa bau yang mengganggu jika sedang berkumpul atau bersama orang-orang yang lain.

Wanita yang menggunakan parfum tidak selalu dalam rangka untuk menarik perhatian lawan jenis namun ada juga yang memang menghindari agar tidak tercium bau-bau yang merusak pergaulan sehari-hari.

Pendapat Mengenai Wanita Menggunakan Parfum

Di dalam fiqih wanita muslimah, ada beberapa pendapat yang berkenaan dengan penggunaan parfum bagi wanita. Ada yang memperbolehkan dan ada yang tidak. Wanita bisa mengikuti asalkan ada dalil dan pendapat yang kuat.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai wanita mengggunakan parfum dan hukumnya dalam islam.

1. Dilarang Mengenakan Parfum Untuk Memikat Laki-Laki

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)

Di dalam hadist ini dijelaskan bahwa perempuan yang menggunakan parfum seperti seorang pelacur. Hal ini dikarenakan wewangian yang dimaksud adalah wewangian yang sengaja dibuat untuk memancing laki-laki dalam maksud melakukan hubungan bebas. Hal ini tentu saja dilarang. Parfum memang bisa memancing jika wanita memang sengaja. Selain itu ada juga bau-bauan atau harum-haruman yang memang disengaja untuk menarik perhatian.

2. Dilarang Menggunakan Parfum yang Menyebabkan Munculnya Syahwat

“Wanita jika memakai parfum kemudian melewati majelis (sekumpulan) laki-laki maka ia bisa membangkitkan syahwat laki-laki dan mendorong mereka untuk melihat kepadanya. Setiap yang melihat kepadanya maka matanya telah berzina. Wanita tersebut mendapat dosa karena memancing pandangan kepadanya dan membuat hati laki-laki tidak tenang. Jadi, ia adalah penyebab zina mata dan ia termasuk pezina.” (dari Faidhul Qadir)

Beberapa kasus wanita sengaja menggunakan parfum agar mendapat perhatian laki-laki dan laki-laki tersebut menjadi terstimulus karena adanya harum yang menyengat tersebut. Untuk itu, jangan sampai wanita menggunakan parfum untuk mengundang syahwat laki-laki dan membuatnya menjadi terangsang. Kehormatan seorang wanita berada pada perilaku dan sikapnya yang mampu menjaga diri. Jangan sampai parfum yang kita kenakan menjadi penyebab adanya syahwat yang muncul dari lawan jenis.

3. Perempuan Menggunakan Parfum Tidak diterima Shalatnya

“Perempuan manapun yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid, maka shalatnya tidak diterima sehingga ia mandi.” (HR Ahmad)

Permasalahan penggunan parfum tidak semata-mata hanya karena penggunaan parfumnya melainkan adanya sikap dan niat untuk merangsang lawna jenis yang bukan mahromnya. Untuk itu, jangan sampai kita berdosa hanya gara-gara persoalan parfum atau apa yang kita kenakan. Orang-orang wanita jahiliah di masa lalu biasa menggunakan parfum hanya untuk menggoda lawan jenis.

4. Parfum Perempuan Tidak Boleh Baunya Nampak

“Wewangian seorang laki-laki adalah yang tidak jelas warnanya tapi tampak bau harumnya. Sedangkan wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak.” (HR. Baihaqi dari Syu’abul Iman)

Di dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa perempuan jangan sampai menampakkan baunya. Artinya jangan sampai baunya sampai terasa dan menyengat kepada lingkungan sekitarnya. Bau parfum ini tentu saja menjadi kehati-hatian agar tidak menimbulkan fitnah apalagi stimulus terhadap lawan jenis.

5. Penggunaan Parfum Saat Wanita Keluar Rumah

“Maksud dari ‘wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak’. Ulama berkata, ‘Ini bagi perempuan yang hendak keluar dari rumahnya. Jika tidak, ia bisa memakai parfum sekehendak hatinya” (Syarh Asy-Syama’il, 2:5)

Di dalam kitab yang ditulis Syarh Asy Syamail, disampaikan bahwa penggunaan parfum wanita adalah penggunaan parfum saat wanita keluar rumah. Tentu saja penggunaan parfum tidak masalah jika wanita di rumah dan bersama mahromnya. Akan tetapi sangat tidak dianjurkan jika wanita menggunakannya keluar rumah.

Kondisi tubuh yang wangi dan bersih tentu saja dianjurkan oleh Islam. Untuk itu, ulama terdapat beberapa pandangan mengenai maslaah penggunaan parfum bagi wanita. Ada yang benar-benar mengharamkan ada yang masih memperbolehkan namun dengan catatan-catatan tertentu.

Sebagai wanita, tentunya jangan sampai tubuh kita pun terasa bau tidak sedap. Hal ini bisa menyebabkan lingkungan pun tidak nyamn dan risih berada di dekat kita. Untuk itu adanya harum-haruman tidak menjadi masalah jika memang tidak terlalu menyengat, harumnya tidak merangsang, dan hanya untuk kesegaran diri. Hal ini hanya kita yang bisa menilai dan memastikan. Karena kita yang tau kondisi tubuh dan keadaan diri kita sendiri.

Sumber: wajibbaca.com