Waspada, Diduga Mengincar Para Ulama dengan Membawa Pistol Pria ini Pakai Modus Jadi Orang Gila

Kejadian orang yang diduga gangguan jiwa mencari seorang ulama terjadi di Pondok Pesantren Nurul Anwar, RT 06/15, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Sabtu (17/2/2018) malam.

Menurut saksi mata warga Cibabat, Abdul Hamid (32) orang yang diduga gangguan jiwa itu datang ke Pondok Pesantren Nurul Anwar ketika acara Maulid Nabi.

“Awalnya, orang yang berpakaian seperti orang gila itu menanyakan nama ustaz ke pedagang di sekitar Ponpes,” ujar Abdul Hamid saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Minggu (18/2/2018).

Kemudian kata dia, pedagang itu melaporkan ke santri tetapi orang yang diduga gila itu pergi dari tempat tersebut.

Kemudian lanjut Abdul, sekira pukul 21.00 WIB orang itu tiba- tiba muncul dan langsung duduk di lokasi acara Maulid Nabi.

“Tapi berpisah dengan jemaah yang lainnya, sehingga para jemaah dan santri curiga pada orang itu,” katanya.

Kecurigaan jemaah dan para santri ternyata benar, tepat pukul 23.00 WIB atau setelah acara selesai, orang yang diduga gila itu hendak menghampiri, ustaz yang ceramah di acara tersebut.

“Tapi kedua tangannya dikebelakangkan, ternyata membawa pistol mainan,” kata Abdul.
Namun aksi orang yang diduga gila itu gagal, setelah para santri mengadang dan langsung mengeroyok orang tersebut hingga babak belur.

Dengan modus yang sama ada juga yang mengaku gila di daerah Bogor, tidak membawa pistol, tetapi ditemukan beberapa lembar catatan berisi nama-nama ulama dan ustadz yang diduga akan berupaya untuk menyerang para ulama.”Setelah itu, langsung diamankan ke Polres Cimahi,” katanya.

Abdul mengatakan, orang yang diduga gila itu mengaku warga Kabupaten Bandung dan datang ke Ponpes Nurul Anwar menggunakan angkot.

Namun, orang itu tidak membawa identitas (KTP), sehingga sulit mencari tahu nama aslinya.

“Ketika ditanya nama, namanya berbeda beda. Kadang mengaku Agus dan lain-lain lah,” katanya.
LIHAT VIDEO PENANGKAPAN BERIKUT INI :

Sumber : Wajibbaca

Siapa yang Mengendalikan Orang Gila Pemburu Ulama? Ini Jawaban Rocky Gerung

Ada fenomena aneh. Sejumlah orang gila diberitakan mengincar ustadz dan ulama. Bahkan sudah ada yang ditangkap karena membunuh Ustadz Prawoto, Asisten II Operasi Brigade PERSIS. Diberitakan pula, Kiai Umar Basri juga dianiaya oleh orang gila.

Di Cileunyi, Jabar, juga dikabarkan ada orang gila membawa senjata tajam hendak masuk pesantren. Sejumlah santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdjussalam kemudian berhasil mengamankan orang gila tersebut.

Benarkah mereka orang gila? Mengapa orang gila beroperasi mengincar ulama? Rocky Gerung membuat pernyataan di ILC tentang siapa yang mengendalikan orang-orang gila itu.

Pernyataan Rocky Gerung itu pun disambut riuh tepuk tangan. Bahkan Presiden ILC Karni Ilyas terlihat speechless mendengarkan pernyataan tersebut.

“Jadi, kalau ada orang gila beroperasi, pasti ada orang yang lebih gila lagi yang mengendalikan orang gila itu,” tandasnya.

Sumber : Tarbiyah

Andi Arief : Ulama Dimata-matai, Dibunuh, Gereja Diserang, Presidennya Ngapain Aja ?

Peristiwa belakangan ini nampaknya bukan menunjukkan rasa kejiwaan Indonesia. Ulama atau tokoh agama diintai sampai pula meregang nyawa. Politisi pun mengkritisi pemerintahan Joko Widodo atas keadaan tersebut.

“Ulama dimata-matai, pengajian dakwah digerudug, ibadah di gereja diserang parang, orang gila membunuh kyai, Presidennya ngapain aja,” kata Andi Arief, politisi dari Demokrat, melalui akun Twitter pribadinya, belum lama ini.

Menurut dia, pemerintah melalui Presiden mestinya dapat bergerak atas atau mengambil sikap atas kejadian belakangan ini. Seperti SBY, contohnya kala itu segera turun tangan memanggil pejabatnya.

“Ukuran menjaga keharmonisan umat beragama adalah keseriusan pemimpin negara. Saya ingat tahun 2010 ada pengurus gereja di Bekasi diserang siang hari, sore hari SBY memanggil Kapolri, panglima TNI dan menteri terkait. Modal bangsa ini cuma satu, persatuan.

Sumber : Tribunislam

Lagiii !!! Beredar Foto Ustaz Dibacok Orang Gila di Bogor, Ini Kata Kapolres

Warganet digegerkan dengan beredarnya foto pembacokan di media sosial Facebook. Pengunggah foto menyebutkan bahwa korban adalah seorang ustaz.

Kabarnya, sang ustaz dibacok di Cigudeg Bogor. “Utk Kesekian kalinya terjadi Penganiayaan thdp Ulama2 di JaBar. Hr ini Ulama Bogor, Ust.sulaiman dibacok orang gila di desa Cigudeg bogor. Umat ISLAM Rapatkan Barisan. Always Waspada,” tulisnya.
Dalam foto yang diunggah terlihat seorang pria mengalami luka terbuka di bagian pipi. Korban yang bersimbah darah tampak berbaring. Ia didampingi dua orang laki-laki.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika mengatakan, pihaknya telah menelusuri informasi tersebut. “Infonya hoax,” kata AM Dicky, sepeti dikutip detik.com, Rabu (7/2/2018).

Menurut Dicky, pihaknya sudah mengecek ke Desa Sinar Asih, Kecamatan Cigudeg
Polisi juga sudah menghubungi pemilik akun Facebook yang mengunggah foto tersebut. Namun hingga kini belum direspons.

“Sudah dicek, nggak ada. Kita sedang hubungi akunnya belum ada respons untuk cari informasi detailnya juga,” tandas AM Dicky.

Sumber :  b-islam24h.com

Dua Ulama Dianiaya Orang Gila, Ustaz Jazuli Jadi Curiga

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini mengaku prihatin serta berduka atas penganiayaan terhadap dua ustaz di Jawa Barat (Jabar). Jazuli mengharapkan jajatan Polri benar-benar mengusut tuntas kasus itu hingga terang benderang.

Menurut Jazuli, ada keganjilan soal motif pelaku penganiayaan yang disebut-sebut mengalami gangguan kejiwaan. Sebab, peristiwanya dalam waktu berdekatan dan sasarannya adalah ulama.

“Agak ganjil memang jika dua peristiwa penganiayaan terhadap ulama ini kebetulan dilakukan oleh orang yang infonya sakit jiwa atau gila,” ungkap Jazuli, Jumat (2/2).

Menurut Jazuli, hal itu menimbulkan tanda tanya di benak masyarakat. “Kenapa kalau kebetulan, menyasar ulama, kiai atau ustaz?” katanya.

Anggota Komisi I DPR yang akrab disapa dengan panggilan Ustaz Jazuli itu juga mengingatkan Polri agamengusut tuntas kasus itu. Sebab, jika kasus itu dibiarkan mengambang maka akan menimbulkan persoalan baru, terutama memunculkan kecurigaan dan rasa terancam.

“Akhirnya akhirnya menimbulkan instabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat khususnya di Jawa Barat,” ungkap dia mengingatkan.

Dia juga berharap kepada masyarakat untuk tetap tenang sambil terus waspada tanpa mengembangkan spekulasi yang berlebihan dan kontraproduktif dalam upaya mewujudkan ketertiban dan keamanan. “Sambil menunggu penyelidikan yang dilakukan oleh aparat, kami semua berharap masyarakat tetap tenang dan tidak termakan isu yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Seperti diketahui, dalam sepekan telah terjadi penganiayaan dua ulama di Jabar. Kasus pertama menimpa pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah (Santiong), Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jabar Kiai Umar Basri yang dianiaya usai salat subuh.

Sedangkan Kedua, penganiayaan menimpa Komandan Brigade PP Persatuan Islam (Persis) Ustaz Prawoto yang juga dilakukan di waktu subuh. Bahkan, Ustaz Prastowo wafat akibat penganiayaan itu

Sumber : b-islam24h