Penyerangan Tokoh Agama, Jimly: Tangkap Dulu, Jangan Langsung ……

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) meminta kepolisian tidak lambat dalam memproses hukum terhadap pelaku penyerangan sejumlah tokoh agama yang belakangan marak terjadi di Indonesia.

Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie mengatakan, polisi harus bersikap tegas dan mengusut tuntas motif kekerasan yang dilakukan terhadap siapa pun pemuka agama yang ada di Indonesia.

“Mau ulama, pendeta, siapa aja, pokoknya disikat saja itu. Tidak usah percaya dia ngaku sakit, gila. Pokoknya tangkap dulu, diproses,” kata Jimly saat diskusi bertajuk ‘Menyikapi Teror dan Kekerasan pada Para Ulama” di Sekretariat ICMI Pusat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (21/02/2018).

Dalam catatannya, Jimly mengungkapkan, sudah ada 21 kasus penyerangan terhadap tokoh agama. Sehingga ia menilai perkara ini merupakan persoalan yang amat serius.

“Jadi, saya rasa harus dianggap serius. Gila (pelaku) tidaknya nanti terbukti di pengadilan yang penting terbukti aja dulu baik tokoh Islam, Kristen, Budha, Hindu Kong Hu Chu harus kita lindungi,” tuturnya.

Seperti diketahui, belakangan ini tindakan kekerasan marak terjadi terhadap tokoh agama, bahkan sampai salah seorang ustaz Prawoto dari Persatuan Islam (Persis) meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan

Sumber : Okezone

Komentar Kagum Ulama Luar Negeri Atas Kehebatan Kiai Arwani

Suatu ketika Kiai Sya’roni Ahmadi Kudus umroh dan membawa kitab Faidh al-Barakat karya Mbah Kiai Arwani Amin Kudus. Kitab tersebut dipamerkan kepada ulama Qiraat Mekkah dan Madinah yang dikenal Kiai Sya’roni. Lantas para ulama tersebut berkomentar, “Tidak sembarang orang bisa menulis kitab ini kecuali seorang Muqri’ al-Kabir!”

Setelah itu, giliran seorang ulama Mesir Syaikh Ahmad Yasin Muhammad Abdul Muthalib yang mendapatkan kitab Faidh al-Barokat. Spontan beliau bersya’ir memuji kealiman Mbah Kiai Arwani:

Baca juga:
Komentar Kagum Ulama Luar Negeri Atas Kehebatan Kiai Arwani
Gus Maksum: Buah Kuburan Bisa Buat Anak Jadi Ideot
Karena Shalawat Burdah Ini, Kuda Pangeran Diponegoro Lari Tegap di Atas Rawa Bening

ﺑﺷﺮﺍﻙ ﻳﺎﻁﺎﻟﺑﺎ ﻠﻟﻌﻟﻢ ﻣﻦ ﻗﺩﺲ ֎ ﻔﺰﺗﻢ ﺒﻗﺮﺐ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺮﺣﻣﻥ ﺑﺎﻷﺮﻮﺍﻥ
ﻣﻦ ﻳﻀﺣﻰ ﻓﻲ ﻗﺮﺑﻬﻢ ﺰﻣﻧﺎ ﻮﻠﻮ ﻳﻮﻣﺎ ֎ ﻳﺮﺠﻊ ﺇﻠﻰ ﺃﻫﻟﻪ ﺑﺎﻟﻗﻠﺏ ﺮﻳﺎﻥ
ﺍﻠﻌﻳﺵ ﻓﻲ ﺣﻳﻬﻢ ﻔﻀﻞ ﻮﺗﻜﺮﻣﻪ ֎ ﻣﻦ ﺬﻱ ﺍﻟﺟﻼﻝ ﺍﻟﺬﻱ ﺒﺎﻟﻓﺿﻝ ﺃﻮﻻﻦ

“Betapa bahagianya para pencari ilmu dari Kudus, beruntung bisa dekat Sang Rahman dengan Kyai Arwani.”

“Siapa saja yang berada sezaman di dekatnya meski hanya sehari, akan pulang ke keluarganya dengan hati berseri-seri.”

“Hidup bersama mereka adalah anugerah dan kemuliaan dari Sang Pemilik Keagungan yang telah memberiku anugerah tiada terperi (sebab jumpa dengan Kyai Arwani).”

Menurut riwayat khadimnya, semasa belajar ilmu Qiraat di Krapyak Yogyakarta Kiai Arwani selalu datang dua jam sebelum setoran ngaji dimulai. Jam 11 malam beliau sudah ada di majelis, padahal setoran dimulai jam 1 dini hari.

Selain itu, beliau selalu menyimak dengan seksama, menulis semua yang diucapkan oleh gurunya, sebab proses belajarnya dengan metode Talaqi Qiraah. Catatan tulisan tersebutlah yang menjadi kitab Faidh al-Barakat tiga puluh juz lengkap.

Tidak heran diantara murid-murid Mbah Kiai Munawir hanya Kiai Arwani yang diberi ijazah Qiraah Sab’ah. Bahkan di depan para muridnya Mbah Kiai Munawir dawuh untuk belajar kepada Mbah Kiai Arwani saja jikalau beliau wafat. [dutaislam.com/pin]

Keterangan:
Disarikan dari tulisan Ust. Sahal, Faidh al-Barakat, upaya KH. Arwani membumikan Ilmu Qiraah oleh santrionline.net.

Dutaislam

Jadi Sasaran, Masjid Ponpes At Taqwa Bekasi Ditandai Dengan Darah

Tiang dinding Masjid Pondok Pesantren (Ponpes) At Taqwa Babelan Bekasi ditandai bercak merah darah oleh orang tak dikenal akhir pekan lalu. Hingga kini warna tanda bercak tersebut telah perlahan memudar.

Satpam Ponpes At Taqwa yang tak ingin disebut namanya mengatakan, beberapa hari belakangan banyak orang tak dikenal mencurigakan berlalu lalang dengan menanyakan alamat rumah kiai. Padahal, menurutnya, kebanyakan orang yang datang sudah mengetahui di mana rumah Kiai.

“Heboh kemarin, ada tanda oval lalu ada taring-taring nya di sekitar bulatannya, dan nggak make pilok atau alat tulis itu,” kata Satpam di Ponpes At Taqwa, Selasa (20/2).

Tanda merah diduga darah sudah terlihat samar di Ponpes Masjid At Taqwa Babelan, Bekasi, Selasa (20/2).

Dia mendeteksi, tanda merah tersebut seperti darah. Dari bau nya pun, juga tercium bau darah. Ada dua tanda, yang pertama di sisi kanan dan kedua sisi kiri dengan tanda panjang melengkung.

Hingga kini, setelah kejadian, masyarakat dan santri sudah biasa-biasa saja menghadapinya. Pihak pesantren telah mengimbau agar tetap tenang dan selalu waspada. Pengamanan Ponpes pun mulai diperketat, dari pesantren laki-laki, perempuan, ruang belajar, masjid hingga pengunjung yang hendak ziarah ke makam KH Noer Ali kini dibatasi. (rol/Ram)

Sumber : Eramuslim

Giliran Rumah Ketua MUI Kota Madiun Didatangi Pria Diduga Gila … Yakin Gila ???

Fenomena orang gila satroni ulama terjadi di beberapa kota. Kini giliran rumah Ketua MUI Kota Madiun, KH Dr Muhammad Sutoyo didatangi pria tak dikenal, diduga gila.

Karena khawatir mengalami kejadian di Lamongan, Tuban dan daerah lainnya, dirinya menghubungi banser untuk mengawasi rumah dan musholanya.

“Ini orang gila atau pura-pura gila saya ndak tahu. Karena antisipasi saja saya hubungi banser dan intel polresta, untuk minta bantuan mengamankan orang tersebut,” jelas Ketua MUI Sutoyo kepada wartawan di rumahnya Jalan dr Sucipto No 16 Kota Madiun, Rabu (21/2/2018).

Penangkapan orang tersebut, kata Sutoyo, dilakukan pukul 23.30 WIB. Saat itu dirinya pulang dari dokter pukul 21.00 WIB masuk rumah dan menutup pagar. Di dalam rumah, dirinya melihat dua pria mondar mandir dengan pakaian tak layak di depan rumah dan musala.

“Sekitar pukul 21.00 WIB saya pulang berobat ke dokter seperti ada dua orang seliweran di sekitar depan mushola rumah saya dan kayak orang gila. Takut seperti peristiwa di Lamongan saya menghubungi banser dan intel polresta,” tuturnya.

Sutoyo menjelaskan saat banser berjaga di mushalanya yang juga satu kompleks, tiba-tiba pria diduga gila tersebut turun dari lantai dua rumahnya yang tangganya menjadi satu dengan mushala.

“Saat banser berjaga, orang itu turun dari atas musala. Kemungkinan sebelumnya masuk tanpa saya ketahui lewat pagar, yang jarang saya kunci,” ungkap Sutoyo.

Sementara Kapolresta Madiun membenarkan telah mengamankan orang yang diduga gila dari rumah ulama ketua MUI kota Madiun tersebut.

“Iya betul semalam kita amankan bersama banser dari rumahnya ketua MUI kota Madiun. Untuk data detail belum nas, masih kita periksa,” jelas Kapolresta Madiun AKBP Sonny Mahar Budi Adityawan saat dihubungi detikcom.

Sumber : Detik

600 Jawara Betawi Disiagakan Jaga Rumah Ulama

Panglima Jawara Betawi, Haji Basyir Bustomi meminta kepada seluruh para jawara Betawi untuk bersiaga di beberapa tempat kediaman para tokoh agama dan kiai di wilayah Jabodetabek. Pesan kesiapsiagaan kepada para jawara Betawi ini untuk mengantisipasi terjadinya intimidasi dan kekerasan kepada ulama yang kerap terjadi belakangan ini.

“Ada 600 orang jawara yang disiagakan dari 125 perguruan silat Betawi. Alhamdulillah ini udah berjalan pengamanan buat para ulama dan kiai dengan menjaga rumahnya sekalian berdakwah,” kata Basyir kepada wartawan, Rabu (21/2).

Untuk sementara, setidaknya satu rumah ulama atau kiai dijaga 10 orang dari berbagai macam Perguruan Maen pukul Betawi. Untuk menjaga keamanan, pihaknya juga bekerja sama dengan masyarakat sekitar kediaman ulama untuk mengadakan ronda keliling dari rumah ulama ke ulama lainnya.

“Kita siaga di wilayah Jabodetabek, terutama sejak isu-isu pencontrengan rumah ibadah dan kediaman tokoh agama mulai muncul di berbagai tempat,” ungkapnya.

Sejak kasus penganiayaan terjadi kepada beberapa ulama dan tokoh agama di tanah air merebak, kabar intimidasi juga muncul di beberapa rumah kediaman tokoh agama dan ulama di Jabodetabek. Di antaranya muncul tanda aneh di dua tempat berbeda di Bekasi. Diantaranya di dinding kediaman Habib Alwi bin Muhammad, dan di tiang dinding sisi kiri Masjid At Taqwa Babelan.

Walaupun tidak jelas maksud tanda itu dan tidak ada ancaman fisik kaitan tanda merah itu, jawara Betawi tetap meningkatkan kewaspadaan. Agar tidak ada pihak-pihak yang berusaha menganggu keamanan dan mengancam jiwa para ulama dan kiai di Jabodetabek.

Sumber : Republika

Ada Tanda Silang di Rumahnya, Ini Penjelasan Habib Alwi

Rumah tinggal Habib Alwi bin Muhammad Alatas pimpinan dari pengajian Almunawir di wilayah Bekasi Timur, tercoret tanda silang dengan lingkaran di kedua tandanya berwarna merah. Tanda itu terlihat di dinding samping pintu kediamannya di perumahan Emerald Spring Bekasi Timur.

Saat dikonfirmasi oleh Republika.co.id, Habib Alwi menyatakan, tandanya sudah tidak ada. “Sudah saya hapus,” ujar Habib di rumahnya, Senin (19/2).

Kejadian terebut terjadi pada Jumat (16/2) pekan lalu dini hari. Habib Alwi mengatakan, tanda silang merah di dinding rumahnya, baru terdeteksi olehnya pukul 00.00 WIB, sepulangnya berdakwah. Sebab, sebelumnya tidak terlihat karena tertutup mobil. “Sudah banyak teror kepada saya, ini salah satunya,” kata dia.

Sebelumnya, meskipun perumahan tempat dia tinggal berjenis cluster, tapi dia mengizinkan siapapun untuk datang ke rumahnya. Satpam di depan blok cluster perumahan tersebut, diinfokan untuk mengizinkan tamu Habib Alwi datang ke rumahnya tanpa menitipkan atau menunjukkan ID Card.

“Jamaah saya banyak yang datang berkunjung ke sini, jadi saya instruksikan ke satpam bisa masuk kapanpun. Tapi dari kejadian ini, harus ada ID card,” kata Habib.

Mukhidin, satpam cluster perumahan Emerald Spring mengaku, CCTV sudah aktif. Namun, CCTV dekat kediaman Habib Alwi rusak. “Namanya, jamaahnya beliau kan banyak, siapapun bisa mengaku jamaah terus masuk ke sini, kebetulan sekali CCTV dekat rumah beliau sedang rusak. Jadi belum ketahuan siapa pelaku,” kata Mukhidin.

Kejadian tersebut mengundang para jamaahnya untuk mengawal kediaman Habib Alwi dua hari setelah kejadian. Habib yang sering berdakwah di wilayah Bekasi ini, telah melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib. Sebelumnya, Habib Alwi juga sempat mendapatkan teror dari pengendara motor tak dikenal, yang sudah mengikutinya beberapa hari belakangan.

Dia sempat ditodongkan pistol oleh dua orang pengendara motor di depan jalan perumahannya. “Saya kayak digeretak, orang itu menarik platuk, menunjukkan pistol ke arah jendela mobil saya, langsung jalan lagi,” kata Habib Alwi.

Temuan tanda serupa, menurut informasi Habib Alwi ada di Masjid Pondok Pesantren At Taqwa Babelan Bekasi. Saat dikonfirmasi ke pengurus Pondok Pesantren At Taqwa, benar adanya tanda merah di tiang masjid. “Iya, benar ada,” kata Ustaz Aang.

Sumber : Republika

Ulama Muhammadiyah Diserang, Markas Besar KOKAM Keluarkan Surat Imbauan Ini

Markas Besar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) mengeluarkan surat imbauan kepada anggota KOKAM seluruh Indonesia. Imbauan ini terkait maraknya kasus penganiayaan terhadap oleh orang gila. Khususnya yang dialami Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem Paciran, Lamongan, Jawa Timur, KH Hakam Mubarok, kemarin (Minggu, 18/2).

Anggota KOKAM diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus mengawal tokoh-tokoh dan aset amala usaha Muhammadiyah.

Berikut surat lengkap Mabes KOKAM.

Hal: Imbauan Mabes KOKAM Pemuda Muhammadiyah

Kepada Yth,
1. Komandan Wilayah KOKAM Pemuda Muhammadiyah
2. Direktur Operasi KOKAM Daerah (Komandan Daerah)
3. Seluruh Kader KOKAM Pemuda Muhammadiyah

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr. Wb

Semoga Allah SWT senantiasa merapatkan barisan kita dan memberikan keteguhan dalam menghadapi fitnah-fitnah dan teror yang ditebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Setelah mencermati dan mengamati rangkaian kejadian penyerangan terhadap tokoh-tokoh dan ulama yang meresahkan ummat islam, khususnya yang telah menimpa KH. Abdul Hakam Mubarak, pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem Paciran, Lamongan, Jawa Timur.
SUGGESTED NEWS by Mgid

Hanya dalam satu bulan, saya telah menjadi kaya karena Bitcoin!

Pekerjaan simpel memberikannya Rp 900 juta dalam 30 hari!

Cara inkonvensional untuk hasilkan uang hanya dengan telpon anda

Rahasia turunkan berat dengan cepat telah terungkap! Klik untuk

Maka untuk mengantisipasi kejadian serupa Markas Besar KOKAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menyampaikan imbauan sebagai berikut:

1. Kepada Komandan Wilayah KOKAM di Seluruh Indonesia:

• Agar berkoordinasi secara intensif dengan masing-masing BPO KOKAM di tingkat daerah maupun distrik wilayah KOKAM, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengupayakan pengawalan / pengamanan terhadap aset Amal Usaha Muhammadiyah Khususnya Pondok Pesantren dan Majelis Ta’lim beserta seluruh tokoh-tokoh dan ulama Muhammadiyah dan Aisyiyah.

• Agar menunjuk pimpinan/personil KOKAM sebagai nara hubung yang sewaktu-waktu dapat bergerak cepat melakukan respon jika terjadi hal-hal yang tidak dinginkan.

• Agar melakukan identifikasi bersama BPO KOKAM Daerah terkait Pondok Pesantren dan Majelis Ta’lim Muhammadiyah dan Aisyiyah, dan menyebarkan kontak person pimpinan / personil KOKAM yang ditunjuk sebagai nara hubung jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Kepada Komandan Daerah KOKAM di Seluruh Indonesia:

• Agar meningkatkan komunikasi dan silaturahmi dengan AUM Pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah khususnya Pondok Pesantren dan Majelis Ta’lim di masing-masing daerah, Sekaligus menghimpun nomor kontak person AUM Pendidikan dan Majelis Ta’lim tersebut.

• Agar melakukan komunikasi dengan aparat penegak hukum jika menemukan dan atau mendapatkan laporan hal-hal yang mencurigakan di wilayah daerah masing-masing.

3. Kepada Seluruh Kader KOKAM Pemuda Muhammadiyah:

• Agar senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan memohon perlindunganNya, di setiap aktivitas khususnya dalam melakukan pengawalan dan pengamanan.

• Agar bertindak cepat dan tegas dalam merespon kejadian-kejadian yang meresahkan masyarakat, menjaga akhlak yang baik, dan mencegah tindakan main hakim sendiri.

• Agar mengupayakan koordinasi dan komunikasi dengan aparat penegak hukum, jika menemukan hal-hal yang mecurigakan dan meresahkan masyarakat.

• Agar saling bersinergi dengan stakeholder yang ada dalam lingkungan masyarakat dengan mengedepankan ukhuwah dan persatuan ummat dan bangsa.

Demikian imbauan ini disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan ikhlas karena Allah SWT. KOKAM adalah garda terdepan pengawal panji-panji Muhammadiyah, Jika ada oknum yang mengusik dan mencederai Muhammadiyah Maka KOKAM Pemuda Muhammadiyah harus hadir dan siap syahid demi menegakkan dakwah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Merdeka.
Fastabiqul Khairat

Wassalamu’alaikum wr.wb

Komandan Nasional KOKAM Pemuda Muhammadiyah
M. Mashuri Masyhuda

Mengetahui:
Panglima Tertinggi KOKAM Pemuda Muhammadiyah
Dahnil Anzar Simanjuntak.[www.tribunislam.com]

Sumber : b-islam24h.com

Ditanya Nama, Penyerang Kiai di Lamongan Jawab Begini

Pelaku penyerangan Pengasuh Ponpes Muhammadiyah Lamongan KH Hakam Mubarok tiba di RS Bhayangkara, Surabaya. Pria ini mengomel tak jelas, salah satunya mengaku bernama Paijo asal Turki.

Pelaku tiba di RS Bhayangkara dengan mobil nopol N 470 BE. Memakai baju tahanan warna oranye, kedua tangan pria ini diborgol.

Dia hanya menunduk, pandangannya kosong saat digiring polisi ke kamar tahanan. Namun, ada ucapan pelaku yang cukup menggelitik saat ditanya namanya.

“Paijo, paijo,” kata pria ini singkat dengan suara pelan, Senin (19/2/2018).

Bahkan polisi juga kesulitan berkomunikasi dengan pelaku. Pasalnya, pria ini melontarkan kalimat-kalimat yang tak jelas.

Entah dibuat-buat atau tidak, pengakuan pelaku juga cukup menggelikan saat ditanya tempat asalnya.

“Saya orang Turki,” katanya sembari mengomel.

Kini, pelaku penyerangan kiai di Lamongan masuk ke ruang perawatan tahanan di RS Bhayangkara.

Peristiwa bermula saat pelaku tidur di pendopo ponpes, lokasi tempat menerima tamu. Menjelang salat dhuhur, ia dibangunkan oleh Kiai Hakam dan diperintahkan keluar.

Pria tak dikenal tersebut enggan menuruti permintaan Kiai Hakam. Meski sarungnya diseret, ia menolak pindah. Kemudian ia berdiri dan menantang. Pria itu dan Kiai Hakam sempat beradu otot. Namun beruntung, tak ada yang kena pukulan.

“Setelah saya suruh (bangun) nggak mau, saya seret sarungnya, masih nggak mau. Kemudian dia punya jajan, punya makanan, saya buang. Langsung dia berdiri dan menantang saya,” ujarnya.

“Ayo saya berani gelut (berjelahi). Saua berani berkelahi. Nggak wedi karo awakmu (nggak takut dengan kamu),” ujar Kiai Hakam menirukan pernyataan dari orang tak dikenal itu dalam video yang diterima detikcom, Minggu (18/2/2018).

Sumber : Detik

Bermotif Menanyakan Ulama, 3 Orang Mencurigakan Tanpa Identitas Diamankan Aparat Padang Panjang

Satuan Polisi Pamong Paraja (Pol PP) dan Damkar Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) mengamankan tiga orang mencurigakan tanpa identitas, dengan motif menanyakan guru besar dan ulama di Kota berhawa sejuk itu, Jumat (16/2).

Antisipasi tindakan kekerasan terhadap ulama yang kerap terjadi belakangan ini, membuat Satuan Polisi dan Damkar Padang Panjang melakukan antisipasi dengan mengamankan tiga orang asal Pulau Jawa dan Aceh Selatan di dua tempat yang berbeda di Kota Padang Panjang, di masjid Babusalam Bukit Surungan dan Masjid Maimuna Ali Thawaib Putra Padang Panjang.

Kasi Ops Pol PP Padang Panjang Musbenzakir, saat ditemui di Mako Pol PP mengatakan, berdasarkan laporan dari masyarat ada satu dari tiga orang yang mencurigakan dengan motif menayakan para ulama dan guru besar di pesantren Thawalin Putra kota setempat, dan dua orang lagi bercerita akan menuntut ilmu agama kepada ulama di Padang Pajang namun setelah dilakukan intrograsi jawaban dari ketiga orang tersebut berbelit-belit dan berbeda dari cerita warga yang sempat menanyakan tujuan ketiga orang tersebut berada di Masjid Babusalam terminal Bukit Surungan dan Masjid Maimuna Ali Thawalib Putra.

“Kami dapat laporan bahwasannya ada tiga orang yang menanyakan beberpa nama ulama besar di Padang Panjang, dan satu dari dua orang itu telah melakukan sholat dengan tidak lazimnya rukun solat yang diajarkan agama kita (red-Islam), berdasarkan dari laporan tersebut ketiga orang ini kita bawa untuk dimintai keterangan,” ujar Musbenzakir.

Tambah Musbenzakir, setelah kita intrograsi ternyata satu dari tiga yang bernama Amin (28) Asal Aceh selatan mengaku ingin mencari guru besar untuk dijadikan orang tua angkat dan mengobati penyakitnya. Amin sendiri diamankan pada pukul 8.15 WIB di Thawalib Putra. Dan dua orang lagi bernama Zulkifli Latif (58) asal Jakarta dan Seno (43) Asal Banyumas, yang diamankan pada pukul 8.30 WIB.

“Ketiga orang ini sudah kita mintai keterangan dan kita periksa barang-barang bawaanya, namun dari ketiganya kita tidak menemukan identitas KTP yang lengkap,” terang Musbenzakir.

Sementara itu Zulkifli, mengaku, dirinya dan Seno hendak pergi ke Duri menemui rekannya disana. “Saya sudah dua hari di Padang Panjang dan numpang bermalam di masjid Babusalam terminal Bukittsurungan dan rencananya saya dan sodara saya Seno akan ke Duri untuk menemui temam di Duri,” ungkap Zulkifli bersama Seno.

Berbeda dengan keterengan Amin, pemuda asal Aceh Selatan, ia mangaku sudah melanglang buana selama beberapa tahun terakhir untuk mencari guru dan orang tua angkat serta untuk menuntut ilmu dan mengobati penyakit yang berada dalam tubuhnya.

“Saya sudah lama meninggalkan Aceh, tujuan saya cuma satu yakni mencari guru dan orang tua angkat, serta orang yang bisa menyembuhkan penyakit saya, saya hidup sebatang kara, makanya saya pergi dari satu kota ke kota lain tanpa arah,” terang Amin.

Lebih lanjut Musbenzakir mengatakan, kegiatan ini merupakan operasi rutin yang di lakukan sebagai bentuk memberikan kenyamanan terhadap warga Padang Panjang dengan berkoordinasi dengan Polisi dan TNI di Wilayah Hukum Padang Panjang.

“Sebagai bentuk tanggung jawab kita terhadap kenyamanan dan keaman masyarakat Padang Panjang, kita melakukan kegiatan rutin antisipasi kekerasan dan penyakit masyarakat seperti ini dengan bantuan dari aparat kepolisian dan TNI, guna terciptanya kondisi yang aman dan terkendali,” jelas Mubenzakir.

Musbenzakir juga menghimbau, kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada terhadap orang baru yang mencurigakan, laporkan segera, apabila menemukan dan melihat tidakan yang mencurigakan ke aparat setempat baik melalui Satpol PP, Polisi ataupun ke TNI.

“Lebih baik mencegah daripada terlanjur kejadian,” Tegas Musbenzakir didampingi Anggota Intel Polres Padang Panjang, Bhabinkantibmas, Intel Kodim 0307 Tanah Datar dan Babinsa wilayah Koramil 01 Padang Panjang.

Sumber : kabarsatu.news

Siapa yang Mengendalikan Orang Gila Pemburu Ulama? Ini Jawaban Rocky Gerung

Ada fenomena aneh. Sejumlah orang gila diberitakan mengincar ustadz dan ulama. Bahkan sudah ada yang ditangkap karena membunuh Ustadz Prawoto, Asisten II Operasi Brigade PERSIS. Diberitakan pula, Kiai Umar Basri juga dianiaya oleh orang gila.

Di Cileunyi, Jabar, juga dikabarkan ada orang gila membawa senjata tajam hendak masuk pesantren. Sejumlah santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdjussalam kemudian berhasil mengamankan orang gila tersebut.

Benarkah mereka orang gila? Mengapa orang gila beroperasi mengincar ulama? Rocky Gerung membuat pernyataan di ILC tentang siapa yang mengendalikan orang-orang gila itu.

Pernyataan Rocky Gerung itu pun disambut riuh tepuk tangan. Bahkan Presiden ILC Karni Ilyas terlihat speechless mendengarkan pernyataan tersebut.

“Jadi, kalau ada orang gila beroperasi, pasti ada orang yang lebih gila lagi yang mengendalikan orang gila itu,” tandasnya.

Sumber : Tarbiyah