9 Kalimat Sederhana Ini Membuat Suami Selalu Cinta Istri

Perjalanan hidup kita setelah menikah akan senantiasa dilalui bersama pasangan (suami). Dan itu adalah waktu yang tidak pendek, melainkan sangat panjang. Pernikahan hanya butuh sehari namun setelahnya dibutuhkan waktu yang panjang untuk membuktikan komitmen dari kedua pihak.

Banyak hal yang akan terjadi dalam pernikahan, baik suka maupun duka dan untuk membangun hubungan pernikahan yang harmonis diperlukan fondasi yang kuat. Salah satunya adalah menjaga komunikasi yang positif dan hal ini seharusnya dibangun sejak dini. Kedua pihak berkewajiban menjaga komunikasi dengan pasangan agar selalu mesra dari hari ke hari.

Berikut ini adalah kalimat yang meskipun sederhana namun pada dasarnya selalu ingin didengar pasangan kita dan membuatnya semakin cinta:

1.Hati-hati, sayang…

Ucapkan hal itu saat suami akan pergi bekerja atau bepergian. Hal ini menunjukkan bahwa istri sangat peduli pada keselamatan suami.

2.Terima kasih, sayang…

Kalimat sederhana ini sangat penting dalam pernikahan. Ketika kita mengucapkan “Terima kasih, sayang” pasangan akan merasa menerima penghargaan dan dihargai dan akan membuat dia semakin bersemangat lagi untuk saling memberikan pelayanan terbaik dalam keluarga.

3.Ganteng banget hari ini…

Terkesan gombal? Jangan salah, laki-laki juga suka dengan pujian. Meski umur makin bertambah, rambut mulai memutih, tapi sebenarnya suami semakin matang dalam karir dan kepribadian. Maka, jangan biarkan dia merasa tak menarik lagi. Kalimat ini membuat suami tetap merasakan istri tak hilang kekaguman atas dirinya.

4.Mau dimasakkan apa nanti?

Urusan perut juga penting loh. Saat kita menanyakan hal ini, suami akan membayangkan makanan kesukaannya dan hal ini mengalirkan efek positif dalam pikirannya. Membayangkan masakan favorit menunggu di rumah akan membuat suami semangat untuk makan dirumah bersama keluarga.

5.Aku beruntung menjadi pendampingmu

Ingat, begitu banyak yang suami telah lakukan untuk istri dan anak-anaknya. Dari membetulkan kran yang bocor, mengganti lampu yang mati hingga mencari nafkah. Semua dilakukan untuk keluarganya. Kalimat ini menunjukkan syukur istri terhadap suami.

6.Apa yang bisa aku bantu, Sayang

Meskipun kalimat ini terdengar sederhana namun terkadang dalam pernikahan tidak sering diucapkan. Menjadi istri yang senantiasa siap untuk menolong ataupun menawarkan pertolongan akan menghadirkan suasana yang positif sehingga tercipta suasana saling peduli.

7.Kamu memang suami yang hebat

Hargai suami atas pencapaian prestasi yang diraih. Hal ini akan menumbukan semangatnya dalam menghasilkan yang terbaik setiap saat.

8.Kita pasti bisa lalui masalah ini bersama-sama

Disaat ada masalah, yakinkan suami bahwa istri akan senantiasa setia disampingnya dan siap untuk menjalani cobaan bersama-sama. Kalimat sederhana ini dapat menumbuhkan kembali harapan dan menumbuhkan kekuatan untuk terus melangkah dan mencari solusi bersama-sama.

9.Yuk, kita buat perencanaan berlibur yang menyenangkan

Siapa sih yang tidak suka berlibur? Membuat perencanaan berlibur bersama-sama tentu sangat menyenangkan. Suami dan istri bisa saling mengungkapkan keinginannya sehingga suasana senantiasa hangat.

Nah, sederhana bukan. Yuk mulai jalin komunikasi yang senantiasa positif kepada suami sehingga dia nyaman mendiskusikan kegagalan, dan ketidakmampuannya senyaman saat ia membicarakan kelebihan, kesuksesan, dan kemampuannya.

Sumber: ummi-online.com

Ingin Suami Makin Cinta? Ini Tipsnya

Sahabat Ummi, siapa sih yang tak ingin dicinta dan disayang suami? Bahkan kebahagiaan tertinggi dalam menjalin sebuah rumah tangga adalah cinta kasih yang terjalin antara suami – istri dan anak-anak. Tetapi, yang namanya kehidupan rumah tangga pasti ada batu kerikil yang kadang menjadi sandungan dan menyebabkan pertengkaran-pertengkaran kecil. Apalagi jika usia pernikahan telah berlangsung berpuluh tahun, maka sebagai istri Bunda harus pandai mengambil hati suami sehingga ia makin cinta sama kita.

Nah, tips di bawah bisa sahabat Ummi coba aplikasikan dalam upaya mempererat cinta kasih suami tercinta.

1. Tampillah hebat all time

Cantik dan muda itu anugerah, tak bisa diminta atau dipilih. Akan tetapi tampil menarik itu kemasan yang bisa kita olah dengan segenap upaya. Nah sahabat Ummi, selalu tampil hebat di hadapan suami menjadi daya tarik tersendiri. Meski sudah terlampau sibuk dengan urusan rumah tangga dan anak-anak, jangan sampai Bunda meninggalkan berdandan yang cantik untuk suami. Karena tak ada laki-laki yang menyukai wanita lusuh dan tak sedap dipandang mata. Fisik memang bukan segalanya, tapi tampil rapi, bersih dan menarik membuat suasana menjadi lebih cerah tentunya.

2. Bersikap romantis

Kalau belum menikah (masih dalam tahap ta’aruf) kita mati-matian untuk bersikap seromantis mungkin, tapi kalau sudah menikah biasanya lupa akan hal ini. Padahal, bersikap romantis justru sangat diperlukan dalam hari-hari suami-istri lo sahabat Ummi. Sesekali Bunda perlu bersikap manja dan romantis pada suami. Tentu tidak sepanjang hari atau tidak melulu dengan hal-hal yang mewah. Pada momen tertentu cukup lakukan hal-hal sederhana namun berkesan. Misalkan menyiapkan baju sarimbit saat akan menghadiri pesta teman kerja suami atau menggandeng tangannya dengan lembut dan mesra.

3. Menyambut dengan Senyum

Pulang dari kerja adalah waktu yang tepat bagi Bunda untuk membahagiakan suami. Sambut suami dengan senyum termanis yang Bunda miliki dan dengan dandanan yang sejuk dipandang tentunya. Tak ada yang lebih membahagiakan dari senyum tulus istri sebagai pelepas lelah usai seharian bekerja memeras otak dan tenaga. Jika Bunda memiliki beberapa problem yang perlu dibicarakan, tunda terlebih dahulu. Jangan sampai suami pulang kerja Bunda sambut dengan berbagai keluhan dan omelan. Yang ada suami balik badan dan tak jadi masuk rumah. Biarkan suami melepas lelah terlebih dahulu. Berganti pakaian dan bersih diri hingga ia bersantai.

4. Pandai memanaje uang belanja

Memberi uang belanja adalah kewajiban suami, namun bukan berarti sahabat Ummi harus menghabiskan semuanya bukan? Sisihkan beberapa rupiah untuk berhemat. Dengan rajin menabung dan tidak selalu kurang atas pemberian suami akan membuat suami makin cinta sama kita. Terlebih ketika kita bisa kreatif dalam memanfaatkan dan mengolahnya.

5. Pijit suami sebelum tidur

Sebelum tidur adalah momen berdua dengan suami. Ciptakan suasana menyenangkan agar tidur bisa nyenyak dan menjadi waktu istirahat yang baik. Obrolkan hal-hal ringan yang menyegarkan pikiran. Tawarkan sebuah pijatan baginya sebagai obat pelepas lelah.

6. Persiapkan acara akhir pekan yang menyenangkan

Akhir pekan adalah hari yang ditunggu-tunggu setelah 6 hari sibuk bekerja. Menyambut akhir pekan hendaknya Bunda mempersiapkan hal-hal manis yang bisa dilakukan bersama suami dan anak-anak. Misalkan memasak berbagai aneka makanan sebagai bekal piknik bersama, mengunjungi tempat-tempat kesukaan, atau menyiapkan film favorit untuk dinikmati bersama di rumah.

7. Perhatikan segala yang ia suka

Menjadi istri tentu sahabat Ummi tahu apa yang suami suka dan tidak suka. Perhatikan segala yang ia suka, seperti makanan kesukaan, warna kesukaan, buku kesukaan, atau kegiatan yang suka ia lakukan dalam mengisi waktu luang. Dengan memperhatikan segala kesukaannya ia akan merasakan energi cinta Bunda dan suami pun akan balik semakin cinta sama kita.

8. Jangan nomor duakan

Tak ada suami yang suka dinomorduakan bahkan dengan anak atau orang tua sekalipun. Bunda harus pandai dalam bersikap sehingga suami tidak merasa dinomorduakan. Apalagi membanding-bandingkannya dengan suami teman atau tetangga. ”Haduhhh… mas gimana sih gitu aja kok nggak bisa. Pak Z aja yang tamatan SMP bisa kok!” alih-alih suami akan berupaya untuk bisa melakukannya, ia akan menjaga jarak aman agar terhindar dari komentar-komentar kita.

9. Beri pujian

Sebagaimana wanita, laki-laki juga suka dipuji. Terlebih oleh orang yang dicintainya. Puji suami kita seperlunya, asalkan jangan dibuat-buat dan terkesan basa-basi lo. Pahami suami dan berikan pujian pada waktu dan tempat yang tepat sehingga mengena di hatinya.

10. Jadilah teman curhat yang hebat

Saat suami tampak banyak pikiran, sahabat Ummi harus mengambil peran sebagai teman curhat yang hebat. Dengarkan keluh kesahnya dan berikan pendapat seperlunya. Jika ada yang salah, jangan salahkan suami dengan serta merta. Arahkan secara perlahan dan jangan terkesan menggurui. Sahabat Ummi harus bisa menjadi teman curhat yang bisa dipercaya.

Nah sahabat Ummi, itu adalah beberapa tips yang bisa Bunda lakukan agar suami makin cinta. Selebihnya Bunda bisa melakukan eksplorasi sendiri untuk memikat hati suami pujaan. Tentu kita lebih mengerti dan memahami style suami masing-masing. Karena setiap orang punya ciri dan karakter yang berbeda. Selamat mencoba ya sahabat Ummi…

Sumber: ummi-online.com

SUAMI TERGODA WANITA LAIN, SALAH SUAMI ATAU SALAH WANITANYA?

Tulisan ini kami sampaikan bukanlah mencari siapa yang salah siapa yang benar, namun sering kita tak adil didalam memandang permasalahan dalam rumah tangga.

Terutama sekali jika berkaitan dengan orang ketiga. Para istri sering ilfil dan serta-merta menyalahkan wanita lain sebagai wanita penggoda suami orang. Benarkah demikian?

Pendapat bahwa wanita lain lah yang salah karena telah menggoda suami orang, belum tentu sepenuhnya benar. Apalagi banyak istri yang lantas protektif terhadap suami, memeriksa isi hape, isi dompet, isi email, hanya karena ketakutan suami tergoda.

Bagaimana pun seksi dan genitnya wanita menggoda, jika suami memiliki iman kuat dan berkomitmen terhadap rumah tangganya tentu tidak akan tergoda melakukan perselingkuhan apalagi sampai berzina.

Sebagaimana kisah berikut ini:

Abul Faraj Ibnul Jauzy dan ulama lainnya meriwayatkan, bahwa ada seorang wanita cantik tinggal di Makkah. Ia sudah bersuami.

Suatu hari ia bercermin dan menatap wajahnya sambil bertanya kepada suaminya: “Menurutmu, apakah ada seorang lelaki yang melihat wajahku dan tidak akan tergoda?”

Sang suami menjawab: “ada!”

Si istri bertanya lagi: ”Siapa dia?”

Suaminya menjawab: ”Ubaid bin Umair.” (Seorang Qodhi Makkah waktu itu).

Sang istri berkata: ”Ijinkan aku menggodanya.”

“Silahkan , aku telah mengijinkanmu.” jawab suaminya.

Maka wanita itu mendatangi Ubaid bin Umair seperti layaknya orang yang meminta fatwa. Beliau membawanya ke ujung masjid Al Haram dan wanita itu menyingkapkan wajahnya yang bagaikan kilauan cahaya rembulan.

Maka Ubaid berkata kepadanya: “Wahai hamba Allah, tutuplah wajahmu.”

Si wanita menjawab: “Aku sudah tergoda denganmu.”

Beliau menanggapi: “Baik. Saya akan bertanya kepadamu tentang satu hal, apabila kamu menjawab dengan jujur, aku akan perhatikan keinginanmu.”

Si wanita berkata: “Aku akan menjawab setiap pertanyaanmu dengan jujur.”

Beliau bertanya: “Seandainya saat ini malaikat maut datang kepadamu untuk mencabut nyawamu, apakah engkau ingin aku memenuhi keinginanmu?”

Si wanita menjawab: “Tentu tidak.”

Beliau berkata: “Bagus, engkau telah menjawabnya dengan jujur.”

Beliau bertanya lagi: “Seandainya engkau telah masuk kubur dan bersiap-siap untuk ditanya, apakah engkau suka bila sekarang kupenuhi keinginanmu?”

Si wanita menjawab: “Tentu saja tidak.”

Beliau berkata: “Bagus, engkau telah menjawabnya dengan jujur.”

Beliau bertanya lagi: “Apabila manusia sedang menerima catatan amal perbuatan mereka, lalu engkau tidak mengetahui apakah akan menerimanya dengan tangan kanan ataukah dengan tangan kiri, apakah engkau suka bila sekarang kupenuhi keinginanmu?”

Si wanita menjawab: “Tentu saja tidak.”

Beliau berkata: “Bagus, engkau telah menjawabnya dengan jujur.”

Beliau bertanya lagi: “Apabila engkau sedang akan melewati Ash-Shirat, sementara engkau tidak mengetahui akan selamat atau tidak, apakah engkau suka bila sekarang kupenuhi keinginanmu?”

Si wanita menjawab: “Tentu saja tidak.”

Beliau berkata: “Bagus, engkau telah menjawabnya dengan jujur.”

Beliau bertanya lagi: “Apabila telah didatangkan neraca keadilan, sementara engkau tidak mengetahui apakah timbangan amal perbuatanmu ringan atau berat, apakah engkau suka bila sekarang kupenuhi keinginanmu?”

Si wanita menjawab: “Tentu saja tidak.”

Beliau berkata: “Bagus, engkau telah menjawabnya dengan jujur.”

Beliau bertanya lagi: “Apabila engkau sedang berdiri dihadapan Allah untuk ditanya, apakah engkau suka bila sekarang kupenuhi keinginanmu?”

Si wanita menjawab: “Tentu saja tidak.”

Beliau berkata: “Bagus, engkau telah menjawabnya dengan jujur.”

Beliau lalu berkata: “Bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah telah memberikan karunia-Nya kepadamu dan telah berbuat baik kepadamu.”

Abul Faraj berkata: “Maka wanita itupun pulang ke rumahnya menemui suaminya.

Sang suami bertanya: “ Apa yang telah engkau perbuat?”

Si istri menjawab: “Sungguh engkau ini pengangguran (kurang ibadah) dan kita ini semuanya pengangguran.”

Setelah itu si istri menjadi giat sekali melaksanakan sholat, shaum, dan ibadah-ibadah lain.

Hingga si suami sampai berkata: “Apa yang terjadi antara aku dengan Ubaid? Ia telah merubah istriku. Dahulu setiap malam bagi kami bagaikan malam pengantin. Sekarang ia telah berubah menjadi ahli ibadah?”

Jelas bahwa fitnah terbesar pun, yakni wanita, tidak akan berdampak pada seorang pria yang beriman.

Sehingga jelas bahwa yang perlu selalu diperbaiki dalam rumah tangga kita adalah keimanan yang lurus pada Allah. Semoga Allah membentengi rumah tangga kita dengan iman dan ketaqwaan padaNya.

(Dinukil dari kitab Raudhatul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaaqin Karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyah)

Semoga kisah diatas bisa menjadi iktibar bagi kita… terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca.

Sumber: blogshah.com

Tak Terima Disebut Istri “Bau Dapur” Wanita ini Beri Tantangan Super Susah Ke Suami

Tantangan sepele tapi tak semua suami bisa

Adakah suami yang bisa lakukan tantangan wanita ini?

Warganet, khususnya ibu-ibu dibuat meradang gara-gara komentar dari seorang suami.Komentar yang ditulis memancing para wanita naik pitam. Walhasil, mulai dari foto perselingkuhan, masalah hutang, sampai tantangan diberikan oleh warganet.

Seorang ibu rumahtangga mengaku geram setelah membaca posting pria di media sosial.

Pria tersebut rupanya tidak mau istrinya bau dapaur saat sang suami pulang kerumah.

Bahkan, si pria juga mengatakan jika semakin berjalanya waktu matanya bisa saja beralih ke wanita cantik yang diluarsana.

Membaca postingan itu, pemilik akun Rara Woeland yang merupakan seorang istri ini merasa tersinggug.

Bahkan, Rara meminta Thedy Sukma untuk menerima tantangnya.

Ia pun hanya memberikan waktu dua bulan untuk menjalani tantangannya tersebut.

“Tapi kalau belum 2 bulan anda mengeluh. Coba tolong anda pakai pakaian perempuan dandan selayaknya perempuan,” tulisnya di status facebook.

Namun, tidak semua orang mampu menyelesaikan tantangannya tersebut terutama kaum laki-laki.

Berikut ini tulisan Rara Woeland di akun facebooknya:

“Dear Mz Tedhy Sukma.

Saya menantang anda untuk bertukar posisi dengan istri anda selama 2 bulan. Istri anda yang bekerja anda WAJIB melakukan pekerjaan rumah full seperti yang dilakukan para ibu rumah tangga. Beres-beres rumah, ngurus anak, nyuci baju, masak, nyetrika, dll layaknya pekerjaan seorang IBU RUMAH TANGGA. Jika ANDA berhasil anda memang pria yang tidak cuma bermodal OMONG doang. Tapi kalau belum 2 bulan anda mengeluh. Coba tolong anda pakai pakaian perempuan danda selayaknya perempuan.

Menghargai dan tau rasanya sebagai istri lebih baik. Dari pada anda berlogika saja. Gaji anda seberapa kok bisa seperti itu?? Sudah apa saja yang anda berikan pada istri anda?? Siap rezekinya hilang?? Siap mendapatkan laknat Allah?? Gak usah berteori mz. Perempuan bisa bekerja. Tapi laki-laki belum tentu bisa mengurus masalah rumah. Nyebok’i anak pup wae kadang onok sing wegah (dan rata-rata memang wegah ) durung pipise, ndulang maem, muntah, mriang begadang nunggoni anak (nek anake cilik-cilik luwih kadi 2) Belum lagi yang istrinya juga kerja, rela begadang ngurusi anak, urung ngurusi koe. La po koe rak koyo BAYI??? Bojomu ngurusi tow??

Ehh BTW anda sudah beristri belum ya??

Gimana mz?? Siap melakukan tantangan saya????????

Udah ah…. Oya barangkali ada yang kenal sama mas Tedhy sukma tolong dicolekin sini. Tak sambi dodolan sek ya mas. Lumayan kan IRT jam segini bisa santai. Karna ada sedikit waktu luang. Rene mas dolan-dolan. Tak paringin kopi Royal Crown ben tutuk’e bener nek matur”.

Postingan itupun mendapat banyak dukungan dari para kaum istri.

Mereka pun menuliskan komentaranya di kolom dinding komentar.

Tantangan yang diberikan Rara ini memang terlihat sepele.

Mimi Popeye berkomentar: “Bisa banget pngen istri cantik terus seger terusss,,, mudah siapkan pembantu 3 org, tukang kebun 2,,,, dann jangan minta ANAK”

Miranti Puspa Sari ikut mngomentari: “Kalo mau istri lu Wangi cantik modalin, di rumah sewa pembantu. Biar istri ga capee, biar istri Wangi cantik tiap hari. Ga mikir apa yaa yg ngurusin anak lu siapa, yg beresin smua pekerjaan rumah, yg masak tiap hari buat ngeyangun perut lu. Sampe daleman sempak yg lu pake siapa yg nyuci klo bukan istri lu. Baru di goda pelakor atau yg cantik dikit aja udah klepek2 lu. Klo mo istri cantik skali lagi MODALIN!!!!! Greget dari tadi mau komen, baru bisa komen hehehhe.

Postingan itu saat ni sudah dibagikan lebih dari 2590 kali di facebook.

Sumber: wajibbaca.com

Jika Ingin Rezeki Suami Bertambah, Istri Lakukanlah Ini

ISTRI memperoleh rezeki salah satunya dari suami. Ya, sebab suamilah yang memiliki tanggungjawab untuk menafkahi istri. Meski begitu, bukan berarti istri hanya diam saja, lho! Campur tangan istri juga sangat berperan penting terhadap penghasilan suami. Apa maksudnya?

Sang istri harus melakukan hal-hal yang bisa menambah rezeki suami. Apakah itu?

Dilansir dalam infoyunik.com bahwa yang harus dilakukan istri agar rezeki suami bertambah, di antaranya:

Pertama, berikan sedikit rezeki kepada orangtua dan mertua. Berikanlah sedikit rezeki walau hanya sekadar membelikan beras atau kebutuhan pokok yang lain. Karena ternyata, dengan memberikan sedikit rezeki dari pendapatan suami akan bisa menambah keberkahan atas rezeki yang diperoleh. Akan tetapi, dengan syarat pemberian tersebut harus diketahui dan disetujui oleh sang suami.

Kedua, istri harus senantiasa mengingatkan suami agar memberikan rezeki yang halal kepada keluarga mereka. Selalu berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar suami mencari rezeki yang halal untuk menafkahi istri dan anaknya. Jangan jadi istri yang justru menjerumuskan suami ke lembah dosa dengan meminta ini itu tanpa bisa disanggupi oleh suami. Pada akhirnya akan mengakibatkan suami memilih jalan yang tidak halal agar keinginan istrinya dapat terwujud. Jadilah istri yang selalu bersyukur atas pemberian dari suami.

Ketiga, istri yang baik, harusnya bisa menghindari gaya hidup boros. Karena sebenarnya perbuatan yang demikian ini tidaklah baik untuk keuangan keluarga. Ada baiknya untuk berhemat dan mengubah gaya hidup ini karena bisa menambah keberkahan rezeki keluarga.

Keempat, jalankanlah ibadah bersama. Sudah jelas bahwa ibadah dan ketakwaan yang dilaksanakan setiap hari itu erat hubungannya dengan keberkahan rezeki keluarga. Terlebih lagi apabila ibadah tersebut dilaksanakan bersama keluarga, maka pahalanya akan berlimpah. Mulai saat ini cobalah untuk merencanakan melakukan ibadah bersama keluarga seperti shalat berjamaah, tahajud, puasa sunnah ataupun membaca Al-Quran bersama.

Kelima, menghindari pertengkaran dalam rumah tangga. Sebagai istri haruslah bisa menjadi penenang suami saat stres, bukan malah menjadi penyulut pertengkaran. Tetap jaga keharmonisan dalam kehidupan berumah tangga. Karena dengan demikian akan membuat suami menjadi lebih giat dalam bekerja.

Sumber: islampos.com

Pikat Suami Agar Berat Tinggalkan Rumah, Begini Nih Caranya

SUAMI Anda sering tinggalkan rumah? Jika ya, bagaimana perasaan Anda? Tentu ada rasa mengganjal dalam diri Anda bukan?

Ya, sebagai seorang istri keberadaan suami di rumah, tentu begitu penting kan? Untuk itu, peran istri dalam mempertahankan suami di rumah cukup penting. Lantas, apa yang harus dilakukan istri agar suami betah di rumah?

Dilansir dalam ummi-online.com dijelaskan bahwa tujuh cara yang bisa dilakukan istri untuk memikat suami agar berat meninggalkan rumah. Apa sajakah itu?

Pertama, ciptakan suasana romantis. Manfaatkan momentum kebersamaan bersama suami seefektif dan semaksimal mungkin. Makan malam berdua dengan temaram cahaya lilin, tentu membuat kesan yang mendalam. Sesekali pergi berdua ke desa wisata, menikmati sejuknya udara pegunungan, kicau burung di pagi hari, segarnya air terjun, dan beningnya sungai pastilah membuat suami bersemangat kembali saat bersama di rumah.

Kedua, menonton film bersama. Cobalah untuk menonton film bersama suami di rumah. Pilihlah film dengan genre yang telah disepakati bersama. Boleh film drama, komedi, aksi, horor, klasik, romantis, dan sebagainya. Sediakan camilan atau kudapan ringan untuk menghangatkan suasana dan demi kebersamaan.

Ketiga, selingi dengan humor. Hal yang satu ini sering dilupakan oleh pasangan suami istri. Saat anda sedang berdua, selingi dengan humor segar atau candaan ringan pastilah membuat hubungan lebih menyenangkan. Sebagai variasi humor, boleh diselingi dengan tebak-tebakan, permainan jari, kartu, ular tangga, atau saling menggelitiki sehingga membuat suasana menjadi riang dan penuh tawa.

Keempat, perhatian penuh cinta kasih. Perhatian-perhatian kecil membuat pasangan Anda merasa nyaman. Misalnya menyiapkan handuk, baju kerja dan dasi, menyiapkan teh hangat, sesekali menyuapi suami, membelikan obat saat suami sakit, mengisikan pulsa, membantunya mencuci piring dan pakaian, merapikan tempat tidur atau meja makan, menyapu halaman, mengambilkan sepatu, membelikan kado terindah di saat hari ulang tahunnya, dan hal-hal lainnya. Saat melakukan ini, hendaklah diniatkan untuk membahagiakan suami tercinta, agar bernilai sebagai amal ibadah yang diridhai Allah.

Kelima, variasi permainan ranjang. Kehangatan di ranjang terlihat sepele, namun berefek besar. Betapa banyak suami yang bosan dengan gaya yang itu-itu saja. Nah, saatnya istri berperan. Bacalah buku kamasutra, cobalah beragam variasi posisi, dahului dengan cumbu rayu yang tidak biasa, cobalah aneka gaya yang disepakati bersama di tempat yang berbeda. Boleh diiringi dengan aromaterapi, diselingi musik lembut nan menyentuh hati, atau hal-hal lain pembangkit birahi yang masih diperbolehkan oleh Illahi.

Keenam, sajikan menu kesukaan. Cobalah untuk bereksperimen dari buku-buku masakan, lalu sajikan menu kesukaan suami. Bila belum terbiasa memasak, maka tontonlah dari Youtube, bagaimana cara memasak atau menyajikan makanan atau minuman favorit suami. Bila belum berhasil, maka cobalah lagi.

Boleh juga sesekali mencoba varian menu masakan tradisional. Menghidangkan masakan tradisional ini memiliki banyak sekali keuntungan. Jadi secara tidak langsung melestarikan budaya melalui kuliner tradisional, menghibur dan membahagiakan hati pasangan, menciptakan kebersamaan nan penuh kemesraan.

Ketujuh, musik penggugah jiwa. Musik dapat melembutkan dan menggugah jiwa. Bahagiakanlah rumah tangga dengan bernyanyi bersama, melantunkan kalimat yang mengingatkan kepada Ilahi. Semarakkanlah suasana dengan alunan musik romantis tentang alam semesta yang melukiskan keagungan sang Pencipta. Dengan bersenandung bersama, maka kebersamaan jiwa terasa semakin mesra dan akrab. Musik memang dapat menyatukan hati dan membuat jiwa-jiwa semakin dekat kepada Illahi.

Sumber: islampos.com

Istri Ikut Campur Urusan Pekerjaan Suami, Bolehkah?

KETIKA telah terjadi ijab qabul, secara otomatis dua insan yang saling mencinta itu bersatu dalam ikatan suci pernikahan. Mereka sudah bisa memisahkan diri dari keluarganya masing-masing dengan membentuk keluarga baru, dalam satu atap. Tentunya, hal-hal yang bersangkutan mengenai keduanya akan terbuka. Maka, di sinilah harus adanya kerja sama yang baik di antara keduanya.

Sebagai seorang istri, mengetahui pekerjaan suaminya tentu tidak mengapa bukan? Tapi, apakah istri berhak ikut campur dalam urusan suami, khususnya pekerjaan di luar rumah?

Kehidupan rumah tangga dibangun atas dasar saling mencintai, menyayangi serta tolong menolong di antara suami istri. Setiap pasangan hendaknya berupaya untuk membahagiakan pasangannya, baik dengan perkataan maupun perbuatan yang baik.

Apabila salah satunya melihat suatu kesalahan yang tampak pada pasangannya, maka pintu untuk saling menasihati terbuka lebar. Sebagai catatan, ketika menasihati hindarilah kata-kata yang menyakitkan atau menasihati di depan umum.

Apabila salah satu pihak melakukan kesalahan, hendaknya pihak lain menolong dengan memberi saran dan masukan serta mendoakannya. Allah SWT berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang,” (QS. Ar-Rum: 21).

Adapun celaan dengan kata-kata yang tidak enak akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki. Istri hendaknya sadar bahwa posisinya hanyalah sebagai pemberi nasihat, bukan pemberi perintah. Sebab, musyawarah hanya bersifat masukan, bukan perintah. Bila suami menerima pendapatnya, maka berbahagialah. Namun jika tidak, hendaknya ia menahan diri dan membantunya dalam mengatasi masalah yang sedang dihadapi.

Sumber: islampos.com

Renungan. Wahai Sang Istri, Suamimu Bukanlah Malaikat…

Sadarilah pula wahai para istri yang shalihah.. bahwa suami kita bukanlah malaikat, dan tidak akan pernah berubah menjadi malaikat.

Kalau kita menyadari akan hal ini, persiapkanlah diri kita untuk menerima kesalahan dan kekeliruan suami kita, serta berusaha untuk tidak mempermasalahkannya.

Karena berbuat salah sudah menjadi tabiat manusia. Kita bisa mengambil sikap bijak untuk menanggulangi kesalahan-kesalahan tersebut. Bukan dengan mengikuti kesalahan-kesalahan suami, tetapi bisa melalui dua hal.

Pertama, Menasehati suami dengan cara yang baik apabila terbukti jelas ia berbuat kesalahan dalam kehidupan rumah tangga.

Kedua, tidak mencela dan mencemoohnya bila ia berulang kali melakukan kesalahan yang sulit dihindari tabiatnya, dan ini pasti ada dalam kehidupan berumah tangga, akan tetapi bantulah dia untuk memperaiki diri dan meninggalkan kesalahan tersebut. Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman,

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisaa’: 19)

Bersyukurlah akan anugerah dari Allah kepada kita berupa sang suami. Duhai para istri, marilah kita sadari bahwasanya suami yang Allah anugerahkan kepada kita adalah sebuah nikmat yang besar.

Perhatikanlah di sekeliling kita! Betapa banyak para wanita yang mendambakan kehadiran seorang suami, tapi belum juga mendapatkannya.

Dan betapa banyak pula wanita-wanita yang terpisah jauh dari suaminya, bahkan betapa banyak pula wanita-wanita yang kehilangan suaminya. Bersyukurlah duhai para istri shalihah. Janganlah sampai kita tergolong ke dalam firman Allah berikut ini.

“Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur (berterima kasih).” (Qs. Saba’:13)

Perhatikan hak-hak suami dan peranan masing-masing istri dan suami. Ingatlah pula bahwasanya suami adalah nahkoda bagi rumah tangga kita. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman,

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”. (QS. An-Nisaa’ 34)

Ya, suami adalah pemimpin rumah tangga kita. Maka dari itu, kita (suami dan istri) harus saling memahami peran masing-masing di dalam rumah tangga. Taatilah suami kita dengan baik selama bukan ketaatan dalam perbuatan maksiat.

Karena taat kepada suami merupakan salah satu kewajiban kita sebagai istri. Dengan begitu, kita bisa merebut hati suami kita dan kita pun akan mendapatkan ganjaran dari Allah berupa surganya yang indah. Perhatikanlah hadits berikut ini,

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, ‘Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka’.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dan jagalah hak-hak suami kita. Sadarilah besarnya hak suami atas diri kita. Ingatlah, sejak kita menikah, maka sang suamilah yang paling berhak atas diri kita. Sampai-sampai Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Seandainya aku boleh menyuruh seseorang sujud kepada orang lain, maka aku akan menyuruh seorang wanita sujud kepada suaminya.” (Hadits shahih riwayat At-Tirmidzi, di shahihkan oleh Al-Albani dalam Irwaa’ul Ghalil (VII/54).

Bersyukurlah Terhadap Pemberian Suami
“Dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya, ‘Mengapa (demikian) wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam?’ Beliau shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, ‘Karena kekufuran mereka.’ Kemudian ditanya lagi, ‘Apakah mereka kufur kepada Allah?’ Beliau menjawab, ‘Mereka kufur terhadap suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari, no. 105 2 , dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma)

Jangan selalu melihat kekurangan suami. Apabila kita menemukan adanya kekurangan pada diri suami kita, sadarilah bahwasanya kita pun mempunyai banyak kekurangan. Berusahalah untuk saling menutupi kekurangan-kekurangan yang ada.

Dan bersyukur pulalah atas pemberian suami. Jangan sekali-kali istri meremehkan atau tidak suka kepada suaminya hanya karena uang yang diberikan suaminya terlalu kecil menurut pandangannya, padahal sang suami telah bekerja keras.

Ingatlah kepada Allah apabila keinginan hendak meremehkan itu muncul. Bagaimana mungkin seorang istri meremehkan setiap tetes keringat suaminya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah menganggapnya mulia?

Apapun pekerjaannya dan berapa pun penghasilannya, bukanlah masalah besar asalkan halal dan mampu dilakukan secara berkelanjutan. Bersyukurlah dan bersabarlah wahai para istri shalihah.

Bukankah masih banyak orang-orang yang keadaannya jauh di bawah kita? Ingatlah akan sabda Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

“Pandanglah orang yang berada di bawah kalian (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah kalian memandang orang yang berada di atas kalian. Karena yang demikian itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kalian.” (HR Muslim, no. 2963)

Bersyukurlah Dengan Kebaikan-kebaikan Suami yang Ada
Karena istri yang tidak bersyukur akan kebaikan suami adalah istri yang tidak bersyukur kepada Allah subhaanahu wa ta’alaa. Sebagaimana sabda Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

“Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia dia tidak bersyukur kepada Allah”. (Hadits riwayat Abu Daud dan di shahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud [4811]).

Berusahalah Untuk Menjadi Istri yang Shalihah
Istri shalihah, yaitu istri yang baik akidahnya, amal ibadahnya dan baik pula akhlaknya. Bagi seorang suami, istri shalihah tak sekedar istri.

Ia adalah teman di setiap langkah kehidupan, pengingat di kala lalai, penuntun di saat tersesat, dan ia adalah ustaadzah bagi rumah tangganya. Sungguh, tiada kebahagiaan di dunia yang lebih indah daripada bersanding dengan istri shalihah.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

Menjadi istri shalihah adalah sebuah kemungkinan yang dapat diraih dengan keihklasan dan bersungguh-sungguh dengan penuh ketulusan. Pelajarilah bagaimana wanita terdahulu mampu meraihnya.

Contohlah mereka dan lakukan dalam rumah tangga kita. Jika sudah demikian, bersabarlah untuk memetik hasilnya. Kita sadari bahwasanya:

Kita bukanlah Hajar, yang begitu taat dalam ketakwaan
Kita bukanlah Asiyah, yang begitu sempurna dalam kesabaran
Kita bukanlah Khadijah, yang menjadi teladan dalam kesetiaan
Kita bukanlah ‘Aisyah, yang menjadikan indah seisi dunia
Tetapi kita, hanyalah seorang istri yang berusaha meraih predikat “Shalihah”.

Artikel Asli

Sikap Romantis Rasulullah Dengan Istrinya yang Perlu di Teladani Pasangan Suami-Istri

Rasulullah SAW. sangat memperhatikan kualitas hubungan dengan istri-istrinya. Rasulullah SAW. senantiasa berusaha untuk bersikap mesra terhadap istrinya, diantaranya adalah:

1. Mandi Bersama

Mandi bersama akan menghadirkan kemesraan dan kenikmatan yang lebih. Setelah berjima’, ditutup dengan mandi bersama, saling mengusapkan sabun dan menyiramkan air. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Baginda Nabi.

Diriwayatkan bahwa Aisyah r.a. berkata, “Pernah aku mandi bersama Rasulullah. Kami menggunakan satu bejana. Bejana ini berada diantara aku dan beliau.

Tangan kami saling berebut masuk ke dalam bejana. Beliau berhasil mendahuluiku, sampai-sampai aku berkata, “Tolong sisakan untukku!Tolong sisakan untukku!” Aisyah mengungkapkan bahwa saat itu mereka berdua sedang junub. (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Awanah)

2. Disisir Istri

Dari Aisyah r.a. berkata, “Saya biasa menyisir rambut Rasulullah SAW., saat itu saya sedang haid.” (HR. Ahmad)

Rasulullah SAW. bisa membungkus hal sepele, menjadi sesuatu yang berkesan untuk pasangannya. Menyisir rambut, pekerjaan yang biasa tidak ada keistimewaannya.

Namun ketika dibungkus dengan kemesraan, akan menjadi hal yang sangat istimewa. Rasulullah SAW. bisa menyisir rambutnya sendiri, demi menciptakan kemesraan, maka beliau minta disisirkan oleh istrinya. Kita pun bisa melakukannya, bukan?

3. Meminta Istri Meminyaki Badannya

Rasulullah SAW. sangat piawai menjadikan hal yang sepele menjadi berkesan dan menjadi bumbu penyedap pernikahannya. Interaksi sehari-hari dengan istrinya senantiasa dibuat istimewa, sehingga semua istrinya merasa yang paling istimewa.

Seringkali Rasulullah SAW. meminta istrinya untuk mengoleskan minyak di badannya. Tentunya Rasulullah bisa melakukannya sendiri, sengaja meminta istrinya yang mengolesi, agar tercipta kemesraan dan bertambahnya rasa cinta dan kasih.

Aisyah r.a. berkata,”Saya meminyaki badan Rasulullah SAW. pada hari raya Idul Adha, setelah beliau melakukan jumrah aqabah.” (HR. Ibnu Asakir)

4. Minum Bergantian Pada Tempat yang Sama

Di sebagian daerah, tabu istri minum pada gelas yang sama dengan suaminya. Biasanya ada gelas khusus untuk suami yang tidak boleh dipakai oleh siapa pun. Namun ternyata, Rasulullah SAW. punya sikap yang berbeda, beliau justru minum dari gelas (muk) yang sama.

Aisyah r.a. berkata, “Saya biasa minum dari muk yang sama ketika haidh, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakan mulutnya di tempat saya meletakan mulut saya, lalu beliau minum. Kemudian saya mengambil muk, lalu saya menghirup isinya. Kemudian beliau mengambilnya dari saya, lalu beliau meletakan mulutnya pada tempat yang saya meletakan mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya.” (HR. Abdurrazaq dan Sa’id Musyar)

Apa yang dilakukan Rasulullah SAW. adalah bentuk romantisme dengan istrinya. Hal kecil, jika dibungkus dengan cinta dan romantisme dapat memelihara cinta agar senantiasa bertabur bunga.

5. Membelai Istri

Kasih sayang terhadap pasangan bisa ditunjukkan dengan belaian dan usapan lembut. Akan terasa ada getaran hebat yang menjalari seluruh tubuh, hati pun terasa nyaman dan damai.

Kontak langsung dengan pasangan mengandung energi positif untuk mengikat dua hati. Rasulullah SAW memberikan keteladanan kepada kita tentang hal ini.

Dari Aisyah r.a. “Adalah Rasulullah SAW. tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang giliri waktunya. Lalu beliau bermalam di tempatnya.” (HR. Ahmad)

6. Mencium Istri

Wujud kasih sayang yang lain adalah ciuman. Jika dilakukan dengan penuh perasaan maka akan menambah rasa cinta yang bersemayam dalam hati. Rasulullah SAW. sangat memperhatikan akan hal ini.

Dari Aisyah r.a. “Bahwa Nabi SAW. biasa mencium istrinya setelah wudhu.” (HR. Abdurrazaq)

Dari Hafshah, putri Umar r.a., “Sesungguhnya Rasulullah biasa mencium istrinya sekalipun sedang puasa.” (HR. Ahmad)

7. Tiduran di Pangkuan Istri

Rasulullah SAW. dengan akhlaknya yang agung, begitu memperhatikan kualitas hubungan dengan istri-istrinya.

Di tengah kesibukannya berdakwah dan menanggung tanggung jawab sebagai Rasul, beliau memanfaatkan waktu bersama dengan istrinya. Sehingga waktu yang terbatas tidak menjadi masalah dalam hubungan mereka.

Aisyah r.a. berkata, ”Nabi SAW. biasa meletakan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca Al Quran.” (HR Abdurrazaq)

8. Memanggil Dengan Kata-kata Mesra

Panggilan mesra terhadap pasangan akan menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Rasa cinta dan sayang yang diekspresikan dengan kata-kata akan jauh lebih bermakna dan menghujam dalam dada.

Rasulullah SAW. sangat memahami betul akan hal itu, maka beliau pun memiliki panggilan mesra untuk istrinya. Rasulullah biasa memanggil Aisyah dengan panggilan yang disukainya, seperti Aisy dan humaira (yang kemerah-merahan pipinya)

9. Mendinginkan Kemarahan Istri Dengan Mesra

Setiap orang pasti pernah dihinggapi dengan perasaan marah. Ketika sedang marah maka emosi tidak terkontrol. Rasulullah berlaku bijak ketika istrinya sedang marah, beliau berusaha mendinginkannya dengan cara yang sangat mesra.

Rasulullah SAW. memijit hidung Aisyah jika ia marah sambil berkata,

“Wahai Uwaisy, bacalah doa, wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkan kekerasan hatiku dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni)

Artikel Asli

 

Bolehkah Pasangan Suami-Istri Saling Melihat Organ Intim Saat Berhubungan?

Islam mengajarkan seluruh sendi-sendi kehidupan, termasuk perihal hubungan iñtim suami istri. Banyak yang masih belum mengetahui hukumnya melihat organ intîm pasangan saat berhubungan, apakah dibolehkan ataukah diharamkan?

Berikut sedikit pembahasannya berdasarkan ayat dan hadits dari Rasulullah:

Memang ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Musa bin Abdillah, dari bekas budak Aisyah, dikatakan bahwa Aisyah berkata,”Aku tidak pernah memandang atau melihat kemaluan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali.”

Hadits ini banyak dirujuk untuk menyatakan ketidakbolehan memandang organ ïntim pasangan hidup, namun demikian, ternyata hadits tersebut merupakan hadits dhoif, yang tidak bisa dijadikan hujjah karena perowi dari ‘Aisyah tidak diketahui siapa. Al Hafizh Ibnu Rajab dalam Fathul Bari (1: 336) mengatakan bahwa dalam sanad hadits ini adalah perowi yang tidak dikenal.

Sementara itu, terdapat ayat yang mengindikasikan diperbolehkannya melihat organ iñtïm pasangan hidup:

“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.” (QS. Al Ma’arij: 29-30).

Demikian juga hadits berikut:

“Aku pernah mandi bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari satu bejana antara aku dan beliau. Kemudian beliau bergegas-gegas denganku mengambil air, sampai aku mengatakan: tinggalkan air untukku, tinggalkan air untukku.” Ia berkata, “Mereka berdua kala itu dalam keadaan junub.” (HR. Bukhari no. 261 dan Muslim no. 321). Al Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Ad Daudi berdalil dengan dalil ini akan bolehnnya laki-laki memandang aurat istrinya dan sebaliknya.” (Fathul Bari, 1: 364)

“Jagalah auratmu kecuali dari istrimu atau budak yang kau miliki.” (HR. Abu Daud no. 4017 dan Tirmidzi no. 2769, hasan).

Ibnu Hajar berkata, “Yang dipahami dari hadits ‘kecuali dari istrimu’ menunjukkan bahwa istrinya boleh-boleh saja memandang aurat suami. Hal ini diqiyaskan pula, boleh saja suami memandang aurat istri.” (Fathul Bari, 1: 386). Dan yang berpandangan bolehnya memandang aurat satu sama lain antara suami istri adalah pendapat jumhur ulama (mayoritas). (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 32: 89)

Dengan demikian, hukum melihat aurat/ organ ïntīm pasangan saat berhubungan suami istri/ mandi bersama adalah diperbolehkan. wallaahualam.

Sumber: ummi-online.com